NovelToon NovelToon
Anak Kembar CEO Kaya

Anak Kembar CEO Kaya

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Anak Genius / Anak Kembar / Tamat
Popularitas:205.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ame_Rain

Beberapa tahun yang lalu, Gallen pernah bertemu dengan seorang gadis yang meninggalkannya begitu saja setelah malam panas mereka. Dan setelah enam tahun berlalu, mereka kembali bertemu? Bahkan Zoya memiliki seorang anak laki-laki!

"Anakku, kan?"

"Bukan!"

"Kau pikir bisa membohongiku? Darimana bayi itu muncul kalau bukan karena malam itu? Kau pikir kau itu amoeba yang bisa membelah diri?!"

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ame_Rain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Ide Noah

..."Aku tidak ingin memaksa Mama, jadi aku tidak akan bertemu dengan Paman lagi."...

...***...

Zoya benar-benar tidak ingin memikirkan kejadian yang terjadi kemarin. Wanita itu mencoba untuk tetap bertingkah seperti biasa, meski sesekali merasa kesal sendiri karena bayangan wajah Gallen yang kecewa kembali terlintas di kepalanya. Dasar. Kenapa ia jadi seperti ini?

"Noah?"

Zoya mengernyitkan dahinya. Biasanya Noah akan menunggu dirinya di ruang keluarga setelah selesai bersiap-siap. Namun, kemana anak itu sekarang?

Tak menemukan keberadaan anaknya, Zoya kemudian memilih untuk mengecek Noah di kamar.

"Loh, Noah?" Ia mendekati anaknya. Setelah mendudukkan diri di samping ranjang, Zoya menyentuh Noah yang menggulung dirinya dalam selimut, "Noah kenapa?" Tanyanya.

Tanpa menunjukkan diri, Noah yang masih menggulung tubuhnya dalam selimut kemudian menjawab dengan suara pelan, "Tenggorokanku sakit." Katanya.

"Sakit?" Zoya mencoba untuk memeriksa keadaan Noah, namun anaknya itu menolak untuk melepaskan selimutnya.

"Yaudah, kalau gitu hari ini libur aja sekolahnya. Nanti Mama hubungi Bu Guru." Ujar Zoya dengan penuh kekhawatiran. Padahal kemarin Noah baik-baik saja, namun tiba-tiba anaknya itu jatuh sakit sekarang. Apa karena dia merasa tertekan melihat kejadian kemarin? Karena Zoya menyuruhnya langsung pulang dengan sedikit membentak?

Zoya mengusap-usap pelan kepala Noah yang tertutup oleh selimut. Padahal biasanya Noah akan memberikan perlawanan saat Zoya memintanya untuk meliburkan diri saat sakit. Tapi sekarang anaknya itu bahkan tak menjawab sepatah katapun. Apakah memang sesakit itu? Sampai-sampai Noah tak memiliki kemampuan untuk sekedar menjawab kata-kata dari Mamanya.

Zoya menatap Noah dengan bimbang. Bisakah ia pergi bekerja disaat anaknya sedang sakit? Apalagi Noah sama sekali tidak ingin menunjukkan wajahnya saat ini. Meskipun Noah bilang dia hanya sakit tenggorokan, siapa yang tahu jika itu adalah gejala dari demam? Terlebih, sejak kecil putra bungsunya itu memang mudah sekali terserang penyakit. Zoya tidak tega jika harus meninggalkannya disaat tidak ada seorangpun yang bisa menemani seperti sekarang.

Zoya kemudian mengeluarkan ponselnya. Ia mencari nomor seseorang, lalu menghubungi Dafa yang merupakan Bos nya untuk meminta izin, "Halo, Dafa."

Wanita itu keluar setelah teleponnya diangkat. Mendengar suara Mamanya yang mulai menjauh, Noah mengintip dengan hati-hati. Berhasil. Mamanya itu pasti akan tetap tinggal di rumah hari ini. Meski ada sedikit rasa bersalah dalam hatinya karena membohongi orang yang begitu sangat menyayanginya, namun Noah terpaksa melakukan ini demi kebaikan mamanya juga.

"Maaf, Ma."

***

Gallen tengah terduduk lesu di kursinya. Matanya menatap kosong, membuat orang yang melihatnya menjadi khawatir. Padahal dua hari kemarin mood nya terlihat bagus, namun sekarang Gallen terlihat kembali tidak bersemangat. Bahkan mungkin, menjadi semakin parah.

"Bos," Panggil Alby. Pria yang masih terus bekerja bersama Gallen sejak bertahun-tahun lalu itu sama sekali tidak tahu menahu mengenai apa yang terjadi pada bosnya. Gallen tiba-tiba saja terlihat bersemangat, dan sekarang dia kembali seperti ini. Wajar kan jika Alby menjadi penasaran?

"Anda sudah seperti ini sejak pagi. Apa yang sebenarnya terjadi?" Alby benar-benar ingin tahu kejadian sebenarnya.

Gallen hanya menoleh sesaat, lalu kemudian kembali menatap ke depan. Dia tak menjawab sedikitpun.

Dengan helaan napas panjang, Alby memilih untuk keluar dari ruangan itu. Toh Gallen tak bisa diajak bicara. Pria itu bahkan terlihat seperti tak akan beralih dari kursinya meski gempa tiba-tiba terjadi. Karena hanya tubuhnya saja yang ada disini, namun pikiran dan jiwanya entah terbang kemana saat ini.

"Saya akan keluar saja kalau begitu." Pamit Alby.

Seperti yang telah diduga, pria itu tak menjawab sama sekali. Alby tak berubah pikiran, dia tetap keluar dari ruangan itu. Dan disinilah Gallen sekarang, menyendiri seorang diri tanpa ada sesiapapun yang akan mengganggunya.

Drttt

Getar ponsel yang sengaja dimatikan deringnya itu membuat kepalanya menoleh. Gallen menatap nama yang terpajang dilayar, lalu terbelalak saat menyadari nama siapa yang ada disana.

"Halo?" Sapa Gallen lebih dulu. Dia bahkan segera mengangkat panggilan tersebut segera setelah membaca namanya.

"Paman ... uhuk-uhuk."

Gallen terdiam. Noah ... anak itu baru saja terbatuk?

"Apa kau sakit?"

Terdengar suara batuk kembali dari seberang. Benar, anak itu ternyata sedang sakit sekarang. Gallen berusaha untuk tenang, meski tangan kirinya mengepal dan kedua kakinya bergerak tak bisa diam.

"Aku hanya sedang flu, Paman. Saat Mama pulang, Mama pasti akan memberikanku obat. Jadi Paman tidak perlu khawatir." Jawab Noah.

"Apa Mamamu tidak menemanimu di rumah?"

"Mama sudah ambil libur untuk menemaniku, tapi sekarang dia sedang pergi untuk membeli obat. Karena itu aku menelepon Paman. Karena aku ... sepertinya sedikit merindukan Paman."

Jantung Gallen berdetak kencang saat mendengar kata-kata itu, "Kau ... merindukanku?"

Butuh waktu beberapa detik sebelum akhirnya Noah kembali menjawab.

"Aku tidak ingin memaksa Mama, jadi aku tidak akan bertemu dengan Paman lagi."

Gallen bangkit dari duduknya. Pria yang sudah seperti ayam sakit sejak tadi itu tiba-tiba sangat berapi-api saat ini.

"Beritahukan padaku alamatmu, aku akan langsung pergi ke sana."

***

"Hihihi."

Noah mematikan sambungan teleponnya setelah berhasil menelpon Gallen. Akhirnya, lagi-lagi rencananya berhasil!

"Siapa suruh Mama berbohong pada kami. Aku, kan, jadi tidak punya pilihan lain selain bertindak sendiri." Katanya.

Noah masih terkikik sendiri. Tak lama kemudian, suara hentak kaki yang mendekat membuatnya sadar bahwa Mamanya tengah mendekat ke arahnya. Noah kembali menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, berpura-pura sakit.

"Noah, Mama sudah buatkan makanan untuk Noah. Noah makan dulu, yuk!"

Zoya menatap si bungsu yang masih berlindung di bawah selimut. Senyum tipis muncul di wajahnya. Noah selalu saja manja saat sedang sakit seperti sekarang. Wanita itu mencoba menarik selimut yang menutupi Noah, memaksanya untuk makan.

"Noah, yuk makan dulu. Nanti habis makan minum obat." Ujar Zoya lagi. Noah memunculkan setengah bagian kepalanya, menatap makanan yang dibawa oleh Zoya saat wanginya tercium, "Opor ayam?"

Zoya mengangguk, "Noah kan udah pingin banget makan ini, tapi Mama baru bisa bikinin sekarang. Yuk, makan dulu."

Tak kuat menahan godaan, bocah laki-laki itu pun akhirnya bangun dari tempat persembunyiannya. Dia tetap duduk di ranjang, menyelimuti setengah tubuhnya dengan selimut, lalu membuka mulut untuk meminta disuapi.

"Nah, pesawat meluncur ..." Zoya memasukkan satu sendok nasi bercampur daging ayam ke dalam mulut Noah, "Pintarnya anak Mama."

Noah mengunyah makanan itu dengan pelan, entah mengapa terlihat lucu dimata Zoya.

Zoya kemudian menyendok nasi, menyuapi Noah sesuap demi sesuap sampai akhirnya seluruh nasi dan lauk pauk yang ada dalam piring habis tak bersisa. Ia kemudian mengambil segelas air yang sebelumnya diletakkannya di atas nakas, memberikannya pada Noah, "Nah, minum dulu."

Saat Noah meminum air dalam gelas yang diberikannya, Zoya mengelus lembut kepala Noah. Ia memandang sedih anaknya itu. Apa karena dulu mereka sempat masuk ke ruang NICU, makanya sekarang tubuh Noah lemah? Tapi, Milo yang tak jauh berbeda kondisinya dengan Noah tampak lebih sehat, jadi apa masalahnya, ya?

Tok Tok Tok

Zoya menoleh saat suara ketukan terdengar keras. Wanita itu menjawab singkat, lalu menatap anaknya sebelum beranjak.

"Mama keluar dulu, ya." Katanya. Ia lalu mencium puncak kepala Noah setelah menerima persetujuan darinya.

Setelah meletakkan piring dan gelas yang Noah gunakan tadi, Zoya lantas berjalan cepat menuju pintu depan. Tanpa mengecek terlebih dahulu, ia langsung membuka pintu itu. Tak pernah dirinya sangka, seseorang yang tak pernah dirinya harapkan ini justru akan berdiri di depan pintu rumahnya.

"Dimana Noah?" Tanyanya langsung.

Zoya terdiam selama beberapa detik, benar-benar tidak tahu mengapa pria itu bisa ada di depan rumahnya. Tanpa perlu berbasa-basi, wanita itu lalu menutup pintu itu dengan cepat.

Blam!

Pintu ditutup tanpa pemberitahuan. Ia lantas bersandar di balik pintu, setelah yakin telah menguncinya dengan benar. Sembari mendengar suara-suara Gallen yang memprotes tindakan dirinya, Zoya protes di dalam hatinya sendiri.

Kok malah ada dia, sih?

***

1
Ameee
Aku ada di KBM. Mampir kesana ya sayang-sayangku 😘
Addb_Rh
si Zoya mah, kelamaan mikir, keburu anak mu minta di sunat🤣

Udah ada buntut dari Gallen, tinggal iya in aja. Dia mo tanggungjawab dr dulu, lu yg kabur😮‍💨
Addb_Rh
gitu aja terus sampai gajah bertelor😌

dasar Zoya🤣
Addb_Rh
Zoya mah malu-malu kucing. Bilang iya aja, kebanyakan alasan yg di pikir.. 🤣
Addb_Rh
kirain bakal bilang "bangun sayang" sama si Zoya😌
Addb_Rh
lanjutkan saja sandiwaranya Gallen.. sampai di ijab si Zoya🤣
Addb_Rh
gak usah di ingetin bang, di lakuin aja lagi
biar nambah personil🤣
Addb_Rh
dan akhirnya y Zoy🤣
Jan kabur kuburan lagi makanya😅
Addb_Rh
makanya jan kabur-kaburan mulu Zoy, 😅😅
Addb_Rh
🤣🤣🤣 polahe polahe bos mu iku
Addb_Rh
berkeliaran, emangnya hantu apa. 🤣🤣
Addb_Rh
si Zoya pen ku getok pake tutup panci deh, orang mau tanggung jawab pake kabur-kaburan lagi, 😌
Addb_Rh
Si Zoya main petak umpet mulu, gemes deh pen ku cubit😅

Rencana apa yg kamu punya Gallen🙄🙄
Addb_Rh
si Alby nge lag, di kata terakhirnya🤣

Gallen, kalo Zoya masih ragu udah culik aja, kelamaan
😌😌
Addb_Rh
lagian elu ngelamar gak Romantis bgt bang, bikin trust issue lho🤣🤣
Addb_Rh
jangan bandel lagi Zoy. Gallen dah mo tanggung jawab lho.
drpd lu yg rugi, udah di icip, besarin anak sendiri. pilihan sendiri emang, susah sendiri. 😩😩
Addb_Rh
datanglah satu lagi😌
apa gi speechless si Gallen

kalo kata ku mah, ambil rambutnya aja satu, buat tes DNA deh.
Zoya keras kepala soalnya, gak bakalan mau ngaku dia kalo gk di.. ancem mungkin, 🙄
Addb_Rh: "gak" maksudnya, bukan "gi" 🤣
total 1 replies
Addb_Rh
ngakak wehh🤣 dr yg kaya amoeba membelah diri, lanjut ayam sakit, abis ini apa? kucing berenang? 🙄🙄
Addb_Rh
Zoy, ngapa gak ngaku aja dah. Si Gallen kek nya mau kok nerima. Tinggal minta nafkah seratus juta tiap bulan😌🤣
Addb_Rh
daaaan, finally... ketemu deh..

Kira-kira Gallen curiga gk ya sama bocil itu, anak Zoya. anaknya juga bukan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!