Seorang gadis cantik yang hidup dengan ayah dan ibu tirinya beserta kakak tiri perempuan yang selalu iri pada kecantikannya.
Gadis itu menutupi kecantikan dirinya dengan memakai kacamata super tebal sehingga terlihat seperti gadis kutu buku.
Aku Melati Putri Hadi.
***************
Pria yang mapan,tampan dan juga seorang idola papan atas.
Pria ini di gilai kaum wanita,banyak film yang ia bintangi namun hanya satu wanita yang ingin dinikahinya,wanita yang juga berasal dari industri perfilman yang tak lain adalah pacarnya sejak duduk di bangku kuliah.
Aku Arnon Marvion Gafin.
*************
Hal tak terduga mengganggu kehidupan mereka yang sangat berbeda kasta.
Ibu keduanya bersahabat dan sepakat menikahkan mereka, apakah mereka akan menerima pernikahan itu?
Silahkan follow,klik favorit dan baca novel author ya readers
Happy reading 😘😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arifia Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Arnon dan Melati sudah berada di dalam mobil yang melaju menuju Villa keluarga Gafin.
Gadis itu masih tetap dalam mode tidur nyenyaknya karena saat di dalam pesawat ia mabuk.
Bisa di bilang itu mungkin kebiasaan Melati sejak remaja,gadis itu jika sudah mabuk naik kendaraan ia akan membutuhkan waktu berjam-jam untuk tidur agar kondisinya kembali stabil.
Saat gadis itu duduk di bangku sekolah menengah pertama,ia pernah naik bus menuju ke sekolahnya,namun saat berada di tengah perjalanan perutnya terasa bergejolak ingin muntah,gadis itu terus menahannya sampai tiba di sekolah.Saat ia sampai di dalam kelas,kepalanya terasa pusing karena tak tahan menahan mual dan pusing,akhirnya Melati pingsan dan di bawa ke UKS oleh teman-temannya.
Tiga jam lebih gadis itu tak kunjung sadar,sampai wali kelasnya menghubungi Hadi untuk menjemput Melati ke ke sekolah.
Arnon terus nenatap istrinya yang tidur bersandar di bahunya.
"Kau benar-benar gadis aneh! ini sudah hampir sampai ke Villa,tapi kau masih saja tidur nyenyak! dasar tukang tidur."
Perlahan Melati mulai membuka matanya.Ia melihat sekeliling.Melati sadar jika sedang bearada di dalam mobil.
"Bagaimana hibernasimu? apa sudah cukup atau belum? jika belum,kau tidur lagi saja sebulan penuh! kalau perlu sampai musim kemarau juga tak apa-apa," ledek Arnon.
"Kau kira aku beruang kutub yang harus berhibernasi! memang aku tidur berapa lama?" tanya Melati dengan wajah khas orang bangun tidur.
"Tidak lama sih? hanya hampir 5 jam jika dihitung secara cermat."
"Apa! Kau sedang bercanda kan? tak mungkin aku tidur selama itu,oh tidak! bisa-bisa aku benar-benar berhibernasi jika tidur selama itu." Mengacak-acak rambutnya frustrasi.
Arnon yang melihat tingkah konyol istrinya sontak tertawa.
"Hahaha! apa kau sudah mulai gila karena terlalu lama tidur di pesawat?" dengan tawa yang masih terus terdengar dari mulut Arnon.
Melati menatap Arnon kesal,bisa-bisanya pria di sampingnya itu menertawainya.
"Hei kau! bisa diam tidak! aku ini bukan pelawak atau badut,kenapa kau sampai tertawa begitu? apanya yang lucu sih," sungutnya sambil melipat kedua tangannya di atas dada.
"Kau itu bukan pelawak atau badut,tapi kau itu orang yang suka tidur,hahaha! dasar gadis hibernasi." Sambil tersenyum.
"Tidak apa-apa jika aku suka berhibernasi,dari pada menjadi orang aneh! kadang di bersikap dingin,kadang tertawa,kadang merasa menjadi pria paling tampan sedunia," sindir Melati sambil melirik ke arah Arnon.
"Kau sedang menyindirku?" menatap istrinya tajam,setajam silet.
"Aku tidak merasa menyindirmu,jika kau terasa tersindir oleh ucapanku ... ya baguslah!" sambil memberikan cengir kudanya,yang menampilkan semua gigi Melati yang putih bersih.
"Kau ...."
Mobil yang mereka tumpangi tiba-tiba berhenti.
"Tuan muda,kita sudah sampai di depan Villa," ucap supir tersebut.
Arnon menatap Melati kesal,karena pria itu masih belum membalas ledekan istrinya.
"Awas saja nanti kau gadis hibernasi,pasti aku akan membalasmu"sambil tersenyum licik.
Melati melihat senyuman Arnon yang mengisyaratkan jika pria itu sedang merencanakan sesuatu padanya.
"Kenapa senyum-senyum sendiri? apa kau gila atau sudah tak waras."
"Aku tak ingin berdebat denganmu,aku mau turun dan istirahat." Keluar dari mobilnya menuju kearah Villa.
Gadis itu menatap Arnon kesal,ia turun dari mobil menuju bagasi untuk mengambil barang-barangnya.
"Tidak perlu,Nona! biar saya saja yang membawanya," ucap pria setengah baya itu.
"Tidak perlu,Pak! saya yang akan membawanya sendiri," tolak Melati.
"Biar saya saja,Nona! perkenalkan saya Ujang,saya di tugasnya oleh Nyonya untuk bertanggung jawab mengurus Villa ini."
"Baiklah! jika Pak Ujang memaksa,saya masuk ke dalam dulu."
Gadis itu berjalan menuju pintu masuk Villa tersebut.
Di dalam sana Arnon sudah berbaring di sofa dengan posisi terlentang dan merentangkan kedua tangan beserta kedua kakinya.
"Kau seperti orang yang baru pulang dari sawah saja,padahal kau hanya naik pesawat dan mobil!kenapa terlihat begitu lelah? aku biasa-biasa saja." Sambil mendaratkan bokongnya di sofa tepat di depan Arnon.
"Bagaimana aku tak merasa lelah,aku juga tak bisa tidur karena kepalamu yang selalu menempel pada pundakku,sampai urat-uratku ini terasa pegal,heh!tak heran kau tak merasa lelah,kau tidur hampir 5 jam! dasar gadis HIBERNASI," sindir Arnon yang menekankan kata"hibernasi"pada Melati dengan suara lantangnya.
Gadis itu mulai kesal dengan ledekan Arnon,ia langsung mengambil bantal sofa dan melempar Arnon dengan benda itu.
Tak berhenti di situ,ia juga mendekati suaminya sambil berkata.
"Salah siapa kau menjadi netizen yang suka nyinyir,sebenarnya aku kasihan dengan bantal sofanya yang mengenai dirimu,pasti benda itu merasa sakit karena telah menghantap balok kayu yang sangat keras." Sambil menjulurkan lidahnya dan berlari menuju ke lantai atas Villa tersebut.
Arnon hanya bisa menganga mendengar ucapan Melati,ia benar-benar tak menyangka gadis itu berani melemparnya dengan bantal sofa.
Arnon tak ingin kalah dari gadis itu,ia mengejar Melati ke lantai dua.
Arnon terus membuka tiap kamar yang ada di lantai atas,ruangan pertama khusus tempat baju seperti sepatu dan barang lainnya,ruangan kedua tempat bersantai yang langsung terhubung dengan laut,ruangan ketiga adalah kamar.
Arnon merasa heran,kenapa hanya ada satu kamar di villa ini,ia terus mencari Melati namun tak ada tanda-tanda gadis itu,saat ia berbalik ....
"Huwwaaaaa!" teriakan Melati menirukan suara hantu di film yang pernah ia tonton.
"Aaaaaaaaaaaakkkkkk!" Arnon berteriak ketakutan tingkat akut.
"Hahaha! dasar pria penakut." Dengan di iringi tawa terpingkal-pingkal.
Arnon tak tinggal diam,ia langsung menarik tangan Melati dan menjatuhkannya ke atas ranjang berukuran king size tersebut.
Arnon menggelitiki istrinya sampai Melati tak dapat lagi menahan tawanya.Ia akhirnya tertawa terbahak-bahak karena Arnon tak henti-hentinya menggelitiki gadis itu.
"Hentikan Arnon,ampun!" Melati memohon pada suaminya.
"Kau bilang apa? aku tak dengar!" sambil terus menggelitiki istrinya dan berpura-pura tak mendengar suara Melati.
"Ampun ... ampun Arnon!"
"Ini hukuman untukmu karena kau telah melemparku dengan bantal sofa,Nona!" masih terus menggelitiki istrinya.
"Baiklah aku mengaku salah,tolong lepaskan aku."
Arnon menghentikan gerakan tangannya,ia langsung berbaring di samping Melati,nafas keduanya sama-sama naik turun seperti orang yang baru selesai berolahraga.
Saat keduanya sama-sama saling tatap,tawa mereka pecah karena mengingat tingkah konyol yang mereka lakukan tadi.
"Kau seperti anak kecil,apa kau tak sadar itu?" tanya Melati menatap suaminya.
"Aku tahu itu,dan entah kenapa aku ingin melakukan itu padamu," ucap Arnon yang mulai membenarkan posisinya menghadap kearah Melati.
Gadis itu masih mencerna kalimat yang diucapkan oleh Arnon,ia tak mengerti apa maksud dari kalimat suaminya itu.
Keduanya masih saling tatap satu sama lain,wajah Arnon semakin dekat dengan wajah Melati,jarak keduanya sudah berada di hitungan 2 senti.
Saat sudah berada di hitungan 1 senti,tiba-tiba ....
tapi ya nggak 2 tahun juga