NovelToon NovelToon
Upstage My Heart

Upstage My Heart

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen / Romansa / Showbiz / Slice of Life / Cintapertama
Popularitas:499
Nilai: 5
Nama Author: meongming

Kisah Lyla, seorang make-up artist muda yang menjalin hubungan diam-diam dengan Noah, aktor teater berbakat. Ketika Noah direkrut oleh agensi besar dan menjadi aktor profesional, mereka terpaksa berpisah dengan janji manis untuk bertemu kembali. Namun, penantian Lyla berubah menjadi luka Noah menghilang tanpa kabar. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka lagi. Lyla yang telah meninggalkan mimpinya sebagai make-up artist, justru terseret kembali ke dunia itu dunia tempat Noah berada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meongming, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 : Janji Kecil

Malamnya, kamar Lyla terasa tenang. Lampu meja belajarnya menyala redup, menerangi buku harian berwarna pastel yang terbuka di atas meja, di sampingnya, selembar foto polaroid kecil  foto Lyla dan Noah saat acara festival sekolah terselip rapi.

Lyla memegang pulpen, ujung bibirnya terangkat pelan.

"Hari ini Noah ngajak aku pulang bareng lagi. Kami jalan di bawah satu payung. Hujan turun pelan-pelan, tapi jantungku malah berisik banget."

Ia menulis sambil menahan senyum sendiri.

"Noah bilang minggu depan seleksi agensi dimulai. Aku janji bakal datang dan dukung dia. Aku tahu, dia pasti bisa. Noah selalu kelihatan keren waktu di panggung... ah, aku malah deg-degan nulisnya "

Tangannya berhenti sejenak, lalu mengambil foto polaroid itu. Ia menatapnya lama, pipinya memerah lagi tanpa alasan.

“Kalau nanti Noah beneran jadi aktor terkenal…” gumamnya pelan sambil menempelkan foto itu ke halaman.

“…berarti aku bakal jadi pacar seorang aktor terkenal dong?”

Wajahnya langsung memanas, dan ia menutup wajah dengan kedua tangan.

“Ahh, Lylaaa, apa sih yang kamu pikirin!”

Tapi senyum kecil nggak bisa disembunyikan dari bibirnya, di luar jendela, hujan sudah berhenti, dan di dalam kamar itu, hati Lyla terasa hangat seperti ada musim semi kecil yang tumbuh pelan-pelan di dadanya. 

*

Paginya aroma sup memenuhi ruang makan. Lyla duduk di kursinya sambil mengaduk nasi pelan, matanya masih sedikit sayu karena belum sepenuhnya bangun.

Ayahnya menatap koran di tangan, lalu berdehem pelan.

“Lyla,” katanya tanpa menoleh, “Ayah sudah daftarkan kamu les tambahan. Mulai minggu ini.”

Lyla tertegun, sendoknya berhenti di udara.

“Les… tambahan?”

“Iya. Untuk persiapan ujian kenaikan kelas tiga.” Nada ayah tegas. “Akhir-akhir ini kamu sering pulang agak sore. Ayah kira lebih baik kamu fokus belajar dulu.”

Lyla menatap meja, jantungnya mencelos.

pulang sore… itu karena latihan teater.

Ia membuka mulut pelan, mencoba menjelaskan, tapi pandangan ayahnya sudah cukup membuatnya menutup lagi.

“Iya, Ayah…” jawabnya akhirnya, lembut dan patuh.

Ibu yang duduk di seberang hanya tersenyum kecil. “Ayah cuma ingin kamu tetap fokus, sayang. Kamu kan gampang capek.”

Lyla hanya mengangguk pelan.

**

Langit cerah, tapi suasana hati Lyla justru agak mendung, sejak sarapan tadi, kata-kata ayahnya terus terulang di kepala soal les baru, soal waktu yang harus ia kurangi di klub teater.

Di kelas, Lyla duduk termenung di dekat jendela, matanya menatap keluar sambil memutar pensil di tangan. Suara teman-teman yang tertawa di sekitar terasa jauh.

"Kalau aku harus les setiap sore… berarti waktu sama Noah bakal berkurang, ya…"

Bel istirahat berbunyi. Teman-temannya langsung bergegas keluar kelas, tapi Lyla malah pelan-pelan menaruh bukunya, lalu berdiri.

Kakinya otomatis melangkah ke arah aula klub teater, begitu sampai. Lyla mengintip pelan dari celah pintu aula klub teater., ruangan itu kosong, hanya beberapa kostum dan properti latihan yang tersusun rapi di rak.

"Noah nggak ada ya? Padahal biasanya jam segini dia di sini…" gumamnya 

Baru saja Lyla hendak berbalik untuk pergi, seseorang menepuk bahunya dari belakang.

“Boo!”

“Eek—!!” Lyla hampir melonjak, memegang dadanya panik.

“ka -J-Juliet!”

Juliet berdiri di belakangnya dengan senyum lebar dan tangan di pinggang. “Dasar, kebiasaan tukang ngintip. Masih aja nggak berubah!”

Lyla buru-buru menggeleng, wajahnya merah sekali. “Aku nggak ngintip! Aku cuma… cuma mau lihat latihan hari ini!”

Juliet terkekeh, mencondongkan tubuhnya sedikit. “Iya iya~ cari Noah, kan?”

Lyla menunduk, senyum kecil tanpa sadar muncul di bibirnya. “Nggak juga… mungkin…”

“Hahaha, lihat tuh! Mukamu aja udah jawab semuanya!” Juliet menepuk bahu Lyla lagi, geli sendiri.

Ia melirik ke dalam aula sebentar lalu berkata, “Noah nggak ada, lho. Tadi aku lihat dia keluar… hmm, nggak tau kemana sih.”

Lyla langsung menatapnya, sedikit kecewa. “Oh… gitu…”

Juliet memiringkan kepala, senyum jahilnya kembali muncul. “Mau aku kasih tau nggak dia ke mana?”

Lyla cepat-cepat melambai tangan, wajahnya makin merah. “Nggak perlu! Aku cuma kebetulan lewat aja kok!”

“Terserah~ tapi kalau berubah pikiran, aku tahu kok tempat nongkrong favoritnya,” goda Juliet sebelum berlalu sambil tertawa kecil.

Setelah Juliet pergi, Lyla masih berdiri beberapa saat di depan aula. lalu Lyla berlari mengejar Juliet.

Tak lama Lyla berjalan.

Ia teringat perkataan Juliet tadi.

“Noah selalu di sana kalau lagi mikir.”

Lyla mengangkat wajah, menatap tangga menuju lantai paling atas.

Tanpa sadar, kakinya mulai melangkah ke sana.

Suasana koridor makin sepi. Hanya terdengar suara langkah sepatunya sendiri dan desir angin dari jendela terbuka.

Jantungnya berdegup aneh—antara gugup dan penasaran, begitu sampai di ujung tangga, Lyla mendorong pintu menuju atap sekolah perlahan.

Udara segar langsung menyapa wajahnya

Di sana, di dekat pagar, Noah duduk sambil menatap langit, seragamnya agak kusut, rambutnya tertiup angin.

Lyla menelan ludah pelan. Juliet bener… dia memang di sini.

“Noah…” panggilnya ragu.

Noah menoleh, sedikit terkejut, tapi senyumnya cepat muncul.

“Oh, Lyla. Kamu ko ada disini?”

Lyla berjalan pelan mendekat. “Aku… kebetulan lewat.”

Noah tertawa kecil. “Kebetulan banget, ya?”

Lyla menunduk malu, jari-jarinya saling meremas, angin kembali berhembus, membawa suasana yang terasa lembut dan sedikit canggung.

Lyla ragu sejenak, lalu duduk di samping Noah sedikit berjarak.

“Kamu keliatannya lagi mikirin sesuatu…” Suaranya pelan

Noah tersenyum kecil tanpa menoleh.

“Nggak. Aku cuma… mau diam aja.”

Lyla mengangguk, lalu ia bicara dengan hati-hati  “Mulai besok… aku akan ikut les sepulang sekolah.”

Noah menoleh sedikit, alisnya terangkat pelan.

 “Les? "

Lyla tersenyum kaku, mencoba tertawa kecil.

“Ayah yang daftarin. Katanya aku terlalu sering ‘main’ belakangan ini…”

Noah ikut tersenyum samar, nada suaranya terdengar lembut. “Berarti nanti kita nggak bisa pulang bareng, dong”

" Iya mungkin.." jawab Lyla pelan.

Beberapa detik hening. Lalu Noah tersenyum lembut. “Kalau gitu, aku yang antar ke tempat les.”

Lyla cepat menggeleng. “Nggak usah, nanti kamu capek.”

“Tapi aku pengen,” jawab Noah santai. “Atau kalau kamu nggak mau, aku tunggu aja sampai les kamu selesai, biar bisa pulang bareng.”

Lyla menatapnya tak percaya. “Kamu serius?”

Noah mengangguk. “Aku udah terbiasa jalan bareng kamu. Rasanya aneh kalau tiba-tiba nggak.”

Lyla terdiam, pipinya merona pelan. Ia menunduk, menahan senyum yang susah dikendalikan.

1
StellaY
semangat terus thor💪
meongming: yesss💪💪
total 1 replies
StellaY
uwu banget😍😍
meongming: seneng ada yang suka 🤩 makasih dukungan mu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!