Lika liku percintaan anak SMA bernama Amara Anindita sepeninggal tunangannya dalam menjalankan tugasnya didaerahrawan konflik,dia dihadapkan pada 2 cinta yang rumit.
Cinta seorang Kapten Mahesa Anggara ataukah cinta seorang Adhikara Arjuna,yang
merupakan kakak angkat yang mencintai nya sedari kecil.
Ia terpaksa menikah dengan salah seorang dari mereka ,karena suatu kesalahan .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yha-nie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
*Episode 22
Amara memberikan makan ikan ,seraya tersenyum melihat ikan yang beriringan kesana kemari, ia begitu menikmati nya , tak lama sebuah motor memasuki halaman , seseorang turun dari motornya , dan menutup pintu gerbang yang terbuka , , kemudian ia tersenyum sambil membuka helm nya.sesudah itu ia menghampiri Amara ,
" Ra ,, asyik ya mereka dikasih makan ,lha Abang kapan ?" goda Angga .
Sesaat Amara menoleh , ia tersenyum ,
"emang Abang mau makan ?" tanya Amara.
"masak apa dek hari ini , ? " tanyanya mengambil alih , tempat makan ikannya ,ia meletakan ditempatnya .
"ada sayur Asem , goreng ikan , tempe sama sambel , !" jawab Amara .
"Abang laper ,makan disini ya ,,,!" pintanya ,Amara tersenyum , mengiyakan ,
kebetulan Angga libur hari ini , sedangkan Arjuna baru diantar Angga naik motor karena memeriksakan luka ditangannya dahulu ,sebelum dinas .tadinya Amara yang bersikeras mengantar cuma keadaan Amara yang baru pulih ditolak oleh mereka berdua.
Hari ini Angga terlihat menikmati masakan Amara ,
ia tersenyum sumringah ,melihat Amara duduk menemaninya,ia sangat menanti moment seperti ini,ia benar benar jati cinta kepada sosok didepannya ,yang bisa menggantikan posisi Rahma dihatinya , walaupun ia sendiri sadar , mungkin perasaan nya masih bertepuk sebelah tangan , namun ia akan tetap berusaha ..
Amara tersenyum ,melihat Angga menghabiskan makanannya,
"mau kemana hari ini Ra ? " tanya Angga
" karena hari ini weekend aku mau ke kafe bang ,mau lihat laporan harian Ama mingguannya dulu , sebelum hari Senin aku mulai ujian sekolah !"
jawab Amara .
"Abang Anter deh ,,,terus kamu mau jadi ngambil kedokteran dek ?" tanya Angga lagi ,
Amara hanya menggeleng, karena kejadian yang menimpanya setahun belakangan menjadikan dirinya tidak terlalu konsen dan sering tidak masuk sekolah ini pasti akan mempengaruhi nilainya , lagipula kemarin ia berbicara dengan Arjuna , ia akan fokus mengambil alih kafe ibunya.
"kayaknya aku mau ngambil jurusan manajemen bisnis aja bang , sekalian aku mau fokus ngambil alih kafe ibuku.!" sahut Amara lirih .
Angga hanya mengangguk ,
" aku tak mau membuat anaku kesepian suatu saat nanti, seperti ibu yang masih tetap bisa mengurusku sama mas Juna walaupun ia sibuk dengan kafenya.
" ujar Amara lirih .
Angga tersenyum , ternyata Amara lebih dewasa dari yang ia kira .
"Tapi Abang bisa berharap ,anak itu adalah anakmu bersama Abang ?" godanya lagi.
"kita serahkan sama tuhan saja , saya tidak ingin berharap dengan siapa , karena tidak ingin kecewa,
terlalu sakit ,ketika kenyataan tak sesuai dengan harapan !" jawabnya sendu.
"bisakah Abang tetap berharap?" tanya Angga penuh harap.
"siapapun jodohku nanti aku menyerahkan semuanya pada yang diatas ,, !" ujar nya lirih ,
Angga tersenyum ia meraih jemari Amara lembut , ia paham betul membidik hati seseorang tidak segampang membidik musuh dimedan perang ,
ia harus lebih berusaha , ia sudah tidak bisa mundur ataupun berpaling dari gadis yang ada didepannya ,
seorang gadis yang memikat hatinya sejak saat mereka bertemu ,seseorang yang berani mengorbankan nyawa untuk dirinya , padahal dia bukanlah siapa-siapa bagi gadis didepannya , ia sudah jatuh hati kepada sesosok cantik dengan wajah yang berlumuran darah ketika menyelamatkannya , pandangan sendu gadis itu telah mengikatnya , yang tak bisa membuat nya lari kelain hati .
"Abang antar ya ?, ada mobil Juna kan ?" tanya nya .
"Paksi motor aja ,sudah lama aku nggak naik motor bang !" ujar Amara ,
Taklama merekapun bersiap siap untuk berangkat , Angga memakaikan helm Amara , membuat detak jantungnya berdetak kencang , ia mencoba menetralisir detak jantungnya.
Butuh waktu 20 menit mereka sampai di kafe , nampak Raffa dan Ica sudah menunggu , mereka akan belajar bersama disini sekalian nongkrong .
"pantesan nggak mau dijemput udah ada yang nganter !" seloroh Raffa ,begitu Amara tiba ,
" jangan dengerin dia beeb ,dia lagi cemburu tuh !" goda Ica ,
"kalau iya kenapa ?" sarkas Raffa , yang kemudian disentil oleh Angga ,
" belajar dulu sonoh ,,katanya mau jadi dokter?" kata Angga , yang dibalas Raffa dengan cemberut .
"Abang pulang dulu , mau istirahat mumpung libur , kalau kamu nggak mau ujian udah ajak Abang jalan !" ujar Angga lagi tak lama iapun pamit ..
"nanti Abang jemput ' sahutnya lagi
kebetulan suasana kafe belum ramai setelah beramah tamah dengan para karyawan , ia bergabung dengan Raffa dan Ica.
Sore menjelang Amara sedang duduk diruangan sang ibu ,ia tengah memandang laptopnya memeriksa laporan harian .
Seseorang masuk ,Amara yang tengah serius tidak menyadari kehadiran seseorang,
seseorang itu memeluknya dari belakang , mmenaruh kepalanya diceruk leher Amara .
" mas Juna ,,,kapan datang ?"tanya Amara ,ia sudah hafal betul aroma maskulin dari sosok Arjuna ,
"baru saja ,,,,!" ujarnya ,ia tak serta merta melepaskan posisi ini, ia tak ingin kehilangan momen bersama Amara , seperti saat ini,
Begitu pun Amara ia pun merasakan ,tak ingin kehilangan sipemilik aroma tubuh ini ,apalagi kalau memang giliran Arjuna akan pergi ,itunmemang membuat dadanya sesak , ia berbalik menatap wajah tampan itu sendu ,kemudian berdiri , mendekap sosok itu erat ,kalau memang Arjuna jadi pergi , untuk saat ini dirasa berat ,
"ada apa dek ?" tanyanya lemhut ,
Arjuna mengerti apa yang dirasakan Amara ,mungkin hatinya keberatan untuk dirinya pergi .
ia pun membalas pelukan itu lebih erat , meraih wajah amara menjadi lebih dekat ,helaan nafasnya terasa , Arjuna memajukan sedikit wajahnya semakin dekat , Amara tanpa sadar dia tidak menolak apa yang dilakukan Arjuna , matanya terpejam , helaan nafas mereka menyatu ,dan jarak bibir.mereka semakin dekat , ...,, namun ,
"tok ,,,tok ,,, tok.!" suara ketukan pintu membuat mereka tersadar .
***maaf ya ,,,,see you next part 🙏
**jangan lupa like,comment and vote nya ya 🙏
** sallam sayang dan terma kasih 🙏😘
gimana nih thor...
Kasih banyak KK 🙏