NovelToon NovelToon
BIDARI BLUE

BIDARI BLUE

Status: tamat
Genre:Mata-mata/Agen / Tamat
Popularitas:82.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumi

Bidariblue namanya, dia bukan robot, tapi tubuhnya dipasangi Bio Bionic dan Microchip oleh dokter James Athur atas permintaan Bob Meyer, seorang owner dari badan intelijen swasta yang bernaung dibawah bendera XPostOne.

James sendiri adalah seorang dokter genetika Bionic women atau manusia robot. Kini Bidari menjadi eksperimen pertama.

Sayang sekali ekspektasi dokter James dan Bob Meyer tidak tercapai. Bidari menjadi tambah berutal disaat ia tersakiti. Bukan itu saja, gadis itu bersikap dingin terhadap lawan jenis, terutama kepada Zuga Qiosaki yang sangat mencintainya.

Apakah perubahan temperamen Bidari hanya pura-pura untuk mengelabui XPostOne dan para agent lainnya atau otaknya sudah terkontaminasi oleh Bio Bionic ciptaan dokter James?

Bagaimanakah kelanjutan kisah Bidariblue saat tahu dirinya diculik dan dipasangi Biobionic dan Microchip?

Ayo ikuti perjalanan Bidariblue dalam sepak terjangnya menumpas musuh negara, dan juga percintaannya yang panasss...

******

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Crocodile Palace

Kemesraan itu terpaksa kandas saat Zuga dan Sivha menodongkan pistol kepada Abrano. Mereka datang tanpa berisik, dan anehnya Bidari tidak sadar ketika Zuga dan Sivha sudah berada di kamar menonton tingkah mereka.

Wajah Zuga merah membara, ia sampai memalingkan wajahnya ketika Bidari membiarkan Abrano menyentuh tubuh sensitifnya.

"STOOPPP...."

Bidari dan Abrano kaget. Gadis itu seketika menyambar piyamanya dan membuka tutup jam tangannya. Ia tidak peduli kepada Abrano yang marah dan mencaci maki Sivha.

"Siapa kau bajingan!!" teriak Abrano marah ketika kenikmatannya diputus tiba-tiba.

"Kami anak buah Martin menjemput bodyguardnya." sahut Sivha.

"Brengsekk, beraninya Martin bertingkah." maki Abarano memakai piyamanya.

"Yank, kau jangan mau kembali!!" teriak Abrano.

"Aku harus kembali Abrano." kata Bidari pingin menangis karena malu sama Zuga dilihat aktivitasnya bersama Abrano.

"Aku akan membunuh Martin kalau sampai kau kembali."

"Jangan banyak mulut, buaya." Zuga langsung meninju wajah Abrano dan menendangnya, ia sangat marah melihat Bidari disentuh.

"Bajingan kau!!"

Abrano menangkis tendangan Zuga, mereka saling pukul. Bidari tidak bersuara, ia menangis sedih melihat kedua orang itu baku hantam. Walaupun ia ingin membela Abrano, tapi itu tidak boleh ia lakukan.

"Sivha memisahkan Zuga, seraya menodongkan pistol kepada Abrano."

"Diam, atau aku tembak!!" bentaknya memborgol tangan Abrano.

"Kalian boleh merasa menang saat ini, semua perbuatan kalian akan aku balas, kalian satu persatu akan aku masukan ke kandang buaya."

"Nikmati hidup kau di kamar ini sampai ada yang menolong." geram Zuga.

"Bos duluan ntar aku menyusul." ucap Sivha menutup mulut Abrano dengan lakban.

"Tunggu!!"

Zuga menuju brankas dan filling cabinet, semua isi file ia rekam. Beberapa flashdisk diambil dan dibawa oleh Zuga.

Bidari menghampiri Abrano dengan air mata meleleh, ia sangat sedih melihat Abrano. Saat tangannya membuka penutup mulut Abrano, Zuga menepis tangan Bidari dan menyeretnya pergi.

Mereka keluar lewat jendela kemudian turun tangga ke lantai dua. Keadaan sepi sekali tidak ada manusia sama sekali. Kemanakah mereka? Apakah masih di kamar masing-masing atau mereka sudah pulang, mengingat hujan dari tadi reda dan sudah dini hari.

Zuga tidak melepaskan Bidari, takut gadis itu berbalik kembali mencari Abrano. Sampai di lantai satu mereka di kagetkan oleh beberapa orang yang memakai baju kaos hitam, bertuliskan Assassin. Laki-laki itu ada sekitar lima belas orang sedang berdiri di halaman depan. Mereka berkumpul seolah menunggu seseorang.

Zuga dan Bidari mepet ketembok dan Sivha terpaksa kembali naik tangga supaya tidak dilihat oleh mereka, tapi salah seorang dari mereka memergoki Sivha. Laki-laki itu kebetulan turun dari tangga.

"Haii..kau siapa, temannya Edy?" tanya laki-laki itu memegang tangan Sivha.

"Yaa..tapi aku bingung mencarinya." jawab Sivha sekenanya.

"Kata Edy ada banyak korban disini, kau tahu diruangan mana?"

"Sebagian dibuang ke kandang buaya." jawab Sivha.

"Berarti kau teman Edy?"

"Yaa..."

Laki-laki itu menyeringai sinis, ia akan membasmi teman-teman Edy yang menjadi saksi pembunuhan disini. Dari kemarin beredar vidio sepak terjang penghuni "Crocodile Palace" yang pesta narkoba dan s3x. Pemberitaan itu membuat saham pak Joni anjlok.

Menurut pemikiran pak Joni, Edy yang membuat vidio itu dan mengirim ke sosial media. Edy Gunawan, orang yang sempat marah saat Gitta dibunuh oleh Abrano.

Kesimpulan itu yang membuat pak Joni mengumpulkan pengawalnya dan mencari Edy dan temannya yang ikut membantu menyebarkan kebobrokan "Crocodile Palace" tempat ini menjadi kebanggaan keluarga pak Joni.

Pak Joni adalah orang yang sangat terpandang, bisnisnya menggurita, ia menjadi salah satu orang terkaya di negara ini. Rajin bersedekah, itu dilihat oleh masyarakat umum.

Dibalik semua itu, pak Joni adalah mafia kelas kakap yang bisnisnya mencakup narkoba, money laundry, minuman keras dan cassino. Ia juga mampu mengendalikan negara ini dengan cara menaruh orang-orangnya di parlemen.

Setelah Sivha mengaku temannya Edy, tiba-tiba lawan bicaranya menodong kan pistol ke Sivha. Bidari terperanjat, dari tadi ia memperhatikan Sivha. Tangannya cepat mengambil pistol dan,

"DOAARRR..." Bidari menembak lawan bicara Sivha. Zuga cepat lari ke atas menarik Sivha dan Bidari.

"Bodoh!!" bentak Zuga kepada Bidari.

Mereka berlari dan masuk ke kamar Abrano, lalu mengunci pintunya. Bidari langsung berlari mendekati Abrano saat melihat laki-laki itu duduk di sofa dengan tangan diborgol.

"Abran..."

"****.."

Zuga mengumpat marah dan menarik tangan Bidari. Mereka pergi lewat Jendela, kemudian turun melalui tali yang Sivha sembunyikan.

Ketukan pintu dari anak buah pak Joni membuat Abrano punya harapan, ia menunggu dengan cemas pertolongan dari ayahnya.

"Brraaakkk..!!"

Pintu terbuka, mereka berhamburan masuk dan melihat ke arah Abrano.

"TUAN...."

Mereka melepaskan Abrino dari borgol, memberi minum dan mencoba bertanya. Biasanya Abrino jarang mau menyapa atau berinteraksi dengan bawahan, anak orang kaya sering berbuat begitu, mereka menganggap tidak level berteman atau berbicara kepada orang yang ada dibawahnya dalam bidang materi.

"Tuan siapa dalang semua ini?"

"MARTIN!!" jawab Abrano pendek, kemudian dia jatuh tersungkur.

"Tuan...tuan..."

Mereka kaget dan mengangkat tubuh Abrano ke tempat tidur. Semua panik.

"Cepat panggil dokter." teriak salsh satu dari mereka.

"Bagaimana ini, rasanya tidak mungkin Martin melakukan pembunuhan ini, dia lagi opname di rumah sakit, disamping itu dia calon iparnya tuan. Aku rasa tuan benci dengan Martin supaya kita membunuh Martin. Sebrengseknya Martin dia tidak akan melakukan itu."

"Benar, pasti tuan mengada-ada. Kita tunggu pak Joni baru kita bergerak."

"Tapi siapa yang membunuh teman kita ditangga, letusan pistolnya siapa itu. Apakah ada penyusup?"

Dokter datang merawat Abrano yang kelihatan rapuh. Mereka tidak tahu bahwa yang membuat wajah Abrano kuyu adalah kehilangan Bidari.

"Tuann...apakah anda mau makan?"

Tanya pengawal itu berusaha berbaik hati, ia sendiri lapar ingin sarapan. Ini sudah pagi, sedangkan pak Joni belum datang menengok anaknya.

"Tidak, aku tidak lapar, kalian keluar aku mau tidur..." jawab Abrano lirih.

Setelah di suntik vitamin Abrano mengantuk. Dia sudah ngantuk dari tadi karena belum tidur dari kemarin.

"Maaf tuan, kami ingin tahu siapa yang membuat kerusuhan ini."

Hening, ada lima belas orang laki-laki menunggu jawaban dari Abrano. Sabar begitulah reaksi mereka saat Abrano tidak peduli dan malah memejamkan matanya. Tapi ketegangan mereka sirna saat pak Joni muncul.

"Pagi boss..." sapa mereka.

"Hemm...bagaimana keadaanmu Abran, kau sangat gegabah!!" suara berat pak Joni membuat Abrano membuka matanya. Ia mengamati, apakah ini ayah aslinya atau duplikat.

"Aku capek dan ngantuk!!" ketus suara Abrino ketika tahu kalau yang datang ayah palsunya.

"Kau telah membuat kesalahan, saham kita anjlok di pasar bursa, kita rugi triliunan."

"Aku tidak peduli, kemana ayahku." teriaknya kesal.

"Aku ayahmu."

"Kalian menyiksa perasaanku, jika aku menjadi begini itu semata-mata karena ulah kalian."

"Abran, kau tidak usah mengingatkan ku terus menerus, katakan sejujurnya siapa yang membunuh semua teman mu di kamar nomer tiga belas?"

"Aku tidak tahu, disini bebas, kalau mereka mati itu sudah seharusnya."

"Maksudmu apa, orang-orang yang di nomer tiga belas semua anak pejabat."

"Aku rasa mereka keracunan sabu-sabu atau ganja."

"Mereka mati tertembak, berarti ada penyusup disini."

"Martin yang menyuruh membunuh temanku, aku harus membalas dendam kepadanya."

"Kau sakau atau mabuk, Martin tidak mungkin melakukan ini."

"Ini nyata, tanya orang-orang ini semua, ada utusan Martin datang kesini, dan memborgolku."

"Mana mereka tuan, aku akan memburunya." seorang pengawal maju bertanya kepada Abrano.

"Mereka lari lewat jendela."

"Apaaa...."

Mereka ke jendela dan menemukan bekas-bekas telapak kaki. Karena hujan tanah menjadi becek dan jejak sepatu mereka jelas terlihat.

"Ikuti jejak mereka." perintah seorang laki-laki yang menjadi komando di Assassin.

Mereka semua berlari melewati Get empat sampai sepuluh. Tentu saja kekuatan dan kelincahan Assassin tidak sepadan dengan agent intelijen. Zuga dan Sivha di gembleng sangat keras dengan disiplin tinggi, kekuatan tubuh mereka sangat bagus.

Sedangkan Bidari kekuatannya over saat dirinya dimasukan bio bionic dari wanita biasa kini menjadi wanita super kekuatannya melebihi lima ekor kuda, larinya cepat.

"Matahari sudah kelihatan, kita berlari lagi sedikit. Semangat." kata Zuga.

Nafas mereka ngos-ngosan, wajahnya merah seperti kepiting rebus. Untung cuaca masih moist.

Sampai di pesisir Sivha mendorong jetfoil ke laut. Zuga dan Bidari naik bersamaan. Mereka mulai membelah ombak dan mempersiapkan senjata.

"Aku merasa boat itu mengejar kita, ada lima orang di dalamnya." ucap Bidari siap dengan revolvernya.

"Zuga pura-pura sibuk dengan senjata runduknya, ia masih kesel dengan Bidari yang terang-terangan memperlihatkan rasa sukanya kepada Abrano.

"Kita tembak atau menunggu di tembak." tanya Bidari lagi.

"Tunggu aba-aba dulu, boat mereka tidak bakal bisa mengejar kita." sahut Sivha berusaha menetralisir perang dingin di antara mereka.

"Trimakasih, siapa nama mu supaya aku gampang memanggilmu."

"Sivha, nomer agent XPostOne nineteen, komando NT. aku tidak bertugas disini. Aku spesial Asia."

"Aku ikut..."

Belum selesai Bidari bicara sebuah granat terlempar dari boat mengenai kapal yang berlayar di samping mereka, berjarak tiga ratus meter. Mungkin mereka sengaja melakukan itu untuk menakuti mereka.

Kapal barang itu meledak membuat Jetfoil tidak sehimbang. Asap hitam membumbung tinggi, air laut penuh dengan solar dan api. Sivha menekan knop fly dan Jetfoil itu terbang di atas air, membelah ombak.

Mereka sudah jauh, Shivha kembali santai, tapi helikopter kini memburu mereka.

"Shivha kondisikan jet nya." teriak Zuga mepet ke dinding kapal seraya mengarahkan senjatanya ke helikopter dan ia menembak beruntun tiga kali. Karena Jet nya zig-zag membuat Zuga kurang fokus.

Bidari merampas senjata runduk Sivha dan ikut menembak. Helikopter menjauh sambil menjatuhkan granat nenas 1kg. Tapi meleset jatuh ke laut.

"Kita sudah dekat pantai, kalian turun aku menyusul. Terus saja menembak sampai mereka jatuh." kata Zuga memberi aba-aba supaya mereka berpegangan, Jetfoil akan naik sedikit kemudian menukik saat mendarat.

*****

"Aku yakin mereka akan menunggu kita di rumah sakit."

1
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
katanya kapok, tapi koq diulangi terus.. Dasar buaya muara kau,Abrano😡😡
F.A_06
ayo semngt bidari sayank bikin novel lgi
Calista
sad ending
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
i love you to...

thrrr jngan lupa ea bidari
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
tuh kan baru juga berapa hari, udah selingkuh aja. Emang dasar buaya muara si Abrano inih
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
hhhmmm... pasti gak bertahan lama pernikahan tsb.Lha dipaksa koq gk ikhlas dari hati
Linda Raiyos
Luar Biasa
💜⃞⃟𝓛 🅳🅸🅼🅰🆂🎀Chipitz
tegangg Bidari beraksi,, kasian lelah 2 hari gak tidur demi mengungkap kematian sang jenderal
ayumi: tq kk udah mampir
total 1 replies
R yuyun Saribanon
bingung sy thor sama cerita ini..banyak ina inunya... ga jelas.. terus sebelum martin di pindahkan ke VVIP.. memang dia di rawat di klas berapa?.. aneh lu thor bikin ceritanya
Ayumi: klo bingung jangan dibaca, nanti tersesat.
total 2 replies
Calista
udah end aja nih,aq suka alur cerita nya
ayumi: tq kak sdh mpir
total 1 replies
Calista
kenapa bidari harus meninggal kn zuga sih,skrng kn bob meyer sdh meninggl gak ada lg yg akan menghalangi cinta mereka
ayumi: karena bidari tahu umurnya pendek, gara" chip di kepala.
total 1 replies
Calista
ternyata presiden juga meninggal
Calista
pak joni dn bob meyer ketembak barengan
Calista
seorang joni bisa putus asa juga,mana joni yg selama ini songong dn angkuh
Calista
pak joni memasang bom di tubuh ny
Calista
pak joni udh tdk punya rasa empati yg dia punya cuma ambisi
Calista
bener semua orang pasti akan mati krn emang itu udh takdir ny
Calista
songong bngt nih bapak satu,walaupun anda punya seribu nyawa klu tuhan mengambil semua ny ttp aja anda akan mati jg
Calista
udah seperti kucing aja punya sembiln nyawa
Calista
pejabat tinggi cuma jabatan ny aja tp kelakuan ny udh seperti maling
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!