NovelToon NovelToon
Di Jual Kepada Mafia Rusia

Di Jual Kepada Mafia Rusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Action
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

"Sepuluh tahun lalu, ayahku menjualku. Dan malam ini, sang pembeli datang menjemputku."
Alana mengira hidupnya sempurna, sampai ia diseret ke Rusia oleh Alexei Dragunov seorang Tsar mafia yang dingin dan berbahaya. Alana bukan datang sebagai pengantin, melainkan sebagai aset yang telah dibayar lunas oleh Alexei untuk menutupi hutang ayahnya.
Di tengah badai salju Saint Petersburg, Alana terjebak di antara dua pria paling berkuasa, Ayah kandung yang menjadikannya barang dagangan, dan suami mafia yang menjadikannya tawanan obsesi.
Saat rahasia darahnya mulai terungkap, Alana menyadari, Di dunia Alexei, tidak ada jalan keluar. Ia harus memilih, hancur sebagai korban, atau bangkit menjadi Ratu di samping sang iblis.

"Kau adalah milikku, Alana. Hidup atau mati, kau tetap dalam genggamanku."
-Alexei Dragunov-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. MAHKOTA DARI KRIKIL TAJAM

Empat Minggu Kemudian.

Salju di Inari mulai menipis, menyisakan hamparan tanah beku yang kelabu, namun di dalam vila Dragunov, suasana tetap sedingin es yang paling murni. Alana berdiri di depan cermin besar, mengenakan gaun beludru hitam pekat yang dipadukan dengan kalung zamrud pemberian Alexei. Ia bukan lagi gadis Jakarta yang rapuh dengan mata yang selalu ketakutan. Kini, tatapannya tenang, sebuah topeng yang ia asah setiap malam di samping Nenek Sofia yang masih belum sadarkan diri.

"Zamarud itu sangat cocok dengan matamu yang lelah, Alana," suara berat itu muncul dari pantulan cermin.

Alexei berdiri di ambang pintu, mengenakan setelan jas tiga lapis yang sempurna. Ia mendekat, jemarinya yang dingin menyentuh bahu telanjang Alana, lalu perlahan memperbaiki posisi kalung itu. Gerakannya lembut, namun tatapannya tetap sedingin dan setajam mata pisau bedah.

"Terima kasih, Alexei," ucap Alana pelan, memaksakan diri untuk tidak bergidik saat bibir Alexei menyentuh pundaknya. "Apakah malam ini aku benar-benar harus ikut? Aku belum sepenuhnya mengerti protokol Bratva."

"Kau adalah istriku, Alana Volskaya. Kehadiranmu di sampingku saat pertemuan dengan dewan nanti adalah pernyataan perang bagi Vadim dan Sergei," Alexei memutar tubuh Alana agar menghadapnya. Ia merapikan sehelai rambut Alana dengan gerakan yang hampir terlihat memuja. "Kau bukan hanya pendamping. Kau adalah pemegang takhta yang sah. Aku hanya pedang yang akan menebas siapa pun yang menghalangimu."

Alana menatap mata biru Alexei, mencari celah kebohongan di sana. Pedang atau sipir penjara? batinnya.

Malam itu, Alexei membawa Alana ke sebuah gudang tua di pinggiran dermaga yang telah disulap menjadi ruang pertemuan rahasia yang mewah. Ini adalah pertama kalinya Alana terlibat langsung dalam "bisnis" Dragunov. Di dalam ruangan itu, aroma cerutu mahal dan alkohol keras memenuhi udara. Lima pria tua dengan wajah penuh bekas luka duduk melingkar, mereka adalah para petinggi yang masih setia pada garis keturunan Volskaya, namun ragu pada kepemimpinan Alexei.

"Dia terlalu muda, Dragunov," geram salah satu pria, matanya menatap Alana dengan remeh. "Bagaimana mungkin seorang gadis yang tumbuh di Indonesia bisa memimpin jalur distribusi kita di Baltik?"

Alexei tidak meledak marah. Ia justru duduk dengan tenang, menyilangkan kakinya, dan meletakkan tangannya di atas tangan Alana yang berada di meja.

"Dia bukan memimpin dengan otot, Boris. Dia memimpin dengan darahnya," ucap Alexei tenang, namun auranya membuat ruangan itu mendadak sunyi. "Alana telah mempelajari laporan logistik kalian selama tiga minggu terakhir. Alana, tunjukkan pada mereka apa yang kau temukan di pengiriman minggu lalu."

Alana menarik napas panjang. Inilah saatnya. Ia membuka tablet digital di depannya. Selama berminggu-minggu, ia telah mencuri data dari komputer Alexei saat pria itu mandi atau tidur. Ia menemukan celah pembukuan untuk membantu Alexei, tapi untuk membuktikan bahwa ia berguna sehingga Alexei memberikan akses yang lebih besar.

"Minggu lalu, ada selisih empat persen dalam volume minyak yang dikirim melalui pelabuhan Tallinn," suara Alana terdengar stabil, mengejutkan dirinya sendiri. "Itu bukan karena kebocoran teknis, tapi karena Sergei Volsky telah menyuap kepala pelabuhan untuk mengalihkan sebagian muatan ke kapal pribadinya. Jika kalian tetap diam, kalian bukan hanya kehilangan uang, tapi kalian membiarkan Sergei membangun kekuatannya dari kantong kalian sendiri."

Para pria itu saling pandang. Mereka terkesan, namun lebih dari itu, mereka mulai melihat Alana sebagai ancaman baru yang cerdas.

Sepanjang pertemuan, Alexei bersikap sangat manis. Ia beberapa kali menuangkan minuman untuk Alana, mengusap punggung tangannya, dan membela setiap argumen Alana. Namun, setiap kali Alana meliriknya, mata Alexei tetap tidak menunjukkan kehangatan. Itu adalah cinta yang "berjarak" cinta seorang kolektor terhadap karya seni yang paling berharga.

Saat mereka kembali ke vila, badai salju kembali turun. Di dalam mobil, Alexei tetap diam, menatap keluar jendela.

"Kau melakukannya dengan baik malam ini," ucap Alexei tanpa menoleh.

"Apakah kau bangga padaku, atau bangga karena rencanamu berhasil?" tanya Alana berani.

Alexei menoleh perlahan. Ia meraih dagu Alana, memaksa gadis itu menatapnya. "Keduanya. Kau adalah kombinasi sempurna antara kecantikan dan kecerdikan yang kuajarkan. Vadim akan segera bergerak karena dia tahu kau bukan lagi mawar yang bisa ia petik dengan mudah."

"Kenapa kau begitu ingin aku naik takhta, Alexei? Jika aku menjadi pemimpin, aku tidak lagi membutuhkan pelindung," pancing Alana.

Alexei tersenyum tipis, senyum dingin yang membuat Alana menggigil. "Karena saat kau duduk di takhta itu, orang satu-satunya yang akan kau percayai untuk berdiri di belakangmu adalah aku. Aku tidak butuh kau lemah, Alana. Aku butuh kau berkuasa, agar kita bisa memiliki dunia ini bersama-sama."

Tiba di vila, Alexei menuntun Alana ke kamar Nenek Sofia. Alana duduk di samping tempat tidur neneknya, sementara Alexei berdiri di dekat pintu, memperhatikan dalam diam.

"Kenapa kau tidak pernah membiarkan dokter lain memeriksa Nenek?" tanya Alana tiba-tiba.

"Timku adalah yang terbaik, Alana. Jangan meragukan itu," jawab Alexei pendek.

Alana mengangguk, namun tangannya meraba saku gaunnya. Di sana, ia menyembunyikan sebuah alat perekam kecil yang berhasil ia ambil dari ruang pertemuan tadi. Ia telah merekam percakapan bisik-bisik antara pengawal Alexei di luar ruangan.

Malam itu, setelah Alexei tertidur, Alana mendengarkan rekaman itu di kamar mandi dengan volume paling rendah.

"...Tuan Dragunov sudah menyiapkan upacara penobatan bulan depan. Setelah Alana resmi menjadi kepala keluarga Volskaya, dia harus menandatangani surat penyerahan wali atas seluruh asetnya kepada Tuan. Jika dia menolak, Tuan sudah menyiapkan 'dosis' baru untuk Neneknya agar Alana tetap patuh."

Alana mematikan rekaman itu. Jantungnya berdegup kencang hingga terasa menyakitkan.

Alexei tidak hanya mencintainya pria itu sedang membangun sebuah panggung di mana Alana adalah ratunya, tapi Alexei adalah pemegang talinya. Cinta manis yang ditunjukkan Alexei selama ini hanyalah gula untuk menutupi racun yang sudah ia siapkan.

Alana melihat ke arah botol obat di atas wastafel. ia tidak bisa lagi hanya menjadi mata-mata. Ia harus mulai meracuni balik sang Iblis, sebelum mahkota itu benar-benar diletakkan di kepalanya.

1
Mia Camelia
haduh kok jadi rumit sih😔
My: Kalau terasa rumit, berarti kamu mulia melihat potongan puzzle- nya.. 👀
total 1 replies
Mia Camelia
lanjut thor🥰👍
Mia Camelia
cerita nya menarik
Mia Camelia
lanjut thor, cerita nya seru banget👍👍👍
putri
Alexei.. neraka yang indah itu macam mana?? 😄
My: wahh, terimakasih kehadirannya kak-
🥰
total 1 replies
putri
aku suka ceritanya.. tetap semangat kak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!