Kehidupan Ringgo yang selalu dibully tiba-tiba berubah saat ia tak sengaja bertemu dengan seorang gadis cantik yang ternyata seorang siluman.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Telulikur
*Buugh!!
Mbah Siro terkapar di lantai setelah terkena pukulan Ringgo. Lelaki itu tak menyangka jika Ringgo bisa terbebas dari ajian sirep miliknya. Yang lebih mencengangkan adalah ia berubah menjadi pria yang kuat. Ia bisa merasakan dari kuatnya pukulan yang ia terima dari pemuda tujuh belas tahun tersebut.
"Apa yang terjadi, bagaimana mungkin ia bisa mengalahkan ajian sirep jiwa milik ku??" Mbah Siro tampak terkejut melihat Ringgo yang langsung berdiri di depannya
Pemuda itu tiba-tiba saja berubah menjadi sosok yang berbeda. Ia berdiri menatap nyalang lelaki tua dihadapannya seolah menantangnya.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Mbah Siro
"Apa aku perlu mengenalkan diriku padamu?" jawab Ringgo balik bertanya
"Aku yakin kau adalah siluman pemilik batu mustika itu!"
"Siapapun diriku itu tidaklah penting, yang jelas aku hanya ingin memperingatkan dirimu untuk tidak mengambil sesuatu yang bukan milikmu kalau kau tak mau celaka!" jawab Ringgo
Mbah Siro segera bangun dan berdiri berhadapan dengan Ringgo. Sebagai seorang yang memiliki kekuatan supranatural mumpuni ia bisa melihat jika Ringgo telah memiliki setengah dari kekuatan batu mustika sakti yang berada di dalam tubuhnya.
Ia hanya menelan ludah saat melihat kekuatan Pemuda itu dari penglihatan mata batinnya.
Tahu jika dirinya tak akan bisa mengalahkannya ia lebih memilih untuk tidak melawannya. Mbah Siro kemudian menghampiri Wisnu yang terkesiap melihatnya.
"Apa yang terjadi dengan putraku, apa dia kesurupan?" tanya Wisnu begitu khawatir
"Jangan khawatir putra anda tidak apa-apa, justru sekarang kondisinya jauh lebih baik dari sebelumnya," jawab Mbah Siro
"Tapi Mbah, bukankah ia tadi menyerang anda. Aku tahu putraku dan ia tidak akan pernah berani menyerang orang lain apalagi orang tua seperti mu,"
Mbah Siro menarik sudut bibirnya, ia tak bisa memberitahu apa yang terjadi dengan Ringgo kepada Wisnu.
"Tenang saja, itu hanya reaksi yang biasa dilakukan oleh pasien yang baru selesai saya obati," kilah Mbah Siro dengan santai
"Baik, terimakasih sudah mengobati putra saya," ucap Wisnu kemudian memberikan amplop berisi uang kepadanya kemudian berpamitan
"Kalau terjadi sesuatu lagi dengannya tolong kabari saya atau bawa saja dia kesini," ucap Mbah Siro
"Baik Mbah," jawab Wisnu kemudian bergegas meninggalkan tempat itu.
Sementara itu Slamet tampak menangis tersedu-sedu dihadapan jenazah Ningrum.
"Nyai jangan mati dulu Nyai, aku harap kau bisa mencarikan aku istri dulu sebelum kamu mati agar aku bisa memanfaatkan kekayaan peninggalan mu ini bersama orang yang tepat," ucapnya sambil terisak
"Dasar tol*l, memangnya siapa yang akan memberikan semua kekayaan ku padamu;" seru Ningrum kemudian mendorongnya
*Buughhh!
Seketika Slamet membelalak saat melihat wanita yang ditangisinya bangun dari kematian.
"Nyai!" seru Slamet berlari menghampirinya
"Syukurlah kamu hidup lagi, aku yakin anda tidak akan mungkin mati semudah itu!" serunya kemudian memeluk wanita itu dengan eratnya hingga Ningrum kesulitan bernafas dan kembali mendorongnya hingga ia terjungkal.
*Buughhh!!
"Siapa bilang kau bisa memeluk ku, andai saja aku masih memiliki kekuatan aku pasti akan membunuhmu!" hardik Ningrum dengan nada ketus
"Maaf Nyai aku kelepasan, maklum saja aku terlalu bahagia saat tahu anda hidup lagi, jadi ya begitulah, hehehehe maaf ya Nyai, tolong jangan dimasukan ke hati?" jawab Slamet
"Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus secepatnya mengeluarkan Mustika itu dari tubuh Ringgo, karena jika tidak maka kejadian seperti tadi bisa terulang lagi dan aku bisa saja benar-benar mati!"
"Kalau begitu bunuh saja Pemuda itu Nyai, hanya itu cara satu-satunya untuk mendapatkan kembali mustika itu!" jawab Slamet
#Kediaman Wisnu Bramantyo
Pagi itu Wisnu mengajak istri dan kedua putranya untuk sarapan pagi bersama. Lelaki itu tampak berseri-seri tidak seperti biasanya. Tentu saja ia bahagia bukan karena Ringgo yang telah sembuh, namun karena ia akan menjadi wali dari pewaris Bramantyo Group.
Pagi itu Wisnu memberitahukan jika sang ibu akan secara resmi menyerahkan Bramantyo Group kepada satu-satunya cucu kandung Wisman Bramantyo yaitu Ringgo Bramantyo. Karena Wisnu masih berstatus pelajar dan belum dewasa maka secara otomatis Wisnu Bramantyo selaku ayah yang akan menerima semua warisannya sampai ia dewasa dan dianggap mampu untuk mengelola perusahaan.
"Wah selamat ya sayang, akhirnya kamu akan jadi direktur utama Bramantyo Group juga," ucap Nayra kemudian menciumnya sebagai ucapan selamat kepadanya
Dion pun memberikan ucapan selamat kepadanya sama seperti sang ibu. Hanya Ringgo yang tampak acuh mendengar pemberitahuan itu.
"Jangan lupa ayah tunggu kalian setelah pulang sekolah untuk menghadiri upacara serah terima jabatan tersebut," ucap Wisnu menatap kedua putranya
"Baik ayah," Jawab Dion penuh semangat
"Kamu juga Sayang, jangan lupa dandan yang cantik ya," imbuhnya
"Tentu saja,"
Selesai sarapan Wisnu mengantar kedua putranya ke sekolah. Tak ada yang istimewa hari itu. Seperti biasa Ringgo langsung duduk di mejanya dan belajar seperti biasa.
Saat jam pulang sekolah, Ningrum sengaja mengajaknya untuk pulang bersama. Hari itu Ningrum sudah membulatkan tekad untuk membunuhnya. Ia bahkan sudah mempersiapkan sebuah belati yang sudah dilumuri dengan racun untuk menikam Ringgo.
"Aku yakin dia akan langsung mati setelah terkena belati ini!" tandasnya.
Ningrum sengaja menunggu Ringgo di gang dekat sekolah.
Perempatan itu tampak tak sabar menunggu kedatangan Ringgo hingga terus mondar mandir keluar gang untuk memastikan kedatangannya.
Senyumnya mengembang saat melihat kedatangan Ringgo di seberang jalan. Iapun segera melambaikan tangannya dan Ringgo langsung meresponnya dengan melambaikan tangan kearahnya.
Saat ia hendak menyebrang jalan Ningrum melihat ada sebuah mobil yang melaju kencang hendak menabraknya.
"Ringgo awas!" serunya
Ningrum segera berlari dan menarik pemuda untuk menghindar. Namun sayangnya mobil itu tetap menabrak mereka meskipun ia sudah menepi.
*Bruugghh!!
pantesan ningrum tahan hidup 200th
ada hiburannya🤣
pak wisnu jadiin istri si nayra
tak jamin hidup pak wisnu jdi berwarna🤩
yg penting nyai seneng 😜
saling mencintai tapi tak bisa saling memiliki 🥺🥺🥺
berarti kemungkinan besar Nayra masih hidup donk
karena kamu baru aja membunuh Ringgo di depan mata Ningrum pula
yang ada malah kamu sendiri yang bakalan meninggal noooooh
gak bisa kebayang gimana paniknya Dion saat tahu mobil yang sedang di kendarainya bisa melayang di udara