"Aku merindukan mu"
itulah ungkapan setiap malam. Kanza Mahendra
saat harus berjauhan dengan Rasyi Syakilla.
Gadis ceria yg berhasil mengambil hati manusia dingin. yg bahkan tak tersentuh. namun kini saat berjauhan hati Kanza selalu merindukan nya.
Setelah melewati banyak perjuangan. hingga kini mereka telah benar benar bersama. membuat Kanza ingin selalu bersama dengan wanita yg saat ini telah memenuhi hati nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiia sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 22 *
"Kok lo makin ketawa sih"
"lagian lo aneh sejak kapan lo peduli dengan omongan orang Rass" tanya Damian
"gua gak tau cuma. gak tau kenapa gua kek marah aja kalau ada yg nyakitin temen gua." lirih Rasyi
"Lo tenang aj, lagian omongan dia udah gua denger dari zaman gua di paris. jadi gua biasa aj" jelas Damian
"Tapi yg jadi pertanyaan gua, kenapa lo berdua makin nyium gua"
Rasyi dan Rani yg tidak bisa menjawab hanya pasrah dengan omelan Damian,
Mendengarkan protes Damian dengan tingkah mereka. Rasyi dan Rani hanya diam sambil melipat tangan mereka di depan dada dengan mata fokus menatap Damian.
"Sepertinya film nya dah mau mulai kita masuk aja ya"
ajak Rani untuk menenangkan Damian.
"ayok, Dam" Rasyi yg menyeret Damian masuk ke dalam bioskop.
Di dalam Rasyi dan Rani duduk berderet dengan Damian yg di tengah tengah mereka.
Sementara Kanza yg sedang uring uringan dengan perasaan nya memilih pergi ke BAR Erik. dengan Edo.
Dari perjalanan. hingga setelah sampai Kanza lebih banyak diam. karena hari ini bar erik ramai Kanza sedikit tenang dari gangguan Erik.
"Anda sebaiknya jangan terlalu mabuk tuan, besok kita ada rapat dewan" jelas Edo yg melihat Kanza terus menuang minuman nya.
"Apa dia dekat sekali dengan Damian"
tanya Kanza dengan tatapan kosong nya
"maksud anda nona Rasyi tuan"
"benar" jawab nya singkat dengan menengguk minum nya dalam gelas.
"Saya akan mencari tau tuan" ucap Edo
"sekarang" bentak Kanza
"tapi tuan"
"kau berani melawan perintah ku"
dengan tatapan dingin Kanza. Edo yg Tak berani menatap nya hanya membungkuk. lalu berlalu meninggalkan Kanza sendiri.
Beberapa wanita silih berganti. menawarkan diri untuk menemani Kanza. namun dirinya terus menolak dengan menggerakkan tangan nya.
Namun saat sedang dalam lamunan nya ada suara yg menghampirinya dengan nama nya.
"Tuan Kanza"
Kanza langsung melihat arah orang yg memanggil nya.
"tuan muda Damian" ucap nya namun mata nya mengarah ke arah orang di belakang Damian.
"Boleh kami bergabung tuan, meja sudah penuh semua"
tanya Damian ramah.
"silahkan tuan muda Damian"
dengan senyum getir nya Kanza mempersilahkan Damian dan kedua temannya bergabung dengan nya.
"Sekarang kita ada di luar bisnis anda bisa memanggil saya Damian saja" Damian yg terus bicara sopan. karena tahu siapa lawan bicara nya.
"Baiklah kalau begitu anda juga bisa panggil saya Kanza saja"
ucap nya dengan memberikan minuman kepada Famian untuk menyambut nya.
"Terima kasih Kanza"
"okk"
Damian yg meminta pelayan gelas. sambil memesan minuman soda untuk Rasyi dan Rani.
Rasyi dan Rani yg duduk tenang di samping damian. hanya melihat sekitar. berbeda dengan Rani yg menikmati suasana Rasyi justru gugup dan membuatnya salah tingkah.
Sebenarnya saat mereka selesai menonton film. Rasyi dan Rani bingung mau kemana lagi. tapi ide aneh begitu saja keluar di kepala Rani. yg ingin mengajak damian dan Rasyi ke bar.
Meski sudah ditolak mentah mentah oleh Damian. Rani tetap kekeh ingin pergi ke BAR. Rasyi juga yg penasaran dengan isi bar hanya mendukung Rani membujuk Damian.
Damian yg sadar tidak akan bisa melawan mereka berdua memilih mengalah. tapi setelah memikirkan BAR mana yg akan menjadi tempat dirinya. membawa Rasyi dan Rani karena ini pengalaman pertama bagi Rasyi dan Rani. dan Damian tidak ingin terjadi hal buruk pada teman nya.
"Aah mending gua bawa deket kak Erik aja"
bisik nya dalam hati.
"yaudah yuk" ajak Damian yg di sambut senang oleh Rasyi dan Rani.
Di sepanjang jalan Rani yg terus mengoceh ingin meminum apa terus berbicara pada Rasyi. beberapa kali juga akan terlihat berpikir karena Rasyi bertanya polos tentang beberapa minuman yg dia sebutkan nama nya,
"Kita sudah sampai ayo turun"
ajak Damian lalu keluar dari mobil yg diikuti Rasyi dan Rani.
Saat masuk ke dalam Rasyi dan Rani yg hanya membuntuti Damian dari belakang. hanya terus berjalan mengikuti langkah damian.
"Kek nya meja penuh" saat Damian menadah kan pandangan nya.
"Terus kita gimana?" tanya Rani
Damian yg terus memutar kepalanya. tanpa sengaja melihat sosok seseorang yg sedang duduk sendirian dengan beberapa botol minuman nya.
"Tuan Kanza" ucap nya senang. Rani yg mendengar Damian langsung menyenggol Rasyi dengan bahu nya.
Rasyi langsung paham siapa yg sedang damian ucapnya. hanya memandang damian dengan wajah aneh nya.
Namun damian yg tidak ambil pusing. malah langsung megiring mereka menuju meja Kanza.
"Kenapa hidup gua gak bisa jauh jauh dari nih orang sih"
keluh nya dalam hati.
Rani yg tahu apa yg membuat nya gugup. hanya memegang tangan Rasyi erat seakan memberi dia dukungan.
Mereka yg duduk dengan Kanza. hanya terlihat Kanza dan Damian saja yg berbicara namun Rasyi dan Rani masih diam dengan mata melihat sekitar.
Pelayan pun mengantar minuman yg di pesan Damian.
"silahkan tuan" ucap pelayan
"terima kasih"
Rasyi dan Rani pun. menikmati minuman mereka. tapi mata Rani terpesona dengan bir yg ada di depan damian.
"Gua boleh minum itu gak??? tanya Rani pada damian
"ini" ujar Damian dengan mengangkat botol bir nya
"iya, boleh ya" dengan mata berbinar Rani berharap Damian memberikan nya.
"Enggak" ketus Damian
selagi Damian dan Rani berdebat. mata Kanza terus menatap Rasyi. ada tatapan kagum melihat Rasyi namun di tepis nya dengan wajah dinginnya.
Merasa tidak nyaman karena di tatap Kanza Rasyi memilih bangkit dari kursinya. yg membuat damian dan Rani yg tadi berdebat langsung diam menatap nya.
"Lo mau kemana??? tanya Rani
"gua ke toilet bentar ya"
"emang lo tahu dimana toilet nya??? tanya Damian.
"biar aku yg antar" ucap Kanza
Degg,
jantung Rasyi bedetak kuat saat melihat Kanza membuka suara dan langsung bangkit dari kursi nya.
"Ohh yaudah. makasih tuan Kanza" ucap Damian.
Kanza yg berjalan di depan dengan Rasyi yg mengekor nya di belakang.
Namun Kanza bukan membawa Rasyi ke toilet umum. tapi Kanza membawa Rasyi ke room vvip. yg memang Erik siapkan khusus buat Kanza kalau ke BAR nya.
Rasyi yg tidak tahu menahu hanya mengekor Kanza. sampai Kanza tiba tiba berhenti di depan sebuah pintu. karena Rasyi jalan nya menunduk langsung menabrak punggung Kanza yg berhenti di depan nya.
"Auuww" pekik nya dengan memegang kening nya
"apa mata mu sudah tidak berfungsi lagi"
dengan membalik badan nya Kanza berbicara lembut. dengan menyibak rambut Rasyi melihat kening nya.
Rasyi yg tidak pernah melihat Kanza selembut ini. diam terpaku dengan mata melotot ke arah Kanza.
"Ada apa??? Kanza masih dengan suara rendah nya
"ti-tidak tuan" Rasyi yg mulai gugup
"masuk lah. di ujung ruangan ada pintu toiletnya"
dengan membuka kan pintu. dengan kartu akses nya Kanza mempersilahkan Rasyi masuk duluan.
Namun saat masuk Rasyi terkejut melihat isi dalam nya. ada sofa dan ranjang di sudut jendela dan beberapa rak minuman tersedia di dalam nya.
Rasyi langsung berbalik menghadap Kanza.
"tuan. ruangan ini" tanya nya dengan mata melihat sekeliling nya.
"Ini ruangan pribadi ku. kau bisa menggunakan toilet nya disini. aku pikir akan lebih nyaman disini daripada toilet yg di luar" jelas Kanza yg berjalan menuju sofa.
"Baiklah tuan, kalau begitu terima kasih"
Rasyi pun berlalu masuk dalam toilet. Kanza yg sudah duduk di sofa menuangkan wine di gelasnya. dan menikmati nya sendiri.
Namun rasa tenang Kanza terganggu ketika mendengar nada dering. nampak bingung dengan wajah nya. tapi saat melihat ponsel nya.
"Itu bukan nada dering ku"
ucap nya bingung. lalu matanya menatap tas milik Rasyi yg di tinggal pemilik nya ke kamar mandi,
Tanpa pikir panjang Kanza langsung mengambil ponsel Rani dan melihat siapa yg menelpon.
"My lovely" ucap Kanza "apa pacar nya"
Kanza langsung mengangkat. dan menempel kan ke telinga nya tanpa suara. karena Kanza ingin tahu siapa yg menelpon.
"Rasyi," terdengar suara wanita di sebrang sana.
"kamu kemana saja. ibu telpon dari tadi tapi tidak mengangkat apa kamu baik baik saja nakk, ibu sudah sampai"
"halo rass, kamu disana nakk???
"Ternyata ibu nya"
ucap Kanza dalam hati. dengan memancarkan senyum nya
"halo bu" ucap Kanza dengan suara khas nya
"halo ini siapa???mana Rasyi"
"saya Kanza bu, Rasyi sedang ada pekerjaan sedikit"
ucap Kanza sopan. karena mendengar suara ibu Rasyi seperti khawatir.
"Oh, tuan Kanza. maafkan saya tadi saya pikir Rasyi yg mengangkat telpon nya"
"tidak pa-pa bu"
"apa Rasyi baik baik saja tuan"
"sepertinya dia baik baik saja"
Saat Kanza yg masih berbicara pada ibu Sila. Rasyi yg baru keluar dari toilet. menatap aneh Kanza karena memegang ponsel nya. Rasyi pun langsung mendekat untuk bertanya. namun belum Rasyi bertanya Kanza sudah meletakkan tangan nya di mulut Rasyi yg membuat nya tak bisa bersuara.
"Jantungku" keluh Rasyi dalam hati
"ada apa sebenarnya dengan makhluk astral hari ini???
"Baiklah kalau begitu bu, selamat malam"
Kanza pun menutup telpon nya. dan langsung melihat ke arah Rasyi yg masih di tahan nya untuk berbicara dengan tangan nya.
"Apa anak kesayangan ibu nya ini mulai mau jadi anak nakal"
ucap Kanza dengan membungkukkan badannya sedikit. Kanza mensejajarkan wajah nya dengan Rasyi.
Mata mereka bertemu sebentar. sebelum Kanza melepaskan tangan nya dan kembali duduk di sofa dengan menenggak kembali minuman nya.
Rasyi yg merasa aneh dengan perlakuan Kanza. masih diam mematung dengan mata menghadap ke Kanza. sementara tangan nya msih memegangi dadanya.
"Apa kau ingin berdiri terus disitu !"
dengan menggoyangkan wine di gelasnya. Kanza berbicara pada Rasyi yg masih menatap nya bengong.
Rasyi yg sadar. langsung ikut Kanza duduk di sofa meskipun terlihat menjaga jarak.
"Apa sebelum nya kau pernah ke tempat seperti ini,"
"tidak tuan, ini baru pertama kali"!
"heem, pantas saja" ucap Kanza santai
"kalau begitu minumlah"
"tapii tuan"
"ada apa"
"saya tidak pernah meminum ini"
ucap Rasyi dengan mendorong kembali minuman yg Kanza berikan untuk nya.
Kanza lalu melihat rak minuman. dan berharap menemukan minuman yg rendah alkohol. agar Rasyi aman meminum nya.
"Bagaimana kalau ini"
ucap Kanza dengan memberikan minuman untuk Rasyi yg menurut nya aman.
Rasyi yg melihat Kanza. menuangkannya ke gelas untuk nya ada terbesit senyuman di wajah cantik nya. yg sekilas Kanza melihat nya.
"Cobalah"
"terima kasih tuan"
Rasyi mencoba nya. namun baru meminum nya setengah gelas Rasyi langsung menunjukan wajah jelek nya. Kanza yg melihat tertawa melihat mimik wajah Rasyi.
"Apa ini juga pengalaman pertama mu"
tanya Kanza yg dapat melihat Rasyi seperti nya tidak menyukai minuman nya.
Rasyi hanya mengangguk pelan. dengan tangan memegang bibir kecil nya. Kanza yg gemas lalu mengambil gelas di tangan Rasyi dan langsung meminum nya. yg membuat Rasyi terkejut.
"Tuan"
panggilnya saat Kanza meminum minuman bekas nya. Kanza yg sudah menenggak minuman nya. langsung melihat Rasyi yg memanggil nya.
"Itu kan bekas saya tuan" imbuh nya pelan
"lalu" dengan menaikan sudut bibir nya Kanza kembali menatap Rasyi yg seperti salah tingkah.
"Orang bilang kalau minum dengan satu gelas yg sama. itu sama saja ciuman secara tidak langsung."
dengan suara yg benar benar kecil namun masih terdengar Kanza Rasyi mengucapkan nya malu malu.
Kanza yg mendengar nya tertawa. yg membuat Rasyi menatap nya tak percaya karena dari awal melihat Kanza baru kali ini dia melihat Kanza bisa tertawa. dan bukan wajah dingin seperti biasa nya.
"Baiklah, kalau gitu ayo kita kembali mungkin mereka menunggu kita" ajak Kanza.
Namun saat Rasyi baru mau bangun. tiba tiba terduduk kembali karena merasa berat di kepala nya.
Kanza yg merasa Rasyi tidak mengikutinya memutar kepalanya. dan melihat Rasyi masih duduk di tempatnya dengan tangan memegangi kepalanya.
"Ada apa??? tanya Kanza yg menghampiri kembali Rasyi
"tidak tahu tuan. tapi kepala saya rasa nya aneh"
ucapnya dengan menggoyang goyang kepala nya karena penglihatan nya mulai kabur.
"Apa kau mabuk"
"mabuk" Rasyi mengulang ucapan Kanza.
"kalau begitu pegang aku"
dengan menyodorkan tangan nya ke Rasyi untuk membantu Rasyi berdiri.
Rasyi langsung menggapai tangan Kanza. dan megenggamnnya erat. yg membuat Kanza langsung tersenyum melihat nya. dengan memegang erat juga tangan Rasyi.
Saat Kanza membawa kembali Rasyi. untuk menyerah Rasyi pada teman nya. namun saat Kanza sudah berada di mejanya dia melihat Rani dan damian yg sudah mabuk. dan Edo yg menjaga mereka.
"Tuan" sapa Edo yg melihat Kanza.
"ada apa dengan mereka"
"setelah berdebat mereka minum tanpa henti tuan. yg mengakibatkan mereka berdua mabuk," jelas Edo
"Apa kau sudah daritadi disini???
"benar tuan, saya sudah kembali dari tadi tapi karena tidak melihat tuan. saya hanya duduk melihat mereka disini sampai mereka berdua mabuk" panjang lebar Edo menjelaskan pada Kanza.
"Baiklah, carikan mereka supir" perintah Kanza
"anda tenang saja tuan, supir dari tuan Handoko akan menjemput tuan muda mereka"
Kanza yg bingung harus bagaimana. tidak mungkin Kanza menyerahkan Rasyi. melihat kedua teman Rasyi yg sudah mabuk berat.
Edo yg melihat tangan Kanza memegang erat tangan Rasyi. menunjukan wajah senang nya.
"ada apa dengan nona Rasyi tuan???
"dia mabuk"
jawab Kanza yg memutar melihat ke arah Rasyi yg mulai terlihat lemas.
Kanza pun menuntun nya untuk duduk bersandar di sofa
"bagaiman nona Rasyi bisa mabuk tuan??
tanya Edo penasaran. Kanza yg duduk jongkok di depan Rasyi terlihat wajah khawatir nya.
"Aku memberikan nya minuman"
"anda memberikannya tuan" pekik Edo terkejut
"aku tidak sengaja memberikannya. lagian yg aku berikan juga rendah alkohol bagaiman hanya minum setengah gelas dia langsung mabuk"
Terlihat cara bicara Kanza yg khawatir dengan nada bersalah nya. Edo sebenar nya terlihat senang melihat perubahan Kanza namun saat melihat Kanza bingung. Edo juga terlihat tegang
"Lalu kita akan antar nona Rasyi kemana tuan"
"kita bawa saja ke unit ku"
"baiklah tuan, saya akan siap kan mobil"
"cepatlah" ucap Kanza yg langsung membuat Edo berlari kecil menuju keluar bar.
Tiba tiba Erik datang dengan membawa beberapa orang yg terlihat seperti pengawal. Kanza yg kaget langsung berdiri
"Hey Kanz" sapa Erik
"ada apa ini" mata Kanza yg mengarah ke arah orang orang berpakaian serba hitam.
"Tenang bro, mereka hanya menjemput tuan muda mereka jadi aku hanya mengantarkan saja" jelas Erik
Kanza pun bergeser agar pengawal bisa membawa damian dan Rani yg sudah tidak sadar kan diri akibat mabuk.
Setelah mereka pergi. Kanza kembali membungkuk untuk siap menggendong Rasyi menuju mobil nya. namun langkah nya terhenti oleh Erik yg penasaran dengan Rasyi.
"Siapa dia Kanz???
"bukan urusanmu !!!ketus Kanza yg mencoba melewati Erik namun langkah nya kembali terhenti karena Erik memegang bahu nya.
"Ayo lah anz, kita sudah mengenal lama. dan ini perdana bagiku melihat seorang Kanza Mahendra yg mau repot repot menggendong wanita. dan aku yakin dia pasti special"
hardik Erik yg mendapat tatapan tidak senang Kanza
"Sebaik nya kau urusin urusan mu. sebelum anak buah ku membuat mu repot di tempat usaha mu" lewat nada penekanan Kanza berucap. dengan senyum getir nya. yg membuat Erik mundur beberapa langkah. dan membiarkan Kanza lewat dengan mengangkat kedua tangan nya.
"Ok, kali ini gua nyerah" ucap nya dengan senyum terpaksanya
Kanza pun melewati Erik. dan membawa Rasyi keluar dari BAR dengan di gendong nya.
"Lo bebas sekarang Kanz, tapi enggak akan ada hari esok. jangan panggil gua Erik sahabat lo kalo gue gak bisa dapat informasi apa apa tentang lo" ucap Erik sambil menaikan sudut bibir nya.
happy reading,😊
mampir juga yuk keceritaku
RAIN BUKAN HUJAN
terimakasih