ARE YOU A MERMAID? SEASON 2
Please don't SPAM!! Hargai sesama author.
Update : Di usahakan seminggu 3-4 kali Up.
Diharapkan untuk membaca cerita sebelumnya agar dapat memahami jalan ceritanya. Terima kasih 🙏
Sinopsis :
Namaku Deryne Mikaelson, kalian tidak akan pernah tahu seberapa besar rasa takutku saat aku mengetahui takdirku yang sebenarnya!
Aku ditakdirkan mati di usia 18 tahun karena tidak bisa meminum darah kedua orangtuaku sesuai ritual yang sudah di tentukan oleh kakek buyut'ku...
Aku ingin merubah takdirku, merubah nasib buruk yang diberikan oleh gadis gila itu! Mampukah aku melewati ini semua? Apakah mereka akan percaya jika aku bilang aku ini putrinya? Sementara umur kita sama di tempat ini.
~
Jangan lupa LIKE!! dukungan dari kalian sangat berarti bagi saya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nessa Cimolin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JIWA FUU
Ryn membuka kedua matanya, betapa terkejutnya dia ketika mengetahui dirinya berada dalam satu ruangan bernuansa putih terang.
Berbeda dari yang sebelumnya saat ia bangun di ruangan hampa penuh kegelapan, sekarang ia sedikit tenang karena tempatnya berdiri saat ini dipenuhi cahaya.
"Wow, apa ini surga??"
Ryn menelan ludahnya sendiri, matanya mengawasi sekitar setelah dirasa aman, gadis itu mulai melangkahkan kakinya.
CLAP!!
(Ryn bertepuk tangan)
"Oke, ayo kita cari jiwa mama!"
Gadis bermata biru itu berjalan lurus mengikuti lantunan nada yang indah entah milik siapa. Suaranya begitu merdu terdengar di telinga Ryn, bahkan Ryn sampai ikut menyanyikan lagu yang sepertinya tak asing untuk dirinya.
Suaranya indah sekali... - Ryn.
Semakin jauh Ryn melangkah, semakin jelas pula suara lantunan nada itu terdengar. Perasaan Ryn menghangat, suara yang ia dengar benar-benar menenangkan hati dan pikiran.
Na... Na... Na...
Hati yang murni, hati yang tulus
Tolong aku...
Jiwa yang suci, jiwa yang bersih
Datanglah padaku...
Na... Na... Na...
Hati yang dengki, hati yang iri
Jangan mendekat...
Jiwa yang buruk, jiwa yang hancur
Kenapa mengganggu??
Kedua mata Ryn tanpa sadar mengeluarkan buliran kristal bening, gadis itu menangis ketika mendengar jelas lirik dari nada itu.
Ryn menemukan sebuah pintu kayu berwarna putih. Gadis itu membuka pintu tersebut dengan perlahan, pertama-tama Ryn mengeluarkan kepalanya terlebih dahulu untuk mengintip ada apa dibalik pintu itu.
"Ya Tuhan!!" Ryn menutup mulutnya sendiri tak percaya.
"Ma... Ma??"
Gadis itu menggelengkan kepala pelan, Ryn membuka pintu itu lebar-lebar. Sadar ada yang datang, Fuu menatap seorang gadis yang mirip dengan Densha di depannya.
Kedua mata Fuu mengeluarkan sinar yang lembut, gadis itu dalam kondisi menyedihkan. Fuu duduk dengan melipat kedua kakinya, kedua tangannya terbentang terikat suatu mantra sihir.
Bukan hanya kedua tangannya. Leher, kaki, pinggang, perut dan dada semuanya terikat rantai sihir. Di rantai itu tertulis sebuah mantra-mantra kutukan yang tak di mengerti oleh Ryn.
"Harusnya Hybrid tak memiliki mantra seperti ini kan??"
Kepala Fuu tertelungkup, gadis itu tak menggubris kedatangan Ryn yang sebenarnya ingin menolongnya. Fuu terus menyanyikan lagu-lagu menyedihkan dengan bibir mungilnya.
"Fuu....."
Mendengar seseorang memanggil namanya, Fuu menengadahkan kepalanya menatap gadis bermata biru. Tatapan Fuu begitu tajam, nampaknya ia tak menyukai kehadiran Ryn dalam alam bawah sadarnya.
"Jangan marah..."
"Siapa??" Fuu mulai bicara.
"Aku..." Ryn ikut duduk didepan Fuu, kini kedua wajah cantik itu saling berhadapan.
"Aku Deryne Mikaelson, Putrimu!" Ryn tersenyum.
PTASS!!
(Suara rantai terputus)
"Eh??"
Percikan listrik tercipta ketika salah satu rantai sihir terputus dengan sendirinya. Kedua gadis itu terkejut dan saling pandang, Fuu sama sekali tak mengedipkan matanya karena kebingungan.
Jadi... Begitu cara kerjanya?? - Ryn.
Ryn tertawa cekikikan, matanya terlihat begitu semangat mengetahui cara membebaskan Fuu yang nyatanya begitu mudah.
"Putriku??"
"Iya, benar!" Ryn mengangguk, "Aku adalah putri Densha Mikaelson dan Fuu yang cantik"
Mata Fuu melotot, kedua pipinya bersemu merah. Gadis itu tersenyum tipis tak membantah ucapan Ryn.
"Lalu..." Ryn menundukkan kepalanya. "Aku datang dari masa depan untuk merubah takdir"
"Merubah takdir??"
PTASSS!!!
Lagi-lagi Fuu dan Ryn terkejut mendengar suara rantai sihir yang terputus. Kini ikatan di tangan dan kaki Fuu sudah menghilang.
"Dimasa depan, aku..." Ryn sedih, "Aku tak pernah merasakan kasih sayangmu dan Densha"
"Kenapa??"
"Kau tewas saat berusaha menyelamatkan Densha"
"Fuu??" Gadis cantik itu terkejut, "Fuu mati??"
"Begitulah..."
"Lalu Densha??"
"Dia juga tiada... Aku dirawat oleh Moa dan Mod"
PTASS!!
Ayo Ryn! Lanjutkan! Katakan semuanya - Ryn.
"........" Fuu terdiam.
"Katrina yang melakukan ini semua, aku mendapat dorongan dari seseorang yang ternyata adalah Triton. Dia memintaku untuk merubah segalanya"
"Ayah???"
"Iya, ayahmu! Lebih tepatnya kakekku, aku curiga bahwa Triton yang sengaja membuat kabut bawah air itu"
"Kabut apa??"
"Ah! Maaf... Aku menghapus ingatanmu soal itu"
PTASSS!!!
"Kau lihat??" Ryn memandang satu-satunya rantai yang mengikat leher ibunya.
"Ini adalah rantai kejujuran, Fuu tahu itu" Fuu terlihat begitu sedih.
"Kenapa dengan wajahmu?"
"Kejujuran yang Ryn katakan membuat Fuu sedih, apa akhirnya Fuu akan kehilangan Densha?"
"Maka dari itu aku kemari, aku tak bisa kembali ke masa depan! Karena mungkin masa depan sudah berubah saat ini" Ryn menyentuh kedua tangan Fuu lembut.
"Ryn..." Fuu menatap Ryn lebih dekat, "Apa Densha menyukai Fuu??"
"Eh??" Ryn terbelalak, "Bukankah aku bilang bahwa aku ini putrimu dan Densha? Sudah pasti dia menyukaimu kan?? Kalau tidak kenapa kalian menikah dan punya anak?"
"Fuu tidak ingin Densha mati..."
"Aku juga tidak akan membiarkan itu terjadi"
"Apa sebaiknya Fuu mengalah saja?"
"Mengalah bagaimana??" Ryn mengangkat sebelah alisnya.
"Fuu akan kembali ke laut, membiarkan Densha hidup tenang dan damai tanpa ada seorangpun yang membencinya"
"Apa??" Ryn terkejut, "Siapa yang menurutmu akan damai?? Kau atau Densha??"
Ryn melepas pegangan tangannya pada Fuu, gadis itu terlihat marah. Ia duduk membelakangi Fuu sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"........"
"Dan lagi..." Mata Ryn berkaca-kaca, "Kalau kau menyerah, untuk apa aku bertindak sejauh ini? Jika kau tak bersama dengan Densha maka aku juga akan menghilang"
Benar! Jika Fuu memutuskan kembali dan memilih untuk menjauhi Densha, maka Ryn juga tidak akan pernah dilahirkan di dunia. Tak kan ada lagi Tribrid yang menjadi incaran.
"Maaf... Fuu hanya memikirkan jalan yang terbaik"
"Tidak akan ada yang berakhir baik untukmu, Densha dan aku"
Fuu menengadahkan kepalanya menatap punggung Ryn, gadis itu teringat ucapan Moa yang menentangnya ketika dia dulu ingin kembali ke laut dan menjauh dari Densha.
"Katakan padaku, selain Katrina siapa lagi yang membencimu??"
"Ng...." Fuu bingung.
"Ada orang lain, selain Katrina! Triton bilang namanya adalah Kraken, apa kau mengenalnya??"
"Tidak" Fuu menggelengkan kepala pelan.
Apa sosok menyeramkan yang sebelumnya kutemui adalah Kraken?? - Ryn.
"Kau bisa bicara dengan ayah??"
"Tentu saja!" Ryn terlihat antusias, "Memangnya hanya kau saja! Asal kau tahu, setengah darahku adalah milik Triton. Hehe"
Fuu tersenyum, ia senang mengetahui bahwa di masa depan ia memiliki putri yang begitu baik dan ceria.
"Kenapa rantai di lehermu tidak putus-putus ya??"
"Fuu tidak tahu"
"Hmmm...." Ryn memikirkan sebuah kejujuran yang mungkin saja menjadi kunci utama untuk membuka ikatan rantai tersebut.
"Kau tahu? Moa dan Mod mengorbankan putrinya untuk menyelamatkanku, jadi... Maukah kau membantuku merubah takdir??"
"Apa??" Fuu terkejut, "Apa yang Ryn katakan??"
PTASSS!!!
Kini seluruh ikatan rantai di tubuh Fuu telah hilang, saking senangnya Ryn sampai memeluk tubuh Fuu dengan erat.
"Syukurlah..."
"Tolong jelaskan mengenai putri Moa dan Mod?"
"Jika kita sudah kembali, akan aku jelaskan!" Ryn tersenyum senang.
"Bagaimana cara kita kembali??"
Ryn memandang sekeliling, benar juga! Ryn belum mempelajari bagaimana cara keluar dari dalam jiwa seseorang.
"Begini, akan aku kirim kau keluar terlebih dahulu! Setelah itu beritahukan pada Densha, lakukan hal yang dia lakukan sebelumnya untuk mengeluarkan aku dari tempat ini, kau mengerti??"
Fuu menganggukkan kepala, setelah itu Ryn menggenggam kedua jemari Fuu dan mulai membacakan mantra. Tanpa sadar, Fuu memejamkan kedua matanya dan ikut mengucapkan mantra yang di katakan oleh Ryn.
Fuu membuka kedua mata indahnya, gadis itu merasakan seseorang sedang menggenggam jemarinya dengan lembut. Ia bangun di ruangan yang remang dan hanya disinari cahaya lilin.
"Mod??" Fuu melihat Mod disampingnya.
"FUU?? YA TUHAN!!!"
Mod berteriak, membuat Densha dan Moa terkejut. Gadis manis itu langsung memeluk Fuu, ia mengusap-usap punggung Fuu saking senangnya.
Dari jauh, Densha terlihat tersenyum. Ingin sekali ia menghampiri Fuu, namun Densha tak bisa melakukan itu karena Ryn belum sadar dari tidurnya.
"Ryn bilang, lakukan hal yang sama seperti yang Densha lakukan sebelumnya" pinta Fuu lalu tersenyum.
"Baiklah..."
BERSAMBUNG!!!
Jangan lupa LIKE, Komentar, Favorit, Follow dan Rating ya?? 😘 Terima kasih...
baru tahu ad novel sebagus ini tentang mitologi..
kebetulan aku sangat suka mitologi..
maaf ya jarang meninggalkan kesan pd eps🙏
tp fiks aku suka...
tp yg manis2 saja...
tp berharap tdk ad katrina ke 2