Menceritakan tentang perjuangan wanita untuk menahlukan hati seorang Pria dingin dan pendiam, cerita ini berbau humor yang bisa membuat para pembaca cekikikan, tetapi juga ada beberapa part yang bikin naik darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
sedari pagi hati Tania galau karena mendapat kabar dari Jogja bahwa Bapaknya jatuh sakit, Tania yang ingin pulang juga ragu, takut-takut sang Bapak langsung nyediain calon suami untuknya, karena sedari dulu ituuu ajah yang di permasalahkan oleh kedua orang tuanya.
di daerah Tania tinggal, perempuan yang jadi sarjana itu sangat jarang, alasannya ya karena perempuan itu tugasnya ngurus suami bukan cari duit, pemikiran kuno yang masih di terapkan di desa tempat tinggal Tania.
beruntung orang tua Tania orang terpandang, yang sedikit memiliki pemikiran modern, tapi perlu di garis bawahi, " sedikit" karena tetap saja Tania seperti seorang penulis yang dikejar deadline, bedanya si Tania di kejar suruh nikah.
hari ini Tania tidak pergi ke kampus, alasannya apa lagi kalo Om nya si pemilik kampus langsung memberinya perintah untuk segera pulang ke Jogja.
Tania hanya mengela nafasnya kesal, hari inipun Tania sudah mulai berhenti untuk mengirimkan makan siang untuk Rayhan, Tania merasa sia-sia, karena toh Rayhan tak pernah memakan masakanya.
Tania duduk selonjoran di sofa milik nya, memikirkan apa gerangan yang akan dia lakukan. tetapi pada akhirnya Tania ketiduran.
_________
Di pabrik Dwi putra
Rayhan sedang mondar-mandir menunggu seseorang yang tak kunjung muncul.
" cih, aku ini kenapa??" gerutu nya kesal.
Suara langkah kaki membuat Rayhan segera berlari duduk di kursi kebesarannya, dan langsung pura-pura sibuk.
sedikit menyergit karena tidak kunjung mendengar suara ketukan pintu, Rayhan yang penasaran melangkahkan kakinya menuju pintu ruangannya, tetapi belum sempat membuka pintu itu sudah terdorong dari luar membuatnya mundur beberapa langkah.
" Ray!!" sapa Dastant yang hendak masuk.
Rayhan melihat sesuatu yang mungkin dibawa sang Kaka, tetapi Dastant sama sekali tidak membawa apa-apa.
" mas Ant gak bawa sesuatu??"
" Bawa Apa?? tas mas sudah di dalam!!"
" Bukan tas, tapi.....
" Tapi??" Dastant seolah minta penjelasan.
" Ah tidak!! lupakan."
Dastant sedikit bingung melihat tingkah laku Rayhan, tetapi karena banyak pekerjaan, Dastant meninggalkan Rayhan yang masih terlihat gelisah.
2 jam berlalu, akhirnya Dastant berdiri dari duduknya, dan masih melihat Rayhan yang seperti tak ada niat Bekerja sama sekali.
" pulanglah Ray, kamu terlihat tak semangat kerja, kayak kurang sajen gitu muka mu!!" ejek Dastant pada Rayhan, yang membuat Rayhan mendengus.
" padahal sudah hampir jam makan siang!!" gunam Rayhan yang masih bisa di dengar oleh Dastant.
beberapa saat kemudian Dastant tertawa.
" jangan bilang kamu nungguin Tania Ray?? tebak Dastant, yang sayangnya begitu tepat sasaran.
Dastant semakin tertawa, saat tak mendapat bantahan seperti biasanya dari Rayhan.
" Barang kali dirinya sudah menyerah mengejar seorang pria balok es kayak kamu Ray, atau mungkin Tania sudah ada cowok incaran baru!!" Dastant memanasi sang adik.
ayolah!! sampai kapan adiknya ini jadi pria banci seperti ini, seorang pria yang mengharap wanita yang berjuang untuk nya sangat cocok di sebut banci bukan??
mendengar ucapan Dastant, Rayhan bergegas pergi, tak sedikitpun ada ucapan kata untuk sang Kaka, sedangkan Dastant yang di tinggalkan begitu saja hanya mampu mengelengkan kepalanya karena itu sudah biasa.
Suara ketukan pintu membuat Tania membuka matanya dan segera bergegas membukakan pintu
Tania menatap Bingung seseorang yang sedang berdiri di depan rumahnya dengan kedua tangan yang di masukkan ke dalam kantong Jean, yang membuat Trench coat nya terangkat menyamping, Rayhan bak seorang model , gayanya sangat stylish, trench coat di-mix dengan dalaman kaos putih polos , gaya nya seolah sedang berpose hendak di abadikan oleh kamera.
" Ya Allah kenapa Pria ini tak pernah mati gaya, Dimata ku dia maha sempurna".
Tania yang terpesona dengan penampilan Rayhan, sampai lupa caranya bernafas.
" Itu liur mu banjir Bocah!!" ketus Rayhan dan masuk tanpa dosa kedalam rumah Tania.
Tania menatap tak percaya tingkah Rayhan yang main nyelonong saja tanpa izin.
Tania menyusul kedalam
" Mas Ray ngapain ke sini??" tanya Tania menghampiri Rayhan yang duduk di sofa bekasnya tiduran tadi.
" Mau makan siang!!" jawab Rayhan santai.
Tania masih mencerna ucapan Rayhan.
"maksudnya apa ya??, kalau mau makan siang kenapa gak ke warung makan, kok malah kerumah ku??"
batin Tania.
" kenapa gak ke kantorku hari ini?? mana makan siang ku??" tanya Rayhan tanpa dosa.
CK' Tania berdecak tak percaya.
" mulai hari ini saya berhenti antarin Anda makan siang! Anda bisa makan diluar seperti biasanya".
Rayhan langsung menarik tangan Tania keluar rumah.
" Ih mas Rayhan kenapa suka banget tarik ulur, memang begitu kali tabiat Pria suka banget tarik ulur!!"
mendengar penuturan Tania, Rayhan menatap tak percaya pada Tania.
Rayhan menatap Tania dari ujung kaki hingga ujung kepala.
kenapa aku ngerasa bocah ini tak sepolos sebenarnya, atau jangan-jangan .. apa maksud tarik ulur itu adegan ranjang??"
Rayhan melepaskan tangan Tania dan masuk kedalam mobilnya setelah itu mengendarai mobil nya meninggalkan kediaman Tania.
Tania seperti mimpi di siang bolong mendapat kunjungan kilat dari Rayhan.
" dasar jailangkung!!" ketus Tania pada angin yang berhembus yang meninggalkan wangi khas Rayhan.