NovelToon NovelToon
Istri Kedua

Istri Kedua

Status: tamat
Genre:Angst / Single Mom / Cerai / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:881.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: mama reni

Ketika ibu lain bahagia menanti kehadiran sang buah hati, Syifa Amira Chandani harus menelan derita. Kebahagiaannya direnggut paksa, padahal dua bulan lagi dia melahirkan. Syifa diceraikan hanya karena Haris masih mencintai Nadia, istri pertamanya.

Janji-janji Haris hanya manis di bibir. Nyatanya, dia hanya dijadikan pelarian.

Syifa berpikir, pelangi akan muncul di langit setelah hujan mereda. Namun, hujan tak kunjung reda. Badai belum berakhir. Dia harus tegar demi sang buah hati. Akankah Syifa berpeluang mengecapi manisnya madu setelah ditinggalkan Haris?

Mohon baca setiap bab yang update. Jangan menumpuk bab. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua Puluh Tiga

Syifa hanya terdiam sepanjang perjalanan menuju kafe yang dijanjikan. Dia masih memikirkan adiknya mendiang ibu Hawaa. Jika dia masih gadis, apakah memiliki perasaan pada Haikal?

"Syifa, kamu tak boleh berpikiran buruk sebelum bertemu dan tahu hal sebenarnya," gumam Syifa pada dirinya sendiri. Dia lalu menggelengkan kepalanya. Merasa pikirannya salah.

Haikal yang kebetulan melirik, menjadi heran melihat wanita itu menggeleng. Dia lalu bertanya pada Syifa.

"Kenapa kamu menggeleng? Ada yang tidak sesuai dengan keinginan?" tanya Haikal dengan hati-hati, takut Syifa keberatan dengan pertanyaannya.

"Eh ... itu tadi aku melihat anak kecil menyeberang," jawab Syifa berbohong.

Haikal menatapnya dengan intens, seperti kurang percaya dengan ucapan Syifa. Namun, dia tak mau bertanya lagi, karena berpikir mungkin itu hal pribadi.

Satu jam perjalanan, sampai mereka di restoran tersebut. Haikal menggendong Adam dan Syifa berjalan di sampingnya.

Haikal langsung menuju satu meja. Ada seorang gadis cantik dengan rambut terurai dan seorang bocah yang berusia sekitar satu tahun di atas Adam.

Bocah itu langsung berdiri dan mengejar Haikal. Pria itu mengangkat tubuh mungilnya. Menggendong di tangan kanan. Dua bocah berada dalam pelukannya.

Hawaa menatap Adam dengan pandangan menusuk. Terlihat dia tak suka melihatnya. Syifa yang menyadari itu lalu mendekati Haikal.

"Mas, biar Adam denganku," ucap Syifa. Dia lalu mengambil Adam dari gendongan pria itu.

"Siapa anak laki-laki itu, Abi?" tanya Hawaa.

"Namanya Adam. Dia akan menjadi adik kamu nantinya," jawab Haikal.

"Adikku ...?" tanya Hawaa lagi.

"Iya, Sayang," jawab Haikal dengan lembutnya.

Dia mengajak sang putri untuk duduk. Syifa juga dipersilakan duduk. Celine, adik ipar Haikal, memandangi Syifa tanpa kedip.

"Celine, kenalkan ini Syifa. Calon istriku," ucap Haikal.

"Calon istri, Mas Haikal?" tanya Celine. Dia kembali menatap ke arah Syifa. Wanita itu tersenyum dan mengulurkan tangannya.

"Mas tak pernah cerita jika akan menikah lagi. Terus terang ini kejutan banget untukku. Apakah Mama dan Hawaa sudah tahu?" tanya Celine.

Haikal tersenyum. Dia lalu memandangi wajah putrinya. Mengecup dengan penuh cinta.

"Hawaa pasti setuju saja aku menikah lagi. Lagi pula, aku tak mungkin terus hidup sendirian begini. Aku pria normal. Hampir enam tahun aku menduda. Aku rasa sudah cukup," jawab Haikal.

Kembali Celine memandangi wajah Syifa. Sepertinya gadis itu kurang menyukai Syifa. Dia lalu mengatakan sesuatu yang sedikit membuat Syifa terkejut.

"Bagaimana jika Hawaa tidak mengizinkan Mas menikah dengan Mbak Syifa, apakah Mas akan tetap melangsungkan pernikahan ini?" tanya Celine.

"Tentu saja aku akan tetap melangsungkan pernikahan ini. Aku bisa menjelaskan dengan perlahan pada putriku. Aku sudah yakin Syifa adalah wanita yang tepat untuk menjadi Bunda bagi Hawaa dan anak-anak aku lainnya," jawab Haikal dengan mantap.

Celine terdiam. Kembali dia memandangi wajah Syifa dengan intens. Menyadari dirinya diperhatikan, wanita itu menunduk.

"Wanita seperti ini tenyata yang Mas Haikal sukai. Aku pikir akan lebih cantik dan segalanya dariku. Dia pernah menolak permintaan mama agar menikahi ku, aku pikir karena aku kurang cantik. Ternyata seleranya, wanita berhijab. Padahal jika dia mengatakan dengan jujur, aku pasti akan merubah penampilanku demi-nya," gumam Celine.

Dia lalu memandangi Hawaa yang berada dalam pangkuan Haikal. Gadis cilik itu sedang menatap ke arah Syifa. Menyadari itu, dia tersenyum.

"Apa Tante boleh tahu nama gadis yang cantik ini?" tanya Syifa sambil tersenyum tulus.

"Namaku Hawaa," jawab Hawaa.

"Nama yang sangat cantik, sesuai dengan orangnya yang begitu cantiknya," balas Syifa. Mendengar pujian dari Syifa, bocah itu tersenyum manis.

"Tante namanya siapa?" tanya Hawaa.

"Syifa, dan ini putra Tante, namanya Adam. Kalian bisa berteman. Apa Hawaa mau berteman dengan Adam?" tanya Syifa.

Hawaa memandangi Adam. Bocah itu membalas dengan tersenyum.

'Tentu saja mau, Tante," jawab Hawaa.

"Bagaimana kalau Hawaa menginap di rumah Tante Syifa saja. Nanti Abi yang antar. Tante Syifa pasti senang jika Hawaa bersedia," balas Haikal.

Mendengar ucapan Haikal, Celine tak bisa terima. Entah apa yang ada dalam pikirannya. Kenapa melarang Hawaa menginap di rumah Syifa?

"Tidak bisa, Mas. Hawaa tidak bawa baju ganti. Lagi pula aku tak yakin Mbak Syifa bisa menjaga Hawaa. Aku takut tengah malam minta pulang," ujar Celine.

"Jangan takut Celine, aku yakin Syifa bisa mengatasi semuanya. Aku yakin Hawaa akan mudah akrab dengan Syifa. Nanti aku yang hubungi mama. Lagi pula sudah lama aku tak membawa putriku ini," ucap Haikal.

Celine tak bisa mengatakan apa pun. Dalam hatinya tak sudi jika ponakannya dekat dengan Syifa.

"Nanti aku pulang dengan siapa? Aku takut pulang sendiri," ujar Celine beralasan.

"Aku akan minta supir mengantarmu," balas Haikal.

Tanpa menunggu jawaban dari Celine dia menghubungi supir. Gadis itu tak bisa berkata apa pun lagi. Dia hanya bisa cemberut.

Setelah supirnya datang, Haikal meminta mengantar Celine. Dia telah menghubungi mantan mama mertuanya. Wanita itu tentu saja tak bisa melarang. Karena sadar, hak Haikal mau membawa putrinya kemanapun dia mau.

...----------------...

Bonus Visual

Syifa

Haikal

Celine

1
Nani Te'ne
suka
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Annie Soe..
Trm kasih, karya yg manis & menghibur..
Suky Sukeni
kalau di akhir bab balikin lagi sama suaminya sumpah ini keterlaluan
Mhyta
singgah yah mah
antha mom
karya mu memang top deh thor 👍
Mama Reni: makasih 😍😍
total 1 replies
antha mom
membuang berlian demi mendapatkan batu kerikil,, Haris Haris
Verawati Khaira
Luar biasa
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
jangan terlalu tinggi mimpinya,🤭
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
boleh sa memaki thor😏😏
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
layak d seret d aspal😤
Puji Rahayu
iiiihhhh...pd bgt si harris jd org.
bukan pere yg bergilir
si harris pun brasa piala bergilir mungkinnn...laku looooo...????
Puji Rahayu
eehhh ...kl lo gk dtg jd pelakor jg gk bkl dy org pisah kaleesss...
kl pere baik2 gk mungkin deketin org yg dh ada pasangan nya.
mk nya nm nya jd pelakor...
Puji Rahayu
eeeeeee......lah kok ngunu???
@bimaraZ
mantan memang meresahkan,,
Emiliana Tandiangin
jangan sampai haris kembali sama Syifa....
Bunda
nyesek😭😭😭
Bunda
suami egois
Bunda
hadir Thor 🙏🏻🙏🏻
meli andriyani
hadir kak...syifa ini saya kira anaknya gibran ternyata bukan ya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!