Menjadi Single Daddy tak pernah terbayangkan oleh Adrian Malvero. Karena memang dia belum pernah menikah, ataupun memiliki anak.
Hanya saja, dia terpaksa menerima gelar itu untuk menggantikan orang tua bayi mungil yang baru saja berumur satu tahun. Bayi itu adalah anak kakanya, yang meninggal bersama istrinya saat mengalami kecelakaan tunggal.
Dari kecelakaan itu, hanya anak mereka yang selamat, dan keluarga dari istri kakaknya juga menolak kehadiran bayi tak berdosa itu. Apakah Adrian mampu merawat seorang bayi, atau malah menyerah dan mencarikan orang tua adopsi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kolom Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SD - 22. Kenyataan Yang Ada
Adrian duduk termenung di pinggir ranjang pesakitan Abiyan. Kata-kata dokter selalu terngiang-ngiang di telinganya, dan membuat Adrian semakin frustasi.
"Kanker darah (leukemia) merupakan jenis kanker yang sering menyerang anak-anak, dan penyakit ini cukup berbahaya.
Kanker darah adalah kanker yang menyerang sel darah putih. Ketika mengalami kanker darah, sel darah putih yang meningkat jumlahnya tidak mampu melindungi tubuh anak dari infeksi, bahkan berbalik menyerang sel-sel di dalam tubuh sendiri. Kondisi ini dapat menyebabkan beragam gangguan kesehatan, terutama penyakit infeksi.
Kanker darah juga terjadi akibat adanya mutasi atau perubahan sifat genetik pada sel darah, sehingga sel-sel ini tumbuh secara tidak terkendali. Namun hingga saat ini, hal yang memicu mutasi sel penyebab kanker darah ini belum diketahui secara pasti.
Meski penyebabnya belum diketahui, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya leukemia pada anak. Salah satunya adalah kelainan genetik, seperti sindrom Down, sindrom Li-Fraumeni, neurofibromatosis pada anak, dan anemia Fanconi.
Selain itu, paparan radiasi dan ibu hamil yang sering mengonsumsi alkohol diyakini juga dapat meningkatkan risiko leukemia pada anak. Namun, hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut."
"Kanker darah juga membutuhkan penanganan yang tepat dan cepat. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat membahayakan nyawa anak. Orang tua sebaiknya mengetahui beberapa gejala kanker darah yang patut diwaspadai, yaitu:
1. Wajah pucat.
Kanker darah dapat menyebabkan penurunan sel darah merah (eritrosit). Rendahnya jumlah eritrosit akan menyebabkan penurunan kadar hemoglobin dalam darah, sehingga anak bisa mengalami anemia dan menimbulkan gejala berupa pucat, lemas, mudah lelah, dan sesak napas.
2. Rentan terkena infeksi.
Pada leukemia, sel darah putih yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi jumlahnya meningkat. Meski begitu, sel-sel ini tidak berfungsi secara normal. Hal inilah yang menyebabkan anak menjadi lebih rentan terkena infeksi. Gejalanya bisa berupa demam berkepanjangan.
3. Mudah mengalami perdarahan.
Anak yang menderita leukemia juga mudah mengalami perdarahan, karena terjadi penurunan jumlah trombosit. Jumlah trombosit yang rendah akan mengganggu proses pembekukan darah, sehingga perdarahan lebih mudah terjadi. Gejalanya berupa mudah memar, gusi berdarah, dan sering mimisan.
4. Nyeri tulang dan sendi.
Nyeri pada tulang dan sendi sering dirasakan oleh anak yang mengalami leukemia. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan sel-sel darah putih yang abnormal di bagian tersebut.
5. Kesulitan bernapas.
Kanker darah pada anak bisa memengaruhi kelenjar timus. Karena letaknya di leher, pembengkakan pada kelenjar ini dapat menekan trakea dan membuat anak sulit bernapas. Kesulitan bernapas juga dapat terjadi akibat adanya penumpukan sel-sel abnormal di pembuluh darah paru-paru.
6. Kehilangan nafsu makan dan nyeri perut.
Bila sel abnormal menumpuk di hati, ginjal, dan limpa, maka organ-organ tersebut akan membengkak dan menekan organ lainnya. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri pada perut dan rasa tidak nyaman. Pada anak yang mengalami leukemia, nafsu makannya juga sering menurun.
7. Pembengkakan kelenjar.
Sel-sel darah putih pada anak yang menderita leukemia juga sering mengumpul di kelenjar getah bening. Hal ini akan menyebabkan pembengkakan pada kelenjar tersebut. Gejalanya berupa benjolan di leher, dada, ketiak, atau pangkal paha."
"Dri, kamu kok ngelamun?" Sekar pun membuyarkan lamunan Adrian. Seketika ucapan-ucapan dokter hilang, saat Sekar menepuk lebut pundaknya.
"Aku masih memikirkan ucapan, Dokter. Aku gak mengira ini akan terjadi pada Abiyan, padahal dia masih kecil," balas Adrian sambil memandang Sekar.
"Kita harus kuat, Dri. Kamu gak boleh mematahkan semangat Abiyan, kita dukung Abiyan bersama-sama. Dari dulu kita orang tuanya, dan saat ini kita sedang di uji," balas Sekar.
Seketika Adrian langsung memeluk Sekar. Adrian tenggelamkan mukanya di perut rata Sekar, dan Sekar langsung membelai kepala Adrian.
Mereka saling menguatkan satu sama lain. Apalagi sekarang mereka butuh kekompakan, agar Abiyan selalu merasa nyaman.
"Mommy, badan Abiyan sakit semua."
Sekar yang mendengar rengekan Abiyan langsung melepaskan pelukannya itu. Dengan cepat Sekar naik ke atas ranjang, dan melihat keadaan Abiyan.
"Dia mengigau?" tanya Adrian.
"Iya, tapi badannya semakin panas. Kamu panggil Dokter, aku takut terjadi apa-apa dengan Abiyan. Mukanya juga sangat pucat," balas Sekar sangat kwatir.
Adrian hanya mengangguk dan setelah itu Adrian keluar dari kamar inap. Terhitung sudah empat hari Abiyan di rawat, tapi Abiyan sama sekali belum menunjukkan pemulihan yang cepat. Yang ada Abiyan semakin panas, dan semakin pucat.
"Dok, ini bagaimana? Apakah gak ada cara lain agar anak saya ini sembuh, karena saya semakin gak tega dengan keadaannya ini," ucap Adrian sambil menatap tajam sang dokter.
"Sebenarnya penyakit kanker darah itu ada tiga bagian, Pak. Antara lain
Leukemia.
Leukemia terjadi akibat sel-sel di sumsum tulang tidak berkembang dengan normal. Berbeda dari sel darah putih normal yang akan mati, sel leukemia terus hidup, tetapi tidak membantu tubuh melawan infeksi, dan malah menekan perkembangan sel darah lain.
Bila jumlahnya makin bertambah, sel-sel leukemia akan masuk ke aliran darah dan menyebar ke organ tubuh lainnya. Sel-sel tidak normal ini dapat menghalangi sel-sel normal di dalam tubuh untuk berfungsi normal.
Limfoma.
Limfoma menyerang limfosit, yaitu sel darah putih yang berfungsi melawan infeksi dan membuang zat sisa metabolisme. Selain di sumsum tulang, limfosit terdapat di kelenjar getah bening, kelenjar timus, limpa, dan hampir semua bagian tubuh.
Pada penderita limfoma, limfosit mengalami perubahan dan tumbuh tidak terkendali. Jika limfosit terserang kanker, sistem kekebalan tubuh akan menurun, sehingga lebih rentan mengalami infeksi.
Multiple myeloma.
Multiple myeloma merupakan kanker yang menyerang plasmosit, yaitu bagian dari sel darah putih yang bertugas memproduksi antibodi guna mengatasi infeksi. Ketika produksi antibodi terganggu, penderita rentan mengalami infeksi.
Multiple myeloma terjadi ketika sel plasma yang tidak normal muncul di sumsum tulang dan berkembang dengan cepat. Sel-sel tidak normal ini terus memproduksi antibodi yang menyebabkan kerusakan pada organ tubuh, seperti tulang dan ginjal.
Dan metode pengobatan yang tersedia untuk menangani kanker darah, juga ada 3 cara. Yaitu antara lain.
Kemoterapi.
Pemberian obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Obat ini dapat diberikan dalam bentuk minum atau melalui suntikan.
Radioterapi. Metode pengobatan menggunakan radiasi sinar khusus untuk menghancurkan sel kanker dan menghambat perkembangannya.
Transplantasi sumsum tulang. Untuk mengganti sumsum tulang yang sudah rusak dengan sumsum tulang yang sehat.
jadi saya sarankan untuk melakukan kemoterapi terlebih dahulu, namun jika melakukan kemoterapi belum bisa mematikan sel-sel kanker. Maka jalan satu-satunya hanya transplantasi sumsum tulang belakang."
Adrian pun terduduk lemas. Dia gak mau melakukan pengobatan kemoterapi, karena itu akan sangat menyakitkan bagi Abiyan.
Lebih baik Adrian memilih untuk mencari pendonor sumsum tulang belakang, agar anaknya cepat sembuh dan kembali cerita lagi.
.
.
.
Happy Reading