Mentari dan adik nya Fajar,mereka yatim piatu.
mentari yang berumur 21 THN,dia harus berjuang sendiri demi menyekolah kan adik nya yang masih kecil,Mentari setiap hari menjual kue keliling.
Kue nya sering tidak laku,karena dia berpakaian lusuh,jadi orang -orang ilfill membelinya.
Mentari sering di hina dan di maki oleh orang-orang di sekitarnya.
Pada suatu malam mentari di kejar oleh beberapa preman.Mentari berlari meminta tolong.
Tolong....Tolong...!disaat Mentari ingin menyeberangi jalan,sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi, tidak dapat Mentari hindari,sehingga.
BRAAAAAAAAK terdengar suara hantaman yang begitu keras.Siapakah yang tertabrak itu,yuk cari tahu dilam novel Yang berjudul.MENTARI TERTUTUP AWAN.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pelangi senja11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23.Terungkap
"Sekarang Hubby istirahat dulu,mari aku bantu!"Mentari membantu suaminya duduk di kursi rodanya,kemudian Mentari memberikan jus yang telah dibuatnya tadi kepada suaminya.
Selesai minum Mentari mendorong kursi roda suaminya ke ketempat tidur mereka,lalu Mentari Membantu suaminya ketempat tidur untuk istirahat.
"Sayang,maafkan aku,sampai saat ini aku belum bisa membuat kamu bahagia,"ucap Awan merasa dirinya belum bisa menjadi suami seperti pada umumnya,dia belum bisa membuat Mentari bahagia.
"Hubby jangan pernah berkata seperti itu lagi,aku sudah sangat bahagia menjadi istri mu,aku merasa hidupku saat ini sudah sempurna,jadi Hubby jangan pernah mengira kalau aku tidak bahagia,"Mentari sungguh merasa dirinya sangat bahagia apa lagi sekarang mentari tidak harus berjuang untuk hidup nya dan sekolah adiknya,karena Awan sudah menjamin kehidupannya.
Mentari sangat berterimakasih pada Mama Laras,karena sudah memintanya bertanggung jawab dengan menikah dengan Awan,awalnya Mentari memang keberatan menikah dengan Awan,apa lagi mereka belum saling kenal,dan Mentari terpaksa harus memilih menikah dari pada masuk penjara.
Mentari tidak pernah menyangka kalau pernikahan paksa ini membawanya dalam kebahagiaan,apa lagi sekarang dia sudah sangat mencintai suami lumpuh nya ini.
Di rumah Pak Gunawan.
"Siapa kalian?"tanya seorang wanita yang masih berpenampilan glamor di usianya yang sudah baya.Wanita itu yang tidak lain adalah Aline Mamanya Arini.
"Nyonya tidak perlu tau siapa kami,lebih baik sekarang Anda ikut kami kekantor polisi!"ujar Mike dengan muka datarnya.
"Enak aja kalian ingin membawa Mamaku ke kantor polisi,emang apa kesalahan nya?"tanya Arini ingin membela Mamanya
"Mama anda terlibat dalam masalah mengambil Harta Nona Mentari dan Tuan Fajar,jadi lebih baik anda ikut kami kekantor polisi sekarang!"Jordan memberi tahu kesalahan yang sudah di lakukan oleh Aline yaitu istri Pak Gunawan,Mamanya Arini.
"Tidak,aku tidak mau ikut ke kantor polisi.Lepaskan aku!"titah Aline mencoba kabur.Tapi baru beberapa langkah dia berlari,terdengar tembakan yang begitu menggema di telinga semua orang yang ada disana.
Langkah Alin terhenti dengan sendirinya karena mendengar suara tembakan dari kedua polisi yang disuruh Jordan dan Mike menangkap Aline dengan semua bukti yang di dapat kan melalui Pak Gunawan yang sudah mengaku kesalahannya.
Arini menangis menutup matanya karena dia pikir polisi itu sudah menembak Mamanya.Ternyata polisi menembak ke atas agar Aline berhenti di tempat.
"Lepaskan aku,aku tidak bersalah,aku tidak merebut,harta Anak sialan itu!"Mama Aline terus memberontak untuk dilepaskan,dia tidak ingin ke kantor polisi.
"Maaf Nyonya,anda bisa menjelaskannya nanti di kantor polisi,"ucap anggota polisi langsung membawa Mama Aline ke mobil mereka.
Mama Aline tetap meronta ingin di lepaskan,namun polisi tetap membawa paksa Mama Aline ke mobil mereka.
Arini melihat Mama nya di bawa ke kantor polisi,dia menangis ingin mengejar.Namun di cegat oleh Jordan.
"Nona,lebih baik anda mengemasi semua barang anda dan pergi dari rumah ini,karena rumah ini sudah bukan milik anda lagi,tapi milik Nona Muda Mentari!"titah Jordan membuat Arini menggeleng kepalanya.
"Aku tidak mau pergi,ini rumah ku,ini rumah Papa dan Mama ku."bantah Arini tidak mau meninggalkan rumah yang sudah lama dia tempati,Arini memang tidak tau kalau rumah yang dia tempati bukan punya Papa dan Mamanya,Melainkan hasil rampasan dari Anak yatim waktu itu,yaitu mentari.
"Terserah anda Nona,kami hanya memberitahu,sebentar lagi rumah ini akan di sita,jadi kami usulkan segeralah anda berkemas sebelum kami memaksa anda!"titah Mike pada Arini.
"Tidak,ini rumah ku,aku tidak mau pergi,"jawab Arini tegas,air matanya tidak berhenti mengalir,hari ini dia sangat terpukul,Papa nya tidak tau entah kemana dan Mama nya kini sudah di bawa kekantor polisi,dan sekarang kalau dia harus pergi dari rumah ini,dia akan tinggal dimana.
"Baiklah kalau begitu,kalian semua paksa gadis ini keluar dari rumah ini!"perintah Mike pada ke empat Anak buahnya yang dari tadi hanya berdiri diam melihat interaksi Bosnya dengan Arini.
"Baik Bos,"jawab Anak buahnya Mike dan Jordan.Setelah memberi perintah pada ke empat Anak buahnya,Mike dan Jordan langsung masuk ke mobil mereka dan langsung pulang untuk melapor kepada Nyonya Amelia.
Sedangkan ke empat Anak buah Mike dan Jordan,saling memandang sesama temannya seolah sedang berbicara.
"Sepertinya akan sangat menyenangkan kalau kita bawa gadis ini ke markas.Gadis ini juga cantik,kita akan puas dibuatnya nanti hahaha."mereka berempat tertawa sembari melihat ke Arini.
Arini yang mengerti maksud dari ke empat orang itu langsung takut.
"Lepaskan aku,jangan bawa aku,aku akan pergi dari rumah ini,aku mohon lepaskan aku!"mohon Arini,tapi ke empat Anak buah Mike semakin tertawa sembari memaksa Arini masuk ke mobil mereka.
"Sudah terlambat Nona cantik,tadi Bos kami sudah memberi mu kesempatan,tapi kamu malah menolaknya.Tidak usah takut kami akan membuat kamu puas,dan kami pastikan kamu akan meminta lagi karena tidak tahan dengan kenikmatan yang kami berikan."ucap Anak buah Mike tidak mau melepaskan Arini lagi.
Arini semakin menangis ketakutan,Arini terus meronta,Namun sayang,ke empat Anak buah Mike sudah mengikat tangan nya dan membekap mulutnya dengan kain.
Sementara di Markas,Mike,Jordan dan Nyonya Amelia menatap seorang lelaki paruh baya dengan tajam.Mata Nyonya Amelia seperti membunuh saat menatap lawannya.
Wanita yang dulu lembut,penyayang kini sudah berubah seperti Singa lapar yang sangat buas ketika keluarga nya di usik.
"Mike,Jordan Paksa dia mengaku."titah Nyonya Amelia pada kedua Anak buahnya.
"Baik Nyonya."Mike dan Jordan langsung menghampiri lelaki paruh baya itu yang tidak lain adalah Pak Seto sopir truck yang menabrak Tuan bagas.
"Pak Seto,kami tidak akan melakukan kekerasan,tapi kami minta Bapak memberi, tahu kami,Siapa yang membayar anda menabrak Tuan Bagas?"tanya Mike masih dengan suara rendah.
Pak Seto mendongak menatap kedua mata Mike,lalu dia menggeleng kepala,tanda tidak mengerti dengan pertanyaan Mike.
"Hei...apa anda masih sayang sama keluarga anda?"tanya Nyonya Amelia mengancam.
"Jangan sakiti keluarga ku,mereka tidak bersalah,sudah ku katakan,aku tidak menabrak Tuan Bagas!"mohon Pak Seto masih pada pendiriannya,dia tidak mau mengaku perbuatannya.
"Baiklah,aku tidak akan menyakiti Anak dan istri mu,tapi tidak dengan mu.Mike ambilkan samurai ku!"perintah Nyonya Amelia pada Mike.
Mike yang mendapatkan perintah dari Nyonya nya langsung mengambil benda itu. sesaat kemudian make sudah kembali dengan samurai di tangannya.
"Ini samurainya Nyonya,"ucap Mike sembari menyerahkan samurai ke tangan Nyonyanya.
"Lepaskan ikatan nya dari kursi itu,lalu ikat dia di tiang itu!"perintah Nyonya Amelia pada kedua Anak buahnya.
Pak Seto sangat ketakutan,tapi dia tetap tidak mau mengaku,karena mengira Nyonya Amelia cuma menggertak.
Setelah Mike dan Jordan mengikat dua tangan pak Seto kedua tiang itu, kemudian Nyonya Amelia menghampiri Pak Seto,sembari mengeluarkan samurai di tangannya dia bertanya sekali lagi sama pak Seto.
Pak Seto tetap menggeleng kepalanya, dia masih tidak mau mengaku.
"Baiklah kalau begitu,"ucap Nyonya Amelia di akhir pertanyaan. Nyonya Amelia sangat malas bertele-tele, baginya Waktu adalah uang.
Nyonya Amelia langsung mengangkat samurainya dan kemudian.SRIIIT.Sebelah tangan Pak Seto terpisah dari tubuhnya.Nyonya Amelia tidak takut melakukan seperti ini,dia sudah sangat dendam,Suaminya di bunuh dan Anaknya dia tidak tau entah di mana sekarang.
"Ahhhhhhhh,"jeritan kesakitan menggema di dalam ruangan bawah tanah markas itu.Pak Seto sangat kesakitan,dia menjerit dan menangis sejadi-jadinya.
"Sekarang sebelah kanan,"ucap Nyonya Amelia ingin memotong tangan Pak Seto yang sebelah kanan,karena tadi dia memotong yang sebelah kiri.
Nyonya Amelia mulai mengangkat samurai nya lagi.Namun dia berhenti karena mendengar Pak Seto berkata Gunawan.
Tanpa harus di tanya lagi Pak Seto mengaku sendiri.Sekarang dia percaya setelah kehilangan sebelah tangan dia tau kalau Nyonya Amelia tidak main-main dengan ucapannya.
"Pak Gunawan,Pak Gunawan yang membayar ku,dia membunuh Pak Bagas karena ingin menguasai hartanya."akhirnya Pak Seto mengaku juga.
"Bawa dia keruang perawatan,"titah Nyonya Amelia pada Mike.
Mike langsung membawa Pak Seto ke ruangan perawatan.
"Gunawan,ternyata kamu penjahat yang sesungguhnya.Kita lihat saja sebentar lagi."gumam Nyonya Amelia.
Bersambung.
baca juga cerita baru yang judulnya suami yang aku sia-siakan. terimakasih.
mending krj yg lain