NovelToon NovelToon
Mutiara Hati

Mutiara Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:10.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mitha Rhaycha

Nidia seorang gadis yg cerdas dan mudah bergaul yang hidup disebuah kota kecil. dia juga ramah dan perhatian terhadap orang-orang yang ada disekitarnya. meski kecantikannya dianggap rata-rata, tp dia banyak disukai karena kepribadiannya.
suatu ketika, dia memilih meninggalkan kampung halaman karena pria yang bertunangan dengannya selama setahun, menghamili temannya sendiri.
orang tua Sopian tunangannya itu, memaksa Sopian untuk tetap menikahi Nidia dan hanya memberikan biaya saja kepada anak yg dikandung Sopian dr wanita lain. tapi Nidia menolak. dia tidak mau menikah lagi dengan pria yg nyata-nyata tidak setia bahkan sebelum menikah.
kisah hidupnya dimulai saat dikota besar, meski dia hanya berharap mampu menjalani hidup yang sederhana tp segalanya terasa menjadi rumit.
mulai dari pertemuannya dengan Bu Saraswati dan Putranya Haikal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mitha Rhaycha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selusin Pakaian renang 2

Pak Sabar meletakkan paket Nidia disamping lemari, dia hanya mengangguk ketika Nidia mengucapkan terima kasih. setelah beberapa hari di rumah Haikal, Nidia sudah cukup mengenal pak sabar dengan sifat pendiamnya itu. Menghela nafasnya, Nidia menatap pakaian renang itu dengan rasa masih tak percaya.

seumur hidupku, baru kali ini aku melihat orang membeli pakaian dengan ekstrim seperti ini. selusin, mengapa harus sebanyak ini.. dan ini... sangat mahal pula.

Nidia mondar-mandir di kamarnya.. dia harus ketemu Haikal, pria itu tidak boleh membeli barang apapun tanpa persetujuannya. apalagi jika itu barang mahal. mengapa harus membeli banyak barang jika tidak dipakai? kan mubazir, pikir Nidia. lagi pula itu baju kemahalan. sejuta setengah, dia bisa membeli sepuluh baju dengan uang sebanyak satu juta setengah apalagi jika belinya grosir.

"Ini juga mau ditaruh dimana lagi?"Nidia membuka lemari pakaian yang sudah tak pernah disentuhnya lagi sejak hari pertama masuk kekamar itu. membuka semua pintu lemari berharap masih ada tempat kosong. tapi lagi-lagi dia terkejut." bagaimana bisa lemari ini penuh dengan pakaian?. karena beberapa hari lalu dia hanya membukanya sekilas dan mendapati ada pakaian wanita, dia tidak pernah lagi membukanya. bahkan pakaiannya pun tetap dibiarkan didalam koper dan hanya mengambil yang perlu dipakainya saja.

Aaah mengapa dia jadi pusing seperti ini?. Nidia sadar Nidia... jernihkan pikiran mu, jangan kemana-mana. perhatian ini tidak ada maksud apapun, tidak ada niat jahat ataupun niat terlalu baik dari sipelaku.. pikirannya kacau. dia harus bisa benar-benar menjernihkan hati dan fikirannya atau dia akan salah paham dengan situasi ini.

coba diingat-ingat. Bu Saraswati sangat baik padanya sejak pertama kali bertemu. dan sekarang Haikal yang dingin itu memberikan perhatian dengan cara yang berbeda. apa maksud semua ini? apakah mereka mengenalku sebelumnya?, apakah mereka orang-orang yang pernah ada dimasa laluku?. apakah...apakah..? siapa sebenarnya mereka? bukankah tidak ada kebaikan maupun keburukan yang datang tanpa alasan?

Nidia menggeleng-gelengkan kepalanya merasa pusing. jujur jika ditimbang rasa gembira dan takutnya akan situasinya saat ini, dia masih lebih merasa takut. Bu Saraswati dan Haikal adalah orang asing yang tiba-tiba masuk dalam kehidupannya. mereka adalah orang-orang dengan status sosial yang tinggi, mereka bukan orang yang mudah didekati oleh sembarang orang. mereka bukan pula orang-orang yang mudah percaya dengan orang asing. lalu mengapa dia dengan mudahnya masuk kekeluarga ini? apakah ada sesuatu yang tidak dia ketahui?

Nidia duduk ditepi ranjang, menatap langsung wajahnya pada cermin didepannya, dia merasa seperti orang yang berbeda saat ini. ditatapnya juga kosmetik dengan berbagai warna dan ukuran memenuhi meja rias sementara belum satupun yang disentuhnya. dia memang tidak suka merias wajah, biasanya dia hanya memakai bedak bayi jika kebetulan keluar rumah.

"Yaa.. aku harus mencari waktu untuk bicara dengan pak Haikal, dia tidak perlu lagi membelikan barang-barang apapun padaku"gumamnya

*******

Saat siang sebelum pulang kerumah

Haikal keluar dari ruang meeting diikuti Ferdi, nampak kelelahan tergambar jelas diwajahnya. beberapa hari ini, dia seperti berpacu dengan waktu agar lebih cepat kembali ke Indonesia, entah apa yang membuatnya ingin pulang, diapun tak mengerti. saat memasuki ruangannya dia berbalik dan menyodorkan ponselnya kearah Ferdi. sejenak Ferdi menatapnya bingung.

" Ini adalah koleksi baju renang muslimah terbaru. pesankan untukku"pintanya. masih dengan bingung, Ferdi mengambil ponsel Haikal ditangannya dan melihat beberapa gambar baju renang muslimah dalam beberapa warna dan motifnya.

Ferdi merasa heran, mengapa Presdir memesan baju renang muslimah? untuk apa? dan.. bukankah baju renang juga banyak dijual di Mall Marga Jaya?

"Mm.. Pak, warna apa yang harus saya pesan?" tanya Ferdi akhirnya. bertanya alasannya hanya akan memancing kemarahan sang bos "juga ukurannya?"Haikal terdiam dia tidak tau warna apa yang disukai oleh Nidia. kalau ukuran... Haikal mencoba mengira-ngira bentuk tubuh Nidia.. aah sial.. lagi-lagi bayangan dia bermain dikolam renang menari-nari diingatanku Haikal merutuk dalam hati.

"Ukurannya M, dan pesankan selusin dengan berbagai warna dan motif"jawabnya kemudian berjalan duduk di kursi putarnya "antarkan kerumahku dengan nama gadis itu"

"gadis itu.."Ferdi bertanya ragu

"Perawat ibuku..."Ferdi terkejut mendengar kalimat terakhir Haikal. jadii... baju renang sebanyak ini untuk gadis itu? dan lagi... tunggu dulu, apakah gadis itu tinggal dengan Presdir sekarang?. tapi Haikal seakan tak perduli dengan pemikiran Ferdi." saat aku sampai dirumah, pesanan itu juga sudah harus sampai" Haikal berdiri, merapikan jas dan dasinya kemudian keluar ruangan. Ferdi dengan cepat mengirim gambar itu keponselnya dan segera menyusul Haikal. beberapa karyawan menyapa mereka dalam perjalanan keluar gedung, tapi seperti biasa Haikal menanggapinya dengan sikap dingin hanya Ferdi yang menjawab para karyawan yang menyapa dengan anggukan kepalanya, dan itupun sudah sangat menyenangkan bagi para karyawan.

"aku pulang sendiri"ujar Haikal saat sampai dihalaman parkir. Ferdi menyerahkan ponsel dan kunci mobil kepada Haikal dan bergegas menuju mobilnya saat sang atasan sudah tak terlihat lagi. dia mengeluarkan ponselnya dan mencari alamat butik yang memposting baju renang muslimah sesuai yang diperlihatkan Haikal padanya, dia harus memesan baju itu dengan cepat dan mengirimnya sesegera mungkin kerumah atasan.

*****

Usai makan malam, Nidia masih menemani Bu Saraswati dikamarnya. wanita paruh baya itu terlihat jauh lebih baik dari hari ke hari.

"Apa kamu tidak merasa bosan berada di rumah terus?"tanya Bu Saraswati sembari menatap Nidia yang mengoleskan minyak zaitun ke kaki Bu Saraswati dan mengurutnya pelan.

"mengapa harus bosan?"tanya balik Nidia seraya tersenyum

"biasanya anak gadis seusiamu sangat suka jalan-jalan ke mall, shopping, nonton atau kepantai" jawab Bu Saraswati.

"para gadis itu melakukannya karena mereka punya waktu luang untuk bersenang-senang"Nidia tersenyum " kalau Nidia nggak punya waktu untuk itu"

"kenapa? apa karena merawat mama?"tanya Bu Saraswati. Nidia mengangguk

"itu salah satu alasannya"jawab Nidia

"kalau itu alasannya, mama akan kasih kamu libur Sabtu dan Minggu, jadi kamu bisa bertemu dengan teman-temanmu"ujar Bu Saraswati

"tidak boleh.. Nidia sudah menandatangani kontrak merawat dan menjaga mama selama tiga bulan. jadi selama tiga bulan ini, Nidia tidak akan kemana-mana"jawab Nidia "lagi pula Nidia tidak merasa bosan bersama Mama di rumah ini. bagaimana Nidia bisa bosan jika semua fasilitas yang Nidia inginkan ada disini?"katanya sambil tertawa 'mau nonton tv ada, mau bermain dikolam renang juga ada. apalagi kalau mau melihat pemandangan kota dimalam hari tidak perlu pergi ketempat lain karena bisa langsung dilihat dari kamar Nidia."Bu Saraswati merasa lega mendengar penjelasan Nidia yang bersemangat.

"syukurlah kalau begitu"ucap Bu Saraswati lega. "tapi.. kalau kamu merasa bosan, kamu bisa kasih tau mama. supaya kita bisa jalan-jalan"tawarnya

"Iyaa... pasti. Nidia bakal kasih tau mama"

"tapii.. sudah dua hari ini mama nggak lihat kamu mandi dikolam lagi. apa kamu tidak suka dengan baju renang yang dibelikan Haikal?"tanya Bu Saraswati membuat Nidia agak gugup. bukan tidak suka ma, tapi terlalu sayang memakainya karna itu baju mahal jawab Nidia dalam hati.

"mmm... cuaca lagi tidak terlalu bersahabat ma, Nidia takut nanti flu kalau keseringan bermain disana"jawab Nidia beralasan

"ohh.."Bu Saraswati mengangguk "memang lebih baik kalau cuaca mendung jangan dulu mandi dikolam. khawatir kamu nanti benar-benar flu. siapa yang merawat mama nanti"

"jangan khawatir ma, Nidia punya fisik yang kuat kok... "selanya sambil tertawa.

"kamu ini.."Bu Saraswati tersenyum senang"sudah istirahat saja"

"apa sudah lebih baik?"

"hmm... ini sudah lebih enakan. terima kasih Yaa.."

"tidak perlu berterima kasih, ini sudah tugas Nidia" bukankah aku digaji tigakali lipat untuk mengurus nyonya? sambung Nidia dalam hati

"kamu boleh beristirahat dikamarmu sekarang, ini sudah jam sembilan"Nidia mengangguk. diapun membantu Bu Saraswati berbaring dan menyelimutinya

"yakin tidak mau Nidia temani sampai mama tertidur?"tanyanya

"tidak usah sayang.. kamu sudah menjaga mama seharian.."jawabnya

"baiklah.. kalau begitu Nidia kembali ke kamar. kalau perlu sesuatu, telpon keNidia saja seperti biasa"nidiapun bangkit hendak keluar

"oh Yaa Nidia.. apa mama boleh minta tolong sesuatu?"ucap Bu Saraswati menahan langkah Nidia

"boleh ma, katakan saja"

"Malam ini Bik Sumi kembali kerumahnya karena anaknya sakit. bisakah kamu buatkan kopi untuk Haikal dan diantarkan keruang kerjanya?"

1
R7L0v3
👍
anita dyah
keren...sy baca dg serius bab pernikahan scr adat ini..sambil nebak² ini daerah mana sih??
Stlh baca komen²ny, baru tau klo ini adat Sulawesi Utara.
Thor, sedikit saran..utk nama kota/lokasi tdk perlu lah ditulis inisial kota A, daerah B dst...lebih baik ditulis lgsg dg jelas...agar kita sbg pembaca lebih paham..😄😄😄😄
rinny
karya ya luar biasa, walau sudah baca beberapa kali tetap tidak bosan aka ceritanya
TongTji Tea
ya apapun itu kalo benar ,Bapak nya Nidia itu Dajjal .sudah hamilin 2 orang wanita .Lalu seenaknya pergi begitu saja
TongTji Tea
ko jadi begini ya ceritanya? Dari awal ceritanya logis banget,plot nya,intrik nya ,walau lambat tapi masi mengalir ..lha kok tiba2 ...
rahel
Lumayan
Niar Zahniar
semangat brkarya
Memyr 67
ternyata banyak ular betina, di novel ini
Memyr 67
menurut bu saraswati, bela menabrak reyfan sampai reyfan mati. kenapa tidak ada tuntutan untuk bela?
Memyr 67
bela beneran tidak bisa hidup tanpa haikal? atau tanpa hartanya haikal?
Memyr 67
safira sebagai adik cerdas, analisanya tajam, kok kakaknya ceroboh, ngomong nggak liat kondisi
Memyr 67
hiks nyesek
Memyr 67
dah cocok haikal ma nidia. sama sama overthinking ke masinh masing.
Memyr 67
kok aq curiga kalau sopian dijebak teman wanitanya? teman wanitanya yg mungkin sudah hamil, tapi ingin menikmati rumahtangga dengan kekayaan sopian. kekayaan yg dianggapnya bisa mrmbahagiakan dia dan anaknya.
Divi Bilqis
bagus ceritanya
Fardiana Hamsah
Luar biasa
Fita Alfiany
airmata keluar sendiri pas baca proses nadia melahirkan....
masya Allaah....
orang baik maka akan d mudahkan oleh Allaah......
makasi umi.......
jd ingat cerita2 yg dikau buat dulu saat masih SMK.... menjadi penggemar setia yg selalu menunggu kelanjutan kisah dari novel yg d tulis d catatan buku akuntansi mu....
sayang dlu tidak seperti sekarang ya.../Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mitha Rhaycha: Iya, sekarang sdh lebih banyak peluang untuk menulis, sayang kesibukan membuat jadi jarang buka aplikasi ini lagi😇😇
total 2 replies
Fita Alfiany
keren...
syh 03
Luar biasa
Dewa Hang Kang
sweet 🥰😚
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!