NovelToon NovelToon
SULUNG

SULUNG

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Patahhati / Tamat
Popularitas:711k
Nilai: 4.8
Nama Author: Lel

"Ketika aku diberikan amanah oleh ayahku untuk melindungi ibu dan adikku, di saat itulah aku menomorsatukan kebahagiaan mereka. Termasuk melepas segala rasa yang disebut cinta." Nadya Ayu Attalita.


"Kita berdua adalah anak sulung yang rela berkorban untuk keluarga, tapi aku mohon sekali saja aku egois untuk memilikimu." Alan Presdio Wiratama.


Mungkinkah Alan dan Nadya menyatukan cinta di atas kepentingan keluarga? Atau mereka memilih berpisah demi kebahagiaan keluarga mereka?

Semoga tidak terbawa emosi hingga menangis Bombay....selamat membaca di karya keduaku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

REUNI-2

Suasana terasa sangat canggung dengan kehadiran Manda, Alan bahkan sampai menatap perempuan itu lekat. Nadya pun juga ikut menatapnya. Kalau ada jangkrik di antara mereka pasti hanya bunyi suara hewan itu yang terdengar, krik...krik...

"Ehem!" Alex membuyarkan suasana canggung dengan berdehem sedikit keras, "Kayaknya kalian bicara dulu deh, biar Nadya aku ajak ke sana saja!" tunjuk Alex pada panggung penyanyi. Eh gila apa, Nadya gelagapan melihat arah telunjuk Alex, mau apa si bule itu. Mengajaknya menyanyi?

"Gak usah, kan Lo bilang juga Lex, kita reuni untuk hepi-hepi, tak perlulah buang waktu untuk mengenang masa lalu."

Nyelekit sekali ucapan Alan, Nadya tahu setiap perkataan Alan menyertakan sebuah kenangan pahit di usia remajanya. "Atau kita pulang aja, Nad?" tawar Alan kemudian.

"Boleh!" ucap Nadya mantap. Kasihan juga sama si Mbak Manda yang dikacangin Alan, bahkan tidak dipersilahkan untuk duduk. Alex hanya menghembuskan nafas berat, ia menyadari sakit hatinya Alan masih teramat jelas.

"Yuk!" Alan sudah berdiri, ia menonjok lengan Alex sebentar lalu memegang lengan Nadya untuk segera keluar dari tempat reuni.

Baru saja, ia melangkah. Suara Manda membuat Alan berhenti. Tangannya masih memegang lengan Nadya erat, seperti meminta kekuatan.

"Kamu mau menghindari saya sampai kapan, Lan? Bahkan Tuhan saja mudah memaafkan kesalahan hamba-Nya. Kenapa kamu tidak bisa? Mungkin kamu bisa menertawakan kehidupanku sekarang, kalau itu bisa membuat kamu memaafkan aku."

Alan tak bergeming, Nadya yang berada di tengah keduanya hanya diam. Banyak bisik-bisik yang terdengar apalagi Alan cukup terkenal di angkatannya.

"Jangan libatkan perasaan orang lain sebelum kamu merelakan perasaan kita." Manda masih mendominasi. Tanpa diduga Alan berbalik, dan menarik tubuh Nadya begitu saja. Ia lebih baik keluar dari acara itu daripada membuat onar dan melibatkan perasaan.

"Bapak kenapa sih? Mbaknya cantik loh, dianggurin aja!" protes Nadya yang sudah memaksa Alan untuk melepaskan lengannya.

"Cantik tapi gak setia percuma!" ketusnya sambil menekan remote mobilnya. Nadya mencibir, katanya gak pernah pacaran kok ngomongin setia. Aneh.

"Bapak mantannya si mbak itu?" Nadya kepo.

Alan meliriknya sekilas, dan tersenyum. "Kalau kamu mau jadi pasangan halal saya, saya bakal terbuka buat kamu. Buka-bukaan tiap hari juga gak pa-pa."

Nadya melongo, wajah jahil si bos pengen ditabok saja. Beraninya bahas topik yang bikin otak traveling. Astaghfirullah.

"Udah ayo antar saya pulang." Pinta Nadya ketus. Biarlah dianggap tidak sopan, ia sudah jengah berdekatan dengan Alan.

"Kamu gak penasaran cerita saya sama dia?"

"Enggak, Pak. Karena bukan kapasitas saya untuk tahu urusan pribadi bapak."

"Kan kamu pacar saya."

"Pacar dari Hongkong. Ah..udah deh, Pak berhenti bikin baper, karena percuma saya gak bakal baper sama bapak."

"Dih ..dih .." Alan menggelengkan kepala, ingin protes pada ucapan Nadya yang gak mau dibaperin. "Yakin gak mau dibaperin?"

"He'em yakin, Pak."

"Segitu gak sukanya sih kamu dengan saya, Nad!"

"Professional, Pak. Lagian saya sadar diri lagi, kalau mengharapkan bapak nanti takutnya nyesek."

"Kok gitu?"

"Karena bapak belum bisa move on dari perempuan itu, mungkin saja bapak mau dekat dengan saya atau bahkan bercanda dengan melamar saya untuk pelarian. Kasihan saya nanti, Pak. Dapat raga tak dapat jiwa dan perasaan bapak."

Alan terdiam, apa yang Nadya ucapkan sedikit banyak sudah menyentil perasaannya. Manda, cinta pertamanya, masih ada desiran perasaan ketika mengingat perempuan itu. Terlebih statusnya sekarang sudah single dan terlihat sangat cantik, hanya saja cap tidak setia sudah terpatri dalam otak Alan tentang Manda. Ia tidak mau mengulang kisah cinta seperti itu, trauma menyukai perempuan pun ia rasakan hingga sekarang di usia yang cukup matang untuk membina rumah tangga.

"Terimakasih, Pak!" ucap Nadya setelah mobil Alan sudah berada di depan rumahnya. Alan hanya mengangguk saja, tanpa membalas ucapan Nadya. Ia menatap punggung gadis cantik itu yang semakin menjauh, sempat tersenyum melihat dia berdebat kecil dengan adiknya mungkin, bahkan Nadya sempat menonyor kening adiknya sebelum masuk rumah.

Semoga kamu jadi jodohku, Nad. Batin Alan berdoa, segera mengemudikan mobilnya menuju apartemennya.

Lain Alan lain juga Nadya, setelah membersihkan diri dan bersiap tidur, ia sempat mengecek ponselnya. Matanya mau copot ketika melihat foto dirinya dan Alan di reuni tersebut, dan siapa pengirimnya. Erick.

Ah...Nadya lupa kalau Erick teman satu SMA dengan Alan, bahkan Rilo juga sama. Kenapa dirinya sampai lupa dan tidak bertemu sama sekali dengan mereka berdua. Ah ... menyebalkan bin gawat nih. Bisa jadi foto itu digunakan sebagai ajang ledekan Erick yang jahil.

/Bos kita otw laku nih/

Begitu pesan pribadi Erick yang menyertai foto di reuni Alan-Nadya tadi. Sialnya Nadya dan Alan sedang tertawa, bisa-bisa jadi bahan gosip yang sedap nih. Haruskah dia menjadi bulan-bulanan para penggemar Alan.

/Pak Erick gak usah macem-macem deh, saya cuma menemani Pak Alan/

/😜😜😜😜😜😜/

Hanya membalas dengan emot, Nadya spontan melempar ponselnya di kasur, kesel. Nadya bisa dicap perempuan munafik, yang awalnya tak suka dengan Alan sekarang kepincut juga. Eh... sebenarnya gak masalah juga sih, toh hati kan bisa terbolak balik.

/😫😫😫😫/

Erick dan Nadya berbalas emoticon tak penting, hanya menunjukkan bahwa Nadya tak mau ada gosip aneh tentang dirinya dan Alan. Toh..side jobnya tinggal beberapa hari lagi, habis itu ia akan kembali ke tim keuangan. Tak berjumpa tiap hari dengan Alan.

Ting

Nadya yang baru saja memejamkan mata, terpaksa bangun setelah mendengar notif wa yang masuk. Meski kesal dan mengumpat kalau saja itu Erick, siap-siap saja besok pagi bakal ngomel pada atasannya itu, ganggu orang tidur saja.

/Nite/

Singkat, padat dan jelas, pesan dari Alan, membuat Nadya terpaku beberapa detik. "Sebegitu inginnya jadi pacar gue." Gumam Nadya yang berniat mengabaikan pesan itu.

******

Seperti pagi biasanya, Nadya melangkah ke kantor Alan dengan penuh semangat. Mengabaikan drama perasaan yang gencar dikeluarkan oleh bos gantengnya. Uang adalah tujuan utama Nadya, sehingga apapun yang terjadi ia akan menomorduakannya , termasuk menolak perasaan Alan.

"Semangat benar calon ibu direktur." Celetuk Erick yang kebetulan beriringan dengan Nadya saat di lobi.

"Masih pagi, Pak. Jangan ngajak ribut deh."

"Cieeeee."

Nadya hanya mendengus kesal, semakin meladeni dan kesal, maka Erick semakin menggodanya.

"Emang kemarin kalian gak lihat gue, Ya?"

Nadya menggeleng, kemudian memencet tombol lantai yang ia tuju. Sedangkan Erick hanya menahan tawa karena anak buahnya itu sedang mogok bicara.

"Ya gak bakal lihat, orang tatap-tatapan penuh lope-lope." Masih menggoda Nadya rupanya.

"Iyalah, bertebaran ampe lope-lopenya miber." Mulut Nadya gatal tak membalas ucapan Erick.

Lah si Erick malah terkekeh, gemas juga melihat wajah Nadya yang cemberut. "Pepet terus, Nad. Gue yakin Lo bisa jadi nyonya direktur."

"Pak Eriiiiickkkk!" hentak Nadya kesal.

1
Sayuri
nove ll k 2 yg q bca. izin mmpir tor
Lel: monggo kakak
total 1 replies
Arini Zain
semangat pak Alan.
ganbate
Arini Zain
koq q yg jdi baper ya thor heheheee
Lel: 🤣🤣🤣🤣 baper ya
total 1 replies
Vivi Zenidar
kenapa ga ibu nya aja yg.......
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Vivi Zenidar
Aamiin
aksari
selalu suka ceritanya 👍👍
Sri Ariyanti
tq thor udah mempersatukan Nadya n Alan
Sri Ariyanti
cuma bisa 😭😭😭.jangan bikin hati readers terhura apa thor
Lel: selamat menangis bombay
total 1 replies
Sri Ariyanti
Aamiin. Semoga segera qobul ya pak Alan do'anya
Sri Ariyanti
tuh kan thor dengerin kata hati nadya, dia tetep maunya sama Alan.
reader juga maunya juga gitu.
Lel: siaaappp
total 1 replies
pipi gemoy
👍🏼🌹
pipi gemoy
🌹
Ari Sawitri
iya kebangetan si Alan .. kok ya bs malah nongkrong Ama temen istri lagi hamil dibiarkan plg sendiri 🤨😏
Lel: lagi tantrum bu
total 1 replies
pipi gemoy
🌹
Santi Rizal
Kuno banget ibumu Nadya
Santi Rizal
gregetan banget sama si ibu
Santi Rizal
kasian hubungan Alan sama Nadya harus menggantung
Santi Rizal
di keluarga suamiku boleh tuh adik kakak saling menikah.. adik sama adik.. kakak sama kakak nya
Lel: beda adat kak, kalau di daerahku lebih baik dihindari ..rumah tangga kakak yang apes. wallahu alam juga
total 1 replies
Santi Rizal
duh gitu amat sih kasian Alan dan Nadya
Santi Rizal
nyesek banget ya nad
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!