NovelToon NovelToon
Kebangkitan Di Zaman Modern

Kebangkitan Di Zaman Modern

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Ammoera(_)

Yun Sheren seorang Putri Mahkota dari Kekaisaran Awan Emas terseret melintasi waktu. Dia terjebak di dalam raga sang ibu ketika masih muda di zaman modern.

Namun alih-alih takut--- Yun Sheren justru menikmati semua itu. Ia bersumpah akan membalaskan dendam ibu dan neneknya pada keluarga benalu yang telah merampas seluruh hak ibunya.

Namun--- perjalanan Yun Sheren tidak semudah itu, saat ia harus berhadapan dengan para kultivator iblis dari zaman modern--- kelompok kultivator tersembunyi yang ternyata bekerja sama dengan keluarga Jia.

Dalam perjalanan nya, Yun Sheren di pertemukan kembali sama kedua kakaknya yang ternyata juga terlempar ke zaman modern. Kini, sama seperti sang ibu yang menjalankan takdirnya di zaman kuno. Mereka juga harus menjalankan takdirnya di zaman modern.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Ammoera(_), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Debaran Aneh

Suara decitan ban yang bergesekan ekstrem dengan aspal membelah keheningan malam. Pintu mobil utama yang baru saja berhenti itu terbuka dengan kasar, memicu dentuman keras yang menggema di area tersebut.

Dari dalam kemudi, Liu Han keluar dengan tergesa-gesa. Wajahnya yang biasanya dingin, datar, dan tak tersentuh, kini tampak pucat pasi seolah seluruh darah telah tersedot dari tubuhnya.

Dalam hitungan detik, belasan mobil hitam legam di belakangnya berhenti serentak. Pintu-pintu terbuka, memperlihatkan puluhan pria berjas hitam dengan senapan otomatis di tangan mereka.

Dari langit malam, deru baling-baling memekakkan telinga saat sebuah helikopter taktis mendarat darurat di atas aspal yang mulai berbau anyir. Puluhan agen profesional dengan senjata laras panjang turun dengan formasi siap tempur.

Namun, langkah taktis mereka terhenti seketika. Atmosfer di tempat itu mendadak membeku. Mata puluhan orang terlatih itu membelalak sempurna saat sorot lampu mobil menerangi area di hadapan mereka.

Beberapa tubuh pengawal bayangan dan bodyguard pribadi terbaring tak bernyawa. Lima mayat yang tidak diketahui identitasnya tergeletak berserakan. Kondisinya mengerikan—tubuh yang hancur, kepala yang terputus dari lehernya, dan genangan darah pekat yang menyengat hidung. Bau kematian begitu nyata.

Liu Han sempat terpaku di tempatnya sebelum ia sadar sepenuhnya. Tanpa memedulikan apapun, ia berlari kencang ke arah mobil adiknya. Ia melewati Jia Li dan Yun Sharam begitu saja, membuat kedua orang itu menatapnya dengan alis terangkat satu. Bingung.

Namun, begitu sampai di depan pintu mobil yang terbuka lebar, mata Liu Han melebar sempurna. Amarah dan keterkejutan bercampur menjadi satu di dadanya saat melihat pemandangan di dalam sana.

"Apa yang kau lakukan pada adikku?! Lepaskan dia!" teriak Liu Han dengan urat-urat leher yang menegang emosi.

Tanpa aba-aba, ia merangsek masuk dan menarik paksa tubuh Yun Shadom keluar dari dekapan erat sang adik. Liu Han benar-benar murka sekaligus terkejut setengah mati melihat adiknya yang sangat berharga berada di dalam pelukan seorang pria asing di tengah kekacauan seperti ini.

BRUK!

Yun Shadom terlempar kasar ke atas tanah. Memanfaatkan celah itu, Liu Han langsung masuk ke dalam mobil, mencoba memeriksa kondisi adiknya dengan panik. "Yue'er! Kau baik-baik saja? Jawab Kakak, Yue'er!" Ucapnya dengan nada suara yang bergetar cemas.

Namun, di luar dugaan semua orang yang ada di sana...

BRUK!!!

Mungkin karena kesadarannya masih belum pulih sepenuhnya dan insting pertahanannya masih mendominasi akibat trauma pertempuran, Liu Yue justru melakukan sesuatu yang tak terduga.

Sebuah tinjuan mentah bersarang telak di wajah tampan sang kakak. Pukulan yang begitu kuat itu sukses membuat Liu Han kehilangan keseimbangan dan terpental jatuh keluar dari mobil, mendarat tidak elegan di atas tanah.

Hening.

Seketika itu juga, area yang tadinya menegang berubah menjadi sunyi senyap. Puluhan pengawal profesional yang memegang senjata langsung menundukkan kepala, menggigit bibir kuat-kuat demi menahan tawa yang hampir meledak melihat bos besar mereka dipukul jatuh oleh adiknya sendiri.

"Pfft... itu pasti rasanya sakit sekali," gumam Yun Sharam perlahan, berusaha keras menyembunyikan cengirannya di balik telapak tangan.

Di dalam mobil, Liu Yue sang pelaku pemukulan seketika tersadar sepenuhnya. Matanya berkedip panik saat melihat siapa yang baru saja ia hajar.

Di luar, Liu Han bangkit berdiri perlahan. Ia membersihkan debu di bajunya, lalu menatap lurus ke depan dengan wajah yang kembali menjadi sedingin es.

Sorot matanya tajam, berusaha mati-matian menutupi rasa malu yang luar biasa akibat pukulan telak sang adik di depan semua anak buahnya.

"Kau... ingin pulang?" ucap Liu Han dengan nada suara datar yang dipaksakan, memotong atmosfer canggung di antara mereka.

Sementara itu, Liu Yue hanya bisa tersenyum canggung, merapatkan kedua tangannya dengan wajah yang memerah penuh penyesalan. "Maaf, Kak... aku benar-benar tidak sengaja. Refleks," ujarnya dengan nada suara yang mencicit bersalah.

Liu Han memalingkan wajahnya ke arah lain, enggan menatap adiknya karena masih merasa gengsi. Namun, gerakannya terhenti seketika saat matanya secara tidak sengaja beradu pandang dengan sepasang mata milik Jia Li yang berdiri tak jauh dari sana.

Deg!

Tepat pada detik itu, jantung Jia Li berdegup dengan sangat kencang, bagaikan genderang perang yang bertalu-talu.

Seluruh tubuh Jia Li mendadak menegang kaku. Ada getaran aneh yang tidak ia pahami.

Jia Li meremas dadanya sendiri dengan tangan yang bergetar. ‘Kenapa... kenapa jantungku tiba-tiba berdebar sekeras ini?’ tanyanya dalam hati dengan penuh kebingungan.

‘Tidak! Ini bukan reaksi tubuhku... Ini bukan jantungku!’ batin Jia Li dengan kepanikan yang memuncak. ‘Ini jantung Ibu... Tapi kenapa? Kenapa jantung Ibu berdebar begitu hebat hanya karena melihat pria itu?!’

Sementara itu---- Liu Han masih terpaku pada wajah cantik Jia Li. "Kenapa dia ada disini?" batinnya.

Beberapa saat kemudian, di sebuah kawasan elit, berdiri megah sebuah rumah mewah tiga lantai yang arsitekturnya didominasi kaca gelap dan beton kokoh.

Tempat itu dijaga ketat oleh puluhan pria berjas hitam dengan senjata otomatis yang tersampir di balik mantel mereka. Itu adalah kediaman pribadi Liu Han.

Suasana di dalam ruang tamu yang luas itu tampak begitu tegang, hampir mencekam. Di atas sofa kulit premium, Liu Han duduk dengan gestur intimidatif.

Sepasang matanya yang sedingin es tampak menyelidik, menatap lekat-lekat dua pemuda asing yang duduk di hadapannya seolah mereka adalah target yang siap dieksekusi.

Sebaliknya, Yun Sharam sama sekali tidak peduli dengan atmosfer mematikan itu. Pemuda itu dengan santai mengulurkan tangan, mengambil beberapa kue premium di atas meja kaca di depannya, lalu mengunyahnya dengan lahap demi menuntaskan rasa laparnya yang selalu datang tanpa permisi.

Sementara di sisinya, Yun Shadom duduk dengan punggung tegak lurus, memancarkan aura sedingin kutub yang sama sekali tidak tersentuh oleh intimidasi Liu Han. Dua kutub yang berbeda, namun sama-sama berbahaya.

Melihat ketegangan yang kian memuncak, Liu Yue menyenggol pelan lengan Jia Li yang duduk di sebelahnya. "Kau mengenal kedua pemuda aneh itu? Tadi di luar kau memanggil mereka kakak," bisik Liu Yue dengan nada penasaran yang ditahan setengah mati.

Jia Li berdehem pelan, mencoba menetralkan tenggorokannya yang mendadak kering. "Mereka... " Jia Li sengaja menjeda kalimatnya selama beberapa detik. Otaknya berputar cepat, menyaring setiap informasi untuk memikirkan jawaban yang paling aman dan sesuai dengan situasi rumit ini. "Mereka kakak angkatku."

Jawaban singkat itu seketika membuat mata Liu Yue melotot sempurna. Mulutnya setengah terbuka, bersiap melontarkan rentetan pertanyaan interogasi baru.

Tapi sebelum sempat Liu Yue mengeluarkan sepatah kata pun, Jia Li tiba-tiba berdiri dari duduknya, memotong segala kemungkinan perdebatan.

"Karena ini sudah larut malam... dan Liu Yue juga butuh istirahat untuk memulihkan kondisinya," suara Jia Li yang jernih memecah keheningan yang sempat membekukan ruangan tersebut. "Aku permisi pulang dulu... aku akan kembali besok," katanya tegas, sambil memberikan tendangan tersembunyi pada kaki Yun Sharam yang masih asyik mengunyah kue makaroni terakhirnya.

Sebenarnya, Jia Li masih ingin tinggal untuk membicarakan tentang lahan yang akan ia gunakan untuk membangun bunker pertamanya dengan sosok pria misterius bernama Liu Han ini. Namun, Jia Li tahu betul bahwa waktunya sedang tidak tepat.

Tanpa perlu diperintah dua kali, Yun Shadom langsung berdiri. "Ayo," ucapnya pendek dengan suara bariton yang berat.

Dengan gerakan posesif yang natural, Yun Shadom menggenggam erat tangan Jia Li. Jemarinya mengunci jemari gadis itu, memastikan bahwa adiknya itu tidak akan pernah menghilang lagi dari jangkauannya seperti waktu itu.

Jia Li tersenyum tipis, merasakan kehangatan yang ia rindukan dari genggaman itu, dan keduanya mulai melangkah keluar.

Menyadari dirinya ditinggal, Yun Sharam langsung tersedak pelan dan berlari menyusul langkah kedua saudaranya. "Tunggu aku! Jangan tinggalkan aku!" teriaknya tanpa tahu malu, berlari kecil sambil membersihkan remah-remah kue di sudut bibirnya.

Sementara itu, di dalam ruangan yang kembali hening, tatapan mata Liu Han sama sekali tidak lepas dari sepasang tangan yang saling bertautan di ambang pintu.

Matanya terpaku pada tangan Jia Li yang digenggam begitu erat oleh pria lain. Itu adalah sebuah tatapan yang sangat sulit diartikan—perpaduan antara kilat cemburu yang membakar, kepemilikan, dan luka masa lalu yang mendadak terkoyak kembali.

1
Thewie
pindah kemari kami bah.. kejaman modern🤭
Lee Yaa
tak kira kaisar yun shang yg dteng🤭
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Atik Kiswati
next ...
Atik Kiswati
gk sabar tgg lnjt nya.....
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Atik Kiswati
ada hubungan masa lalu kah....
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Aeriah Kayla
tidak apa Thor better than nothing. get well soon ya thor
Sri Wulan
semoga cepat sembuh ya Thor..
Ayra Hijab
lekas sehattt thoorr 💪
Inay
semoga lekas sehat, dan semangat 💪!
Sekar
akhirnya ketemu
Anonim
Sedikit sekali updatenya
Dewiendahsetiowati
akhirnya ketemu juga
Aeriah Kayla
bagus Thor jangan di buat belibet ya kasian kkk kembarnya terlunta" . kumpulkan mereka jadi satu.
Atik Kiswati
gk sabar tgg lnjt nya.....
Ayra Hijab
asliii, karyanyaa keren skaalii thorrr
Anonim
Ditunggu bab yg banyak thor
Ayra Hijab
serruuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!