NovelToon NovelToon
Kebohongan Besar Di Balik PernikahanKu

Kebohongan Besar Di Balik PernikahanKu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:143.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eys Resa

Pernikahan adalah tentang kepercayaan. Setidaknya itu yang diyakini oleh Arini selama lima tahun pernikahannya dengan Galang. Namun saat kenyataan itu terungkap secara tidak sengaja, ternyata pernikahan mereka hanyalah sebuah lelucon yang dibuat oleh suami dan selingkuhannya selama ini. Dan dia hanyalah wanita bodoh yang tidak tau apa-apa, dan sudah bekerja keras untuk membangun reputasi suaminya sebagai istri yang baik selama ini.

Hancur dan merasa di bohongi sudah pasti, lalu apa yang akan dilakukan Arini setelah mengetahui semua kebohongan suaminya?
Apakah dia bisa bertahan di kerasnya hidup tanpa Galang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eys Resa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengungkap Rasa Penasaran

Malam semakin larut saat mobil Kevin perlahan meninggalkan pelataran restoran. Di dalam mobil yang sunyi, cincin berlian di jari manis Arini sesekali memantulkan cahaya lampu jalanan ibu kota. Arini menatap jemarinya dengan pandangan yang sulit diartikan, sementara Kevin tetap fokus mengemudi, meski pikirannya sama sekali tidak berada di sana.

​Kilatan keraguan di mata Arini saat menerima lamarannya tadi terus membayangi pikiran Kevin. Ia tahu, jika hal ini tidak diselesaikan sekarang, benteng pertahanan di hati Arini mungkin akan kembali terbangun.

​Di tengah perjalanan menuju rumah Arini, Kevin memutar setir dan mengarahkan mobilnya ke sebuah taman kota yang cukup sepi namun memiliki pencahayaan yang hangat. Ia menghentikan mobilnya di bawah rindangnya pohon marina.

​"Rin, kita mengobrol sebentar, ya?" tanya Kevin lembut.

​Arini menoleh, sedikit terkejut, namun akhirnya mengangguk pelan. "Ada apa,Vin?"

​Mereka turun dari mobil dan berjalan menuju sebuah kursi taman yang panjang. Angin malam berembus pelan, memainkan ujung gaun biru navy milik Arini. Kevin duduk menghadap Arini, mengambil kedua tangan wanita itu, lalu menggenggamnya dengan erat.

​"Rin, maafkan aku jika aku terlalu lancang," buka Kevin dengan nada suara yang sangat hati-hati. "Tapi sejak acara tadi, setelah kamu menerima cincin ini... aku melihat ada sesuatu yang mengganjal di matamu. Ada ketakutan, ada keraguan yang menahan kebahagiaanmu. Tolong jujur padaku, Rin. Apa ada hal yang membuatmu menyesal menerima lamaranku?"

​Arini menundukkan kepalanya. Bahunya mendadak layu, dan pegangan tangannya pada Kevin terasa melemas. Air mata yang sejak tadi ia tahan di depan keluarga kini mulai menetes satu demi satu, jatuh membasahi punggung tangan Kevin.

​"Bukan begitu, Vin... Aku sama sekali tidak menyesal. tidak bisa di pungkiri Aku juga mencintaimu, hatiku sudah terbuka untukmu," bisik Arini dengan suara yang bergetar menahan tangis. "Aku tidak pernah berniat menolakmu atau meragukan ketulusanmu selama dua tahun ini. Tapi..."

​Arini menjeda kalimatnya, menarik napas dalam-dalam seolah sedang mengumpulkan seluruh keberanian yang tersisa di dalam dadanya.

​"Aku ragu karena aku takut, Vin! Aku takut tidak bisa memberikan keturunan untuk keluarga Mahendra. Aku takut mengecewakanmu dan orang tuamu yang begitu baik padaku."

​Kevin tertegun, dahinya mengernyit. "Kenapa kamu berpikir sejauh itu, Rin?"

​"Saat aku masih menikah dengan Galang dulu, kami sempat beberapa tahun tidak memiliki anak," cerita Arini dengan nada pilu, mengenang masa-masa kelam itu. "Galang membawaku ke sebuah klinik, dan di sana dokter menyatakan bahwa aku divonis sulit memiliki anak karena ada masalah pada rahimku. Karena vonis itulah, Galang kemudian membujukku untuk mengadopsi Galih, yang dia bilang sebagai anak yatim piatu dari panti asuhan. Padahal, kita semua sekarang tahu kenyataan pahitnya... Galih adalah anak kandung Galang sendiri dengan Dita."

​Arini mengangkat wajahnya, menatap Kevin dengan mata yang basah oleh rasa bersalah yang tak seharusnya ia tanggung. "Keluargamu adalah keluarga terhormat, Vin. Kamu anak laki-laki tunggal. Bagaimana jika vonis itu benar? Bagaimana jika aku memang wanita mandul yang tidak bisa memberimu penerus?"

​Mendengar penuturan Arini, rasa terkejut sempat melintas di wajah Kevin. Namun, keterkejutan itu dengan cepat berubah menjadi kilatan amarah terhadap Galang. Sebagai pria yang logis dan telah membongkar seluruh busuknya konspirasi Galang di masa lalu, Kevin segera menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan cerita tersebut.

​Kevin menenangkan dirinya, mengatur napasnya agar suaranya tetap terdengar stabil dan menyejukkan bagi Arini. Ia menghapus air mata di pipi Arini dengan ibu jarinya.

​"Rin, dengarkan aku baik-baik," ucap Kevin dengan nada yang sangat tegas namun penuh kasih sayang. "Aku sama sekali tidak percaya dengan ucapan Galang, dan aku juga tidak percaya dengan hasil klinik yang dia bawa dulu. Pria itu adalah penipu ulung. Surat pernikahan kalian saja sanggup dia palsukan demi menjeratmu memperkaya dirinya dan ambisinya, apalagi hanya sekadar surat kesehatan atau memanipulasi dokter klinik abal-abal?"

​Arini terdiam, menatap Kevin dengan pandangan tidak percaya. Pikiran itu belum pernah terlintas di benaknya karena dulu ia terlalu polos dan percaya pada mantan suaminya.

​"Galang sengaja membuatmu percaya bahwa kamu mandul, Rin," lanjut Kevin, menganalisis dengan tajam. "Dia melakukan itu agar kamu merasa bersalah, agar kamu merasa memiliki kekurangan, dan akhirnya dengan sukarela menerima Galih masuk ke dalam hidupmu. Itu adalah cara kotornya untuk menyembunyikan anak itu dan melindunginya di dalam rumahmu!"

​Arini terpana. Kata-kata Kevin terasa seperti palu yang menghancurkan dinding kebohongan yang selama bertahun-tahun ini mengurung pikirannya dalam rasa rendah diri.

​"Besok," kata Kevin sambil menggenggam tangan Arini lebih erat lagi. "Besok pagi, aku sendiri yang akan mengantarmu ke rumah sakit internasional terbaik. Kita akan memeriksakan keadaan rahimmu ke dokter spesialis yang kredibel. Kita buktikan bersama-sama bahwa semua dokumen dan vonis yang dibawa Galang dulu adalah kebohongan besar untuk menjatuhkan mentalmu."

​Kevin menarik tubuh Arini ke dalam pelukannya. Ia mendekap wanita itu dengan sangat erat, menyalurkan seluruh kekuatan dan kehangatan yang ia miliki melalui pelukan tersebut.

​"Dengarkan aku," bisik Kevin di sela rambut Arini. "Katakanlah... katakanlah jika skenario terburuknya vonis itu benar, hal itu sama sekali tidak akan mengubah niatku untuk menikahimu. Aku mencintaimu karena kamu adalah Arini. Aku tidak menikah dengan rahimmu, aku menikah dengan jiwamu."

​Kevin melonggarkan pelukannya sedikit, menatap lurus ke dalam mata Arini untuk meyakinkannya. "Aku menerima kamu apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang kamu miliki. Jika Tuhan mengizinkan kita memiliki anak, itu adalah berkah. Tapi jika tidak, kehadiranmu saja sudah lebih dari cukup untuk melengkapi hidupku. Orang tuaku pun pasti akan mengerti, karena mereka menyayangimu sebagai manusia, bukan sebagai mesin pencetak keturunan."

​Air mata Arini kembali mengalir, namun kali ini adalah air mata kebahagiaan dan rasa syukur yang luar biasa. Beban berat yang selama bertahun-tahun ini bergelayut di pundaknya, membuat hatinya merasa tidak sempurna, kini menguap begitu saja ditiup oleh ketulusan Kevin.

​"Terima kasih, Kevin... Terima kasih karena selalu ada dan percaya padaku," ucap Arini tulus, membalas pelukan Kevin dengan tak kalah erat.

​Malam itu, di bawah temaram lampu taman kota, Arini akhirnya benar-benar melepaskan sisa trauma masa lalunya. Ia menyadari bahwa hidupnya kini telah dikelilingi oleh kebenaran. Di hadapannya, berdiri seorang pria jujur yang mencintainya tanpa syarat, seorang pria yang siap melindunginya dari kebohongan dunia dan membawanya menuju masa depan yang penuh dengan kedamaian.

1
Nani Te'ne
suka
Thewie
laki laki cuma modal Kon ajapun bertingkah.. eehhhh mati lah kau
ayu cantik
suka
Rosita Tumbelaka
Ada yaa suami gk tau diri spt Galang. .tertawa diatas ketingat darah istri yg setia
Violet
Yg paling the best dari karya cerita ini tuh gak harus beratus chapter tp bisa menjelaskan karakter wanitanya tangguh, tegas & berani utk kluar dr keterpurukan. Ditambah dgn pengolahan kata2 sprti motivasi makin level up bacanya 👏🏻👏🏻
Terima kasih utk karyanya kak 🙏🏻💐
Sehat2 slalu & semangat utk karya terbarunya 💪🏼🥰
Eys Resa: terima kasih kak, mampir juga di karya baruku yang judulnya Batas Kesabaran Renata 🙏🌹❤
total 1 replies
Wulan Azka
hmm, ini mereka ke dokternya kan belum nikah trus si arini mau periksa transvaginal, kok si Kevin pake disampingnya. padahal itu kan privasi karena pake ngangkang pula
WHATEA SALA
Belum apa apa anaknya sudah di serahkan ke laki laki lain
Ria Lita
kok ya gampang banget Dita dapet karma nya cobalah yg lama atau merasakan hidup dalam kemiskinan yg menyedih kan lho thor 🤭
Ria Lita
kok Dita gak dpt karma
sukensri hardiati
ni ceritanya arini sama galang ngadopsi galih....?
Mefiani
dah end aja gak nunggu arini lahiran🤣🤣ada gantine gak kak yg baru...
Eys Resa: udah kak, judulnya Batas Kesabaran Renata
total 5 replies
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Linda Muslimah
syukur emang enak galang😄😄🤭
YuWie
lahhh sdh bipp aja
Tini Uje
lah..trnyata duluan dita yg ko'it 😄🙏
Mefiani
karma datang lebih cepat ke dita ternyata dari pada ke galang...syukur lah galang meninggal dengan tenang karena sudah dpat maaf dari arini..sedangkan dita pasti meninggal masih penuh penyesalan tpi semoga semuanya tenang di alam sana..
Tini Uje
ditunggu karma siditaa jalang thor..iihh gedeq bgtt tau liat sidita hidup nya bahagia
Anita Rahayu
Ah gk adil lu thor masa cuma galang yg ngenes pelakornya gk kena karma 😡😡😡😡😡😡😡
Mefiani
dita gak dapat karma kah...kok galang meninggal...gpp dech semoga galang tenang dialam sana..
Eys Resa: nih, di bab selanjutnya
total 1 replies
YuWie
nasibmu lang galang, dini masih makmur aja ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!