Sejak pertemuan pertama mereka, Nada sudah mulai memasang alaram tanda bahaya di hatinya. Kesalah pahaman terjadi ketika Nada di minta untuk menjadi dokter pribadi dari neneknya Arga, si tuan muda pemilik perkebunan teh di kota tempat Nada bertugas.
Pertemuan yang kerap terjadi, membuat Nada harus membentengi hatinya dari pesona si tuan muda, walaupun pada kenyataannya dia mulai tertarik dan jatuh cinta pada Arga.
Lalu bagaimana sikap Arga menghadapi kekerasan hati Nada, dan bagaimana cara dia meluluhkan hati dokter cantik kesayangan neneknya itu.
Ini karya pertama ku,
Mohon dukungannya ya reader 🥰
Makasih 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RisFauzi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Keputusan terbaik
Hari masih gelap, waktu menunjukkan pukul 05.00 WIB. Suara azan berkumandang dari mushola yang terletak di sebelah kanan dekat gedung parkir Rumah Sakit. Panggilan untuk kaum muslimin yang akan menjalankan ibadah shalat subuh.
Nada menggeliatkan tubuhnya, tidur di sofa dengan tubuh melingkar sambil bertumpu pada lengan kanannya membuat sebagian pinggangnya terasa sakit. Lehernya kaku, bahu kanannya nyeri dan jari tangannya terasa kebas.
Setelah sadar sepenuhnya dari tidurnya, Nada bangkit dan langsung saja berdiri tanpa memperhatikan sekitarnya. Lampu temaram yang menyala di dalam ruangan itu sedikit mengaburkan pandangannya.
"Aaooww!!"
"Astaga!!"
Kakinya menginjak sesuatu yang padat dan liat membuat tubuh Nada jadi oleng. Beruntung sepasang tangan kekar menyambutnya dengan pelukan sehingga ia tak sampai terjatuh menimpa lantai yang keras.
"Ups!"
Nada mengerjapkan matanya, dadanya berdesir aneh saat merasakan kembali gelenyar aneh dalam hatinya ketika berada dekat dengan lelaki itu lagi.
Nada menatap heran dengan kehadiran Arga di dalam kamar nenek.
Bukannya tadi malam dia pamit pulang, kok bisa tidur disini?
"Sudah terlalu malam untuk pulang ke apartemen Aku Nada, jadi Aku putuskan untuk bermalam disini. Sekalian menjaga kalian berdua," sahut Arga melihat tanya di wajah Nada.
Dan kini tubuhnya kembali berada dalam dekapan Arga. Dengan wajah merah padam dan rasa malu yang mulai menghinggapinya, Nada menggulingkan tubuhnya ke samping kanan menghindar dari jangkauan tangan Arga.
"Maaf, Aku tidak bermaksud menginjak tubuhmu. Aku tidak tahu kalau Mas tidur disitu!" Nada berusaha menjelaskan.
Tanpa menunggu jawaban dari Arga, Nada bergegas bangkit dan berjalan cepat menuju kamar mandi.
Arga hanya tersenyum sambil meringis menanggapi ucapan Nada, disentuhnya bagian perutnya yang tadi secara tak sengaja terinjak kaki Nada.
Walaupun berperawakan sedang, Nada memiliki tubuh yang cukup berisi di beberapa bagian tubuhnya. Sehingga bekas injakan kakinya menimbulkan rasa sesak dan nyeri di bagian dada Arga.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Nada keluar dari dalam kamar mandi dan dengan segera menunaikan shalat subuh.
Tak dilihatnya lagi keberadaan Arga di dalam kamar itu. Mungkin dia pergi ke Mushola, pikir Nada positif. Dengan khusyuk Nada berdoa, memohon pada Tuhan untuk kesembuhan nenek.
"Nada!"
Nada menoleh ke arah suara yang memanggil namanya. Matanya terbelalak, seolah tak percaya pada penglihatannya. Tampak nenek tersenyum teduh dan merentangkan kedua tangannya pada Nada.
Nada menghamburkan dirinya ke dalam pelukan nenek. Menangis terharu melihat nenek yang terbangun dari tidur panjangnya.
"Maafkan Nada, Nek. Karena Nada Nenek jadi begini, Nada nggak jaga Nenek dengan baik. Nada salah, Nek. Hiks." Nada terisak dalam pelukan nenek.
Nenek membalas pelukan Nada erat, diusapnya rambut panjang Nada dengan penuh kasih sayang. Tampak matanya berkaca-kaca, terharu dengan perhatian Nada yang begitu tulus padanya.
"Hush .... Kok ngomongnya gitu. Nenek nggak pernah sedikitpun menyalahkan Kamu, Nada. Justru Nenek yang harus berterima kasih banyak sama Kamu, karena
begitu besar pengorbanan yang sudah Kamu berikan buat Nenek," ucap nenek kemudian.
"Nada sayang sama Nenek." Nada mengangkat tubuhnya dari dada nenek, menghapus air matanya dan mencoba tersenyum.
"Sungguh, Nenek benar- benar bangga bisa mengenal anak muda seperti Kamu Nada, yang mendedikasikan hidupnya untuk membantu sesama."
"Jangan berlebihan memujinya Nek? Nggak sesuai fakta, kan jadi malu?"
"Nenek sudah dengar dari pak Darman, apa yang sudah Kamu lakukan buat warga. Kamu layak dapat bintang, Nada." Nenek mengangkat kedua jempol tangannya sebagai isyarat. Nada tersenyum melihatnya, tak menganggap serius ucapan nenek padanya.
"Ingat ya Nek, kalau ada sesuatu yang ingin Nenek lakukan panggil Nada ya. Jangan melakukannya sendiri lagi, janji ya Nek!" Nada mencoba mengingatkan.
"Kalau Nenek kebelet gimana, apa tetap harus nunggu Kamu? Enggak kan? Nenek juga paham, Kamu juga punya privaci dan tidak mungkin selalu mengawasi Nenek," kata nenek sambil menowel hidung Nada gemas.
"Serius Nek, Nada nggak mau kejadian kemaren terulang lagi. Nada khawatir banget, Nek!"
"Iya Nadaku sayang?" Nenek tersenyum melihat keseriusan di wajah Nada. Rasa sayangnya semakin bertambah saja pada Nada.
"Aku akan mempekerjakan perawat yang khusus menjaga dan mengurus segala keperluan Nenek selama sehari penuh. Dan dia akan tinggal bersama dengan nenek di rumah!" Suara tegas Arga mengagetkan Nada. Entah sejak kapan dia datang dan mendengarkan percakapan Nada dan nenek.
"Cucuku yang tampan, Nenek kangen Kamu sayang." Nenek memandang Arga dengan penuh kerinduan. Arga berjalan mendekati ranjang nenek dan memeluk tubuhnya erat.
"Maafkan Arga yang selalu buat Nenek khawatir. Kali ini Arga akan tinggal bersama dengan Nenek, dan selalu ada buat Nenek." Setitik air mata jatuh menetes di pipi Arga, melihat kasih sayang nenek padanya.
Nada hanya terdiam mendengar keputusan Arga. Apakah mereka akan tinggal serumah? Pertanyaan itu coba ditepiskannya, saat ini yang terpenting adalah kesehatan nenek. Nada akan tetap merawat nenek dan menemani nenek, dengan atau tanpa Arga di rumah itu.
🌹🌹🌹
Happy reading All 😘
Aku sayyyang kalian semua 💕❤💖💙💝
Hai reader semua, ini akun baru Risfa penulis novel @ Cinta untuk Nada
@ Me Before You
@ I am Yours
@ Eight Years Larer
@ Bodyguard dan Presdir Bucin,
Akun NT Risfa yang lama dgn nama pena @Risfauzi gak bisa kebuka sejak kemarin sore. Foto profil aku pakai covel novel kelimaku.
Teeima kasih atas perhatiannya, love you all 🥰🥰
kenapa harus korea juga...??
💃💃💃💃💃💜💜💜💜💜💜
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️