NovelToon NovelToon
Full House (Wedding Agreement)

Full House (Wedding Agreement)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Balas Dendam / Badboy / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ice Princess ❄️

Alice Geraldine Williams, Seorang mahasiswi cantik, cerdas dan berprestasi dikampusnya. Ia terkenal dengan pribadi yang bar-bar, keras kepala dan ambisius untuk mengejar cita citanya dan karirnya sebagai seorang model.

Hingga suatu hari sebuah insiden membuatnya harus menjalani sebuah pernikahan kontrak untuk menyelamatkan perusahaan Ayahnya dari kebangkrutan dengan seorang CEO kejam yang bernama Alexander Jonathan Smith.

Sang suami yang ternyata mempunyai dendam besar terhadap wanita yang sudah mencampakkanya, membuatnya ingin melampiaskan semua dendamnya kepada istri kontraknya dengan cara menyiksanya.

Namun seiring berjalannya waktu, rasa dendam yang ia miliki justru membuatnya terjebak dan jatuh cinta kepada istri kontraknya yang ternyata punya kepribadian yang unik dan menarik.

Hingga pihak ketiga pun datang untuk menguji seberapa kuat benteng pertahanan rumah tangga mereka akan bertahan.


Akankah dia menemukan tambatan hatinya yang sesungguhnya ? Novel ini menjadi saksi sebuah perjuangannya dalam menemukan kebahagiaan dan cinta sejatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ice Princess ❄️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 23

...~Chapter 23~...

Alice mengigit bibir bawahnya bahkan nyaris terluka, ia bahkan mulai ragu apakah ia bisa menjalankan semua itu belum lagi ia masih punya tanggung jawab untuk mengelola perusahaan Ayahnya yang ditinggal ke Amerika.

Belum lagi Butik miliknya yang sudah beberapa hari ia tutup, pelanggannya bahkan sudah ada beberapa yang menghubunginya untuk memesan gaun hasil rancangan Alice yang bisa dikatakan sangat bagus dan berkualitas itu

"Bagaimana aku harus melakukan semua ini, aku bahkan masih harus kekampus. Duuh... aku bisa gila jika melakukan semua itu setiap hari !" Batin Alice, ia benar-benar bisa merasakan seluruh tubuhnya nampak sudah tidak berdaya lagi

"Tuan, aku tidak mungkin bisa melakukan semua itu sendiri, aku bukan robot Tuan, aku cuma manusia biasa!"Ucap Alice dengan sorot mata yang meminta pengertian Alex

"Aku tidak mau menerima penjelasan apapun dari kamu, bukankah kau sendiri yang sudah menyetujui semua peraturan itu sebelum kita menikah, jadi silahkan laksanakan kewajibanmu tanpa banyak protes atau aku akan berhenti mendanai perusahaan kamu yang mau bangkrut itu hingga hanya akan tinggal Nama saja bagaimana ?."Ancam Alex dengan senyum yang menyeringai

Alex tertawa sinis melihat ekspresi Alice yang nampak sudah mulai kehabisan semangat hidupnya.

"Dasar manusia tidak punya perasaan, bisa-bisanya dia menggunakan kekuasaannya untuk menindas orang lain, Awas saja kau Alex..! aku pasti akan membalas semua perlakuan kejam kamu ini sama aku."Umpat Alice dalam hatinya

"Dan satu lagi, ambil semua barang-barang kamu yang tidak berguna ini dikamarku karna aku tidak mau melihat ada satupun yang tersisa dilamarku !" Pinta Alex sambil berjalan pergi

"Tampa kau suruh pun aku akan mengambilnya, siapa juga yang mau sekamar dengan pria Arogan sepertimu !"Alice terus ngedumel dengan ekspresi dongkol mencoba mengambil beberapa barang-barangnya di kamar itu

"Selamat menjalani kewajiban menjadi istri dari seorang Tuan Alexander, Nona Alice Geraldine Williams !"Alex membisikkan dengan lembut kata-kata itu ditelinga Alice lalu pergi meninggalkannya dengan senyum penuh kemenangan

"Aku benar-benar ingin memberantas pria bajingan sepertimu sampai ke akar-akarnya, dasar manusia tidak punya hati...!"Alice tidak berhenti memaki Alex dengan penuh emosi bahkan pria itu terlihat sangat bahagia sudah membuatnya menderita seperti itu

Nampak seorang pelayan dimansion itu mencoba menghampiri Alice yang terlihat sibuk menata barang-barangnya dikamar barunya

"Nona muda jangan khawatir, Bi Inah pasti akan membantu anda dalam melaksanakan tugas sebagai istri Tuan Alex !"Bi Inah berusaha menghibur Alice yang terlihat sedih

"Tapi Bi, nanti bibi akan dimarahi jika ketahuan membantu Alice mengerjaka semua pekerjaan itu !" Sahut Alice dengan ekspresi khawatir

"Tidak Nona, jika kita bisa main cantik. Kita tidak akan ketahuan sama Tuan Alex, jadi jangan khawatir Nona muda saya pasti akan membantu anda!"

"Terimakasih yah Bi, sudah mau membantu Alice."Ujarnya sambil memeluk Bi Inah dengan penuh haru

"Sama-sama Nona muda."

Rupanya Bi Inah juga sangat menyayangi Alice, entah mengapa Alice mengingatkanya dengan putrinya yang sudah meninggal karna tenggelam saat sedang berlayar bersama suaminya.

Alice bergegas ke kamar Alex untuk mengambil beberapa barangnya yang masih ketinggalan di kamar Alex.

Saat dia masuk kesana, Ia mendapati Alex sedang sibuk bekerja di depan komputernya. Ia berusaha masuk kekamar tersebut dengan cara mengendap-ngendap karna malas untuk berdebat dengan pria Arogan itu. Namun sialnya, ia tidak sengaja menyenggol vas bunga yang ada atas meja riasnya sehingga membuat Alex menyadari keberadaannya di kamar tersebut

"Alice, apa kau yang ada disitu ? Kemarilah sebentar !"Terdengar suara Alex memanggilnya dari kejauhan

"Hah..., kenapa dia memanggilku, apa dia mau memarahiku lagi karna sudah menganggu konsentrasinya dalam bekerja !" Batin Alice

Namun Alice tidak punya pilihan lain selain mendatangi pria tersebut karna sudah tertangkap basah."Alice kepalaku sakit sekali, aku tidak bisa berkonsentrasi dan fokus dalam bekerja. Tolong pijat kepalaku agar sakitnya sedikit reda!" Pinta Alex sambil memegangi kepalanya yang terasa berat

"What's ! dia memanggil ku hanya untuk ini.Memangnya kenapa kalau kepalanya sakit, bukankah itu adalah urusannya. Kenapa tidak panggil tukang pijit aja sana, bukankah uangnya sangat banyak. Ck...Kenapa pula harus merepotkanku. Huuh dasar pria menyebalkan...!"Batin Alice berdecak kesal

"Bagian mana yang sakit Tuan !"Alice berpura-pura peduli padahal dalam hatinya dongkol setengah mati

"Disini Alice "Alex menunjuk bagian belakang kepalanya

"Seperti ini tuan !"Alice pun memijat kepala Alex dengan lembut, namun ia punya ide untuk mengerjai Alex yang kebetulan sedang sakit kepala itu

Alice pun perlahan-lahan memijat kepala Alex, namun semakin lama Alice memijat kepala Alex dengan keras dan kasar. Sontak hal itu membuat Alex marah dan jengkel.

"Alice apa yang kau lakukan, bukanya membuat sakit kepalaku reda, tapi kau justru membuat kepalaku tambah sakit !"Alex berteriak kesal ke arah Alice

Rasain tuh, emangnya enak aku kerjain makanya jadi orang jangan suka nindas orang lain!

"Maaf Tuan tapi aku tidak sengaja, tanganku tidak terbiasa melakukan pekerjaan seperti ini Tuan !" Jawab Alice ngasal

"Awas saja kalau kamu sengaja melakukannya, aku tidak akan membiarkanmu berhenti sampai aku tertidur. Sekarang lanjutkan lagi...!", Alex rupanya mengetahui kalau itu hanya akal-akalan Alice saja untuk membalasnya

"Kurang ajar, kenapa dia tidak menyuruhku berhenti juga, dia benar-benar menguji kesabaranku dasar menyebalkan !"Alice pun kembali melanjutkan pekerjaannya memijit kepala Alex sambil membayangkan ia ingin meninju wajah pria itu

Mata Alice tiba-tiba tertuju pada layar komputer Alex dengan merk apel yang digigit itu, sepertinya dia terlihat sedang kesulitan mengerjakan proyeknya

Sedari tadi Alice menyaksikan, ia hanya berputar-putar di slide awalnya saja. Alice pun kemudian menawarkan dirinya untuk membantunya menyelesaikan proyek tersebut agar ia bisa terbebas dari pekerjaan melelahkan itu

"Tuan apa yang sedang Anda kerjakan ?" Tanya Alice penasaran

"Apa kau tidak lihat, aku sedang sibuk mengerjakan slide presentasi proyek perusahaan, besok akan ada pertemuan kerjasama dengan salah satu perusahaan besar dari Jepang. Tapi aku tidak tahu dari tadi kepalaku sakit sekali !" Terang Alex

"Hmmm boleh aku membantumu, lagipula tanganku sudah pegal sekali."Rengek Alice mencoba melancarkan aksinya

"Memangnya gadis payah sepertimu tau apa tentang perusahaan !" Sahut Alex sambil merendahkan Alice

"Tuan, jangan merendahkan aku, Gini-gini aku jago loh masalah presentasi perusahaan. Aku sudah terbiasa mengerjakan proyek milik Ayahku, kalau tidak percaya sini aku buktikan !"Alice berusaha meyakinkan Alex

"Ya sudah, tapi Awas saja kalau kau sampai mengacaukan semuanya, aku akan membuat tugasmu semakin berat."

"Tapi jika aku berhasil, maka aku boleh mendapat dispensasi atas keringanan pekerjaanku Tuan, itu cukup adil untuk kita berdua kan ?"Alice rupanya tidak kekurangan akal untuk melawan Alex dengan kecerdikannya

"Baiklah, terserah kau saja"Alex hanya menuruti kemauan Alice, ia merasa sakit kepalanya cukup menganggu konsentrasinya dalam menyelesaikan pekerjaannya malam itu

Alice pun berhenti memijit kepala Alex dan mendekat kearah Alex tepat berdiri disampingnya

"Tuan bisa sedikit jelaskan tentang proyek tuan ini agar aku bisa membuat bahan presentasinya !" Sahut Alice sambil menatap ke arah Alex dengan serius

Alex pun menjelaskan secara detail tentang proyeknya dan menunjukkan Alice beberapa sumber dokumentasinya. Alice pun terlihat mengangguk perlahan tanda ia sudah mengerti

Melihat Alice yang sedikit kesulitan mengerjakan proyeknya sambil berdiri, Alex kemudian menawarkan Alice untuk duduk pangkuannya

"Duduklah di kursi ini bersamaku agar kau tidak kelelahan berdiri."Ujar Alex menawarkan

"Tidak usah Tuan, lagian kursinya tidak muat dengan badanku yang agak berat ini Tuan."

Alice sengaja membuat alasan yang sedikit tidak masuk akal untuk menghindari tawaran dari Alex, sejujurnya ia merasa canggung berada didekat rivalnya itu

"Alice duduklah, ini perintahku jangan menolaknya."Alex langsung menarik pinggang Alice dan langsung mendudukkannya di pangkuannya

Alice mau tidak mau harus menuruti kemauan Alex, sebenarnya ia sedikit canggung saat duduk di pangkuan Alex, karna ini adalah yang pertama kali baginya sedekat itu dengan suaminya. Namun ia berusaha menepis jauh-jauh pikiranya dan fokus dengan layar monitor yang ada didepannya.

"Lanjutkan pekerjaanmu, aku akan mengawasimu dari sini !"Titah Alex sambil tersenyum kecil

"Baik Tuan, istirahatlah sebentar aku pasti akan menyelesaikanya untukmu."

Alex pun membiarkan Alice mengotak-atik komputernya.

Sakit kepalanya sedikit menghilang hanya dengan mencium aroma parfum dan rambut Alice yang membuat pikiranya sedikit rilex

Alice nampak memaju-mundurkan pantatnya untuk mencari posisi duduk yang nyaman di pangkuan pria tersebut

"Alice berhenti bergerak seperti itu, kau bisa membangunkam sesuatu dibawah sini yang sedang tertidur." Ucap Alex saat ia merasakan bokong Alice yang empuk nampak menyentuh pahanya. Hal itupun membuat pikiran Alex tiba-tiba menjadi traveling kemana-mana. Beberapa hari ini dia memang libur melakukan rutinitasnya itu.

"Aku hanya mencari posisi duduk yang nyaman tuan, maaf jika aku terlalu banyak bergerak. Aku tidak akan melakukannya lagi."

Posisi mereka tampak sangat mesra dan intim sebagai seorang suami-istri. Namun Alex berusaha menahan nafsunya, karna saat ini dia benar-benar kehilangan tenaga bahkan hanya sekedar berdebat dengan wanita yang sudah berstatus menjadi istrinya itu

Sejenak Alex mengamati Alice yang nampak fokus dan asyik mengerjakan proyeknya. Tampa sengaja Alex terbuai dengan suasana, hingga membuatnya tertidur sambil melingkarkan tangannya di pinggul Alice. Dia merasa nyaman dengan posisi itu dan akhirnya terlelap dalam tidurnya.

"Tuan lihat ini, aku sudah selesai mengerjakannya !"Alice tidak menyadari kalau ternyata sedari tadi ia berbicara panjang lebar hanya percuma saja, Alex tidak mendengarkannya sama sekali karna ia sudah terbuai dalam mimpi indahnya

Alice kaget saat melihat posisi tangan Alex yang seperti tengah memeluknya.

"Aduh..apa yang dilakukan tuan suami yang Arogan ini padaku, berani sekali dia mengambil kesempatan dalam kesempitan."

Namun melihat Alex yang nampak begitu lelap tertidur membuat Alice tidak tega untuk membangunkannya

Alice menatap Alex sejenak " Hmm... ternyata dia cukup tampan juga saat tidur, tapi saat dia bangun dia berubah menjadi Pria yang sangat menjengkelkan dan menyebalkan dimataku huuft....."

Duh Alice kamu tuh mikir apaan sih! ngapain sih muji-muji dia. Nggak penting banget. Mending aku segera pergi dari kamar ini sebelum dia bangun !" Monolog Alice sambil memikirkan cara untuk keluar dari kamar tersebut

Alice pun mencoba bangun dari tempat duduknya untuk beranjak pergi dari kamar Alex. Namun sial...! ternyata tangan Alex terlalu susah untuk dilepaskan, tangan itu melingkar posesif di pinggulnya

Aduh bagaimna ini, apa yang harus kulakukan agar dia bisa melepaskan tangannya.? bagaimana caranya aku bisa pergi dari kamar ini tampa membangunkanya !!!!

1
Ari Randz
Luar biasa
JR Rhna
🤣🤣🤣
JR Rhna
harap² alex jatuh dari pohon mangga.biar jadi pengajaran kpd Alice dan wanita d luar sana yg suka jadikan alasan mengidam tanpa mempertimbangkan sesuatu
JR Rhna
alice mirip nayra..skrang megan mirip alice
JR Rhna
aku baru tau thor d london kebiasaannya sarapan nasi goreng
JR Rhna
thor..kenapa sekejap penghulu..kejap pendeta
JR Rhna
verran dan alex beda agama ya thor.sebab alex kalau tidak silap nikah d gereja
JR Rhna
asyik minta maaf.tp kesalahan tetap diulang ulang..kesian sekali nasibmu alice dpt suami kejam
JR Rhna
ngeri banget punya suami sprti alex.kejam dan tiada perikemanusiaan.kalau aku isterinya Alex,tidak tenang sepanjang masa
JR Rhna
bukanya Esmerelda itu ibunya verren?kadang² aku bingung dgn jln ceritanya
JR Rhna
😆
JR Rhna
😂😂
JR Rhna
🤣🤣
JR Rhna
apanya yg berubah?panas barannya sangat mengerihkan.lebih baik jauhi lelaki sperti itu dari awal
JR Rhna
takut banget dgn karekter Alex
JR Rhna
ngak suka dee Alice mirip dgn Nayra
JR Rhna
bukannya william tu keturunan keluarga alice?
JR Rhna
London ada nasi goreng ya thor
JR Rhna
kan dlm perjanjian alice bebas meneruskan kuliah dan kerjayanya thor
JR Rhna
bab sini aku mula x suka ceritanya..ditindas trus,dikasari oleh ibu tiri.ingatkan ceeitanya berbeda dari sinetron indonesia yg lain..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!