Dilarang Plagiat Karya Saya ‼️
Hidup sendirian berada di suatu pulau terpencil, kawasan tersebut sama sekali tidak pernah dikunjungi oleh manusia. Letaknya sangat jauh dan tidak diketahui, namun pada suatu hari seorang wanita cantik tersesat ketika dirinya healing sendirian.
"Merman? Bukannya merman itu hanya dalam mitos belaka? Hahaha, itu bukan merman!"
"Merman tidak mungkin ada dan mustahil jika muncul di dunia nyata! Mitos tetaplah mitos, dan tidak akan pernah menjadi nyata!"
"Hufh... aku salah melihat pasti!" Namun dugaannya salah, makhluk yang ia anggap mitos ternyata memang nyata.
"Ace..." Merman itu bergumam pelan.
"Hah? Kau mengatakan apa?" Dahi wanita itu mengernyit kebingungan.
"Ace... mm ngan igi!"
"....." Mengerjapkan mata dan terdiam membisu.
"Maksudnya?" Pikirnya wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xeynica_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fakta Sebenarnya
Chio, pria itu menyelamkan diri ke air, wujudnya berubah kini menjadi merman utuh. Tanpa sepengetahuannya, Thienvra mulai sadar, dan kini memberontak dalam pelukannya sampai Chio kualahan.
Syet
Swing
Chio terlempar jauh akibat dorongan kencang dari matenya, lalu ia berenang menghampirinya, akan tetapi Thienvra cepat menghindarinya.
Grep
Kaki jenjangnya berhasil ditangkap oleh pria merman itu, Thienvra segera melepaskan cekalan itu.
"JANGAN MENDEKAT!" Teriak wanita itu.
Ya, mereka sudah di permukaan air, jaraknya berjauhan, di seberangnya Chio meneteskan air matanya.
Tampak wujud wanita itu sudah tak mengerikan lagi, namun sebentar ada yang aneh, Thienvra berpikir ketika tadi berenang dalam air sungguh kakinya tidak bisa digerakkan seperti menyatu.
"Tunggu? Apa yang sedang terjadi sebenarnya?" Pikir Thienvra, pandangannya melirik ke bawah tanpa menceburkan diri, alangkah terkejutnya saat melihat sebuah ekor yang tengah bergerak-gerak.
Pikirannya melayang pada perkataan sahabatnya, Qierzaf.
"Jad...jadi aku? Siren? Dari bentuk ekornya, warnanya mirip sekali dengan ekor Siren yang sebelumnya aku pernah lihat di sosial media! Hahahaha, tidak mungkin!" Batinnya berkata demikian sambil menggelengkan kepalanya.
"Lalu yang aku hajar tadi? Siapa wanita itu?" Thienvra berpikir.
"Apakah Qierzaf membohongiku?" Tatapannya kosong.
"Siren harus dimusnahkan, sstt..." Dan, ya Chio mendengar isi batinnya, tatapannya sulit tidak diartikan.
"Apakah diriku akan dibunuh oleh Chio?" Matanya bertatapan dengan pria merman itu.
Entah apa yang telah terjadi, lalu dari kejauhan terlihat Qierzaf menatap mereka berdua.
"Maaf." Lirih Qierzaf.
"Ternyata aku tidak menyalurkan kekuatan ke Thienvra, melainkan..." Mendengar batin seseorang yang dirinya kenali, sontak Thienvra menoleh.
Deg
"Sialan! Dasar Dewi Bulan palsu!" Qierzaf terdiam membisu setelah mendengar umpatan Thienvra dalam batinnya.
"Aku membenci takdir ini!" Lalu tiba-tiba Thienvra menghilang dari sana.
Cling
Matenya pergi, bergegas Chio berenang menuju ke tepi kolam renang, ia berlari dan mencari Thienvra, sedangkan Qierzaf menghilang.
***
Brak
Menutup pintu dengan kasar, orang yang mereka cari sedang berada di kamar.
"Kurang ajar!" Tangannya mengepal erat sehingga darah mengalir menetes ke lantai.
Tes Tes Tes
Sementara Chio, pria merman itu kelabakan sendiri.
"Sayang, dimana kamu?' Batin Chio.
Langkahnya menuju ke kamar matenya, dan benar saja firasatnya.
"Sayang." Chio memanggilnya sembari menghampirinya.
Grep
"Hiks...Sayang..aku cari kamu kemana tadi..dan hiks...aku khawatir loh sama kamu...nyatanya kamu disini.." Kata pria merman itu.
"Sayang...jangan pergi lagi ya?" Chio menatapnya penuh cinta, namun tatapan Thienvra datar tak ada senyuman.
Lalu muncul Qierzaf di dalam kamarnya, wanita itu berdiri di depannya.
"Vra." Qierzaf panggil.
Thienvra melepaskan pelukan, ia berjalan tepat di hadapannya, Thienvra mencengkram bahunya.
"KAMU KENAPA BOHONGI AKU, HAH!? KAMU BILANG WANITA ITU ADALAH SIREN? TAPI MENGAPA HARUS AKU YANG JADI SIREN SESUNGGUHNYA! JAWAB AKU, QIENZAF ORVAZKLAY ZRAY!" Gertak Thienvra, tampak matanya hitam pekat tanpa disadari dirinya, tapi hal itu Qierzaf menyaksikannya dengan jelas, namun Chio belum tahu.
"Aku bisa jelaskan, tapi lepaskan dulu cengkraman di bahuku." Pintanya Qierzaf, Thienvra menurunkan tangannya.
Di balik ini semua terdapat rahasia yang kelam, dimana Thienvra dan Chio merupakan saudara, bukan saudara kandung. Orang tua Chio dari bangsa merman dan merman bersyukur bisa memiliki seorang anak, tapi setelah Chio lahir, mereka kecewa karena Chio terlahir sebagai merman yang lemah, cacat, tidak memiliki kekuatan.
Thienvra seakan tidak mempercayainya. Chio pun sama, keduanya bertukar pandang, lalu Thienvra memutuskan kontak, dan mengalihkan pandangan ke arah lain.
Chio saat kecil tidak mendapatkan kasih sayang, yang ia dapatkan keacuhan, rasa tidak peduli orang tuanya, bahkan ketika Chio kelaparan mereka tidak memberinya makan, dan Chio dilantarkan begitu saja.
Chio meneteskan air matanya, Thienvra terduduk di lantai dingin, sedangkan Qierzaf melanjutkan berbicaranya.
Pada suatu hari, kedua orang Chio menemukan seekor bayi Siren berjenis kelamin perempuan, yang tergeletak di depan rumah, mereka sangat bahagia, dan menganggapnya sebagai anaknya. Kasih sayangnya terhadap bayi itu luar biasa, diberi makan setiap hari, mengajarinya cara berenang, dan dilakukan secara diam-diam. Bayi Siren itu dibuatkan tempat tinggal khusus, letaknya tidak diketahui oleh yang lain, hanya mereka tahu. Akan tetapi ketika malam hari tiba, sebuah bencana besar terjadi sehingga menyebabkan bangsa Mermaid dan Merman mati mengenaskan. Bayi Siren itu terbawa arus air entah perginya kemana, dan kemudian ia ditemukan oleh seorang pria paruhbaya. Pria itu tanpa pikir panjang menganggapnya sebagai anaknya sendiri, meskipun ia tahu bayi tersebut ialah bukan bayi biasa.
"Qierzaf." Thienvra memanggilnya.
"Ya, kenapa?" Wanita itu berjongkok di hadapan dirinya.
"Tolong tinggalkan aku...aku ingin sendirian..dan tidak mau diganggu oleh siapa pun." Pintanya Thienvra, suaranya lemah. Wanita itu akhirnya menuruti permintaannya, dan pergi.
Thienvra masih duduk di lantai, perlahan Chio ikut duduk di sebelahnya.
"Aku tidak perduli dengan status kita yang terbilang saudara tiri, tapi aku tetap mencintaimu Kak Thienvra, kamu adalah Mateku, pasanganku. Boleh kan jika aku memanggilmu dengan panggilan manis?" Pria merman itu berkata.
"Terserah dirimu saja." Jawab Thienvra tanpa menatap Chio.
Grep
Wanita itu didekap pria merman, dirasakan punggungnya dielus pelan, pelakunya Chio.
"Setelah tahu kebenarannya, apakah kamu membenciku?" Tanyanya Thienvra.
"TIDAK!" Seru Chio dengan lantang.
"Aku tidak membenci kamu, Sayang." Jawab Chio, sambil menangkup wajahnya.
Keduanya menangis secara serempak, lalu Chio mendekatkan dirinya, lalu mencium matenya dengan lembut dan tanpa paksaan, Thienvra membalasnya sambil mengalungkan lengannya ke leher pria merman itu. Mereka berdua sama-sama menikmatinya, tidak ada jarak antara Thienvra, dan Chio.
Beberapa Menit Kemudian.....
Thienvra menjaga jarak dengan Chio, namun pria merman itu berusaha mendekatinya.
"STOP DISITU! JANGAN DEKATI AKU!" Thienvra menjerit histeris, Chio tidak diam saja, sedikit mengeser duduknya ke arah Thienvra.
Wanita itu alhasil berlari keluar kamar, kemudian disusul Chio, yang mengejarnya sekuat tenaga.
"HUWAAAA PAPA TOLONGIN AKU! ADA PRIA GILA DISINI!" Jerit wanita itu.
"SAYANG! TUNGGU AKU DONG!" Chio berteriak.
***
"Huh..huh..hah...astaga..capek!" Peluh keringat diusap dengan telapak tangannya.
"Rasain tuh! Emang enak kejar aku? Hahahaha, untungnya keberadaanku tidak diketahui olehnya." Celetuknya Thienvra sambil mengintip di balik tembok.
"Siapa?" Ujar seseorang tepat di belakangnya.
"Itu si Chio, menyebalkan banget sih orangnya! Kesal aku dibuatnya!" Ucap Thienvra yang belum menyadarinya.
"Eh?" Thienvra menoleh, dan bertatapan netra dengan orang itu.
"Sayang? Sayangnya aku? Eh, aku mencari ke air sana tidak ada, ternyata sembunyi di tempat ini, ya?" Mendengar penuturan demikian, Thienvra membeku bagaikan patung.
"Hehehe, iya. KABUR!" Thienvra berlari lagi.
"ARGH! SAYANG! JANGAN KABUR! AKU AKAN MENANGKAPMU, SAYANG!"