NovelToon NovelToon
Dua Garis Waktu

Dua Garis Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Shalima

Sebuah kecelakaan tragis menimpa Lin Xinyu, Tuan Putri Kerajaan Beiyan. Pamannya yang haus kekuasaan ingin melengserkannya dari takhta dan mengambil alih Kerajaan Beiyan. Terdesak oleh bahaya yang mengancam nyawanya, Lin Xinyu terpaksa melarikan diri. Dalam keputusasaan, ia akhirnya melompat dari tebing tinggi yang curam.

Namun, ia tidak mati. Jiwanya justru melintasi waktu, terlempar jauh ke masa depan, dan memasuki tubuh Yu Anqi, seorang gadis muda di dunia modern. Di sana, ia bertemu rekan-rekan baru dan berhasil memecahkan banyak kasus yang terjadi di zaman itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Shalima, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: Penyelidikan

Kantor Polisi Pusat

Sesampainya di kantor polisi, Anqi segera mendatangi meja informasi dan memperkenalkan diri dengan sopan.

“Selamat siang. Saya Yu Anqi dari Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak. Saya ingin menanyakan siapa petugas yang menangani kasus penyekapan dan kekerasan terhadap seorang wanita yang baru dilaporkan beberapa hari yang lalu,” jelasnya.

Petugas yang bertugas mengangguk sambil memeriksa catatan di depannya. “Baik, Nona. Kasus itu sedang ditangani oleh Rekan saya, Inspektur Jin Zhao. Silakan saya antarkan ke ruang kerjanya.”

Mendengar nama itu, langkah Anqi sempat terhenti sejenak. Ada perasaan enggan yang tiba-tiba muncul di hatinya, mengingat pertemuan mereka sebelumnya yang tidak berjalan baik. Namun, mengingat tujuannya untuk membantu korban, ia menghela napas dan memantapkan hati. "Tidak ada jalan lain. Dialah yang memegang kendali atas kasus ini, jadi aku harus berbicara dengannya," batinnya.

Sesampainya di depan ruangan kerja, petugas itu mengetuk pintu pelan.

“Masuk!” seru suara dari dalam.

Petugas itu membuka pintu sedikit, lalu menjulurkan kepalanya “Inspektur, ada Nona Anqi dari LPPA yang ingin bertemu dengan Bapak.”

“Silakan, suruh saja masuk,” jawab suara itu.

Anqi melangkah masuk perlahan. Di dalam ruangan yang tertata rapi itu, terlihat Jin Zhao yang sedang duduk di balik meja kerjanya, sambil memeriksa dan menyusun berkas-berkas. Saat ia mendongak dan melihat siapa tamunya, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang terasa sedikit mengejek.

“Wah, ternyata Nona Penyelidik yang tangguh sudah datang,” ucap Jin Zhao dengan nada santai namun terdengar menyindir. Ia menunjuk kursi di hadapannya. “Silakan duduk. Ada keperluan apa datang untuk menemui ku?”

Anqi mengatur napasnya agar tetap tenang, lalu berjalan mendekat dan duduk dengan sopan meski terlihat sedikit kaku. Ia menatap Jin Zhao dengan pandangan serius dan langsung menuju inti pembicaraan.

“Aku datang kemari untuk membahas kasus wanita yang disekap dan mengalami kekerasan berat selama dua tahun terakhir. Aku ingin mengetahui perkembangan terbarunya, data yang sudah dikumpulkan, dan apakah ada informasi mengenai keberadaan pelaku yang saat ini masih buronan,” jelas Anqi dengan tegas namun sopan.

Jin Zhao menyandarkan punggungnya di kursi, masih menatap Anqi dengan tatapan yang sulit ditebak. “Ternyata Lembaga kalian juga tertarik dengan kasus ini. Baiklah, Aku akan jelaskan apa yang sudah kami ketahui sejauh ini.”

Tidak lama kemudian, Jin Zhao mulai menjelaskan dengan nada serius. “Sejauh ini, kami sudah mengusut kasus ini dan berhasil melacak keberadaan keluarga korban. Ternyata, selama dua tahun terakhir, mereka juga terus mencari keberadaan putri mereka. Namun, saat upaya pencarian mereka mulai membuahkan hasil, korban justru menghubungi dan berbicara dengan nada marah. Ia mengatakan ingin memutus hubungan dan meminta agar mereka tidak mencarinya lagi.”

Jin Zhao berhenti sejenak, lalu melanjutkan: “Awalnya, keluarga korban tetap bersikeras ingin bertemu dan memastikan keadaannya. Namun, ancaman yang dilontarkan pelaku membuat semuanya berubah. Pria itu mengancam akan melukai seluruh anggota keluarga korban jika mereka terus mengganggu. Karena takut keselamatan orang-orang yang dicintainya terancam, korban pun memohon agar keluarganya berhenti mencarinya dan membiarkannya hidup dengan tenang. Melihat tekad korban yang begitu kuat, akhirnya mereka pun mengalah dan berhenti mencari, meski dengan hati yang sangat berat. Keadaan baru berubah ketika korban akhirnya memberanikan diri meminta bantuan pada dokter yang merawatnya di rumah sakit.”

Jin Zhao menatap Anqi sejenak, lalu menambahkan. “Mengenai pelaku, kami masih terus melakukan pencarian. Foto dan identitas lengkapnya sudah kami sebarkan ke seluruh kantor polisi di wilayah ini, juga dipublikasikan di media sosial agar masyarakat dapat membantu memberikan informasi jika melihatnya.”

Melihat Anqi menyimak dengan seksama, Jin Zhao memanggil rekannya yang ada di luar.

“Tolong siapkan teh untuk tamu kita,” serunya.

Anqi yang mendengar itu segera berdiri dan menggeleng. “Tidak perlu repot, Aku tidak akan lama di sini.”

Ia berniat melangkah pergi, namun langkahnya terhenti ketika Jin Zhao tiba-tiba berdiri dan berjalan mendekat. Wajahnya yang biasanya terlihat santai kini berubah dingin, matanya menatap tajam ke arah Anqi.

“Sebelum kau pergi,” ucapnya pelan namun tegas, “ada satu hal yang ingin aku tanyakan. Rahasia apa sebenarnya yang kau ketahui tentangku, sesuatu yang tidak diketahui orang lain?”

Anqi merasakan hawa yang tiba-tiba berubah menjadi dingin dan tidak nyaman. Ada sesuatu hal yang berat di dalam tatapan dan sikap Jin Zhao yang terasa asing dan membuatnya waspada. Tanpa menjawab pertanyaan itu, ia hanya menatap sekilas, lalu berbalik dan berjalan keluar ruangan dengan langkah tegas.

Di belakangnya, Jin Zhao tetap berdiri di tempatnya, memandangi punggung Anqi yang menjauh. Sudut bibirnya terangkat sedikit membentuk senyum tipis yang sulit diartikan.

Di luar gedung kantor polisi, Anqi berhenti sejenak. Ia menarik napas panjang, berusaha menenangkan pikirannya yang masih dipenuhi perasaan aneh. Sejak tadi berada di dekat Jin Zhao, ia merasakan sesuatu yang tidak biasa, aura yang terpancar dari pria itu terasa sangat berbeda, seolah bukan berasal dari Zaman manusia sekarang.

"Apakah dia juga datang dari zaman yang sama sepertiku?" batin Anqi. "Tapi aku harus memastikannya terlebih dahulu sebelum aku bertindak."

Tidak lama kemudian, sebuah taksi melintas dan ia segera memanggilnya. Begitu duduk di dalam dan pintu tertutup, ia berkata kepada sopir: Pak, tolong antar saya ke Rumah Sakit "Nuwa".

Di tengah perjalanan, Anqi mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Mira. Begitu sambungan terhubung, ia langsung menyampaikan apa yang baru saja ia ketahui.

"Hallo, Mira. Aku baru saja selesai berbicara dengan petugas yang menangani kasus wanita yang disekap itu,” ucapnya. “Aku sudah mendapatkan beberapa informasi penting. Menurut penjelasan polisi, keluarga korban sebenarnya sudah lama mencarinya, namun korban sempat meminta mereka berhenti karena takut keselamatan keluarganya terancam. Sekarang korban sedang dalam pemulihan di Rumah Sakit."

“Baiklah, aku mengerti. Lalu apa rencanamu selanjutnya?” tanya Mira dari dalam telepon.

“Kita bagi tugas saja. Sebaiknya kau pergi ke rumah sakit untuk menemui korban, memastikan keadaannya, dan mendengarkan keterangan langsung darinya. Sementara aku akan membantu pihak kepolisian untuk melacak keberadaan pelakunya yang masih dalam buronan,” jelas Anqi.

“Baiklah, aku akan segera ke sana. Hati-hati dalam penyelidikan, ya,” pesan Mira sebelum mengakhiri percakapan.

Setelah telepon ditutup, Anqi membuka foto pelaku yang dikirimkan polisi ke media sosial. Ia menatap wajah pria yang tergambar di layar ponselnya dengan seksama, memperhatikan setiap detailnya.

“Wajahnya terlihat begitu biasa, bahkan terkesan polos dan tidak berbahaya,” gumamnya pelan, seolah berbicara pada dirinya sendiri. “Tapi sifat dan perbuatannya sungguh kejam, persis seperti iblis yang menyembunyikan taringnya. Benar-benar tidak bisa menilai orang hanya dari penampilan luarnya saja.” ucap Anqi hati-hati.

1
Putri Shalima
Mohon dukungannya ya teman-teman 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!