Soraya Foster seorang guru yang mencintai muridnya sendiri bernama Ryan Mattiew. Kisah mereka semakin rumit ketika Soraya tiba-tiba hamil anak Ryan.
Hal itu membuat Ryan dikirim oleh kedua orang tuanya ke luar negeri agar berpisah dari Soraya.
Lima tahun kemudian Ryan kembali, dia sudah melupakan masa lalunya dengan Soraya dan sudah memiliki tunangan.
Saat ia kembali ke negaranya di situlah Ryan bertemu kembali dengan Soraya guru yang dulu adalah cinta monyetnya, dan dia menyadari ada anak kecil yang tumbuh bersama Soraya.
Akankah Ryan bisa kembali mendapatkan hati Soraya dan anaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi wu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 23 • Terpisah
Ryan membawa Sora masuk ke dalam mobil, gadis itu hanya bergeming pasrah mendapat perlakuan seperti ini.
"Sora... dengarkan aku! Mengapa kau merahasiakan kehamilanmu dariku!? Dan kenapa kau menghindariku?" cecar Ryan dengan nada penuh penekanan.
"Ryan stop! Jangan cecar aku! Aku juga baru tahu pagi tadi setelah dari apotek memeriksakan kehamilan ini."
"Jika hasilnya positif seharusnya kau beri tahu padaku, Sora!" sahut Ryan dengan nada penekanan.
"Untuk apa untuk mendengar ocehanmu karena kebodohanku? Dan memintaku untuk menggugurkan janin ini?"
Ryan mengerutkan keningnya, ia sungguh tidak percaya jika Sora belum tahu betul sifat Ryan yang tidak akan pernah lari dari tanggung jawab.
"Hei... Apakah aku setega itu dengan darah daging kita?" tanya Ryan dengan nada lirih.
"Lalu solusi apa yang kau bisa tawarkan?" tanya Sora tegas. "Menikahiku? Itu sangat mustahil, lagi pula kau masih sekolah," imbuh Sora lagi.
"Kalau memang harus, itu akan aku lakukan."
Sora terkekeh mendengar ucapan Ryan yang seolah bertindak layaknya lelaki dewasa yang gentle. "Kau akan melawan kedua orang tuamu?"
"Itu tidak penting, yang pasti bagaimana pun caranya aku akan menikahimu. Malam ini ayah dan ibuku pulang, aku akan berkata pada mereka jika kau telah hamil anakku, calon cucu mereka."
"Kau tidak waras?" bentak Sora.
"Lalu apa lagi? Menunggu hingga perutmu membesar?"
Sora terdiam enggan berkomentar lagi. Namun, apa yang dikatakan Ryan memang benar, dia harusnya berterima kasih, setidaknya Ryan serius pada dirinya. Dan jika anaknya lahir nanti, akan mendapat pengakuan dari ayahnya.
"Menurutlah padamu untuk kali ini, Sora!"
~•°•~
Sora terduduk menatap langit yang dihiasi bintang. Malam ini sang kekasih sedang berjuang untuk mendapatkan restu menikah dengannya.
Hati Sora resah. Bagaimana jika Ryan tidak berhasil dan malah akan dipisahkan darinya. Sora terlalu mencintai muridnya itu, hingga takut kehilangannya.
~•°•~
"Apa kau bilang?! Dasar anak tidak tahu malu!" bentak Tuan Jack Mattiew dia tidak menyangka jika Ryan putra semata wayangnya melakukan hal memalukan menghamili gurunya sendiri.
Sementara Rose ibunya hanya menatap anaknya yang sedang dihajar oleh suaminya dengan tatapan nyalang seolah tidak mengenal iba.
"Kirim dia ke luar negeri sekarang juga!" teriak Jack pada sang istri.
"Jangan! Kumohon jangan!"
Para penjaga berpakaian hitam datang, dengan sigap menarik kedua tangan Ryan agar pemuda itu tidak bergerak.
"Aku akan mengirimkan Ryan ke luar negeri, dan memberi uang sedikit agar dia tidak bisa kembali ke negara ini hingga benar-benar lulus dan bisa meneruskan usaha kita!" Rose berjalan keluar diikuti para body guard yang membawa serta Ryan yang berusaha sekuat tenaga untuk memberontak.
Jack merogoh ponsel dari saku jasnya, menelepon seseorang.
"Halo Tuan kepala sekolah?" ucap pria paruh baya itu dari balik telepon. "Pecat guru yang bernama Soraya Foster! Jangan biarkan dia membuka aib, jika Ryan menghamilinya! Usir dia dari kota ini bagaimana pun caranya!" imbuhnya lagi.
"Ba–baik, Tuan." Suara sang kepala sekolah terdengar bergetar mendengar suara amarah dari Jack orang terkaya di kota ini.
Sementara itu Sora yang tengah menunggu kabar dari sang kekasih berkali-kali menatap layar ponselnya, dan berharap Ryan akan menghubungi dirinya, hingga Sora terlelap tanpa mendapat kabar baik dari sang kekasih. tanpa ia sadari Ryan sudah pergi jauh dari dirinya.
Semangat, ditunggu up selanjutnya...
Semoga happy end ya, /Drool/
jadi korban