Mengandung benih calon kakak ipar membuat Rahma terusir dari rumah nya sendiri meski Rahma sudah menjelaskan kenapa semua itu terjadi tapi ibu dan kakaknya lebih percaya pada calon kakak iparnya.
Sebenarnya apa yang terjadi sampai Rahma harus mengandung benih calon kakak iparnya ?
Apa mungkin Rahma dan calon kakak iparnya memang saling mencintai sampai sampai Rahma tega merusak kebahagiaan kakaknya sendiri ataukah ada sebab lain sampai hal itu bisa terjadi ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal Yang Baru
Semua orang sudah pergi dan yang tersisa hanya Rahma dan juga Kahfi sedangkan Caca masih asik melihat kartun kesukaannya, tapi meski semua orang sudah pergi Rahma masih tenggelam dalam lamunannya saat ini.
" apa yang sedang kamu pikirkan sayang ?" tanya Kahfi sambil memberikan segelas susu hangat untuk Rahma agar pikiran Rahma bisa jauh lebih tenang.
" bagaimana jika akhirnya dia tau jika anak yang Rahma kandung ini memang anaknya ?"
" apa Rahma akan kehilangan anak ini ?" tanya Rahma dengan mata yang sudah mulai berkaca kaca membayangkan hal yang belum tentu terjadi.
" sayang, tenanglah " ucap Kahfi yang langsung menarik Rahma ke dalam pelukannya agar Rahma bisa jauh lebih tenang.
" tidak akan ada yang bisa memisahkan kamu dengan anak mu, aku janjikan itu " ucap Kahfi meski tak tau bagaimana cara mencegah semua itu terjadi, tapi Kahfi akan berusaha sekuat tenaga mencegah hal itu agar tak sampai terjadi.
" Abby janji ?" tanya Rahma sambil menatap ke arah Kahfi yang langsung mengangguk berharap dengan itu bisa membuat Rahma jauh lebih tenang.
" Abby janji " ucap Kahfi yang kembali memeluk erat Rahma karena dirinya pun mendapatkan kenyamanan dari pelukan itu.
" aku lupa kapan terakhir aku merasakan kenyamanan seperti ini dari seorang wanita " ucap Kahfi yang masih memeluk Rahma dengan sangat erat.
" ayah "panggil Caca.
" itu bubu Caca kenapa ayah peluk peluk bubu Caca " ucap Caca yang kini sudah berdiri tak jauh dari Rahma dan juga Kahfi yang tentu saja Kahfi langsung melepaskan pelukannya dari Rahma sedangkan Rahma hanya bisa menahan malu saat Caca memergoki dirinya yang sedang di peluk oleh Kahfi.
" bubu ?"
" apa bubu ?" tanya Kahfi yang tak tau jika Caca sudah memilih panggilan baru untuk Rahma.
" panggilan baru dari Caca karena sekarang Rahma sudah menjadi ibunya " bisik Rahma yang langsung mendapat anggukan tanda mengerti dari Kahfi.
" ibu bubu Caca tapi ini juga istri ayah jadi ayah juga boleh memeluknya seperti Caca yang juga suka memeluknya " ucap Kahfi yang malah sengaja kembali memeluk Rahma di depan Caca hingga membuat Caca maju dan mencoba melepaskan pelukan Kahfi dari Rahma.
" ngga, ayah ngga boleh peluk peluk bubu Caca " ucap Caca yang sudah berhasil melepaskan pelukan Kahfi dari Rahma sedangkan Rahma hanya bisa tersenyum manis melihat tingkah ayah dan anak yang malah memperebutkan dirinya saat ini.
" tentu saja ini bubu Caca " ucap Rahma sambil mengulurkan tangannya yang langsung di sebut pelukan hangat dari Caca putri sambungnya.
" apa kalian lapar ?" tanya Kahfi yang merasa lapar apalagi saat ini jam sudah menunjukkan pukul satu siang.
" Caca lapar tapi Caca tidak mau makan di rumah "
" caca ingin makan di luar seperti teman teman Caca yang makan bersama ibu dan ayahnya di luar " ucap Caca yang ingin mewujudkan satu satu impiannya saat sudah memiliki ibu dan mungkin ini lah saat saat yang Caca tunggu selama ini.
" baiklah, kita akan makan di luar " ucap Kahfi yang paham apa yang Caca inginkan.
" ayah ganti baju dulu ya "
" oh ya sayang, Abby sudah siapkan baju baju baru untuk mu ada di dalam koper yang ada di samping lemari pakaian di kamar kita " ucap Kahfi yang berhasil membuat Rahma bingung tentang maksud kamar kita yang Kahfi maksud.
" nanti Abby jelaskan " ucap Kahfi yang paham kebingungan yang Rahma pikirkan saat ini.
" kamu siapkan Caca dulu baru setelah itu datanglah ke kamar agar aku bisa menjelaskan semuanya " ucap Kahfi baru setelah itu Kahfi pun berlalu meninggalkan Rahma dan Caca yang juga langsung menuju kamar Caca dimana itu juga kamar Rahma dulu.
Hampir sepuluh menit Rahma membantu Caca
bersiap baru setelah itu Rahma menuju kamar Kahfi setelah sebelumnya menjelaskan pada Caca untuk apa dirinya masuk ke kamar Kahfi.
" sayang, bubu ke kamar ayah dulu ya "
" kata ayah ada yang ingin ayah sampaikan pada bubu di dalam sana, jadi Caca tunggu dulu di sini ya " ucap Rahma yang mulai mengajarkan batasan pada Caca dimana dirinya tak boleh masuk ke kamar Kahfi saat Rahma dan Kahfi juga ada di dalam.
" ok bubu " ucap Caca yang langsung patuh tanpa banyak bertanya.
Tok tok tok
Rahma mengetuk pelan pintu kamar Kahfi yang langsung di buka oleh Kahfi yang sudah berganti pakaian dimana Kahfi mengenakan celana pendek selutut ditambah kaos oblong hitam yang begitu pas di tubuhnya membuat tampilan Kahfi semakin gagah dan tampan.
" masuklah " ucap Kahfi yang masih memegang handle pintu kamarnya dan setelah Rahma masuk Kahfi pun menutup rapat pintu kamarnya.
" ini akan menjadi kamar kita " ucap Kahfi yang memang baru kali ini berada di satu kamar yang sama dengan Rahma tanpa adanya Caca.
" kamar kita ?"
" bukannya biasanya Rahma tidur di kamar Caca ?" tanya Rahma polos.
" itu saat kamu dan aku masih belum memiliki ikatan apapun "
" tapi sekarang, kamu sudah menjadi istriku dan aku suami mu jadi mana mungkin kita harus tidur terpisah ?" tanya Kahfi.
" tapi bagaimana cara menjelaskannya pada Caca ?" tanya Rahma.
" biar itu menjadi urusan ku " ucap Kahfi sambil berjalan menuju lemari pakaian dimana koper yang sudah Kahfi siapkan untuk Rahma beberapa hari setelah dirinya yakin akan menikahi Rahma.
" koper apa ini ?" tanya Rahma saat Kahfi mengangkat koper itu ke atas tempat tidur.
" ini pakaian yang aku siapkan untuk mu "
" aku tau kamu memiliki banyak pakaian tapi aku ingin membelikan semua ini untuk istri ku jadi terimalah dan semoga saja kamu suka dengan semua pakaian pilihan ku " ucap Kahfi yang kini sudah membuka koper itu dan terlihat lah berbagai jenis pakaian yang Kahfi belikan dan Rahma bisa melihat jika semua pakaian itu memang pakaian baru.
" apa Abby yang menyiapkan semuanya ?" tanya Rahma yang tak percaya dengan apa yang iya lihat apalagi bukan hanya pakaian yang Kahfi beli sampai dalaman pun sudah Kahfi siapkan semuanya.
" aku ingin saat kita membuka lembaran baru di pernikahan kita, kamu benar benar meninggalkan semua masalalu terutama masa lalu yang memberi kenangan buruk untuk mu " ucap Kahfi.
Kahfi memberanikan diri memeluk Rahma dari belakang dan Rahma mulai bisa menerima sentuhan yang mungkin akan mulai sering terjadi antara dirinya dan juga Kahfi karena bagaimanapun kini Kahfi sudah menjadi suaminya.
" bukan aku menyuruh kamu melupakan kedua orang tua mu dan keluarga mu tapi lupakan lah semua kenangan dan orang orang yang pernah bersikap buruk padamu yang membuat hati mu hancur "
" dan aku harap saat kamu mengenakan semua ini hanya ada kebahagiaan dan kenangan manis yang akan kamu ukir dalam hati " ucap Kahfi yang masih memeluk Rahma dari belakang.
" bukan pakaian yang akan membuat kita bahagia tapi dengan siapa dan bersama siapa kita hidup yang akan menentukan apakah kita hidup bahagia atau tidak " ucap Rahma yang mencoba menyandarkan kepalanya di pundak Kahfi.
" apa kamu bahagia hidup dengan ku ?"
✍🏻✍🏻✍🏻 apa benar jika mulai saat ini Rahma akan bisa hidup bahagia bersama dengan Kahfi ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
love you moreee 😘😘😘