NovelToon NovelToon
Aku Hamil Anak Raja Vampir

Aku Hamil Anak Raja Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:287
Nilai: 5
Nama Author: Latief_ayra

hiduplah seorang penyihir cantik yang bernama Elizabeth bertemu dengan raj vampir .dan dia diam" mngandung ada vampir . sampai dia Terusir oleh ayahnya sendiri .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Latief_ayra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 13

Suara sumpah serapah Carmilla membelah langit yang gelap gulita, bergema disertai guntur yang menggelegar hebat. Matanya menyala merah padam menatap tajam ke arah Leon, penuh kebencian yang tak tertandingi.

"Jika kau benar-benar keturunannya... maka kau AKAN MATI di hadapannya! Biar kematianmu menjadi saksi sumpahku kepada langit! MATIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!!!"

Carmilla melambaikan kedua tangannya dengan amarah yang meledak-ledak. Sebuah kekuatan gelap yang dahsyat seketika meluncur bagaikan ombak raksasa, menyapu segala yang dilewatinya menuju Elizabeth dan Leon. Di tempat lain, Raja Draven baru saja melangkah turun dari kereta kuda setelah menyelesaikan urusannya. Tiba-tiba dadanya terasa nyeri hebat, seakan ditusuk ribuan belati tajam sekaligus. Napasnya tertahan seketika, dan pandangannya seakan memburam sejenak.

"Keturunanku...? Siapa yang berani menyakiti keturunanku?!" geramnya rendah namun penuh amarah yang menggetarkan bumi. Tanpa menunggu seketika pun, ia segera melesat naik ke udara, terbang secepat kilat menuju sumber kekuatan gelap yang baru saja ia rasakan itu.

Kembali ke taman yang sedang dilanda badai dahsyat itu, Leon melihat kekuatan maut yang meluncur mendatangi mereka. Tanpa ragu sedetik pun, ia segera berlari sekuat tenaga kembali ke sisi ibunya. Dengan kedua tangannya terangkat tinggi, ia mengerahkan seluruh kekuatan yang ada di dalam tubuhnya. Cahaya keemasan yang terang benderang seketika memancar keluar, membentuk kubah pelindung yang kokoh dan berkilauan, mengurung dirinya dan Elizabeth di dalamnya demi menjaga ibunya dari bahaya.

"Tetaplah di dalam sini, Ibu! Jangan keluar apa pun yang terjadi!" seru Leon sambil terus menyalurkan kekuatannya ke kubah itu, keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.

Namun kemarahan Carmilla sedahsyat itu, kekuatan sihir gelapnya begitu pekat dan kuat. Saat hantaman dahsyat itu menghantam kubah pelindung buatan Leon, terdengar bunyi yang memekakkan telinga. Kubah cahaya keemasan itu berguncang hebat, retakan-retakan mulai tampak di permukaannya. Cahaya pelindung itu perlahan meredup, dan akhirnya .

KRAASS!!

kubah itu pecah berkeping-keping tak mampu menahan amarah wanita vampir itu!

Gelombang kekuatan itu menghantam tubuh Leon seketika, membuat tubuhnya terpental mundur jauh hingga menabrak batang pohon besar yang ikut roboh. Darah berwarna emas yang berkilauan seketika menyembur dari mulutnya, mengalir deras membasahi dadanya yang terluka. Luka-luka dalam mulai tampak di sekujur tubuhnya, namun Leon tetap berusaha berdiri tegak, menahan rasa sakit yang luar biasa sambil merentangkan tangannya kembali mencoba melindungi ibunya yang berlutut menangis di belakang punggungnya.

Carmilla tertawa mengerikan, terus melancarkan serangan demi serangan tanpa henti. Setiap hantaman sihirnya menghantam tubuh Leon, membuatnya semakin terluka parah, darah emas terus menetes membasahi tanah yang basah karena hujan. Napasnya mulai tersengal-sengal lemah, namun matanya tak pernah berpaling sedikit pun dari ibunya, dan ia tak pernah sekalipun mundur selangkah.

"Leon... Anakku..." tangis Elizabeth pecah, ia berusaha merangkul tubuh putranya yang mulai limbung.

Saat Carmilla bersiap melancarkan serangan pamungkas yang akan melenyapkan mereka berdua selamanya... tiba-tiba langit yang gelap itu terbelah! Sosok gagah perkasa dengan sayap hitam yang sangat besar meluncur turun bagaikan kilat menyambar dari angkasa. Angin kencang berputar hebat di sekelilingnya, membuat rimbunan pohon berguncang dan hujan seakan berhenti seketika.

Raja Draven mendarat dengan dentuman keras tepat di depan Leon dan Elizabeth, memunggunginya mereka dan menghadap Carmilla sendirian. Aura keagungan dan kemarahan yang mencekam seketika menyelimuti seluruh penjuru taman itu. Matanya yang merah menyala kini menatap tajam lurus ke arah Carmilla, penuh dengan amarah yang sedemikian dahsyat seakan mampu melenyapkan siapa pun yang menatapnya. Suaranya berat, dalam, dan menggelegar bagaikan guntur yang membelah bumi:

"Carmilla... APA YANG KAU LAKUKAN?!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!