Di Nikahi laki-laki dingin dan arogan, yang baru saja bertemu beberapa jam lalu? karena sebuah insiden, sepetinya mustahil. Akan tetapi itu terjadi kepada Crystal. Di selamatkan dan bawa pulang demi sebuah tanggung jawab. Ia malah dinikahi Nervan, karena untuk memenuhi janji pada sang Ibu yang baru saja sadar dari koma.
Bagaimana kisah bab demi bab yang memuat aksi kocak, menjengkelkan, menyedihkan, romantisme, hingga pertengkaran dan permusuhan, mari baca! Terima kasih.
MENDADAK MENIKAH KARENA SEBUAH JANJI.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Tingkah Aneh Nervan.
"Apaan sih kalian! ada apa nih ramai-ramai di sini? cepat selesaikan segala pekerjaan, gue ingin segera berada di rumah sakit untuk bertemu Mami (Cysa)." Mulut dan hati Nervan tidak senada.
"Tumben? hal apa yang lo sedang sembunyikan dari kami?" tanya Rendra penuh selidik.
"Iya Bos, sepertinya Anda menyembunyikan sesuatu hal besar!" seru Rendy menimpali Rendra.
"Enggak ada! perasaan kalian saja mungkin. Sudah, gue titip tempat ini ya."
"Eh lo hendak ke mana Van? masih siang juga, biasanya kalau belum lewat pukul sembilan, lo enggak akan bergerak dari sini!"
Rendra dan Rendy pun saling memandang penuh heran, Nervan hanya tersenyum dalam menanggapi ocehan Rendra.
"Baik-baik yah Kalian, jagain ladang nafkah gue," ucap Nervan dengan berdiri dan menepuk kedua bahu bawahan nya itu.
"Van! masih banyak kerjaan nih." ucap Rendra.
"Besok saja. Mata, otak dan body gue sedang tidak sinkron, ingat Mami (Cysa)." Lagi- lagi hatinya Nervan tidak sinkron dengan mulut.
"Kalau begitu! gue ikut deh sama lo, sekalian jenguk Tante!" pinta Rendra.
"Eh gak! enak saja, datang saja nanti malam, sekalian ajak istri lo juga Ren." tukas Nervan.
"Van, gue ikut lo saja sekarang yah! besok baru sama Istri gue, janji deh." rengek Rendra lagi.
"Gah ah! gue cabut bro, sampai jumpa Upin dan Ipin!" ucap Nervan sembari mencuil dagu mereka. "Assalamu'alaikum!" pamit Nervan, lalu pergi dengan bersiul.
"Wa'alaikum salam!"
"Hah! maksud nya kita Ren?" tanya Rendra pada Rendy saat ia baru sadar di panggil Upin dan Ipin.
"Siapa lagi Pak!" seringai Rendy sembari bergeser menjauhi Rendra.
"Hadeeuuww! Bos lu, sejak kapan mengalami gangguan jiwa tuh? Nervan koq jadi aneh begitu?!" tanya heran Rendra.
"Bukan gangguan jiwa Pak Bos! sepertinya si Bos CEO, kena gangguan makhluk wanita." jawab Rendy.
"Ah serius lo Ren? perlu di basuh rendaman daun kelor sama daun bidara dong?" tanya Rendra.
"Tidak perlu Pak Bos! hanya perlu segera pakai belangkon dan berkalung bunga serta berucap ijab di hadapan penghulu." tanggap Rendy.
"Wuih anak kecil cerdas! setuju gue tuh!"
"Maaf pak! ini berkas Ekspor yang harus di periksa." Seorang perempuan masuk ke dalam ruangan Nervan dan menghentikan pembicaraan antara Rendra dan Rendy.
"Ok Marina! simpan saja di atas meja, setelah ini kami akan memeriksa nya." pinta Rendra. Itu adalah Marina, sekretaris Nervan.
"Maaf lagi Pak! ada apa dengan Pak Nervan yah? hari ini aneh." Ujar Marina. "Aneh apanya?" tanya Rendra.
"Dari sejak ia tiba, terlihat senyum senyum sendiri, dan baru saja saat dia keluar, ia tidak berhenti bersiul dan tersenyum. Biasanya tidak seperti itu." jawab Marina.
"Tidak perlu dipikirkan, Bos kamu itu, sepertinya sedang kasmaran! makanya di maklumi saja," balas Rendra.
"Waah, Pak Nervan sudah mau nikah ya Pak Rendra?"
"Hush! nanti kamu bergosip yang belum pasti, kembali ke meja mu. Ren, Kamu urus nih berkas, Aku ke ruang produksi dulu," ucap Rendra.
"Baik Pak Rendra."
"Baik Pak Bos."
***
Beberapa waktu kemudian,
Nervan baru saja sampai di rumah sakit. Ia langsung bergegas menuju kamar rawat inap Mami nya.
"Assalamu'alaikum Mami sayang!" sapa Nervan, begitu ia membuka pintu.
"Wa'alaikum salam! sudah pulang Van?" balas Mami nya yang kala itu sedang mengobrol dengan Crystal.
"Mas!" Crystal segera mengecup tangan kanan Nervan. Sandiwara yang telah di atur Nervan.
"Apa kabar sayang?" tanya Nervan dengan mengecup kening Crystal. Walaupun ini setrategi Nervan, namun Nervan memang melakukan nya dengan sungguhan dari hati.
"Baik Mas! loh katanya pulang malam? tapi koq baru beberapa jam saja sudah kembali?" tanya Crystal.
"Iya Nak! koq sudah kembali ke mari?" tanya Mami nya.
"Itu .... kerjaan nya masih dapat di handle oleh Upin dan Ipin," jawab Nervan. Mulut nya bicara dan tersenyum kearah Mami nya. namun matanya mencuri pandang pada Crystal.
"Upin dan Ipin?" Mami Nervan tidak mengerti, ia kembali bertanya untuk lebih yakin, siapa yang dimaksud oleh Nervan.
"Itu Mih. Rendra dan Rendy!" jawab cuek Nervan sembari duduk di sisi Mami nya menghadap ke arah Crystal yang duduk di bangku menghadap ke arah tempat tidur.
"Astagfirullah, keponakan Mami tersayang, koq jadi Upin dan Ipin." Mami Nervan mengekeh.
"Ya kan, mereka selalu berdua, mirip Upin dan Ipin." ucap Nervan.
"Kamu ada-ada saja!" tukas Mami Nervan.
"Papi, belum kembali Mih?" tanya Nervan. "Belum Nak! mungkin sebentar lagi, Mami hendak rebahan lagi sayang. Silakan kalian mengobrol di sofa sembari menunggu Papi." Pinta Mami Nervan.
"Mari, Evan bantu Mih!"
"Perlahan Mih!" ucap Crystal
Mereka berdua membantu merebahkan tubuh Mami nya Nervan. Crystal dan Nervan sesekali saling pandang. Crystal pun merasa tersipu, Nervan salah tingkah.
"Aku mau mengajak Cysa membeli pakaian Mih sepulang dari sini." ucap Nervan sembari berjalan menuju sofa, lalu ia duduk.
"Bagus itu Nak! saat nanti ke sini lagi, Mami tidak ingin melihat Cysa memakai pakaian mu." Protes lembut Mami Nervan.
"Tapi Cysa lebih senang memakai pakaian Evan Mih, iya kan sayang?" Nervan menarik tangan Crystal yang hendak duduk di sofa sebelahnya.
Bruk! Crystal jatuh tepat di atas pangkuan Nervan di saksikan Mami nya yang kini telah tersenyum lebar.
Mami nya dapat melihat Kalau Nervan melakukan itu dengan kesengajaan.
"Apa sih Mas! aku gak suka pakai kaus ini. Sudah seperti baju orang-orangan sawah di tubuh ku," bisik Crystal dengan nyengir aneh, ke arah Mami nya Nervan.
Mami Nervan hanya geleng-geleng kepala, menyaksikan kegaduhan dari kedua nya. Ia faham betul pada menantu nya yang tidak nyaman berada dalam pangkuan Nervan saat ini, di hadapan nya. Namun Nervan begitu terlihat menikmati nya.
"Kamu diam, jangan gerak-gerak mirip cacing kepanasan, si imin tidak aman ini lama-lama, atau ku panen lagi buah anu mu di sini!" ancam Nervan dengan berbisik.
"Apa sih Mas, aku malu pada Mami, fikiran kamu tuh ngeres banget lagi pula," bisik kembali Crystal.
Mereka berdua seperti sedang perang dalam diam. Tubuh Crystal menggeliat minta di lepas dari dalam pelukan Nervan.
Sedangkan, lengan Nervan begitu kokoh merangkul pinggangnya. Malah entah sejak detik mana, kini wajah Nervan sedang menyusup nyaman pada dada indah Crystal. Itu jelas tercetak dari balik kaus. Selain imin Nervan yang tertantang, ternyata karena gesekan, maka buah anu Crystal pun ikut menantang di hadapan Nervan yang kini tengah mengatur nafasnya karena mulai berpacu dengan detak jantung nya.
Mami Nervan, dengan cepat mem photo mereka secara diam-diam, lalu ia kirimkan pada Papi nya Nervan.
"Pih, cepat kembali. Anak mu seperti nya sudah tidak tahan ingin menganiaya mantu kita, Mami jadi malu, melihat tingkah aneh Nervan." kiriman pesan pada Papi Nervan dengan emoticon mata tertutup telapak tangan dan mata love.
"Hehe, bagus dong Mih! itu tanda nya, kita akan segara memiliki cucu. Wah hebat Nervan, tidak di ragukan lagi nih kemampuan nya, di hadapan Mami saja ia seperti singa lapar." Pemikiran Papi Nervan, melihat posisi photo Nervan.
"Ikh Papi, cepat kembali, Mami takut Evan berbuat tidak senonoh di hadapan Mami. Secara, lihat tuh bucin sekali seperti nya. Lama jomblo, pas nikah koq jadi aneh kelakuan nya."
"Tiga puluh menit, Papi sampai sana, Mami bobo saja! jangan nodai mata Mami dengan kebucinan mereka." pesan balasan Papi Nervan.
"Baik Papi sayang!"
"Assalamu'alaikum!"
Baru saja, Mami Nervan mengakhiri berkirim pesan, tiba-tiba saja ada beberapa orang masuk dan berucap salam. Mami Nervan terlihat sumringah, melihat kehadiran mereka.
Bersambung ....
tlng tmn" bantu cari kejelekan sifat papi harsyal yaaa...
truma apa itu...lagian cysa juga sprti perempuan murahan...sangat mudah di tipu dgn kata" rayuan evan...keenakan evan...cuna segitu aja penolakan cysa...
terserah lah thor...
hahaha....emang enak di cuekin lu van...hahaha
ini kejahatan..kok bisa sih...
hadddeeeeeuuh
ga apa" cysa,nti ada saatnya kamu bls perbuatan evan...sabaaar