NovelToon NovelToon
Ustadz Impian

Ustadz Impian

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:427k
Nilai: 5
Nama Author: Ufika

Syifa nadira seorang santriwati yang baru saja mondok ia di pertemukan dengan sosok ustadz tampan hingga perasaan mereka saling terbalaskan.
Cinta yang hadir di antara mereka tak mampu menyatukan mereka akankan cinta yang sudah tumbuh di hati mereka akan menyatukan nya. Yuk baca kelanjutan nya segera baca ya.

makasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ufika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Nadia sengaja membawa Syifa ke sisi perpustakaan ia berniat untuk mengancam Syifa.

Syifa yang menyadari ada kejanggalan ia berniat untuk pergi dari sana namun tangan Syifa lebih dulu di cekal oleh Nadia.

''Kamu mau kemana hah?'' tanya Nadia yang sedikit menaikan suaranya.

''Ustadzah, Ustadzah mau apa? Saya tidak pernah mengganggu Ustadzah saya juga sudah tidak pernah berbicara lagi sama Ustadz Yusuf.'' Syifa sedikit gemetar ia takut jika Nadia menyakitinya kembali bahkan ia takut jika kali ini Nadia akan berbuat lebih nekat.

''Hahahaha....'' Nadia tertawa ia merasa puas karena Syifa merasa takut padanya.

''Kamu salah Syifa, kamu sangat salah besar karena kamu masuk pesantren ini dan kamu membuat aku tersisihkan, aku sudah kehilangan kepercayaan ummi dan itu karena kamu Syifa.'' Teriak Nadia yang mulai tidak bisa mengontrol emosinya.

Nadia yang awalnya hanya ingin membuat Syifa ketakutan namun ia kembali kehilangan kendalinya ia mendorong Syifa hingga terjatuh ia pun menarik kerudung yang Syifa kenakan. Ia hendak menarik Syifa agar bangun kembali namun Syifa yang berusaha menahan badannya membuat pakaian yang Syifa kenakan menjadi sobek, Nadia menyeringai dan tertawa puas membuat Syifa menangis histeris.

''Ustadzah saya mohon jangan.'' Syifa menangis sejadinya ketika Nadia mendekatinya kembali.

Nadia yang telah merasa puas ia pun menyudahi aksinya.

''Jika kamu membongkar semuanya akan aku pastikan kamu akan menyesal Syifa!'' Nadia tersenyum ia benar- benar merasa puas.

Nadia pun segera berlalu dari perpustakaan dan merapikan pakaiannya namun saat ia akan meninggalkan Syifa betapa terkejutnya Nadia saat Yusuf telah berdiri di depannya.

''Yusuf....''

Plak. Yusuf menampar pipi Nadia untuk pertama kalinya ia tak memberikan kesempatan untuk Nadia berbicara kembali.

Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang Nadia lakukan pada Syifa.

Yusuf yang melihat Nadia dan Syifa berjalan ke arah perpustakaan ia merasa ada yang janggal ia pun berniat membuntuti mereka dari belakang tapi ia begitu terkejut atas apa yang Nadia lakukan.

Nadia meringis ia memegangi pipinya ia menangis karena Yusuf memperlakukannya seperti itu.

''Yusuf....'' Nadia berkata lirih.

''Pergi dari sini dan jangan panggil aku lagi, aku tidak sudi melihat kamu berada disini lagi.'' teriak Yusuf yang membuat Nadia ketakutan.

Ia baru melihat Yusuf marah besar padanya ia tak menyangka jika Yusuf akan berbuat demikian.

''Kamu telah salah memilih dia Yusuf, kamu tahu jika aku mencintai kamu Yusuf.'' Nadia mulai menangis ia tidak bisa menerima perlakuan yusuf padanya.

''Berhenti berkata cinta Nadia!'' Tidak ada cinta yang menyakiti orang lain kamu benar-benar sudah tidak waras Nadia, sekarang kamu pergi dari sini dan bereskan barang- barang kamu sekarang sebelum aku melaporkan ini semua pada abi kamu!'' Yusuf menatap tajam pada Nadia ia sangat marah atas apa yang Nadia lakukan.

Yusuf pun segera menghampiri Syifa ia merasa sangat sakit hati melihat orang yang sangat ia cintai menangis ketakutan.

Yusuf pun melepaskan sorbannya dan melilitkan pada tubuh Syifa

Sementara Syifa ia terus memegangi lututnya untuk menutupi sebagian badannya yang sudah hampir terlihat ia sangat takut dan ia sangat malu.

''Tenanglah.'' Yusuf pun merangkul Syifa dan memapahnya ke rumah abah.

Pintu pun terbuka Yusuf sangat terkejut karena kedua orang tua Syifa sedang duduk di rumah abah.

Mereka pun berdiri karena kaget dengan apa yang terjadi pada Syifa.

''Syifa.'' Lirih ibu dan ayahnya.

Ibu Syifa segera menghampirinya dan segera memeluk Syifa ia menangis dan terus merangkul putri kesayangannya.

Syifa pun segera di bawa ke kamar tamu oleh ummi bersama ibu syifa.

''Ada apa ini yus? Tanya abah pada Yusuf abah benar- benar tidak percaya dengan apa yang terjadi pada Syifa.

Yusuf hanya diam ia sendiri benar-benar syok dan ia pun bingung harus seperti apa ia berbicara apalagi di depan ayah Syifa.

''Yusuf, apa yang terjadi?'' abah berusaha menahan emosinya abah benar- benar malu atas apa yang terjadi.

Sementara ayah Syifa ia terduduk lemas ia sendiri tidak menyangka pertemuan dengan putri kesayangannya akan seperti ini.

''Siapa yang melakukan ini pada anak saya?'' Tanya ayah Syifa dengan lirihnya ia meminta Yusuf agar segera menjawab pertanyaan mereka.

''Abah Yusuf benar- benar minta maaf, Yusuf lah yang patut di salahkan atas kejadian ini.'' Yusuf tertunduk ia benar- benar bingung.

''Maksud kamu apa Yusuf!'' abah menaikan nada bicaranya, ia sangat tidak percaya dengan apa yang putranya katakan ia memijat pelipisnya berusaha menangkan pikirannya.

Yusuf hanya terdiam ia menundukkan kepalanya.

Ummi yang sedang membujuk Syifa agar mengganti pakaiannya ia mendengar pertengkaran di ruang tamu ummi pun segera menghampiri mereka.

''Sebenarnya apa yang terjadi Yusuf?''

''Aku juga tidak menyangka ummi Nadia berbuat se kasar itu,'' lirih Yusuf ia sudah tidak bisa menutupi semuanya.

''Nadia? apa yang membuat dia melakukan hal seperti itu pada putri saya?'' tanya ayah Syifa yang merasa kebingungan. Ia pun berusaha menenangkan diri agar emosinya tidak menguasai dirinya.

''Panggilkan Nadia ummi dia harus bertanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan.'' Perintah abah matanya memerah menahan amarah bahkan rahangnya begitu mengeras memperlihatkan kemarahannya.

Ummi pun segera mencari Nadia ke kamarnya namun tidak ada, ia mengetuk pintu kamar mandi yang saat ini terkunci.

''Nadia?'' Teriak ummi dari luar.

Namun tidak ada jawaban hanya gemericik air yang terdengar

Ummi sangat takut jika Nadia melakukan hal yang tidak-tidak. Ummi pun segera memanggil beberapa guru lainnya untuk membantu ummi.

Salah satu guru pun mendobrak paksa kamar mandi dan begitu terkejut nya saat melihat Nadia sedang pingsan di bawah guyuran air.

Nadia pun segera di angkat dan di tidurkan di kamarnya, ia pun di temani beberapa temannya untuk segera di ganti pakaiannya.

.

.

Abah yang begitu frustasi ia benar- benar sangat malu pada ayah Syifa abah beberapa kali meminta maaf atas apa yang terjadi pada Syifa.

''Abah tidak perlu meminta maaf ini salah Yusuf bah'' Yusuf pun meminta maaf pada ayah Syifa.

''Saya hanya takut apa yang menimpa Syifa, saya takut jika kejiwaannya kenapa- kenapa,'' lirih ayah Syifa ia menundukkan kepalanya betapa hancurnya perasaannya saat ini, melihat putri kesayangannya melamun yang terkadang menangis.

''Saya akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi jika memang Syifa kenapa-kenapa jawab Yusuf.

Syifa yang sudah mengganti pakaian nya dan sudah sedikit tenang kini ia tertidur di pangkuan ibunya.

Ibu pun memindahkan kepala Syifa dengan pelan-pelan agar Syifa tidak terbangun dan ia pun mengompres bekas tamparan di pipi Syifa dengan sangat hati-hati.

Ibu Syifa mengusap kepala putrinya dengan sayang, betapa perih hatinya melihat anaknya seperti itu sangat menyedihkan.

Yusuf pun berjalan ke kamarnya ia segera duduk di kursi kamarnya, bayangan Syifa yang menangis histeris terus terbayang ia sangat merasakan apa yang Syifa rasakan.

''Andai saja kamu belum menerima lamaran Hanif aku akan segera menikahi mu Syifa aku tidak akan membiarkan seorang pun menyakiti mu.'' Lirih Yusuf.

Ia sangat mencintai Syifa namun ia sadar Syifa telah menerima Hanif dan tidak mungkin baginya merebut Syifa dari Hanif.

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
lumayan seru ceritanya🙂
tetap semangat kak 😃
bontot poenya
p
❤muslimah❤
kenapa yusuf selalu terburu-buru mengambil keputusan thor?
❤muslimah❤
no.. bukan bgini jodohmu suf.
❤muslimah❤
gila. yusuf.. bisa2nya...
dlam islam, wanita hamil diluar nikah harus nunggu lahiran dulu deh baru nikah. bukan sperti kebiasaan org2 dijamin skrg yg menutupi aib dengan segera menikah.
❤muslimah❤
hnif cowok gak tegas dan gak tegaan sama wanita. kalau nikah ama syifa, bsa2 syifa akan selalu bersabar dgn sikap hanif. iisshh..
yusuf juga sih. 11 12.
❤muslimah❤
yaelah.. pernah pacaran toh??
Yunita aristya
ustadz Yusuf gimana kisah nya
Yunita aristya
gimana sama Andrean
Yunita aristya
gimana sama nasib maya
Yunita aristya
nyimak
Aris Pujiono
lanjut kak
Aris Pujiono
nurut saja syifa
Oh Dewi
mampir ah mana tau seru.
Btw, aku pernah baca novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, itu keren banget. Kalo search jangan lupa tanda kurungnya
Oh Dewi: iya samasama😊
total 2 replies
Aris Pujiono
semangat kak
Aris Pujiono
keren ceritanya
Ufika: makasih kak😊
total 1 replies
MommyAtha
anakx ternyata si syifa
MommyAtha
waduhhh bocah
MommyAtha
langsung mematung
MommyAtha
melelehh langsung
Ufika: iya kak😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!