^^^^^
》》》》》》》
Seorang gadis berkerudung kini tengah berjuang untuk kehidupan nya .. dengan sikap nya yang lembut,sederhana, anggun dan r
amah , membuat semua orang menggumi nya ,,bekerja sebagai office girl di sebuah perusaan terbesar se asia tenggara
'Alysa saufika aisyah
Tampan,kaya,dingin,dan tak tersentuh ini adalah salah satu billionare terkaya dan termuda se asia tenggara , siapa yang tak mengenal lelaki dingin ini? Nama bahkan wajah nya tak pernah lepas dari majalah majalah internasional..
' Gabriel nathan smith
Takdir mempertemukan mereka dan membuat si billionaire tergila gila kepada gadis sederhana yang tak lain karyawan nya sendiri?????
" ini cerita pertama ku dan ini real dari fikiran ku sendiri ya" btw DON'T COPY MY STORY
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dahlia Rinanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
awal bermula kehilangan
Author kece balik lagi wahahah:v
^^^
Sayup sayup aisyah mendengar suara adzan subuh dalam tidur nya, aisyah pun tersadar jika memang sdh waktunya untuk menjalankan kewajiban nya
"Mass, bangun yuk kita shlt subuh bentar"
"Hm," ucap nathan yang lngsung bangun dan kekamar mandi untuk wudhu, begitu juga aisyah .
Subuh itu shlt mereka yang di jalani dengan penuhnya permintaan yang membekam dalam hati, dengan di imami oleh nathan akhirnya shlt pun selesai
" mas mau bicara syah,"
"Nanti yaa mas" aisyah menyibukan diri dengan menyiapkan semua perlengkapan nathan ke kantor
"Semua itu bisa nanti syah, apa yang mau mas bicarain lebih penting"
"Tanggung mas, nanti kamu telat ke kantornya kalo gak aku siapin sekarang" elak aisyh yng sengaja menghindari nathan ia masih merasakan sedikit kecewa akan sikap nathan kemarin
Tapi nathan malah menahan pergerakan aisyah yang tengah mengambil pakaian kantor untuk suaminya
" kenapa kamu melewatkan vitamin mu sebanyak dua kali? Kamu tau kannitu akan berakibat nyeri pada mu? Lalu Kenapa kamu lakukan itu?"
" A aa aku - " aisyah terbata
"Mas menghitung jumlah vitamin mu syah, dan mas selalu mencocokan dengan jadwal minum mu, jadi mas akan tau kalo kamu melewatkan jadwal minum vit ini"
Aisyah terdiam, dia enggan menjelaskan kalau penyebab ia melewatkan vitamin nya karna terlalu mengkhawatirkan nathan yang kemarin hilang kabar dan pulang larut
" kenapa kamu diam syah? Kamu sendiri yang kemarin keukeuh mempertahan kan anak ini? Terus kenapa kamu seceroboh ini?
"Maafin aisyah mas, mungkin aisyah lupa " jawab aisyah menunduk
Nathan menghela nafas kasar, akhir akhir ini ia sudah sangat pusing karna pekerjaan kantornya yang menumpuk, ditambah masalah citra yang sebatangkara di negara ini dan menderita sakit parah,lalu ketika pulang bukan nya senyum teduh milik aisyah yang di dapati melainkan rintihan sakitnya karna lupa minum vitamin
" mas kelihatan nya sangat lelah, maafin aisyah yg selalu merepotkan mas, apa pekerjaan kantor sangat banyak sampai wajah mas seperti orang keletihan begini" tanya aisyah sambil mengusap rahang kokoh suaminya
Nathan merasa beban nya hilang ketika menerima usapan lembut dri tangan istrinya tersebut, namun baru akan merasakan nyaman tiba tiba istrinya mengerang kesakitan
" aghhh" erang aisyah
" sayang , kamu kenapa ? Sakit lagi?" Panik nathan
" aghh huh hh ii iya mas, rasanya kok nyeri banget auuuuu"
" lalu a...apa yang harus mas lakukan hm? K kamu mau minum sesuatu atau k...kita ke rumah skit saja aghhhh shitttt.... kenapa aku bodoh sekali " frustasi nathan, jujur saja melihat aisyah yang kesakitan seperti ini saja dia sudah mendapati buntu akal, apalagi ketika aisyah kesakitan ingin melahirkann
" Huhh huhh shht gak usah mas, aisyah masih tahan kok"
" kamu yakin syah? Tap... tapi Keliatan nya sakit banget"
" aisyah cuma butuh istirahat kok mas, mas tenang aja jangan pnik gitu" senyum aisyah di sela kesakitan nya untuk menenang kan suami nya
" Ya udahh ayoo ayoo tidur dulu yaa, mas gak kerja kok, mas nungguin kamu di sini" ajak nathan ke arah ranjang mereka
" Iya mas" aisyah pun mengiyakan ucapan suaminya, sepertinya kali ini iya akan membutuhkan suami nya pasal nya ini sangat sakit dan aisyah tidak mau terjadi apa apa pada anak mereka
Nathan tak hanya diam, ia juga membantu memijit halus perut buncit istrinya yang mungkin bisa mengurangi rasa sakit ,
Tak lama sekitar 25 menit kemudian nyeri itu berkurang dan aisyh mulai tertidur , nathan sudah sedikit tenang , setidaknya sakit itu sudah berkurang sehingga aisyah bisa tidur,
Nathan menatap wajah pucat itu, " kamu yang kuat yaa sayang , mas yakin kamu bisa , kamu wanita paling kuat yang pernah mas kenal, jangan menyerah , mas akan mendukung mu untuk mempertahankan anak kita ini," dan nathan pun beralih ke perut aisyah" kamu juga yang kuat yahh jagoan nya ayah, tugas kamu itu jagain bunda bukan nya nyakitin bunda, cepat sembuh anak ayah, maaf kalian jadi seperti ini karna kesalahan ayah hingga bunda mu terjebak di lift sialan itu" ucap nathan pada anaknya dan mencium nya
Tiba tiba ..
Kring kringg kringgg ( dering telfon nathan)
Yaa? Halo?
" Maaf pak, saya dokter akhri ingin memberi tahu kalau bu citra menolak untuk minum obat jika anda tidak menemani nya, dia bahkan mencabut selang infus dan terus memanggil nama anda" yahh ternyata yng menelpon adalah dokter bayaran citra untuk menipu nathan
" apa? Emmm begini saja,bisa anda berikan telfon nya pada citra dok?"
"Baik pak, tunggu sebentar"
" Haloo citraa , apa yang kamu lakukan ? Minum obat mu segera? Kamu tidak mau sembuh yaa? Kenapa menolak minum obat hah? Seperti anak anak saja" celoteh nathan
" Gak, aku gak bakal minum obat kalo gak ada kamu di sini"
" aku lagi gak bisa kesana hari ini, mungkin besok aku akan kesana , jad skrg minum obat mu cepat"
" pokoknya enggak, aku tetep gak mau minum obat kalo gak ada kamu, biarin aja aku sakit terus mati sekalian , karna gak ada yg peduli lagi , hiksss"citra memulai drama tangis nya, siapa yang tahuu jika sebenarnya dia tengah tertawa licik
" kamu ini bicara apa? Aku peduli padamu"
" Tapi kamu gak dtg hari ini? Aku gak akan menjalani segala pengobatan termasuk kemotrapi" ucap citra lalu memberikan handphone nya pada sang dokter
" ehmm, maaf pak, jika saya boleh memberi tahu, sebenarnya jika satu hari saja bu citra melewatkan obat nya jelas akan sangat berbahaya bagi nyawa dan penyakit yang mengģerogotinya"
" kapan dia harus minum obat dok?"
" pagi ini ,nanti siang dan nanti malam"
Nathan diam, ia melirik kearah istrinya yang tengah tertidur pulas saat ini," seperti nya tidak apapa meninggalkan aisyah sebentar " batin nathan
" baik dok, saya segera kesana, siapkan saja obat mana yang akn di minum nanti biar saya yang akan memberikan nya"putus nathan akhirnya
" Wahhh baik pak"
"Yah" ucap nathan lalu mematikan telepon nya dan bersiap
" sayang, mas pergi dulu sebentar yaa, mas janji disaat kamu buka mata nanti mas sudah ada dirumah lagi" ucap nathan sembari mengecup kening istrinya
Rumah sakit..
" Citraa" panggil nathan yang baru saja datang
Citra yang awal nya memang sudah memperkirakan kdtngan nathan pun mulai berakting sok lemas
" nath, kamu datang?"
" yahh sekarang, minum obat mu,"
" hm baik lah, "
Nathan melihat obat cutra yang hanya dua macam itu mengerutkan kening,
" kenapa?" Tanya citra
" ehmm tidak apapa , cuma aku penasaran saja mengapa obat mu sedikit sekali? Biasanya ....? Ucap nathan menggantungkan kalimatnya
Ehmmm anuu, kata dokter obat untuk di telan sedikit saja tapi di perbanyak suntikan
"Ohh begitu , ya sduah cepat minum nih"
Setelah berhasil membuat citra meminum obat nya, nathan pun bereaksi ingin pukang, namun reaksi itu sudah terlebih dahulu di baca oleh citra
" ehm nath" panggil citra
" iya?"
" bisakah .....?
^^
Hahahahahuuuyyyy
Gak jelas bangetkan yaa alur nya? Iyaa lah wong mood authornya terjun bebas heheh
Vote dan comen yaa readers , makasih:*
sudah kayak agen rahasia
gak masuk akal.
sakit tak berdarah Tor...
pokoke bikin dia kesakitan deh.
kasihan tau ... Aisyah...
Kamu akan membayar mahal Nathan, klo kamu nyamperin Citra lagi.
ojok Sampek nyesel kamu...