NovelToon NovelToon
Mayat Gudang Kimia

Mayat Gudang Kimia

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mafia / Dunia Masa Depan
Popularitas:336
Nilai: 5
Nama Author: Martin deBs Komarudin1670

" Tolong keluarkan saya darisini...!! Saya mau keluar... Tolong bukain pintunya....!! " Triakan
keras Heru salah seorang eks pekerja pabrik garmen yang berlokasi di sentra industri terkemuka tak satupun ada yang merespon.
Entah tujuannya apa ia berkunjung ke area gudang yang sudah lama tutup akibat krisis yang berkepanjangan. Gudang kimia yang dulunya merupakan salah satu pabrik textile
terbesar yang pernah menyerap tenaga kerja
mencapai ribuan orang itu, kini tinggal nama saja karena sudah di alihfungsikan menjadi gudang penyimpanan zat kimia kain, sangat berbahaya bagi manusia . Gudang itu sendiri dulunya merupakan pabrik Garment terbesar yang pernah ada di negeri ini. Dan sekarang keberadaan gudang itu sendiri terbengkalai, tidak terawat sebagai mana mestinya. Kotor dan berdebu serta sebagian beberapa mesin operatornya banyak yang berkarat. Namun dibalik itu pun gudang kimia yang letaknya tak jauh dari deretan pabrik pabrik lainnya banyak menyimpan misteri kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martin deBs Komarudin1670, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenek mobil box kaget melihat tulang manusia

Robin nampak dilema , disaat kasusnya akan diangkat ke permukaan ada saja halangannya segala ia dituduh telah menculik rekan rekan pabriknya dulu oleh kelompok yang tidak suka dengan cara cara yang dilakukan Robin. Jelas ini akan menghambat kinerja pria itu sendiri.

" Gak semudah ita saya mendatangi bekas

 pabrik garment kita.... Sebab saya dituntut

untuk tak berbuat kesalahan sekecil apapun....

 Sebab itu akan mengganggu proses jalannya

 persidangan nanti..... " Kata Robin pelan tapi hatinya seperti ada yang mengganjal dengan tuntutan diluar kelompoknya itu.

" Robin..... Kamu juga harus bisa membuktikan

 kalo kamu bukan orang yang dimaksud telah

menculik orang-orang mereka....! " Celetuk rekannya yang gak sabaran dengan cara berpikir Robin itu. Ia yakin bukan Robin sebagai

pelakunya melainkan ada orang yang dengan sengaja untuk memperkeruh keadaan. Dirinya sangat tidak percaya Robin melakukan hal yang segila itu , pasti ada tujuan tertentu demi menjatuhkan reputasi Robin yang dinilai baik.

" Ya justru itulah saya sedang berpikir gimana

 caranya supaya bisa lepas dari tuntutan

mereka.... " Kata Robin sambil teruss berpikir.

" Ya caranya kamu harus mendatangi gudang

 kimia itu, Bin.....Jadi semuanya bisa jelas apa

 yang mereka lakukan disana..... Bisa saja

rekan rekan yang sudah mendatangi pabrik

 diberi uang sebagai tutup mulut dari Pak

Chandra agar mereka tidak terus terusan guna

mengintimidasi Pak Chand..... Makanya habis

 terima uang mereka hilang untuk tidak akan

 meneruskan tuntutannya..... " Kata rekan yang

lain Robin berandai-andai.

" Kemungkinan itu kecil sekali..... Sebab saya

tau betul Pak Chand itu orangnya seperti apa,

 justru ada orang yang menarik keuntungan

dari kasus kita ini..... " Ucap Robin membuat rekannya gantian yang berpikir. Dan beberapa saat mereka pada berpikir kemudian ada yang

mengatakan pada Robin mengenai Heru, mantan teman akrabnya yang membelot dan mendirikan kelompok baru dan menjadikannya oposisi terhadap kelompok Robin yang berdasarkan rapat komite serikat pekerja.

" Apakah mungkin ini pekerjaan Heru....? Sebab

sepertinya ia masih menyimpan dendam

sama kita, soal pemilihan serikat pekerja yang

 dinilai tidak fair..... " Celetuk rekannya coba

menghasut Robin yang menganggap Heru sudah menjadi bagian dari sahabatnya.

" Gak mungkin..... Saya kenal Heru pas pertama

kali ia melamar di perusahaan itu.... Justru dia

 banyak membantu saya..... Dialah yang pernah

 meminjamkan baju saat saya menggunakan

 baju yang bukan semestinya.... Waktu itu saya

diharuskan memakai baju putih..... Tapi saya

pakai baju biru.... Akhirnya Heru melepaskan

 baju putihnya agar saya bisa diterima bekerja

 di pabrik garmen.... Tapi kalo pada saat itu

Heru tidak mau meminjamkan bajunya, mana

mungkin sekarang saya bersama kalian.... "

Mendengar penuturan Robin semua kembali diam, tak ada yang berani komentar.

" Pasti ada caranya untuk keluar dari masalah

ini..... Saya sendiri sebenarnya kangen, sudah

cukup lama saya tidak mendengar kabar dari

Heru..... Apakah ia sudah bekerja lagi di

tempat lain.... " Kata Robin menambahkan sambil membetulkan posisi duduknya agar lebih nyaman setelah tadi sempat berdiri cukup lama. Ia memang tidak tau alamat Heru dimana

namun Robin hafal betul tempat nongkrongnya pria yang belum sempat menikah tersebut. Namun calonnya sudah digembor gemborkan

saat dirinya masih bekerja di pabrik itu.

Sementara situasi gudang sangat mencekam saat kenek mobil box itu menerima tawaran Jumadi untuk masuk kedalam gudang. Kenek itu kebingungan sebab Jumadi yang menyuruh masuk tapi pria itu justru menghilang. Pintu gerbang sudah tertutup rapat dan gak mungkin lagi bisa terbuka dengan mudah. Lampu yang sejak semula supir box itu masuk terang kini mendadak mati total termasuk kipas angin yang menjadi sumber kenyamanan pernapasan pun juga tidak berputar alias mati. Jelas ini sangat merepotkan kenek itu untuk bernafas dengan leluasa.

" Mas....! Mas sugeng....!! Dimana kamu, Mas...

Kita harus keluar darisini.....! " Seruh kenek itu memanggil nama rekan sopirnya sambil terus melangkah menyusuri keremangan didalam gudang itu.

" Dimana dia, ya....?! Saya udah cari cari kok

gak ada....? " Keluhnya dengan suara pelan sambil tengok kanan tengok kiri. Situasinya didalam gudang semakin hening saja, tidak ada suara sekecil apapun yang masuk ke telinga kenek mobil box tersebut. Padahal semasa pabrik itu beroperasi sangat berisik sekali ditambah hiruk-pikuk para buruh yang sedang

sibuk bekerja. Sejumlah berbagai macam jenis mesin berderet panjang , seolah mereka pada tidur, tidak ingin melakukan aktivitasnya lagi karena kondisi pabrik tengah pailit atau sudah bangkrut akibat krisis. Sebagian lagi sudah pada karatan karena tidak terawat atau bisa juga ternakan usia. Banyak bekas tetesan oli mesin yang berceceran di lantai namun sudah mengering bercampur dengan debu. Termasuk potongan potongan kain yang tak terpakai tapi bisa dimanfaatkan bagi penadah untuk dijual ke kompeksi. Sepanjang langkahnya kenek mobil box itu banyak menemukan hal hal yang aneh ditemukan. Seperti lampu yang tadinya hidup tiba-tiba mati, tidak ada air sama sekali di dalam gudang karena semua kran air mati. Lalu dimana rekannya memerlukan air kalo didalam gudang isinya debu semua. Banyak kran tapi airnya tidak mengucur. Terbukti kenek itu sudah ada dua menemukan toilet namun kayak nya lama tak terpakai dan kran airnya pun tidak satupun yang mengalir. Tapi dimana Sugeng temannya itu. Ia semakin curiga telah terjadi sesuatu terhadap partner kerjanya itu. Nafas kenek mobil box itu nampak semakin sesak , Dirinya sadar kalo ia sudah termakan jebakan Jumadi yang sampai saat ini sulit ditemukan.

Rasanya ia ingin membuat perhitungan jika pria security itu benar-benar ada dihadapannya. Kenek itu semakin kesal saja, andai saja dirinya tidak terkena rayuan Jumadi, pasti nasibnya tidak seburuk yang ia bayangkan. Ya kenek itu termasuk orang yang solider dan komitmen pada Sugeng temennya. Pergi berdua pulang juga harus berdua, itu merupakan komitmen yang sudah ditanamkan sejak kecil. Tapi bukan berarti kalo temennya masuk jurang ia harus terjun ke jurang juga kali. Ada hal hal yang seharusnya dipertimbangkan agar tidak ikut terseret dengan nasib yang buruk. Ya seperti pria malang yang debutnya sudah cukup lama menjadi kenek mobil box itu. Sudah tau Sugeng temannya tinggal menunggu ajal, eh dia malah ikut ikutan kedalam mencari Sugeng. Tinggal menghitung hari saja berapa kekuatan kenek itu untuk bertahan di tempat yang pengap di dalam gudang. Namun pada suatu ketika ia menemukan ruangan lain yang terbilang aneh, ada ruangan didalam ruangan namun cukup besar juga. Secepatnya kenek itu mempercepat langkahnya menuju ruangan yang dianggap keramat bagi setiap pekerja yang datang kesitu.

Alangkah terkejutnya kenek itu melihat ruangan yang layaknya seperti penjaraan tersebut namun didalamnya banyak ditemukan kerangka manusia yang berserakan dilantai . Dan lebih terkejut lagi ia berhasil menemukan Sugeng yang nampak lemas tiduran seakan sudah tak berdaya karena pengaruh zat kimia itu yang merusak daya tahan tubuh manusia karena mengandung unsur racun.

1
Luneaa
wah sepi kayak punyaku, semangat ya🥹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!