NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Figuran Di Novel Sendiri

Transmigrasi Menjadi Figuran Di Novel Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Time Travel / Lari Saat Hamil / Sistem / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel
Popularitas:65.9k
Nilai: 5
Nama Author: yulia setiani

Ziva adalah seorang penulis novel romantis, tapi walaupun begitu dia tidak pernah sekali pun menjalin hubungan di dunia nyata.

tinggal sendiri tanpa orang tua,membuat dia semakin menutup dirinya tentang cinta, atau mungkin dia lebih ke tidak peka.

Suatu hari salah satu novel nya akan di jadikan sebuah film oleh salah satu sutradara, tapi mereka menyuruh ziva menambah peran figuran tambahan sebagai pemanis cerita.

Sebuah kejadian menimpa nya, dia di nyatakan koma setelah menolong seorang aktris papan atas, yang meninggal kan sebuah tanda tanya di akhir kesadaran ziva.

Keanehan terjadi saat dia bangun dan ternyata masuk ke dalam novel yang dia tulis, dan menajdi figuran menyedihkan yang dia tulis malam hari nya.

Posisi aneh di mana dia malah berpindah di saat sangat figuran telah melakukan malam panas dengan sang antagonis pria.

Bagaimana kelanjutan nya, ikuti kisah nya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia setiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23 ketika sebuah rasa perlahan muncul

"Haus." gumam Netta pelan.

Silas dengan sigap mengambil minum dari dapur mini Netta, ia mengambil air putih lalu kembali duduk di sofa.

Dengan perlahan ia membantu Netta untuk minum, Netta menerima minuman itu karena ia benar-benar haus.

"Sudah." ucap Netta.

Silas meletakan gelas minum itu di meja, lalu menatap netta sendu, ia mengusap kening Netta yang berkeringat.

"Aku ingin mandi. " ucap Netta dengan membuka mata nya.

Ia menatap ke arah dinding, jam menujukan pukul 16:30 sore hari, ia menatap Silas yang juga menatap nya.

"Terima kasih untuk hari ini, kamu bisa pulang. " ucap Netta.

Silas hanya diam, meninggalkan Netta dalam keadaan buruk seperti ini, jelas Silas tidak mau.

"Aku akan menginap. " ucap Silas.

"Tidak papa, aku bisa sendiri di sini. " ucap Netta, seolah tau jika laki-laki itu sedikit mengkhawatirkan nya.

"Bagaimana bisa kamu sendiri, bahkan untuk berdiri saja kamu tidak sanggup netta. " ucap Silas geram.

"Jangan keras kepala, setidaknya untuk kali ini. " ucap Silas.

Netta diam, ada benar nya juga ucapan Silas, lagi pula apa salah nya memanfaatkan keberadaan laki-laki itu kan.

"baiklah." ucap Netta pelan.

"Kamu tidak boleh mandi dulu, luka mu masih basah. " ucap Silas.

Ia menggendong Netta dan membawa nya naik ke lantai dua, di mana hanya satu ruangan yang bisa di sebut kamar, di sana.

Pemuda itu mendudukkan Netta di ranjang gadis itu, lalu ia turun mengambil baskom berisi air di kamar mandi.

Netta menatap kucing riri yang menatap nya atas ranjang kucing yang ia belikan beberapa hari yang lalu.

"Bagaimana keadaan nona. " tanya Riri.

"Aku baik, tapi alur novel nya berubah. " ucap Netta.

"Itu sudah pasti terjadi. " jelas riri.

"Apa maksud mu. " tanya netta heran.

" 'dia' mengatakan hal yang sama, kedatangan mu ke dalam novel telah membuat alur nya berubah. "Jelas riri.

"lalu aku harus bagaimana. "Tanya Netta.

"ikuti alur nya, karena kebenarannya akan datang seiring berjalan nya waktu. "Ucap riri.

"setidaknya untuk saat ini, nona masih bisa mengikuti rencana nona. "Ucap riri lagi.

"Maksud mu, tentang Silas. " tanya Netta.

"benar, fikirkan lah, alur Novel berubah karena nona datang, jadi nona bisa melakukan apapun, hanya saja dengan tidak melihat nyawa nona dalam bahaya. " ucap Riri.

"Benar... Aku harus melindungi anak ku, bagaimana pun dia belum merasakan hidup di dunia, aku ingin dia bahagia. " ucap Netta sambil mengusap perut nya.

Silas yang kebetulan sudah berada di ujung tangga, terdiam mendengar ucapan terakhir Netta.

Ia mengepal kan tangan nya, hati nya sakit mendengar itu, ia merasa menjadi laki-laki brengsek sekarang.

Ia membuang nafas nya pasrah, ia berjalan naik dan mendekati Netta yang masih memegang perut nya.

"Ku bantu buka baju nya sekarang. " ucap silas pada Netta.

Gadis itu terdiam sejenak, merasa malu tentu saja, tapi kan laki-laki itu sudah melihat semua nya, sialan.

Netta menghela nafas nya lalu menganggukan kepala nya, ia membuka baju nya hingga menyisakan crop top putih ia pakai.

Terlihat dari lengan, pinggang dan punggung netta yang di penuhi memar, akibat pukulan tadi.

Silas menatap dalam tubuh gadis itu, ia tidak berpikir macam macam, hanya saja berfikir mengapa netta terluka seperti ini.

"Siapa yang melakukan ini pada mu. " tanya Silas.

"Itu bukan urusan mu. " ucap Netta tanpa menatap wajah laki-laki itu.

Silas diam, ia mencelupkan kain ke dalam air, lalu dengan perlahan mengusap tangan Netta dengan kain basah itu.

"Apakah itu karena perbuatan orang tua mu. " tanya Silas.

Netta diam, berfikir apakah laki-laki itu tau tentang perbuatan orang tua nya.

"Apakah benar mereka. " tanya Silas saat melihat Netta yang diam.

"Aku bilang itu bukan urusan mu. " ucap Netta.

"Kenapa mereka melakukan ini. " ucap Silas tidak mendengar ucapan Netta.

"Dan sejak kapan? , bukan nya dulu mereka menyayangi mu. " ucap Silas lagi.

Netta terdiam, di kehidupan nya dulu, ia tidak memikirkan lebih pasti tentang perubahan sikap orang netta.

Karena ia hanya fokus menulis alur di mana agar tokoh figuran itu bisa memiliki peluang masuk ke dalam alur novel yang sudah jadi.

Dan sekarang alur nya sudah berubah, juga ingatan yang dia dapat tadi siang, masih belum lengkap menurut nya.

Semua nya terlalu cepat, dan hal itu membuat netta tidak bisa fokus pada wajah orang orang yang ia temui itu.

"Hey." ucap Silas saat melihat Netta melamun.

"Kamu kenapa, apakah sakit. " tanya Silas.

Netta melihat Silas yang sudah selesai mengelap tangan dan leher nya, lalu sekarang laki-laki itu sedang mengoleskan salep pada luka-luka nya.

"Tidak sakit. " ucap Netta menjawab.

"Kamu masih belum menjawab ku netta. " ucap Silas menatap Netta.

"Aku lapar. " ucap Netta mengalihkan pembicaraan nya.

Karena jujur dia juga belum tau apa yg terjadi sebenarnya pada kehidupan Agnetta yang sebenarnya.

Tentang keluarga dan masa lalu nya, tentang apa yang terjadi setelah ia tertabrak saat itu.

Silas menatap Netta dalam, kenapa gadis itu mengalihkan pembicaraan nya, namun melihat tatapan bimbang dari netta akhirnya Silas mengalah.

"Mau makan apa. " tanya Silas pada akhir nya.

"Nasi goreng saja, tapi... Boleh kah kamu yang membuat nya. " ucap Netta pelan.

Silas tersenyum mendengar itu, melihat tatapan malu-malu Netta membuat Silas merasa hangat.

"Baiklah, kamu tunggu di sini. " ucap Silas.

"Aku ikut aku ingin menonton film. " ucap Netta.

Silas menggangguk saja, tapi ia berjalan menuju lemari Netta mencari pakaian yang kira-kira gadis itu nyaman memakai nya.

Hingga pandangan nya jatuh pada piama panjang, ia mengambil nya dan memakai kan nya pada Netta.

"Terima kasih. " ucap Netta tersenyum.

Silas menganggukkan kepalanya, ia menggendong Netta dan membawa nya turun ke lantai bawah.

Lalu meletakan nya di sofa, setelah ia mengambil kan gadis itu remot TV nya.

"Aku akan masak dulu, kamu diam di sini. " ucap Silas pada Netta.

Gadis itu hanya mengangguk kepala nya pelan lalu menyetel TV dan menonton film kesukaan nya.

Melihat Netta yang anteng, Silas akhirnya pergi ke dapur dan melihat isi kulkas gadis itu.

Ia termenung sesaat saat melihat kulkas itu yang hampir kosong, hanya ada beberapa bahan yang tersisa di sana.

"Apakah dia belum belanja. " gumam Silas.

Laki-laki itu mengambil ponsel nya, lalu menghubungi bawahan nya untuk membeli kan bahan-bahan dapur.

Lalu setelah itu, memilih memasak nasi goreng kesukaan Netta, mengingat itu membuat Silas sedikit merasa nostalgia dengan masa lalu nya.

Di mana Netta sangat menyukai nasi goreng buatan nya, begitu juga Robert karena kebetulan rumah mereka berdekatan waktu itu.

Silas sesekali menatap Netta yang tertawa pelan melihat film di TV itu, membuat Silas juga tersenyum.

"Hati ku merasa hangat Netta, apa yang terjadi pada ku. " gumam Silas pelan.

***

1
Nani Kurniasih
Silas mau disleding gak? disleding gajah
Nani Kurniasih
ya hidup dijalani saja, klo ada masalah tinggal selesaikan dan lanjut jalani hidup lagi. sesimple itu ya thor
Milaa Andraeny
sangat bagus😁ceritanya menarik
Misnawi Misnawi
ku tunggu kelanjutannya thorrrr💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Armyati
gpp kak yg penting ttp lanjut sampai happy ending🙏😍 selalu setia kq nunggu lanjutannya,, semoga sehat-sehat selalu ya kak n semangat trs💪💪💪🥰
Nadilla Dilla
ok Thor
Grey
sehat² ya kak❤
Grey
typo kak😀
Grey
apanya yang lupa kak😅
Diyah Pamungkas Sari
wes minggato sm robert ae. drpd di bully di anggap org ketiga ato perebut. jarne silas dewe an. itung2 balas dendam. netta ojo cinta2 sek karo silas.
Nurasia Asia: iya betul itu
total 1 replies
Diyah Pamungkas Sari
lah saya jg bingung disini kyk wong oneng, robert kaget apa gimana? kn dh tau netta hamil...piye to ki
Grey
bentar, bukannya Robert bilang tau semuanya ya? kok ini masih minta penjelasan?
Nurmalia Lia
lanjut Thor semakin semangat baca alur ny 💕💕🔥😘😘😘
Yulia Setiani
jawaban nya ada di chapture selanjutnya
Grey
Silas?
Armyati
lannjuutttt kak🙏 lagi lagi lagi😍😍
Yulia Setiani: tentuuu
total 1 replies
Dede Mila
laaah lu yg bikin karakter begitu ziva🤣🤣🤣🤣
Yulia Setiani: aneh kan
total 1 replies
Herlina Susanty
lanjut thor
di tunggu up selanjutnya 😍
Herlina Susanty: di tunggu selalu up ny kak/Angry/
Yulia Setiani: tentu sayang
total 2 replies
Grey
tapi terkadang di waktu yang kurang tepat, bukan begitu kak?
Yulia Setiani: nah benar nih,
total 1 replies
Grey
yang perlu di ingat, kita memang figuran di kisah orang lain. tapi dalam kisah kita sendiri, kita adalah pemeran utamanya ☺
Yulia Setiani: dunia adalah panggung untuk kita pemeran utama nya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!