Karena permintaan Dari ke dua orang tuanya, Marcel terpaksa menikahi perempuan yang bahkan belum dikenalnya sama sekali. sedangkan Syifa hanya menurut saja apa permintaan dari omanya untuk menikah. lantaran setelah kepergian dari kedua orang tuanya, hanya oma haidah lah satu-satunya keluarganya.
Marcel.
Kita lihat saja nanti, setelah menikah? aku akan buat hari-harimu seperti di neraka, dan kau sendiri. yang akan minta berpisah dariku. sehingga aku akan bebas dari belenggu pernikahan palsu ini.
Syifa
perasaan apa ini, akankah pria! yang akan kunikahi nanti bakal mencintaiku dengan sepenuh hati atau malah sebaliknya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sari Fernita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
Marcell terus berdiam diri tanpa mengatakan sepatah katapun. Hatinya benar-benar sakit sehingga ia tidak mampu menjabarkan seberapa besar rasa sakitnya. Berulang kali Roy dan Martin mencoba menyadarkan Marcell dari lamunannya.
"Hey Cell? kenapa kau melamun... apa kau sedang memikirkan sesuatu." Tanya Roy seketika membuat Marcell tersadar.
Marcell mencoba terlihat biasa sajah agar Roy tidak merasa curiga." ehhh sory...sory tadi gue habis memikirkan rapat penting?." Jawab Marcell mengalihkan Pembicaraan.
Roy tidak akan semudah itu percaya pada kata-katanya. ia merasa sangat yakin kalau Marcell pasti juga sangat mengenal Syifa.
"Cell? cobalah kau jujur padaku? apakah kau sudah mengenal Syifa." Tanya Roy merasa curiga.
Marcell blingsatan dan bingung harus menjawab apa. tidak mungkin ia berkata jujur bahwasannya Syifa adalah istrinya namun disisi lain ia sangat ingin mengatakan bahwa Syifa adalah istrinya. Sungguh masalah ini sangat berputar-putar diotaknya.
"Eh----eh?... nggaklah!!.... gue tidak mengenal yang namanya Syifa?." gelagapan Marcell Menjawab perkataan Roy.
"Tapi kenapa Elo seakan terkejut saat gue mengatakan Nama Syifa." Ucap Roy masih tetap menaruh curiga pada pria yang sudah ia anggap sahabatnya itu.
Marcell semakin tercekat saat Roy melontarkan pertanyaan yang semakin menyudutkan dirinya. Dengan perasaan was-was dan takut keceplosan ia harus memikirkan alasan yang masuk akal agar sahabatnya itu percaya padanya.
"ohh itu?? gue terkejut Karena gue kira Syifa yang elo maksud adalah Syifa karyawan gue? padahal setelah kau menyebutkan nama belakangnya ternyata beda." Ujar Roy dengan senyum yang dibuat-buat.
Roy menghembuskan napas lega saat mengetahui sosok yang Marcell maksud ternyata buka Syifa yang ia cintai.
"Gue sempat mengira kalo elo kenal dia?." Sahut Roy menepuk Bahu Marcell pelan.
"Oke? mumpung kita sudah tau nama wanita itu? kau harus lekas mempertemukan kekasihmu dengan kami? gue merasa sangat penasaran bagaimana tampangnya. hingga membuat Roy begitu takluk padanya." Ucap Martin tiba-tiba menyela pembicaraan Roy dan Marcell.
"Kekasih?" Marcell semakin terhenyak kala Martin langsung Menyebut Syifa sebagai Kekasih Roy. inginnya berkata jujur bahwa Syifa adalah istrinya dan hanya miliknya seorang. Namun ia tidak bisa Karena tidak mempunyai alasan. "huff??? Sungguh kenapa gue harus berada disituasi yang tidak mengenakkan Seperti ini? dan kenapa juga Harus Syifa yang Roy Cintai...Arghhhhh!!." Umpat Marcell dalam hati.
"Sejak kapan Roy? elo menyukai perempuan itu." Tanya Martin kembali.
Roy tersenyum mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Martin sebelum Akhirnya Menjawab pertanyaannya." Gue mencintai dia sejak satu bulan terakhir ini." jawab Roy dengan tersenyum sembari membayangkan wajah cantik Syifa.
Marcell semakin uring-uringan dan gelisah saat Roy mencurahkan isi hatinya tentang cintanya pada Syifa. Ia sudah tidak bisa lagi mengontrol rasa sesak untuk mendengarkan lebih curhatan dari Roy. Oleh karena itu. ia pamit pulang duluan dengan alasan urusan kantor.
"oh iya?? gue pamit duluan yah, ada urusan mendadak dikantor." Pamit Marcell pada kedua sahabatnya.
"yahhh??? kita baru ajah ngumpul bareng? dan elo malah pamit duluan."Pinta Martin merasa kecewa.
"iya??? apa tidak bisa diundur dulu urusannya.? Tambah Roy.
"Maafkan gue guys? tapi urusan ini benar-benar penting sekali? Karena itu gue harus segera pergi." Jawab Marcell dengan Sendu walau sebenarnya ia berbohong.
"Oke?? nanti lain kali lagi? baru kita ngumpul bareng lagi yaa." Ujar Martin pasrah.
" Oke bro??." Balas Marcell setelah itu melangkah pergi meninggalkan Roy dan Martin.
**********
Setelah sampai di Apartemennya. hal pertama yang ia lihat adalah Syifa yang sedang meringkuk di sofa sambil tertidur pulas dengan TV yang masih menyala.
Sungguh pemandangan yang sangat indah saat Melihat Syifa begitu cantik saat tertidur pulas. ia tatap dengan lamat-lamat wajahnya yang polos bak seorang Bayi. Apalagi bibirnya? Astagaa ia pengen sekali mengecupnya. Dengan perlahan-lahan ia mendekatkan wajahnya untuk merealisasikan keinginannya untuk mengecup bibir Syifa. Namun Sialnya Syifa tiba-tiba bergerak dan perlahan bangun.
Seketika Marcell beringsut menjauh dari Syifa dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.
Setelah mengerjap beberapa kali. hal pertama yang dilihat adalah Marcell berdiri sambil melipat dada menatap tajam kearahnya.
"Kau baru pulang?." Tanya Syifa pada pria yang sedang melipat dada dihadapannya.
"Iyah? aku baru pulang? kenapa kau tidur di sofa dan apalagi ini? kau tertidur dengan tv masih menyala." ucap Marcell melototi Syifa.
"Maafkan aku? tadi aku ketiduran, jadi lupa mematikannya? lekaslah bersihkan dirimu. aku akan siapkan makan malam untukmu." Ucap Syifa kemudian melangkah kedapur untuk menyiapkan makan malam.
Setelah Membersihkan dirinya dan berganti pakaian menjadi pakaian santai. ia pun melangkah kemeja makan untuk menyantap makanan yang telah disiapkan Syifa untuknya.
"Kenapa jam segini kau baru pulang?." Tanya Syifa pada pria yang kini sedang menyantap makanan.
"Tadi Martin dan Roy mengajakku untuk berkumpul, jadi aku singgah dulu di klub untuk bertemu mereka." jawab Marcell di sela-sela makannya.
" wahh? ada Kak Roy juga ya?." Tanya Syifa memperlihatkan senyum manisnya.
Marcell Melototi Syifa dengan tajam. ia merasa tidak suka kalau Syifa menanyakan tentang Roy padanya.
"Kenapa kau tanyakan dia hah." Tanya Marcell dengan ketus.
"Emang gak boleh." Alih-alih menjawab ia malah bertanya Balik.
Marcell menghembuskan napasnya dengan kasar." pokoknya kalau didepanku kau tidak boleh menanyakan pria lain padaku." Ancam Marcell.
"Kau ini selalu sajah marah-marah? tidak ada lembut-lembutnya sama sekali pula." Ucap Syifa dengan kesall.
"Makanya jangan memancing emosiku?."
"Aku kan cuman bertanya? apa salahnya."
Setelah lama berdiam. Marcell kembali bertanya pada wanita yang kini sedang kesall dibuatnya.
"Apa kau nanti berniat berpisah denganku." Tanya Marcell.
"Hah perpisahan." Syifa tercengang dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Marcell. Kenapa bisa Marcell menyinggung tentang perpisahan disaat pernikahan mereka masih berjalan satu bulan."
Bersambung...