Perjuangan seorang CEO dingin dan suka gonta ganti wanita, yang jatuh hati pada wanita cantik beranak satu yang penuh misteri.
penasaran dengan kisah mereka. ayo baca ceritanya.
Jangan lupa like and comment.
kritik dan saran dari pembaca sangat di hargai.
Follow me on :
Instagram @agistawulur
Facebook @Derry Agista Wulur
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Derry Agista Wulur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 23
Alex kembali ke ruangannya dan duduk di kursinya dan menyandarkan kepalanya sambil mengurut - urut keningnya. Alex yang sedang pusing dengan urusan di perusahaannya teringat kepada Bunga dan tiba - tiba Alex merasa rindu kepada Bunga. Alex mengambil handphonenya dan mencari nomor Bunga dan berencana untuk menelpon Bunga, namun rencananya harus terhambat karena baru saja dia membuka HPnya, nomor Maya yang muncuk lebih dulu, dengan enggan Alex mengangkat telepon dari Maya.
"Hai honey, aku merindukanmu, bisakah kita bertemu dan makan malam bersama?? "
"Maaf aku tidak bisa. Aku masih banyak pekerjaan."
"Ayolah honey, apa pekerjaanmu tidak bisa kamu tinggalkan sebentar?? "
"Tidak bisa."
Alex menjawab acuh tak acuh kepada Maya, entah kenapa yang ada di pikirannya hanya Bunga saat ini.
"Ya sudah, tapi aku bisa ke kantormu ya."
"Tidak bisa, aku akan bertemu dengan klien di luar. sudah dulu aku masih banyak pekerjaan."
Alex menutup teleponya secara sepihak dan langsung menelepon Bunga.
tuutt., tuutt., tuutt
"Kenapa lama sekali kamu mengangkat teleponku?? "
Alex sedikit kesal karena Bunga lama mengangkat telepon darinya.
"Siapa ini?? "
"Ini aku."
"Dari mana kamu dapat nomor teleponku?? "
"Itu tidak penting, kamu dimana sekarang?? "
"Toko."
"Aku kesana sekarang."
Alex langsung menutup teleponnya dan bergegas keluar ruangannya untuk pergi ke toko Bunga.
ceklek
"Aku akan makan siang di luar."
"Baik pak."
Arya segera berdiri dari duduknya untuk mengikuti Alex.
"Aku akan pergi sendiri."
Kata Alex agar Ary tidak ikut dengannya. Alex berjalan cepat ke arah lift.
-----
"Dasar laki - laki aneh."
Bunga yang mendapat telepon dari Alex mengerutkan dahinya karena Alex menutup telepon lebih dulu. Bunga yang tadinya sedang merangkai buket bunga pesanan pelanggannya melanjutkan pekerjaannya lagi setelah terhenti karena telepon dari Alex.
kring., kring
"Selamat datang, mau cari bunga ap,. "
Perkataan Bunga terhenti saat melihat Alex yang sudah ada di tokonya.
"Kamu."
"Sepertinya kamu sedang sibuk."
Alex berjalan masuk dan duduk di kursi yang ada di dekat Bunga.
"Ada perlu apa kamu kemari.,?? apa kamu ingin memeaan bunga..?? "
Tanya Bunga sambil melanjutkan pekerjaannya.
"Apa kamu sudah makan.??"
Tanya Alex tanpa menjawab pertanyaan dari Bunga.
"Kamu kemari cuma untuk menanyakan aku sudah makan atau belum.?? "
Bunga melihat Alex dengan tatapan heran.
"Apa tidak boleh.??
Tanya Alex balik sambil melipat kedua tangannya di atas meja.
"Sepertinya kamu punya banyak waktu luang."
Ledek Bunga yang kini kembali fokus pada pekerjaannya.
"Aku akan selalu ada waktu untukmu."
Kata Alex santai sambil tersenyum kearah Bunga. Bunga yang mendengar perkataan Alex hanya bisa menatap tajam ke arahnya.
"Apa kau sudah selesai..?? "
Sambung Alex lagi.
"Aku harus mengirimkan bunga ini kepada pelangganku."
Jelas Bunga sambil melihat HPnya.
"Aku akan mengantarmu."
Alex berdiri dari duduknya dan bersiap untuk mengantar Bunga.
"Tidak usah, aku hanya akan mengirimnya lewat kurir."
Jelas Bunga yang masih sibuk dengan HPnya. Alex duduk kembali setelah mendengar penjelasan bunga, Alex memandang wajah Bunga lekat, dia kagum dengan kecantikan Bunga yang walau tidak menggunakan make up tapi Bunga tetap terlihat anggun dan cantik.
"Kenapa kamu memandangiku seperti itu..??"
Bunga yang sadar akan tatapan Alex, memalingkan wajajnya dari HPnya dan menatap Alex.
"Aku hanya mengagumi kecantikanmu."
Alex dengan santainya mengucapkan kata itu sambil tersenyum kearah Bunga. Bunga yang mendapat pujian dari Alex menjadi salah tingkah dan wajahnya memerah. Melihat Bunga yabg salah tingkah dengan wajah yang sudah memerah Alex tertawa kuat.
"Kenapa kamu tertawa..??"
"Kamu lucu saat malu."
Alex kembali tertawa puas karena berhasil menggoda Bunga.