Catherine Midleson, biasa dipanggil Key. seorang CEO janda. melakukan hubungan terlarang dengan OB bernama Agung
Keduanya menikah dan hamil anak kembar.
Karena penasaran siapa yg kembar, Agung mencari kembaran Key.
Agung menemukan kembaran Key bernama Catharina biasa dipanggil Kay.
Akhirnya menjadi istri ke 2, karena ikatan batin yg kuat.
" Mas naik kudanya pelan pelan, soalnya kuda jinak..!" kata Key, setelah mendapat jatah dari Agung setelah bersama Kay.
hingga keduanya lelah, namun Kay memeluk dari belakang.
" malam ini , aku dobel kan mas..!" kata Kay membuat Key yg terkapar tertawa
" Harus kuat mas!, punya istri dua..!" celetuk Key, istri pertamanya
ikuti Ceritanya di CEO Cantik dan Borondong Nakal
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si ciprut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Romantisnya Suamiku
POV: Catherine.
" Maafin aku dan nenek ya, karena tidak segera menemui mu..." kata Agung kepadaku. Aku dipeluknya dalam dekapan. Aku merasa sangat nyaman berada disana.
" Aku sudah memaafkan mu dan memaafkan nenek sebelum kalian minta. Aku sekarang hanya butuh ketenangan dan kedamaian.." kataku.
Agung mengecup keningku beberapa kali. Aku pasrah dengan perlakuan Agung saat ini. Dan kami larut dalam diam beberapa saat.
" Yang, ke bukit karang itu yuk. Kita menikmati pemandangan laut dari atas sana..." kata kata Agung yg mengajakku menuju ke bukit karang, tidak tinggi sih tapi sepertinya menarik.
" ya udah ayuk, sepertinya asik..." jawabku. Dan tangan agung pun menyeret ku menuju kesana. Tampak beberapa pengunjung juga mendatangi bukit karang itu. Bergantian berfoto dan mengabadikan sebagai kenang kenangan mungkin.
" Kita foto ya, buat kenang kenangan. Belum pernah foto berdua juga kita..." kataku. Agung setuju ternyata. Dan kami pun mengantri untuk bisa sampai ke atas. Walau sepertinya luas. Tapi jalan berundak ini membuat bergantian untuk naik dan turun.
" Yang, minta tolong sama orang itu buat foto mau ga ya..." kataku kepada Agung
Agung mengangguk kemudian mendatangi seorang lelaki paruh baya, tapi sepertinya bukan pengunjung, karena penampilannya seperti penjaga pantai. Dan agung melambaikan tangan nya, agar aku mendekat. Dan benar orang itu mau. Karena ponselnya sudah ditangannya. Kemudian kamu naik ke bagian karang agak tinggi dari tempat itu. Mungkin 1 meteran.
" Yang, berpose seperti Titanic ya.." kataku. Agung hanya tersenyum.
" Mau pose apa saja aku turutin. di ranjang juga ayo...!" bisik Agung di telingaku.
" Mau..." Aku mengerucutkan bibirku kemudian disambar oleh Agung. Tak pelak itu menjadi sasaran gambar oleh lelaki paruh baya di sana.
Kemudian aku menghadap ke arah laut dengan posisi yg aku minta. Seperti Titanic. Ku rentangkan tanganku dan aku menengadah dan memejamkan mataku. Agung memelukku dari belakang dan kepalanya bersandar di bahuku.
" Yang, boleh berkhayal engga..." kataku ke Agung.
" Boleh, apa itu..?" tanya agung tentang khayalan ku.
" Aku Ig berkhayal sedang berada di kapal pesiar, yg mengelilingi samudera. Rasanya damai seperti saat ini. Dan kamu memelukku dari belakang memberikan kenyamanan yg tiada tara..." kataku dan Agung semakin memelukku erat. Seperti tidak mau melepaskan ku.
Kami menyudahinya dan kembali ke lelaki paruh baya itu. Agung memberikan beberapa lembar uang warna merah sebagai ucapan terima kasih kemudian mengambil ponselnya. Aku melihat banyak foto disana.
" Kirim ke aku Yang, aku pingin menyimpannya..."
" Siap ratuku.." jawab Agung dan kemudian mengirimkan semua foto foto itu ke ponselku.
Aku melihat beberapa foto ciuman bibirku dengan Agung disana. Aku membuatnya sebagai foto wallpaper di ponselku dan beberapa ku atur sebagai layar kunci.
Terutama yg berpose ala Titanic.
Kami menyudahinya, dan turun dari bukit karang itu.
" habis ini mau kemana sayang...?" tanya Agung kepadaku.
Aku menimbang nimbang keinginanku. Memang selama ini aku tidak kemana mana. Paling main di mall sama Meta atau kadang ke taman sekedar melepas lelah. Kemudian aku menghadap ke arah Agung. Tangan ku lingkarkan di pinggang nya. Kemudian bergelayutan disana.
" Aku ingin kau membawaku melayang, mengarungi samudera, bawalah aku pergi jauh. Hingga aku benar benar merasakan kelelahan..." kataku. Tampak Agung mengulas senyum. Kemudian menarik tengkukku dan mencium bibirku dalam dalam.
" Di hotel atau di penginapan...?" tanya Agung kepadaku.
" Di penginapan sini aja. Aku sudah tidak tahan..." jawab ku. Dan Agung mengangguk. Kemudian merangkulku mencari penginapan.
***
Setelah mendapatkan nya, kami pun masuk. Aku langsung bergelayutan. Tanganku dileher Agung. Entah kenapa aku seperti ketagihan saat ini. Sungguh, bersama Agung aku melayang layang. Tapi enak. Kami pun berpagutan tidak mau lepas.
" Tongkat bisbol, siap berjuang ternyata...!"
Aku menyentuhnya, benar benar tongkat bisbol milik Agung sudah siap tempur. Agung hanya tersenyum, kemudian bibirnya menjelajah setiap kulitku.
Tangannya sudah kesana kemari, membuatku merasakan kenikmatan.
Dan kami pun sudah sama sama pol00s sekarang.
" nenneenn..." kata Agung. Dan aku pun menyerahkannya. Kulihat Agung sangat menikmati. Aku tengadah karena sensasinya luar biasa. Apalagi tangan milik Agung dibawah sana. Sedang mencari sesuatu dengan jemarinya. Cukup lama keadaan seperti ini.
" Hutannya sepertinya, harus di gundulin Yang..." kata Agung berbisik.
" Gundulin lah, kamu kan pemiliknya.." kataku. Dan kaminpun merubah posisi.
Tongkat bisbol ku arahkan ke hutan yg belum gundul seperti Agung bilang tadi. Aku sudah tidak sabar merasakannya. Hingga Tongkat bisbol itu benar benar ditekan masuk kedalam oleh Agung secara penuh. Dan Agung membiarkannya sesaat. Kemudian menariknya perlahan.
Dalam keadaan berdiri saat ini sungguh sangat berbeda. Dan tongkat bisbol itu bermain sesuka hatinya. Luar biasa, batinku. Agung menyudahinya dan mengajakku berada diatas ranjang. Aku berada diatas, 0h nikmat sekali. Aku menusukkan diri ke tongkat bisbol, yang membuatku benar benar melayang.
Tanganku ku rentangkan seperti di bukit karang tadi. Aku tengadah, dan memejamkan mata. Apakah ini surga?,. Dan saat ini aku seperti berpacu dengan kudaku. Mengelilingi taman berbunga. Harum semerbak wangi bunga Lavender kesukaanku.
Agung kembali merubah posisi. Kini Agung bergantian memacu kudanya. Aku merasakan sensasi yg sangat luar biasa ini. Nafasnya yg tersengal menambah suasana menjadi harmoni tersendiri. Aku melayang, dan benar benar melayang mengelilingi taman yg sangat indah dalam pejam an mataku. Hingga Agung mempercepat pacuan nya. Dan tak lama kemudian mengerang bersamaan. Seperti sedang masuk kedalam taman surga, sejuk, wanginya ku hirup dalam dalam dan kulepaskan, selama beberapa saat.
Hingga kami terbaring berdua tertawa, karena sudah sampai di taman surga.
" Lagi..." kataku, aku ingin mengulang kembali. Sungguh mencapai kenikmatan yg kurasakan saat ini membuatku menginginkannya lagi dan lagi.
" Sebentar sayang, kita kumpulkan tenaga sebentar. Agar nanti lebih nikmat mengarunginya..." jawab Agung yg kemudian memelukku. Mencium setiap inci tubuhku. Aku pasrah dengan jawaban itu. Aku sudah berserah, kapanpun akan diulang aku siap untuk melayaninya. Karena aku sudah menyerahkan diriku seutuhnya kepada suami kecilku ini.
Agung sudah bersiap kembali, bahkan kami memacu kudanya bersamaan. Agung di belakangku. Menjagaku agar tidak terjatuh ketika berkeliling taman surga ini. Suara merdu cirikhas taman surga, menghiasi ruangan penginapan ini. Dan kami pun merubah posisi dalam berpacu. Hingga kami terkulai dalam tawa. Namun kemudian mengulang kembali dan kembali. Di akhirnya, kami benar benar sudah lemas. tenaga sudah habis saat ini. Kami pun berpelukan menyambut malam.
***
" bangun sayang, sudah malam..." kataku.
Aku melihat Agung tampak kelelahan. Tapi sebuah kedamaian disana. Ulas senyum nya membuatku enggan untuk mengganggunya.
" Lagi..?" Ternyata Agung sudah sadar. Aku mengerucutkan bibirku. Kemudian menggelengkan kepalaku. Ada sesuatu didalam perutku berteriak minta diisi.
" Laper...!" kataku. Aku memang sudah sangat lapar kali ini. Dari siang tadi belum terisi kembali.
" Baik ayo, kita mandi dulu.." jawab Agung kemudian bangkit dan memandu ku menuju kamar mandi.
" Tapi mandi aja ya..." kataku, karena aku belum siap mengulang kembali.
" Siap ratuku, sayangku cintaku. Habis ini kita makan..." katanya, membuatku mleyot seketika.
Dan benar. Kami hanya mandi biasa. Agung tidak mengingkari janjinya. Kemudian kami pun memakai pakaian kembali. Kemudian keluar untuk mencari makan. Agung mengajakku ketepian pantai. Tampak sebuah meja kecil dengan 2 bangku disebelah kanan dan kiri. Agung mengajakku ke sana.
Angin semilir membawaku kedalam suasana harmoni. Aku memejamkan mataku. Dan Agung memelukku dari belakang. Aku membayangkan jika meja itu ada lilin kecil. Nuansa candle light dinner buatku. Aku membayangkan keromantisan pasangan di malam minggu ini.
" Kamu mau makan atau membayangkan saja untuk kenyang..." Agung berbisik di telingaku. Membuat mataku terbuka.
" Makanlah..." jawabku. Kemudian menatap meja yg ada di depanku. Aku menutup kembali dan membukanya. Agar aku yakin bahwa di depanku adalah nyata. Dan aku mencoba menutup mataku kembali, kemudian membukanya. Benar, dimeja itu ada lilin dengan penutup kaca kecil yg tinggi. Mungkin agar tidak tertiup angin pantai saat ini.
Agung menuntunku menuju meja itu. Dan benar, disana sudah tersaji berbagai menu pembuka makan malam, di sekeliling lilin yg menyala. Dan dua buah piring kosong tersusun rapi. Dia gelas minuman orange jus kesukaanku.
" Kamu menyiapkan ini...?" kataku sambil menatap Agung. Tanganku bergelayutan dileher Agung. Aku ingin bermanja dengannya.
" Kapan..?" tanyaku.
" Sewaktu kamu terlelap tidur setelah melayang mengarungi samudra..." jawabnya.
" So sweet banget suamiku..." Agung tersenyum, kemudian menuntunku menuju ke salah satu bangku. Dan aku duduk disana. Aku terkejut ketika Agung bersimpuh di depanku. Dan tangannya membawa sebuah kotak kecil.
" Catherine Catharina Midleson, Aku mencintaimu sepenuh hatiku. Sepenuh jiwa ragaku. Maukah bersama sama, mengarungi samudera luas hingga tua nanti. Sampai maut memisahkan kita..."
Aku menitikkan air mataku ketika Agung mengucapkan kata kata itu. Bahkan aku baru membayangkan. Namun ia segera mengabulkan. Sungguh membuatku terharu.
" Aku mau. Sampai maut memisahkan kita. Aku mencintaimu tanpa syarat..." jawabku. Dan agung berdiri, aku pun ikut berdiri. Kami berpagutan untuk beberapa detik. Kemudian Agung menyematkan sebuah cincin yg indah berkilauan. Aku sempat tak percaya, karena itu cincin berlian bermata biru. Yang pernah aku gadang gadang suatu saat bisa memilikinya. Tapi ini Agung sudah mengabulkannya. Dan kemudian akupun diminta menyematkannya cincin satunya di jari Agung. Aku mengikutinya. Hingga suara suara irama musik bernuansa harmoni tentang cinta mengalun perlahan.
Aku tidak menyangka, jika Agung menyiapkan semua itu. Aku menatap sekelilingku. Terlihat beberapa orang mengalunkan irama itu, suara merdu lagu th 80an dilantunkan. Dan beberapa orang mengitari kami seperti penjaga.
" Kamu menyiapkan ini semua...?" tanyaku kepada Agung. Dan ia pun mengangguk.
Kemudian beberapa pelayan menghidangkan menu makan malam untuk kami berdua. Sungguh saat ini aku seperti mimpi. Aku meyakinkan ku sendiri dengan menepuk kedua pipiku.
" Kenapa sayang...?"
Aku langsung memeluk Agung karena aku takut ini tidak nyata. Tapi ini nyata dan ada di depanku. Aku menggelengkan kepala.
" ini nyata sayang..!, katanya lapar..?" kata Agung. Aku kembali menatap Agung.
" Terima kasih, ternyata aku tidak sedang bermimpi. Aku mencintaimu sepanjang waktu.." kami berpagutan beberapa saat. kemudian kami pun menikmati suasana malam yg romantis ini bersama. Bahkan Agung sangat memanjakan ku saat ini. Sungguh aku tidak mau kehilangannya lagi.
.
.
.
BERSAMBUNG
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...