Zahra Syariah zalza Bila adalah seorang anak broken home, ia anak yg di besarkan oleh ibunya sebatang kara, akibat orang tuanya yang berpisah di usia dimn anak lain masih mendapatkan peran kedua orang tua nya, Zahra harus mencari peran itu dari orang² terdekat nya, namun sifat Zahra yang selalu susah di atur dan selalu membuat masalah bagi ibunya di tambah ibu nya juga yg sudh tua, ibunya pun harus menikah kan Zahra dengan seorang duda yang bernama Ansar zuliyan kerna menurut nya Ansar akan mampu mendidik Zahra di dalam proses menuju dewasa.....
di bacaa ya teman teman biar tau Gimn kelanjutan kisahnya Zahra dan Ansar.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bini pond, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
maaf dan pertunangan..
"apa yang kalian lakukan dengan kamar ini?"tanya kakek Hasan yang melihat Ansar memeluk Zahra di atas kasur dengan posisi duduk.
Perlahan kakek Hasan menarik kerah baju Ansar.
"apa yang kau lakukan dengan cucuku hah!"
Nenek Siti yang meliat ingin melerai Meraka,,namun langkah kaki nya terhenti saat menginjak benda pipih yang berbentuk persegi panjang???
'Hp miliknya '
"lepaskan Ansar kek!!"teriak Zahra yang mengagetkan kakek Hasan.
kakek Hasan enggan melepas Ansar, ia malah menguatkan cengkram nya di kerah baju Ansar.
"lepaskan dia kak"ucap nenek Siti.
Nenek Siti memandang wajah Zahra yg sangat berantakan,,, mata bengkak, rambut acak-acakan, dan ruam ruam kecil ditangan nya yang begitu banyak.
"dia sudah tau semuanya kak"ucap nenek Siti yang disusul helahan nafas berat.
Perlahan kakek Hasan mendekati Zahra, namun Zahra engga untuk didekat, ia terus menjauh.
"Kalian pembohong !!"
"kenapa kalian tutupin ini dari Zahra hah!!"
"kalian mau tinggalin Zahra kaya mereka juga kan!!"ucap Zahra dengan mata berkaca-kaca,
nenek Siti yang mendengar itu langsung memeluk Zahra
"maafin nenek nak, nenek gagal mendidik anak nenek sendiri hiks"nenek Siti tak kuasa menahan air mata meliat Zahra yang begitu hancur lembur kerna orang tua kandungnya sendiri.
kakek Hasan menghampiri Meraka,, memeluk mereka berdua, sedangkan Ansar hanya meliat.
"kami yang akan membesarkan kamu nak, anggap lah kami orang tua mu"kakek Hasan mengelus kepala Zahra.
.....
Zahra yang menghentikan sambungan telepon itu membuat Selena tak tenang.
Suaminya yang meliat itu bertanya, apa yang ia pikirkan sehingga ia dari tadi dia bolak balik di tempat yang sama.
"kamu kenapa sayang"ucap suami baru Selena yang bernama Ares.
Selena yang ditanya seperti itu memberikan jawaban yang sebenarnya
"anak aku telepon barusan yank, aku takut dia gak akan suka sama Kamu "ucap Selena memeluk suaminya itu
"dia pasti suka sayang, ambil aja anak kamu buat tinggal disini sama kita"ucap Ares
"kamu mau piara dia yank"
"anak kamu sama dengan anak aku juga sayang"ucap Ares yang mencium kening Selena..
sore harinya....
Ansar, kakek dan nenek Siti berkumpul di meja makan,, sedang kan Zahra berdiam diri di kamar ia ingin beristirahat.
ia akan turun ketika makan saja nanti.
"makasih nak Ansar mau temanin cucu saya dan maaf sebelumnya" ucap kakek yang menyeruput kopinya.
"tak masalah kek"jawab Ansar
"emm maaf sebelumnya nak apa istri kamu tak mencari mu?" tanya nenek Siti yang merasa tak enak dengan rumah tangga Ansar.
"saya sudah bercerai nek"jawab Ansar yang membuat nenek Siti kaget terlihat dari raut wajah nya.
"maaf nak apa kamu mau saya nikahkan dengan cucu saya?" tanya kakek Hasan yg membuat Ansar terkejut
tak terdengar jawaban dari Ansar yang membuat kakek Hasan merasa tak enak.
"tak jadi kakek hanya bercanda nsar jadi gugup begitu"ucap kakek hasan.
"saya tak masalah kek jika cucu Kakek mau"jawab ansar yang membuat kakek Hasan terkejut.
"kamu betulan mau sama cucu saya??"tanya serius nenek Siti
"saya tak masalah Nek"
"kalau begitu saya mohon kamu jaga dia untuk saya, karena saya nggak tahu saya akan selalu bisa di sampingnya atau tidak"jelaskan kakek Hasan yang diagungkan dengan nenek Siti.
"Saya akan berusaha kek Nek"ucap Ansar
"untuk sementara saya mohon kamu jangan bilang kalau saya mau mintanya"ucap kakek Hasan
"setelah dia lulus SMA baru kita adakan acara pertunangannya dan kalau bisa saya minta kamu untuk menikahinya setelah dia lulus kuliah, apa kamu bisa??"jelas kakek Hasan yang pastinya membuat Ansar terkejut.
"saya akan coba kek, kalau begitu saya izin pulang dulu ya kek,nek"pamit Ansar.
"ya hati-hati"
selepas kepergian Ansar.
"kamu yakin kak Dia mau sama cucu kita?"tanya nenek Siti.
"aku yakin dek dia orang yang baik"ucap kakek hasan yang mengenal ansar sudah begitu lama.
"panggilan Zahra sana dek suruh makan"ucap kakek Hasan
download itu pun pergi naik ke kamar Zahra untuk memanggilnya menyuruhnya turun ke bawah untuk makan malam bersama.
Tok tok tok
"raa turun makan nak"
"iya sebentar Nek"ucap Zahra lalu tak berapa lama kemudian pintu terbuka lebar yang melihatkan Zahra dengan pakaian celana panjang dan baju kaosnya.
"naik turun ke bawah bersama nek"ucap Zahra yang menggandeng tangan nenek Siti.
...
"makan yang banyak ya nak habis itu tidur"ucap kakek Hasan memberikan ikan goreng kepada Zahra.
"makasih kek"
Mereka pun makan malam bersama dengan keadaan yang begitu tenang tanpa obrolan sama sekali.
selesai makan Zahra memutuskan untuk naik kembali ke kamar dan beristirahat,ia rasa kepalanya masih begitu pusing.
rutinitas Zahra tetap berjalan seperti biasanya, ia dibesarkan dengan kakek dan nenek Siti, sampai akhirnya ia lulus SMA, dan lama putih abu-abu itu ia selalu ditemani oleh Ansar, bahkan ia dengan ansar sekarang jauh lebih dekat daripada dulu..
dan hari ini adalah hari pertunangan antara Zahra dan Ansar.
ansar datang dengan membawa keluarganya dan beberapa barang seserahan.
"om yakin mau jadiin saya istri Om??"hanya Zahra yang duduk di samping besar sebelum perserahan cincin.
"Saya yakin kok, kalau saya gak yakin saya nggak bakal temeni kamu dari masa SMA kamu"ucap Ansar yang tersenyum begitu lebar di depan Zahra.
"tapi saya masih kayak kekanak-kanakan loh Om?"ucap Zahra yang merasa jantungnya begitu tak tenang.
"sudahlah nggak papa saya yakin kamu akan jadi istri saya yang terbaik, lagi pula saya nikahin kamu karena saya sayang sama kamu ?"ucap Azhar yang membuat Zahra memalingkan wajahnya.
"kiwkiw saya disini loh Ra, ngapain liat disana "ucap ansar yang menggoda Zahra.
"apasih om"Zahra menyinggung lengan Ansar merasa malu dengan ucapannya barusan.
tak lama kemudian acara selesai begitu saja mereka sekarang resmi sebagai tunangan.
dan saat ini keluarga mereka sedang makan-makan bersama, sedangkan Zahra dan Ansar malah memilih duduk di teras berdua untuk berbicara bersama.
"Saya pengen nikahin kamu sekarang raa"ucap Ansar yang memandang wajah Zahra yang terkenal angin malam.
"dih gak sabaran"jawab Zahra
"gimana gak sabaran calon istri saya secantik ini"ucap Ansar yang mencium pipi Zahra sekilas.
"ihh om nanti diliat sama keluar kita gimn coba" ucapnya yang memandang sekitar.
"gpp dong pastinya kita langsung dinikahkan sih"ucap Ansar yg merangkul Zahra.
"emang om gak malu nikah sama anak² kaya saya"
"engga dong sayang"ucap Ansar yang kegemasan.
"aku jadi malu kalo nikah sama om gini"ucap Zahra yang mengingatkan masalah lalunya, dimn keluarga nya hancur lembur.
"gak usah di ingat sayang"
"lupain aja semuanya, kita bangun keluarga yang kamu mau sekarang gimana ?"
"om inii"ucap Zahra yang mendorong badan Ansar menjauh.
"jangan panggil om sekarang raa, panggil sayang coba"ucap Ansar yang merasa kurang nyaman di panggil om.
"gak mau ah" ucap Zahra memalingkan wajahnya.
"panggil atau aku cium kamu"ucap ansar yang memandang wajah Zahra.
"enggak mau enggak mauu"ucap Zahra yang lari ke belakang rumah.
ketempat taman di belakang rumah.
Ansar terus mengejar hingga akhirnya ia memeluk Zahra di sana
"panggil raa"ucap Ansar yang merengek seperti anak kecil.
"gak mau ihh om, alay"ucap Zahra yang memegang tangan Ansar diperut nya.
"aku cium beneran ini"ucap Ansar yang bersiap mencium pipi Zahra.
"satu"
"dua"
"tig_
'cupp'
Sentuhan hangat begitu terasa dipipi Zahra.
"om ini nanti ada yang liat gimn"ucap Zahra takut ada yang ketaman.
"gak ada kok"
"makanya panggil sayang raa"ucap Ansar yang meletakkan kepalanya di pundak Zahra.
"iya sayang "ucap Zahra yang mengelus kepala Ansar.
Sedangkan Ansar yang dipanggil seperti itu hanya diam dengan wajah yang sedikit memerah, terlihat dari wajahnya, kerna ia sedikit putih.
"sering panggil begitu ya sayang "ucap Ansar menarik Zahra duduk di dekat kolam ikan.
"heheh rasanya agak aneh om"ucap Zahra merasa canggung
"biasain makanya sayang "ucap Ansar mengelus rambut Zahra.