JANGAN DIBACA!!!!!!!!!!
LAGI TAHAP REVISI
Mira gadis cantik berusia 23th, bertemu dengan Adam, seorang pengusaha muda saat mereka sedang berada di Korea. Mira jatuh cinta pada pandangan pertama pada Adam.
Cinta Mira tidak bertepuk sebelah tangan, karena ternyata Adam yang sudah menutup hatinya selama 13th karena kehilangan cinta pertamanya, akhirnya jatuh cinta pada Mira. Tapi cinta mereka sulit untuk bersatu karena status Adam yang sudah menikah.
Adam menikah dengan perempuan bernama Kinan atas perjodohan orang tua mereka.
Akankah Adam dan Mira mampu memperjuangkan cinta mereka?
Akankah cinta Adam dan Mira bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENGAKUAN
Mira merasa kesal, kenapa dia selelu terjebak macet saat pulang kerja. Dia masih belum terbiasa dengan padatnya jalanan di Jakarta. Apalagi jam pulang kantor seperti ini.
Dia sangat salut kepada warga Jakarta yang sabar menghadapi kemacetan seperti ini setiap hari. Dia yang baru sebulan di Jakarta meresa kesabarannya hampir habis.
"Apa Fahri menghubungimu?" Tanya Adam sambil melirik ke arah Mira yang sedang menyetir.
"Tadi dia mengirim pesan padaku, tapi belum aku balas," jawab Mira.
"Gak usah dibalas, dia itu player. Dia bukan laki laki yang baik." Adam tidak suka kalau Mira dekat dekat dengan Fahri.
Mira diam saja tidak menjawab. Tiba tiba ponsel Mira berbunyi. Terlihat nama Fahri ganteng dilayar ponsel.
Waktu meminjam HP Mira, Fahri menyimpan kontaknya dengan nama Fahri ganteng di HP Mira.
"Hallo." Mira menjawab ponselnya.
"Aku masih dijalan, jalanan macet sekali" kata Mira.
Hening, Mira seperti sedang mendengarkan orang diseberang sana sedang bicara.
Adam penasaran siapa yang menelepon Mira.
"Bisa saja kak Fahri ini" Mira terlihat tersipu malu.
"*Ja*di Fahri yang menelefonnya." Adam bicara dalam hati.
"Oke" Ucap Mira sambil senyum senyum, kemudian dia diam lagi seperti mendengarkan Fahri berbicara.
Adam yang melihatnya merasa sangat cemburu. Mira terlihat senang ngobrol dengan Fahri.
Adam langsung merampas ponsel Mira dan mematikannya. Mira terkejut dibuatnya.
"Jangan menelepon saat mengemudi." Adam berkata dengan tegas, bahkan nada bicaranya hampir seperti membentak.
Mira menarik nafas dalam dalam, dia merasa geram dengan kelakuan Adam. Bisa bisanya Adam membentaknya karena mengangkat telepon dengan alasan sedang mengemudi. Padahal jalanan sedang sangat macet total. Mobil mereka sama sekali tidak bergerak, kalaupun bergerak paling cuma 1 sampai 2 meter.
"Kenapa kau mudah sekali dekat dengan pria?"
"Maksudnya? " Mira tidak mengerti.
"Kemarin kau berkencan dengan Marvin, hari ini kau sudah sangat mesra dengan pria yang baru dikenal." Adam tersenyum sinis
"Aku tidak berkencan dengan kak Marvin? kami hanya berteman, kemarin kami hanya jalan jalan saja. Aku tidak punya ikatan apapun dengan seorang pria, jadi aku bebas mau dekat dengan siapapun" Mira menegaskan.
Mira kesal dengan tingkah Adam yang tiba tiba marah tanpa sebab. Ditambah lagi kemacetan parah, membuat Mira makin bad mood.
"Lagian bukan urusanmu aku mau dekat dengan siapapun!" Mira kembali menegaskan
"Tentu saja itu menjadi urusanku." Adam menaikkan nada bicaranya.
"Urusanmu? Mira menyeringai. "Memangnya hubungannya apa denganmu? kenapa menjadi urusanmu?"
"Aku cemburu melihatmu dekat dengan pria lain." Mata Mira terbelalak mendengarnya. Dia merasa aneh dengan kata-kata Adam.
"Memangnya kenapa kau cemburu?"
"Apakah kau anak kecil hingga begitu saja tidak paham?" Adam melotot ke arah Mira.
"Apa dia menyukaiku, itu sebabnya dia cemburu?" batin Mira.
"Aku cemburu karena aku mencintaimu."
Deg
Pengakuan Adam sungguh membuat Mira terkejut. Jantungnya serasa berhenti berdetak. Dia terdiam beberapa saat.
"Apa dia sudah hilang akal? kenapa dia bicara seperti itu." batin mira.
Tin tinn tinn
Suara klakson membuyarkan lamunan Mira.
Mira baru tersadar kalau mobil didepannya sudah jauh, tapi mobilnya masih ditempat. Mira segera melajukan mobilnya. pikirannya kacau saat ini.
Kemacetan sudah sedikit terurai, jalanan terlihat ramai lancar. Mira terus melajukan mobilnya.
"Berhenti" tiba tiba Adam menyuruhnya berhenti. Mira tidak menggubris perintah Adam, dia terus saja melajukan mobilnya.
"Berhenti aku bilang." Adam mengeraskan suaranya.
Mira memutar bola matanya jengah. Dengan terpaksa akhirnya dia menepikan mobilnya.
"Apa kau tidak sadar kalau kita salah jalan," ucap Adam.
Mira melihat sekeliling. Dia baru sadar kalau dia salah belok tadi, pikirannya benar benar sangat kacau saat ini.
"Ada apa denganmu? Apa kau melamun? aku tidak mau kau mengemudi dengan pikiran kosong. Bisa bisa nyawa kita jadi taruhannya" Adam mengingatkan Mira.
"Ada apa denganku? harusnya aku yang bertanya padamu. Ada apa denganmu? Kenapa kau tiba tiba bilang kalau kau mencintaiku?" Mira terlihat sangat emosi.
"Karena memang itulah yang aku rasakan. Aku tau kau juga mencintaiku kan?" Adam menarik bahu Mira. Mereka saling berhadapan sekarang. "Benar kan?" Adam kembali bertanya.
Mira menghempaskan tangan Adam dari bahunya. Dia membuang pandangannya ke arah depan. Saat ini dia tidak sanggup kalau harus menatap mata Adam.
"Kau terlalu percaya diri," jawab Mira.
"Bukankah kau sendiri yang bilang menyukaiku sejak kita di korea?"
"Aku sudah tidak mencintaimu lagi sejak aku tau kau sudah menikah." Mira memandang kearah luar jendela.
"Mengapa kau tidak menatapku sangat mengatakan kau tidak mencintaiku? Karena kau berbohong kan?"
"Untuk apa aku berbohong."
"Tatap aku Mir, katakan kau tidak mencintaiku" Adam menggenggam tangan Mira.
"Cukup, lepaskan tanganku." Mira menghempaskan tangan Adam.
"Aku tidak mencintaimu" Mira membuka pintu lalu keluar dari mobil. Dia berlari menjauh, meninggalkan Adam yang masih terduduk di dalam mobil.
"Jangan membohongi perasaanmu sendiri Mir, aku tahu kau juga mencintaiku," guman Adam.
Adam
Mira
Definisi laki laki itu kalau ga cinta sama cewek ga bisa dipaksa untuk cinta melakukan hubungan sexxx tanpa cinta pun bisa.