Trauma yang dialami oleh sang putri membuat seorang Natasya Belle memutuskan untuk meninggalkan suaminya dan memulai kehidupan baru..
Trauma yang hampir saja membuat putrinya mengalami gangguan mental,dan disaat anak dan istrinya pergi barulah penyesalan itu datang dan berulang kali Angga meminta maaf dan menyesali perbuatannya namun pintu maaf itu justru telah tertutup. Dan kini Natasya pun bahagia dengan laki laki yang tulus menyayanginya dan juga putrinya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 23
Kakek Andrew menatap kearah Nadira lalu mengelus rambutnya dengan lembut.
"Nanti biar Nenek yang bicara dengan Mami pasti nanti Mami gak akan marah. Sini biar Kakek pakaikan di leher kamu.." Kakek Andrew pun melingkarkan kalung itu di leher Nadira.
"Sangat cantik. Cocok dengan Nadira."ucap Nenek Sofie semakin membuat Nadira sangat senang dan bahagia..
"Terima kasih Kakek,terima kasih Nenek,Dira sangat suka. Nanti Dira bilang sama Mami.."Nadira tersenyum sembari menatap Ibu Sofie dan Pak Andrew secara bergantian...
*****
Pada saat yang sama Natasya baru saja kembali bersama Reno untuk menjemput Nadira, Ibu Sofie dan Pak Andrew langsung menyambutnya dengan lembut dan penuh dengan kehangatan.
"Mami... Om baik... Lihat aku diberikan kalung sama Kakek,dan disini ada foto kita bertiga. "ucap Nadira dengan antusias.
Tasya melihat kalung itu,kalung yang di disain dengan sangat indah dan juga memiliki nilai yang sangat mahal.. Natasya menatap kedua orang itu yang kini berada tepat didepannya.
"Om.. Tante.. Itu terlalu mahal untuk Dira. Om dan Tante tak perlu melakukan hal yang sangat berlebihan. Tasya takut Dira akan semakin nakal nantinya." Tasya mulai sedikit khawatir dengan Dira,dia takut jika putrinya akan semakin sombong jika terus dimanjakan.
Ibu Sofie tersenyum mendengar pemikiran Natasya. Dia tahu bahwa wanita itu sangat baik dia sendiri tak ingin jika putrinya akan menjadi manja namun yang tak Tasya tahu bahwa Dira adalah anak yang sangat mendiri dia bahkan hampir bisa melakukan semuanya sendiri...
"Kamu tenang saja,Dira bukan anak yang seperti itu. Dia adalah anak yang sangat baik dan juga mandiri. Kami sangat menyayanginya dan berharap kalau kalian akan segera menikah dengan begitu Nadira akan benar benar bisa menjadi cucu kami.. Oh iya Reno tadi Bella datang kesini?"ucap Ibu Sofie membuat Natasya sedikit terkejut dia takut jika Ibu Sofie dan Pak Andrew akan termakan hasutan Bella...
"Dia berkata apa sama Mami?"tanya Reno dengan nada yang biasa saja.
Natasya menatap Reno yang sedang menuangkan segelas air putih untuknya. Dia tak ada ekspresi apa apa...
"Dia bilang banyak hal tentunya tentang Tasya, dia ingin agar Mami dan Papi memutuskan hubungan kalian. Reno sebaiknya kamu segeralah nikahi Tasya, jangan biarkan orang lain mengganggu hubungan kalian. Mami sudah sangat menyayangi Nadira dan juga Tasya, Mami ingin kita semua segera menjadi satu keluarga." ucapan Ibu Sofie membuat hati Natasya sangat tersentuh dia tak pernah menyangka bahwa dia bertemu dengan sebuah keluarga yang begitu sangat menyayanginya dan juga putrinya...
"Mami.. Mami tenang saja. Reno tak terburu-buru. Reno ingin memberikan Tasya waktu untuk mengobati trauma dihatinya. Reno tak mau memaksanya Reno takut Tasya belum siap. Masalah Bella,, Mami tenang saja Reno akan menanganinya dan Reno juga tak akan pernah membiarkan Bella bertindak terlalu jauh."
Natasya hanya bisa menunduk dia sendiri masih belum yakin. Masih banyak pertimbangan yang harus dia pikirkan dan lagi Tasya masih belum bisa melupakan segala kejadian dimasa lalunya.
"Tante maafkan Tasya ya jika Tasya membuat.."
Belum sempat melanjutkan ucapannya tiba tiba saja Pak Andrew menyela ucapan Tasya.
"Tasya... kami menyayangi kalian sudah seperti keluarga kami sendiri.. Dan lagi kalian gak perlu khawatir tentang Reno. Reno adalah laki-laki yang tulus menyayangimu dia mampu menunggumu selama ini dan lagi Om tahu bagaimana menderitanya Reno kala itu.." Pak Andrew tiba-tiba saja menceritakan kejadian kala itu kejadian dimana Reno sangat depresi kala itu ketika tahu bahwa Natasya telah menikah...
Natasya hanya bisa menatap kearah Reno. Dia merasa sangat bersalah,jika saja dulu dia tahu bahwa Reno yang mencintainya mungkin dia tak akan pernah terjebak dengan Angga sehingga membuatnya mengalami semua itu.
"Papi..sudah aku jadi malu.."ucap Reno dengan wajah yang merah merona menahan malu.
Natasya mendekati Reno dan kemudian memeluknya didepan kedua calon mertuanya itu.
"Maafkan aku Mas jika saja dulu aku tahu bahwa kamu mencintaiku mungkin aku tak akan pernah menerima pernikahan itu. Dan aku juga tak terjebak dalam pernikahan yang justru membuat kamu terluka dan kebawa."
Reno pun membalas pelukan Tasya,keduanya sama sama mengingat apa yang telah terjadi kala itu.
"Sudahlah semuanya juga sudah terjadi lagipula sebentar lagi aku juga bisa memiliki kamu lalu apa bedanya."ucap Reno setengah bercanda..
"Tapi sekarang aku sudah bukan gadis lagi aku hanyalah janda dengan satu anak. Aku takut jika akan membuat malu Om dan Tante.." Natasya pun akhirnya mengutarakan apa yang ada didalam hatinya...
"Janda atau gadis sama saja yang penting kalian saling menyayangi dan juga saling mencintai. lagipula jarang terjadi bukan menikah langsung dapat bonus anak apalagi anaknya selucu dan semanis cucuku ini.." Pak Andrew pun menimpali ucapan Natasya membuat Natasya merasa lega ternyata keluarga itu tak pernah mempermasalahkan statusnya sebagai seorang janda dengan satu anak..
******
Keputusan Natasya untuk menerima lamaran Reno pun sampai ke telinga Bella dan hal itu tentu saja membuat wanita itu sangat marah. Dia tak rela jika harus kehilangan Reno.
"Natasya kamu akan membayar mahal atas apa yang kamu lakukan padaku. Kamu itu hanyalah seorang janda tapi kenapa Mas Reno justru sangat menyayangimu. Sedangkan denganku dia acuh tak acuh. Aku akan membuatmu kehilangan hal yang paling berharga dalam hidupmu. Jika aku kehilangan Mas Reno kamu juga harus kehilangan anak itu."ucapnya sembari tertawa dengan tawa yang sulit untuk diceritakan.
Bella telah mencari tahu semuanya. tentang anak itu anak yang pernah dia temui dirumah keluarga Reno kala itu. ternyata hubungan mereka sudah sejauh itu.
"Natasya tunggu saja kamu akan merasakan apa yang aku rasakan."
Bella tersenyum sembari menatap Natasya dari dalam mobil miliknya. Dia terus mengamati Natasya yang sedang mengantar Nadira ke sekolah..
"Nadira sayang ini adalah hari pertama kamu sekolah. Kamu harus patuh sama semua guru yang mengajar kamu didalam. Dan ingat kamu gak boleh kemana-mana sebelum Mami jemput oke."Natasya pun berjaga jaga dia tak ingin jika nanti Angga akan datang setidaknya untuk menganggu putrinya.
Nadira pun dengan patuh mengangguk dia mengerti tentang apa yang dikatakan oleh sang Bunda.
"Oke Mami aku mengerti. Mami hati hati ya. Aku masuk dulu."ucapanya sembari mencium punggung tangan Natasya dan pergi masuk kedalam kelasnya bersama guru yang akan mengajar..
Setelah mengantar Dira,Natasya pun langsung pergi ke kantor untuk bekerja. walaupun kini dia adalah calon Nyonya bos dikantornya bekerja namun Natasya tak mau menggunakan nama Reno untuk di hormati dia ingin bekerja dengan hasil keringatnya sendiri..
"Natasya lihat saja suatu saat nanti kamu akan tahu apa itu kehilangan." ucap Bella sembari pergi meninggalkan area sekolah terlebih dahulu.