NovelToon NovelToon
APALAH CINTA

APALAH CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Patahhati / Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:295.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Emaknya Queen

💐💐 NOTED DARI AUTHOR, HATI - HATI DARAH TINGGI KALO BACA NOVEL INI💐💐😜
***

Mencintai dan Dicintai
Menyakiti dan Tersakiti
---
Malik dan Kania, disatukan dalam perjodohan namun tidak dalam suatu tekanan. Menerima dengan lapang dada perjodohan yang dilakukan oleh Kakeknya Malik atas dasar bakti pada sang kakek.

Tak ada benci pada awalnya meski butuh waktu saling menerima hingga rasa cinta diantara mereka mulai tumbuh dan bersemi.

Namun badai sedikit demi sedikit mulai menghantam mahligai rumah tangga mereka.

Akankah Malik dan Kania berpisah pada akhirnya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emaknya Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AC – 22

Happy reading..

 

Sudah kurang lebih selama satu bulan Kania bekerja di Abraham Company. Sejauh ini ia sudah mulai terbiasa dengan pekerjaannya.

Tok .. Tok ..

“Masuk.” Sahut Kania saat pintu ruangannya di ketuk. Namun ia tak berpaling dari berkas – berkas yang sedang ia periksa, karena ia pikir itu adalah sekretarisnya.

“Selamat pagi menjelang siang Ibu Manajer.” Sapa seorang wanita yang suaranya Kania kenal.

“Terry!.” Kania beranjak dari duduknya dan langsung memeluk salah satu rekannya di kantor yang dulu.

“Apa Kabar, Ni?.” Sapa Terry.

“Baik ceu. Lo apa kabarnya juga?.” Ucap Kania yang sumringah.

“Bae dong.” Sahut Terry.

“Lo sama siapa?. Kenapa ga telpon mau dateng?.” Tanya Kania.

“Mau ngasih kejutan lah.” Jawab Terry. “Sendiri gue Beibs. Lo sibuk?.”

“Ga sih, Cuma lagi ngecek ulang beberapa berkas aja. Tian sama Ivan apa kabar?.” Ucap Kania seraya bertanya tentang dua mantan rekannya dulu.

“Baik mereka. Cuman sekarang sudah terpisah.” Jawab Terry.

“Terpisah?. Mereka resign?.” Tanya Kania.

“Engga. Mereka ditunjuk jadi kepala tim. Jadi mereka udah punya tim masing – masing. Saingan sekarang.” Jawab Terry. “Gue ga disuruh duduk nih?.”

“Eh iya, sampe lupa gue. Silahkan duduk Ibu Terry.” Canda Kania mempersilahkan Terry untuk duduk.

“Minum ga ditawarin juga?.” Goda Terry.

“Tamu ngelunjak.” Namun Kania tersenyum sembari berjalan menuju meja kerjanya lalu menekan tombol ekstension sekertarisnya. “Mau minum apa lo?.”

“Apa aja.” Sahut Terry. Lalu Kania meminta sekertarisnya membawakan minuman untuk dia dan Terry.

“Nah kalo Tian sama Ivan udah jadi kepala tim berarti lo juga dong?.” Kania kembali duduk di dekat Terry.

“Sayangnya engga.” Ucap Terry dengan santai. “Gue udah ga kerja disana.”

“Loh Kok?!.” Kania terkejut dengan ucapan Terry.

Tok...Tok...Tok...

Pintu terdengar di ketuk sebelum Terry menjawab keterkejutan Kania.

“Masuk!.” Kania mempersilahkan.

“Sibuk Ibu Manajer?.” Suara pria yang dicintai Kania datang menyapa. “Hai Terry.” Sapanya pada Terry yang sedang duduk di sofa tamu.

“Sayang.” Kania tersenyum dan berdiri menghampiri Malik. “Ada apa Pak Bos?.” Goda Kania.

“Kangen istri.” Bisik Malik yang membuat Kania tersenyum.

Terry agak salting melihat keuwuwan suami istri itu.

“Halo Pak Malik apa kabar?.” Sapa Terry ramah seraya berdiri saat melihat Malik datang ke ruangan Kania.

“Baik Terry.” Sahut Malik ramah. “Udah dari tadi?.”

“Baru aja, Pak.” Jawab Terry.

“Kita ngobrol sambil duduk ya.” Ucap Malik yang mempersilahkan Terry duduk kembali.

Terry dan Kania mengangguk. Bersamaan dengan sekertaris Kania yang datang membawakan minuman yang tadi diminta Kania padanya.

“Permisi Bu Kania, Pak Malik.” Ucap Nita, Sekertaris Kania itu dengan sopan.

“Oh iya Nit, taro situ aja. Makasih Ya.” Ucap Kania ramah. “Kamu mau dibuatkan minum juga?.” Bertanya pada suaminya.

“Ga usah, makasih. Aku share ( berbagi ) sama kamu aja.” Sahut Malik.

“Ya udah kalau gitu.” Ucap Kania sembari melirik arlojinya. “Kamu kalau mau makan siang sekarang silahkan aja ya Nit.”

“Baik Bu Kania. Terima kasih. Saya permisi.” Ucap Nita lalu keluar dari ruangan Kania.

“Kamu bawa berkas – berkas pribadi kamu?.” Tanya Malik pada Terry membuat Kania sedikit heran.

“Berkas – berkas pribadi?.” Tanya Kania.

“Oh iya aku belum bilang ya?.” Malik tersenyum pada istrinya. “Maaf aku lupa.” Mencubit gemas hidung Kania.

‘Berasa jadi obat nyamuk gue.’ Batin Terry.

“Aku minta Terry untuk bergabung di sini nemenin kamu.” Ucap Malik seraya tersenyum.

“What?! (Apa?!).” Kania memekik dengan bola matanya membulat namun wajahnya sumringah.

Malik dan Terry kompak tersenyum pada Kania.

“Beneran ini?. Terry bakalan kerja disini?.” Tanya Kania girang.

“Iya.” Malik menjawab singkat.

Kania spontan memeluk Malik. “Makasih sayaaaaang.”

“Hadiahnya loh ya.” Ucap Malik tanpa malu pada Terry yang merasa iri dengan kemesraan didepannya. Membuat jiwa jomblonya menangis bombay.

“Ehem. Ehem.” Terry mengingatkan bahwa diruangan ini masih ada dirinya yang sebenarnya ga tahan menatap kemesraan Malik dan Kania.

“Cie jojoba iri nih ye....” Goda Kania pada Terry.

“Jojoba?.” Malik kurang paham.

“Jomblo – jomblo bahagia.” Sahut Kania sambil terkekeh karena Terry memandang sebal padanya.

Malik pun tersenyum. “Ya udah mana berkas – berkas kamu?.”

“Ini pak.” Terry menyodorkan amplop coklat yang berisi CV dan segala berkas pelengkap yang sudah dia siapkan sesuai permintaan Malik sebelumnya.

“Oke.” Malik menerima amplop tersebut. “Sayang, aku tinggal dulu sebentar. Nanti kita bertiga makan siang bareng aja. Sekalian sama Dimas juga.”

“Sebentar, Sayang. Kalau aku boleh tau, Terry ditempatkan di bagian apa?.” Tanya Kania sebelum Malik keluar dari ruangannya.

“Wakil kamu.” Ucap Malik lalu laki – laki itu keluar dari ruangan Kania.

---

Terry sudah bekerja sebagai wakilnya Kania di Abraham Company sehari setelah kedatangannya di Perusahaan tersebut.

Membantu Kania dalam mengerjakan pekerjaannya, baik mengawasi kinerja para staff yang berada dalam naungan mereka, hingga mengecek setiap laporan dari para staf Kania mereka itu.

“Pagi Bu Kania.” Sapa Terry saat menyambangi Kania di ruangannya yang baru saja tiba.

“Pagi juga Ibu Terry ....” Balas Kania pada sapaan Terry.

Terry tersenyum. “Apa saya boleh masuk Ibu Manajer?.”

“Aduh, Ibu Wakil Manajer pagi – pagi udah ganggu aja.” Canda Kania yang juga tersenyum. “Masuk deh.”

Terry masuk ke dalam ruangan setelah berbasa – basi dengan candaan pada Kania. Membawa sebuah map ditangannya.

“Duh pagi – pagi bukan bawain teh apa kopi gitu. Camilan kek. Udah bawa kerjaan aja.” Goda Kania pada temannya yang kini sudah semakin akrab sejak Terry bekerja langsung bersamanya.

Terry terkekeh. “Derita Ibu Manajer itu sih.”

“Siaud lo.” Celetuk Kania. “Sini coba apaan itu.”

Terry pun mendekati Kania yang sudah duduk disofa. Menyerahkan map yang ia bawa. “Yang mau jalan ke kantor cabang buat ngecek tim disana siapa, Ni?.”

Kania tampak berpikir sebentar setelah membaca sekilas berkas dalam map yang diberikan Terry. “Kita aja gimana?.”

“Terserah aja sih, gue. Tapi lo minta persetujuan laki lo dulu.” Ucap Terry.

“Hmmmm ... ya udah, gue tanya Pak Bos dulu kalo gitu.” Sahut Kania.

“Oke deh. Gue cuman mau tanyain itu aja. Sama itu kalo udah oke. Tolong ditanda tangani ya Bu Manajer.” Ucap Terry yang bergegas berdiri untuk kembali ke ruangannya.

Kania mengangkat jempolnya.

---

“Halo Mba Rana, Pak Malik ada di ruangan?.” Sapa Kania sopan pada Sekertarisnya Malik.

“Eh Bu Kania, selamat pagi Bu.” Rana menyapa balik Kania dengan ramah, Kania tersenyum. “Langsung masuk aja Bu Kania.”

“Sibuk ga?.” Tanya Kania.

“Sibuk pun Pak Malik akan jadi ga sibuk kalau ada Bu Kania sih.” Goda Rana sembari tersenyum dan mengantar Kania ke ruangan Malik.

“Bisa aja.” Timpal Kania yang juga tersenyum.

“Permisi Pak Malik, ada Ibu Kania.” Ucap Rana saat memasuki ruangan Bosnya itu.

Malik memalingkan perhatiannya dari laptop. Menoleh pada Rana lalu mengangguk seraya berdiri menyambut Kania dengan senyumnya.

“Makasih Mba Rana.” Ucap Kania saat Sekertaris Malik itu meninggalkan ruangan.

“Sama – sama Bu Kania. Sudah tugas saya.” Ucap Rana ramah pada istri bosnya itu.

“Ada apa Ibu Manajer?. Pagi – pagi udah kesini?. Kangen?.” Malik mengecup bibir Kania.

“Ih, kamu nih mau cium aja. Ini kantor kan. Udah berapa kali dibilangin juga.” Protes Kania karena Malik selalu menciumnya saat Kania menyambangi ruangan Pak Bos itu.

“Kenapa sih?. Nyium istri sendiri juga.” Sahut Malik. “Ada apa Sayang?.” Malik merengkuh pinggang ramping Kania.

“Aku mau ke kantor cabang yang di Bandung.” Ucap Kania yang memegang kedua lengan Malik yang sedang merengkuhnya.

Malik mengernyitkan dahi. “Untuk?.” Tanyanya.

“Sekedar mengunjungi aja. Aku kan belum pernah kamu ajak ke tiap kantor cabangnya Abraham Company.” Jawab Kania.

“Heeemmm.” Malik nampak berpikir.

Kania menunggu jawaban dari Bos yang merangkap suaminya itu.

“Kenapa?.” Tanya Kania.

“Ga apa – apa sih.” Jawab Malik.

“Tapi ...?.” Kania menduga. “Ada mantan kamu disana?.” Tanya Kania dan raut wajah Malik seketika berubah.

-----

Tbc....

Jangan Lupa tinggalkan Jejak

1
Fiani Arifin Arifin
mantap Thor,,lanjutt
Fiani Arifin Arifin
ooh berati Kania itu aila mantan bang Jhon yg bikin momy Prita cemburu
Fanie Azhary: makasih udah mampir
total 1 replies
novita setya
bagusssss..
Fanie Azhary: makasih ya sayangkuh😘
total 1 replies
Suherni Erni
Oalah baru baca cerita aila...emang harus balik sm mantan suaminya..biarpun john sakit hati..tp klu dipaksa jg ngga baik...johm memang harus sm siprita
Love 💞💞💞
novelnya keren kok peminatnya sedikit ya???alur dan bahasanya bagus
Fanie Azhary: Makasih untuk apresiasinya, Kak. Dan makasih udah mampir.
total 1 replies
Fransiska Siba
makanya kalau ambil keputusan jgn melibatkan ego dan emosi. saat ada masalah Kania juga melihat kan emosi dan Malik juga emosi juga kaka itu mana kalian sama2 org keras kepala. Dalam hal ini Malik sangt salah kalah itu ambil keputusan gegabah tanpa memikirkan perasaan istrinya dan menyepelkan masalah, selain itu dia kepas kontrol krn emosinya ga stabil krn masalah yg dia hadapi itu pun krn perbuatan nya sendiri.
Dlu wajar Kania marah dan kecewa tp dia Menghindari masalah itu yg disesali dari Kania, kalau masih cinta dan perluas diperbaiki kenapa tdk dioertahankan krn pada dasarnya Malik tdk menyentuh Erika, tp Kania memlih mengakhiri dan menghindar. kalau masih mencintai kenapa cari org lain utk pelampiasan itu namanya kamu menyakiti org lain dan melibatkan Jhon dalam masalah mu padahal hati kamu belum move on. seandainya Kania sdh ikhlas dgn perpisahan dan sdh move on barulah memulai hubungan baru bukan cari pengganti dan pd akhirnya kau menyakitinya yg ga tahu masa lalumu.
Yani Cuhayanih
Aku gedeg banget sama malik
Yani Cuhayanih
Berusaha konsisten dari awal nyimak ceritanya
Fanie Azhary: terima kasih sudah mampir.
total 1 replies
Helen Apriyanti
kerennnnn kisah ny thorr bner" sprti nyata ... dr awal baca marathon smpe end.. happy ending akhirnya Abraham dn kania smpe mmpunyai jagoan .. selamet yh buat kalian brdua dn hidup bahagia akhirnya
mntul thorr
smngtt trz thorr dg karya" nya dn sukses sll
Helen Apriyanti: masama kk authorr ..
total 2 replies
Helen Apriyanti
malik yg kna sindrom dr khmiln kania sprtinya
Helen Apriyanti
kania enek?? jgn" hamil nui kania
Helen Apriyanti
kania msih ingin sndri nenangin diri .krn trluka d khianati dn kecewa ..yg sbar nia...
Helen Apriyanti
helehhh mo pnjlsn ap pun tetap pngkhianatan.. lgian knp gk mo ndih tau kania dl main nikah aj sm c rika .. jls lh kecewa.. skit nyesekk mna ada yg mau istri d madu skli pun itu ad alsnny ttap nmy pngkhianatan dlm prnikahan malik .. gdeg jg sm mlij nui
Helen Apriyanti
iya lh yg nmy pnhkhiantan terap pngkhiantan ... app pun alsn ny ity tetap pngkhianatan .. bgus kania cere aj ... jgj mond madu ..lgian main nikh aj sm c rika ijin gk .. mnt pndpt engga sm kania slh besar lh malik.. mski ad alsn prnikhn itu skral twtap pngkhiantn ao pun alsn ny itu ..
Helen Apriyanti
kasian kania..
trlepas malik da,alsn mnikhi rika ...hrsny jgn lh ap pun itu alsn nya sm sj mnghkianati prnikh ny dg kania... mna ad istri d madu dsarr mlik egois dn muna
Helen Apriyanti
kn dsarr malij egois .. munak ..pasti dalih ortu rika skit dn ttip rika buat d nikahin .. jgn mo kania mndingbpusah aj dr pd d madu.. pd dsar ny jg mlik msih pny prsaan k rika ..sulit lh bgi kania jg ..mna ada istri d mdu
Helen Apriyanti
helehhh jgn muna dn jgn egois km malik.. dlm hati mah km msih da rasa
Helen Apriyanti
awal pertengjaran dlm rumh tangga d mulai seru jg ...
Helen Apriyanti
hadehhhh ngpn km.malik nyebut nama rika dlm.hati ...km ada d jakarta rika ? apa mksdnya coba ...masih da perasaan kah ??? egois klo ky gtu
Helen Apriyanti
ciyeee da yg cmburu ni yee hee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!