NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: chibichibi@

Drama rumah tangga, mafia dan komedi.
Akan membuat anda menangis, tegang dan tertawa bersamaan.

Perlakuan dari suami dan juga ibu mertuanya, telah membuat Susi depresi karena kehilangan bayinya.

Penghianatan sang suami membuatnya melakukan percobaan untuk mengakhiri hidupnya.
Kehadiran orang ketiga, menyebabkan ia di usir dan di cerai.

Hingga, seorang pria dewasa nan gagah menolongnya bangkit dari keterpurukan.

Bagaimana kehidupan Susi setelah perubahan terjadi pada dirinya?

Akankah ia kembali pada mantan suami? atau menerima cinta dari penolongnya?


Akankah yang jahat akan terus berjaya, dan yang lemah akan selamanya tertindas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chibichibi@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Telor loncat...

🔥🔥🔥🔥🔥

(Lebih lembut? Cih! Untuk apa bersikap lembut dengan makhluk bermuka dua bercabang lidah seperti wanita!)

"Baiklah, Dokter. Saya mengerti." Arjuna mengiyakan meski garis wajahnya masih seperti di awal.

"Mari Dokter saya antar keluar," ajak Joy yang kini berwajah muram.

"Tolong kalian rahasiakan, nanti jika membutuhkan bantuan kami akan memanggil kalian lagi."

"Bayarannya, sudah saya transfer ke rekening kalian, periksalah!" pesan Joy pada kedua Dokter itu.

" Terima kasih Pak Kinder Joy, eh. Joy Kinder maksud saya," kikuk Dokter umum yang berkacamata itu. Senyumnya terlihat mengembang tatkala ia menemukan angka panjang berderet sebagai bayarannya.

"Segera di tebus obatnya, lalu berikan secara rutin." Wanita ahli psikologi itu mengingatkan dengan seulas senyum yang juga terkembang.

_______***______

"Tuan, ini obatnya." Joy menyerahkan bungkusan berwarna biru.

"Aku tidak mungkin merawatnya kan Joy?" tanya Arjuna ambigu, membuat Joy mengerutkan betisnya eh jidatnya.

"Saya akan mencari perawat Tuan," sahut Joy berharap idenya kali ini membuat bos nya itu puas.

"Tidak perlu!"

"Bawa temannya kemari, yang bersamanya menjaga stand waktu pameran."

"Buatkan ijin cuti untuknya selama tiga hari."

"Sisanya, kau tau harus melakukan apa." titah Arjuna kemudian meninggalkan kamar itu, setelah sebelumnya ia menyelimuti tubuh Susi dengan selimut.

Joy tidak akan komen apa-apa selagi Arjuna masih ada di dekatnya. Ia hanya bergerak gusar menahan mulut dan juga pikirannya berusaha mengalihkannya ke tempat lain.

Hingga, raga dan bayangan bosnya itu sudah tak tampak lagi beru ia bersuara.

"Hufft..., leganya."

"Kenapa tuan perhatian banget?" Sebenernya tu orang nyadar gak si, klo dia udah berlebihan sejak awal?" Akhirnya segala keheranan keluar juga, menjadi komentar julid dari mulut Joy.

"Kenapa kau begitu peduli padaku Joy?" Arjuna yang tiba-tiba muncul di pintu membuat Joy terjengit hingga ia tak bernapas sepersekian detik.

(Kok masih tau juga kan udah jauh tadi?) jerit Joy dalam hati.

" Dinding juga punya mulut dan telinga Joy, hati-hati!"

" Kurangi 5% lagi gaji mu bulan ini." Arjuna pun berlalu.

Tinggallah Joy, dengan wajah pucat pasi dan bibir yang bergetar.

____***____

"Rawat dia baik-baik, ini bayaran mu." Joy menyerahkan amplop coklat berisi setumpuk kecil lembaran merah.

"Tutup mulutmu atau kau tidak akan pernah bisa bicara lagi seumur hidup." bisik Joy tepat di telinga Vanish. Ia agak menunduk, karena tinggi gadis itu hanya sebatas dadanya.

Sedangkan Vanish hanya bisa membelalakkan matanya dan membekap mulutnya sendiri, lalu ia manggut-manggut dengan gerakan cepat.

"Good girl." puji Joy menepuk ujung kepala gadis itu beberapa kali.

(Kenapa dia pendek sekali? Apa saat kecil Ibunya tidak pernah memberi susu? ) Joy tersenyum miring, meremehkan.

Vanish mengantar Joy keluar dari kamar Susi, di situlah ia pertama kali melihat siapa pemilik perusahaan tempatnya bekerja sejak ia lulus sekolah menengah.

(Lord! Dewa dari kayangan kah?)

( Ternyata tuan Arjuna lebih keren dari yang di legenda...) Vanish berdecak kagum dalam hatinya.

Arjuna sekilas melirik Vanish dengan ekor matanya, hingga tak ada satupun orang yang menyadari.

"Eugh...!" Susi melenguh, kemudian mengerjapkan matanya.

"Kakak!" panggil Vanish senang.

"Vanish? Ka-kamu kok bisa ada di sini?" tanya Susi kaget, meskipun dalam hatinya lega karena ada kawan yang menemaninya.

"Akhirnya Kakak sadar juga, udah jangan banyak pikiran dulu. Aku yang akan menemani Kakak di sini," ucap Vanish dengan senyum ceria seperti biasanya. Karena memang sifatnya riang dan mudah bersahabat. Karena itu Arjuna memilihnya, selain itu dia juga lebih dekat dengan Susi.

"Kakak makan dulu ya, biar aku siapin. Karena setelah nya Kakak harus minum obat," jelas Vanish.

Kemudian ia pergi ke dapur. Membongkar kulkas mencari apa yang bisa diolah.

"Van."

"Eh kodok loncat!"

Kenyataannya yang loncat adalah telur ayam, dan kini mendarat dengan sangat tidak mulus di atas kepala si cewek betawi.

"Kakakk...!"

"Bikin kaget aja tau gak...," seru Vanish dengan bibir mengerucut.

Susi hanya tersenyum kecut dengan wajah pucatnya.

_____****_____

"Panggil Walls Diamond agar dia menghadap ku!" titah Arjuna.

"Tapi Tuan, beliau sedang di Amsterdam," sahut Joy, gusar. Karena ia melihat tuannya merencanakan sesuatu.

"Paksa dia pulang!" Arjuna tak terbantahkan mode on.

"Baik, Tuan." Joy undur diri keluar dari ruangan pemimpinnya itu.

"Jelita...?"

"Siapa anak kecil yang bersamamu itu?"

"Apakah dia?" Arjuna meremas rambutnya, frustrasi.

Bersambung>>>>

1
Hera sasuwe
👍👍
Zana Putri Zakhira
harpic goceng ngk tuuuh....😂😂😂😂
Dyah Oktina
joy tegang krn jarum infus terpasang d lengan milna kali thor.. bukan vanish.. 🤭
Dyah Oktina
😁😁😁😁😁😁😁cerdas kamu ninis
Dyah Oktina
awas aja kamu bersekutu dgn ulat keked. ...habis kamu...habisin aja ya thor kla ada yg mnghianati better cookies 🤭
Dyah Oktina
waduh...terkapar d atas meja.. seperti ikan kehabisan air ya thor..🤭😁😁
Dyah Oktina
sania...wah hampir semua merk minyak jelantah.ada ya... 😆😆😆😆😆
Dyah Oktina
sekarang jd baby a ya...d bab sebelumnya baby s... 🤭
Dyah Oktina
herrrrrrrr 🤭 meletakan arjuna d dalam box bayi...😁😁😁
Dyah Oktina
innalillahi.... 😢😭😭
Dyah Oktina
vanish..pemutih baju...hamidun kah???🤭
Dyah Oktina
🤭😁🤭 grogi ya bet.. megang mahluk mungil
Dyah Oktina
rasain.. akibat mulutmu.. luka tak berdarah..sulit u sembuh.. berjuanglah joy..
Dyah Oktina
syafakillah... umi otor.. sehat terus
Dyah Oktina
kuatkah calon ayah...atau pingsankah.. 😁😁😁
Dyah Oktina
roma kelapa atau roma krekes nih.. 🤭😂😂
Dyah Oktina
kisspray... 🤭😂😂
Dyah Oktina
sepertinya ngak ada.. itu hanya ada d dunia halu.. 🤭
Dyah Oktina
belum tahu aja daddy.. kla debaynya keluar.. dia harus puasa 40hr/2bln deh.. 🤭🤭😆
Dyah Oktina
ya ampun...susi... 🤭😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!