Sebuah keluarga yang begitu kejam, mengadopsi seorang anak perempuan untuk mengantikan putri tunggal mereka yang di ramal oleh peramal jahat akan mati pada umur nya yang ke delapan belas tahun.
Untuk menghindari kutukan tersebut mereka pun mengadopsi seorang anak perempuan yang lahir di tahun yang sama bulan yang sama dan tanggal yang sama agar putri mereka bisa menghindari kutukan tersebut sesuai ucapan sang peramal.
"Ayah aku mohon, jangan kirim kan aku ke tempat itu,aku takut,aku mohon ayah."Ucap Selina sambil menangis memegang erat kaki sang ayah.
"Menyingkir lah dari kaki ayah ku!"Ucap wanita cantik dengan pakaian yang sangat mewah mendorong Selina untuk menjauh dari kaki peria yang mereka pangil ayah itu.
Buat yang penasaran sama ceritanya Ayuk ikuti terus setiap episode dari kisah "Kesayangan Tuan Muda Kejam."
Terima kasih banyak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode #23
"Dia pasti bukan Selina."Batin papa Hartono yang masih dalam posisi menunduk.
"Dulu melihat matanya saja aku bahkan tidak berani melawan,apa lagi berkata seperti ini."Batin Selina.
"Nona Magyorta, mengapa harus buang-buang waktu seperti ini."Jawab papa Hartono sedikit berkeringat.
"Kalau begitu mengapa pak Hartono harus ikut campur dalam urusan ini? Kalau aku pangil Denis ke sini tidak akan ada diskusi lagi."Ucap Selina Kyle.
"Dia bawa-bawa nama pak Denis,aku takut kami menjadi musuh ini bisa bahaya."Batin papa Hartono ketakutan.
Sementara itu Milan menatap papa nya penuh cemas.
"Papa tidak bisa membantu mu,kamu yang membuat masalah kamu lah yang harus menyelesaikan nya."Bisik papa Hartono ke telinga Milan.
"Tapi pa."Ucap Milan tak terima.
"Masih tidak mau berlutut?"Tanya laki-laki yang mendampingi Selina menatap Milan.
Milan pun melihat sekeliling nya, semua orang terlihat diam dan menunduk takut karena tidak ada satu orang pun yang berani untuk berurusan dengan keluarga Magyorta yang terkenal hebat itu.
"Kalau dulu, posisi nya pasti terbalik, pasti aku yang berlutut."Batin Selina.
"Maaf kan aku nona Magyorta."Ucap Milan yang kini memaksa kan diri untuk berlutut di depan Selina karena jika tidak habis lah dia.
Melihat hal itu Selina pun tersenyum puas dan memberikan kode ke pada laki-laki suruhan Denis itu.
Laki-laki itu pun mengangguk kan kepala nya dan berjalan menuju tempat kue ulang tahun dan mengambil nya sepotong lalu memberikan kepada Selina.
"Yang lebih tulus ya nona Milan."Ucap Selina sambil menyuapi kue ke mulut nya.
Milan yang melihat itu pun dengan susah payah menahan emosi nya, untuk tidak mengamuk di tempat itu.
"N-nona Magyorta,aku benar-benar minta maaf karena telah menghina dan membuat kamu marah."Ucap Milan dengan susah payah.
"Nona, dengan begini apa kah nona sudah puas?"Tanya laki-laki itu kepada Selina.
"Aku tadi di tuduh oleh nona Milan sebagai penipu, sebagai pencuri terus aku juga di tuduh sebagai orang yang kabur dari tempat terpencil dan dia juga menyuruh ku untuk buka pakaian ku,apa menurutmu dengan minta maaf saja sudah selesai?"Jawab Selina menatap tajam Milan.
"Apa!"Ucap laki-laki itu kaget.
"Nona Milan berani melakukan hal bodoh itu?"Batin laki-laki itu tak habis fikir.
Papa Hartono melirik Milan dengan mata yang sangat terlihat marah nya.
Selina pun berdiri menghampiri Milan dan berjongkok di depan nya.
"Nona Milan,aku datang tulus ke acara ulang tahun mu,tapi kau malah membuat aku malu,kalau begini acara ulang tahun mu sudah tidak bisa di lanjutkan lagi ya,mau aku bantu bereskan?"Ucap Selina sambil mencengkram dagu Milan.
"Sana!"Ucap laki-laki bawahan Denis itu memerintahkan anak buah nya mengobrak-abrik ruangan tersebut.
Dengan cepat dua anak buah laki-laki itu memporak-poranda kan tempat itu meleparkan kursi dan bungga-bungga hias di ruangan tersebut.
"Jangan!"Teriak Milan melihat orang itu dengan mata berkaca-kaca.
Namun Selina menarik rambut Milan dengan senyum mengembang di wajah nya.
"Kau mau apa?"Tanya Selina menjambak rambut Milan.
"Lepaskan!"Teriak Milan sambil menangis.
"Nona Milan,kamu bergerak untuk apa? Ouh aku tau,kau mau makan kueh nya? Belum sempat di makan kan tadi?"Ucap Selina yang kemudian mengambil potongan kue dan menyapu ke wajah Milan.
"Nona Magyorta bukan kah ini sangat keterlaluan?"Ucap papa Hartono melihat Milan yang kini wajah nya penuh dengan kueh.
"Eh,maaf sepertinya saya tidak sengaja."Ucap Selina tersenyum miring.
Selina kembali menjambak rambut Milan yang kini sudah penuh dengan kueh.
"Buka mata mu lebar-lebar, cantik atau tidak?"Ucap Selina terkekeh melihat wajah Milan yang seperti badut.
"Kamu ini mau apa lagi?"Ucap Milan dengan suara pelan.
"Aku masih ingin melihat kamu malu. Biasanya di tempat ini kau pasti menjadi bintang tamu utama ya? Menurut mu kedepan nya kau akan bisa kembali hidup seperti dulu lagi? Buka mata mu lebar-lebar."Ucap Selina dengan nada bicara tinggi.
"Nona Magyorta,hari ini memang lah anak ku yang keterlaluan,lain hari aku akan membawakan hadiah untuk menebus kesalahan nya kepada mu."Ucap papa Hartono yang kasihan terhadap Milan.
"Nona Magyorta, aku salah, tolong lepas kan aku,aku akan menebus kesalahan ku."Ucap Milan dengan air mata yang mulai menetes karena menahan malu di depan orang banyak.
"Baru segini saja kau sudah tidak kuat, sekarang kau merasa yang paling tertindas ya di sini?"Ucap Selina dengan tangan yang masih menjambak rambut Milan.
"Aku ... "Ucap Milan tertahan karena seperti nya dia sudah tidak sanggup lagi untuk berkata apa-apa.
"Nona Milan, semua yang terjadi hari ini adalah kesalahan mu sendiri, awal nya kau bisa dengan lancar merayakan ulang tahun mu,tapi kamu malah mempermainkan aku."Ucap Selina.
"Maaf, maaf kan aku nona Magyorta."Ucap Milan menangis.
Di sana tidak ada seorang pun yang berani membela Milan atau melawan Selina.
"Bukan kah kau merasa kau lah yang paling benar di sini? Aku beri tahu kepada mu,aku tau wanita itu di suruh oleh mu dan aku sengaja diam dari awal karena ingin melihat bagaimana caranya kau mengangu ku."Ucap Selina kepada Milan.
"Hah? Apa maksud mu? Siapa kau sebenarnya?"Tanya Milan kaget.
"Hahaha,tebak."Jawab Selina sambil tertawa renyah.
"Dia Selina atau nona Magyorta?"Batin Milan.
"Ka-Kamu Selina kan? Nona Magyorta mana mungkin punya rencana untuk melawan ku."Ucap Milan memegang tangan Selina.
"Selina? Siapa Selina?"Tanya Selina pura-pura tidak kenal.
"Dasar bodoh!"Ucap papa Hartono kepada Milan.
"Hari ini begini saja,pak Hartono anda harus ingat hari ini baik-baik, lihat saja hasil didikan anda selama ini, buruk sekali, bagaimana bisa anda menjadi orang penting.Tapi mau bagaimana pun,hari ini kue nya enak juga, kepada nona Milan, selamat ulang tahun ya, semoga anda panjang umur."Ucap Selina yang kemudian berdiri lalu melangkah kan kaki nya berjalan keluar dari tempat itu.
Sementara itu Milan masih terdiam dengan posisi berlutut.
Papa Hartono pun berjongkok mendekati Milan.
"Pa, sebenarnya dia siapa? Tadi dia bicara kepada ku."Ucap Milan memegang pundak papa nya.
"Sudah lah, tidak usah banyak bicara lagi, lagian mana mungkin Selina seperti itu."Ucap papa Hartono sedikit mengecilkan nada bicara nya.
"Tapi pa, dia seperti nya memang lah Selina."Ucap Milan menatap mata papa nya.
Bersambung ....
selamat sell dede debay ny pasti tampan ke ayhnya 🤗😍
makasih Thor ceritanya bagus 👍👌🙏