Niat hati menolong seorang wanita yang nyaris diperkosa, Rain justru diperlakukan layaknya sampah. Sebab setelah difitnah oleh para pelaku, Echa selaku wanita yang nyaris diperkosa juga membenarkan, bahwa justru Rain pelakunya.
Karena kenyataan tersebut juga, warga yang telanjur datang ke lokasi, langsung mengeroyok Rain. Rain yang nyaris meregang nyawa sengaja dibuang ke sungai berarus deras. Mereka yakin, dengan begitu Rain akan benar-benar mati. Hingga mereka tak perlu bertanggung jawab, apalagi berurusan dengan polisi.
Padahal, harusnya satu minggu lagi Rain menikah dengan Hasna. Malahan saat Rain mengalami kejadian tragis saja, keduanya baru saja meninjau lokasi resepsi pernikahan. Hanya saja, menghilangnya Rain tak membuat Hasna curiga. Terlebih selain tipikal periang, Rain yang berasal dari keluarga kaya raya juga terbiasa jail. Meski di hari pernikahan mereka, Hasna berakhir pingsan karena Rain tetap tak kunjung datang. Namun di tempat berbeda, Rain yang terluka parah akhirnya sadar. Rain dirawat di rumah seorang dukun dan ternyata merupakan orang tua angkat Echa. Masalahnya, Echa yang hamil di luar pernikahan mengaku dihamili Rain.
Satu-satunya yang ingin Rain lakukan hanyalah balas dendam. Rain sungguh langsung memulainya, dan menjadikan Echa sebagai target pertama sekaligus utama. Meski karena keputusan itu juga, sederet fakta mencengangkan membuat hidup Rain layaknya menaiki roller coaster.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23 : Semuanya Sudah Diramalkan
Kebahagiaan yang awalnya membersamai kebersamaan, menjadi digantikan keseriusan. Semuanya jadi tampak tidak nyaman, emosi, tapi sebisa mungkin ditahan. Kenyataan tersebut terjadi setelah Rain dan Hasna mengabarkan kabar terkini kasus Rain.
Rain sudah ditetapkan sebagai tersang-ka. Bukan hanya mengenai kas-us pak Dartam dan Echa. Namun juga mengenai keadaan Amir dan Asep.
“Kabar terbaru dari Amir dan Asep, katanya lum.puh total. Sementara pak Dartam dan Echa, katanya makin sayang. Ih, sumpah aku ji-jay banget nyebutnya. Si Pak Dartam dan Echa ngakunya, sebenarnya mereka sudah menikah. Terus, istri dan keluarga kedua pihak juga mendukung banget hubungan itu.” Rain menjelaskan sambil susah payah menahan emosinya.
Hasna yang duduk di sebelah Rain, sengaja menggenggam erat kedua tangan Rain. Hasna masih berusaha memberikan kekuatan terbaiknya untuk sang suami.
“Itu dua orang yang katanya lu.mpuh, coba lempar saja ular berbisa, atau malah bom. Itu beneran bisa jadi bukti otentik,” ucap pak Helios yang terdengar keji, bahkan di telinganya sendiri.
“Nanti yang ada mereka pindah alam, dan kasusnya makin ribet, Pi!” rengek pak Ojan.
“Ya enggak apa-apa. Kalau beneran sampai pindah alam, berarti langsung kena azab!” balas pak Helios.
“Jangan lupa, mereka pakai modal guna-guna.” Hasna angkat suara. Ia menatap wajah-wajah di sana yang juga langsung menatapnya.
“Kalau disua-p uang kan masih ada gelagat bohongnya. Nah, kalau guna-guna, ini beneran enggak kasatmata,” lanjut Hasna.
“Iya,” ucap pak Helios.
“Coba deh, ambil cincin pak Dartam yang warnanya merah delima, sama cincin hijau muda. Yang ada di jari manis kedua tangan pak Dartam,” ucap Aqwa, si bocah yang memiliki kemampuan di luar nalar.
Aqwa yang lebih dari indigo menjelaskan panjang lebar. “Sekalian blankon hitam yang dipakai.”
“Eh, suhu Akua ... serius, ini?” heboh pak Ojan.
Aqwa yang duduk di sebelah pak Helios, mengangguk sambil menatap pak Ojan.
“Ikuti saran Aqwa saja,” ucap pak Helios.
“Terus gimana, Mas?” sergah Rain serius kepada Aqwa.
“Nanti Uncle ditaha*n. Hari ini ... sekitar pukul lima lebih .... tujuh belas menit, polisi bakalan datang buat jemput,” ucap Aqwa menerka-nerka.
Mendengar itu, ibu Rere selaku mama Rain, apalagi Hasna, langsung ketakutan. Keduanya refleks berlinang air mata. Terlebih sejauh ini, terawangan Aqwa belum ada yang melesat.
“Ya enggak apa-apa. Jalani saja. Kasu.s ini bakalan langsung viral!” lanjut Aqwa. Bocah yang kiranya sudah berusia dua belas tahun itu berucap enteng penuh keyakinan.
“S–sayang ...?” panggil Hasna lirih sambil menatap sedih sang suami.
Hasna dan semuanya benar-benar tak menyangka, keputusan Rain menolong Echa, berdampak fatal. Termasuk juga dengan Rain yang masih sulit percaya. Bahwa niat baiknya menolong Echa, justru membuatnya terjebak polemik pelik. Polemik pelik yang juga berbuntut panjang.
“Enggak apa-apa. Kita beresin semuanya sampai tuntas,” ucap Rain optimis.
Rain meyakinkan semuanya, khususnya meyakinkan sang istri. Kedua tangan Rain menggenggam erat kedua tangan Hasna yang memang sudah lebih dulu melakukannya.
“Guna-guna begitu, wajib dirukiyah masal kayaknya, yah, Mas?” tanya pak Syam.
Dari semuanya, pak Syam menjadi orang yang paling serius dalam menyikapi keadaan sekarang.
“Kayaknya wajib dikasih ramuan kentutku. Kalau gitu, mulai sekarang, aku bakalan tampung setiap kentutku!” kesal pak Ojan.
“Ya Allah ...,” batin Rain berkeluh kesah seiring ia yang jadi sibuk menghela napas pelan.
“Salah Opa sih!” ucap Aqwa si bocah indigo selaku anak dari anak pertama pak Helios.
“Opa ... maksud Mas, Opa ... Opa Helios?” ucap pak Helios memastikan karena memang tidak yakin.
“Apa Opa Kim Ojan?” ucap pak Ojan yang mengakhirinya dengan tersenyum tak berdosa.
Aqwa yang awalnya menatap pak Ojan, berangsur kembali kepada pak Helios. “Opa Helios.”
“Oh ....” Pak Helios yang bingung, berangsur menatap setiap mata di sana.
Hampir semua mata sudah langsung menjadikan pak Helios sebagai fokus perhatian.
“Ya iya ... harusnya pak Dartam itu kan sudah mati. Tapi, tubuhnya ditempati ki Awet. Jadi, ki Awet balik lagi,” jelas Aqwa—baca novel : Saling Cinta Setelah Menikah.
“Ki Awet ...?” lirih pak Helios, dan juga orang tua Aqwa. Ketiganya yang memang tidak asing dengan nama barusan, benar-benar terkejut.
“Oh ... dukun yang pas broder Kim dan mbak Ryuna KPK, eh KKN, ya?” tebak pak Ojan yang memang turut andil dalam penyelamatan untuk KKN. KKN orang tua Aqwa yang turut disertai hal mistis.
“Metode penambah kesaktiannya juga masih sama, Opa. Masih melalui kekeper.awanan,” jelas Aqwa lagi.
“Tapi khusus ke mama Ryuna, ki Awet masih cinta!” lanjut Aqwa yang membuat sang mama ketakutan.
Ryuna yang duduk di sebelah sang suami, buru-buru menggenggam erat kedua tangan suaminya.
Namun, pada kenyataannya apa yang Aqwa sampaikan, benar-benar terjadi. Di waktu yang sama, pihak kepolisian sungguh datang menjemput Rain. Tangis histeris mengiringi kejadian tersebut. Pak Ojan yang paling heboh dan membiarkan kejadian tersebut direkam menjadi video.
“Anakku korb.an! Jangan bawa anakku!” Padahal sebelumnya, pak Ojan sudah tahu dari Aqwa. Bahwa Rain akan ditangkap bahkan ditahan. Namun kini, pak Ojan benar-benar tidak siap. Pak Ojan tak terima putranya yang notabene korban, malah dikamb-ing hitamkan.
“Papi ... Mami ... semuanya ... Mas Aqwa, tolongin mas Rain, Mas!” ucap pak Ojan sibuk memohon pertolongan, di tengah kesibukannya mengikuti ke mana pun Rain dibawa pergi.
Disaksikan keluarga masih dalam formasi lengkap, Rain dibawa menggunakan mobil polisi. Hasna yang awalnya berusaha tegar memeluk ibu mertuanya, justru berakhir pingsan.
“Tenang ... tenang, Rain sudah dikawal tim pengacara. Enggak apa-apa, kita mengalah dulu. Setelah ini, kebenaran pasti terang benderang!” yakin ibu Cinta berusaha waras. Ia mendampingi sang suami yang langsung membopong Hasna.
🤗
smoga mereka menemukan Rain yg sdh lelahan berlari