Sarti gadis cantik berasal dari Desa Lengi, di saat usia nya yang baru saja lima belas tahun, ia terpaksa merantau ke ibu kota untuk mengadu nasib,
" ibu neng berangkat dulu ya, Ibu sama Bapak jangan khawatir neng pasti baik baik saja." ucap Sarti seraya memeluk wanita paruh baya dan berpakaian lusuh bahkan kain jarik nya pun sudah robek.
" lya neng Hati Hati ya, maaf kan Ibu belum mampu membahagiakan kamu nak."
" tidak apa apa Ibu neng akan kerja ke kota, untuk masa depan kita Ibu." ucap Sarti seraya menyeka bawah mata nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari Fani
" Tumben kamu sendirian mana tuan mu ?." tanya Doni,
" Ada di istana nya, gua kesini suruh jaga kalian, sukma dan satria belum bisa pulang,
" Eh Doni tadi gua lihat kuntilanak wajah nya mirip sama Sarti, dia ada di samping rumah pak tarjo."
" Yang benar kamu Zea, Ya benar lah, semoga saja bukan Sarti sesungguhnya, mungkin hanya mirip." ucap Zea seraya duduk di samping Doni,
" Lihat itu Zea sinar apa itu apa ya rumah siapa yang ke bakaran." ucap Doni saat melihat sinar merah seperti api,
" Kok seperti rumah ku." ucap ica mulai panik ia buru buru bangkit berdiri.
" Coba lihat Zea rumah pak asep bukan soalnya aku gak boleh ke mana mana apa lagi di malam hari." ucap Doni.
Ternyata bukan rumah pak asep tapi rumah tetangga pak asep, Tapi tetap saja membuat pak asep dan buk jumi ketakutan, walau pun rumah yang tiba tiba terbakar itu sedikit jauh dari rumah nya.
" Ayah kenapa rumah itu tiba tiba terkabar ya, mana angin nya kencang sekali." ucap buk jumi,
" Tidak tahu buk kita di dalam saja, setahu ku pak udin pernah bertengkar sama tarjo apa mungkin itu ulah tarjo buk."
" Jangan berburuk sangka dulu pak, lihat istri pak udin seperti luka bakar pak ya allah kasian pak, cepat bantu pak."
" Tapi buk nanti kuntilanak itu datang lagi bapak tidak berani ninggalin ibu sendirian." ucap pak asep.
" Benar juga pak ya sudah jangan keluar pak lagi pula sudah banyak warga yang nolong pak udin." ucap buk jumi.
" Hey kamu sebetul nya elu siapa sih jangan jangan elu yang bakar rumah itu." ucap Zea kepada kuntilanak putih yang sedang menyeringai sinis kepada Zea.
" Emang ada yang lucu ya di tanya malah ketawa luh." ucap Zea.
" Tidak usah ikut campur lebih baik lo jaga gadis itu di rumah sukma dan jaga Doni juga, gua di sini datang untuk balas dendam."
" Tapi sasaran lo banyak yang salah, Kenapa elu bakar rumah warga."
" Bukan gua yang bakar tapi si tarjo." ucap kuntilanak itu seraya menghilang.
" Anying lebih baik gua pergi dari pada gua yang di cekik, kuntilanak itu tidak ramah." ucap Zea seraya kembali ke rumah sukma,
" Rumah siapa Zea.? " Tanya doni.
" Tetangga nya ica."
" Rumah pak udin dong, Loh kok bisa kebakaran sih." ucap ica,
" Kata kuntilanak itu sih si tarjo yang bakar rumah pak udin." ucap Zea.
" Jadi Paman sudah ada di rumah nya ??."
" Mana gua tahu gua kan tidak ke rumah nya." sahut Zea,
" Dulu Tarjo pernah bertengkar sama pak udin, Gara gara apa ??." Tanya Doni,
" Gara gara anak nya mau di nikahi tapi di tolak mentah mentah sama pak udin dan anak nya pak udin memilih tinggal di desa lain, pokonya siapa pun yang berurusan dengan Paman pasti ada masalah." ucap ica.
" Kenapa sih Paman mu sangat jahat, gemes rasa nya ingin ku cabik cabik muka nya." ucap Zea.
" Ngapain di cabik bunuh saja sekalian." ucap ica.
" Sudah ayo kita masuk saja seperti nya mau hujan." ucap Zea seraya lebih dulu masuk
Sedang kan di Desa Lengi geger saat di temukan empat wanita yang tergantung di pohon yang sama, pohon itu tidak jauh dari rumah pak tarjo, Warga pun histeris.
" Ini semua pasti ulah pak tarjo." ucap salah satu warga.
" Iya benar buk soal nya kan pohon ini paling dekat sama rumah pak tarjo, Tega sekali dia ayo kita minta pertanggung jawaban dari pak tarjo."
" Tahan dulu ibu ibu lebih baik kita urus dulu jenazah ini." ucap pak uus selaku rt di Desa itu.
" Pak uus, pak uus kan rt di sini kenapa selama ini bapak diam saja, tadi malam rumah pak udin kebakaran dan menyebabkan istri nya meninggal karena luka bakar, kemarin ada satu lagi yang meninggal karena teror kuntilanak sekarang empat sekaligus yang meninggal, Desa ini benar benar tidak aman kalau begitu lebih baik kami pindah saja dari Desai." ucap salah satu warga.
Pak uus hanya bisa diam ia sendiri tidak tahu harus bagai mana.
" Yang benar ayah ada lima orang yang meninggal." ucap ica terkejut saat dapat kabar dari ayah nya.
" Iya ca jujur ayah takut." ucap pak asep.
" Kira kira ulah siapa ayah ??."
" Ayah juga tidak tahu tapi warga tadi ramai di depan rumah paman mu,seperti nya warga curiga dengan Paman mu са."
" Terus Paman ada di rumah nya."
" Ayah tidak tahu ca soalnya ayah buru buru kesini, untung saja kamu sama fani buru buru tinggal di sini, ca apa ibu sama ayah tinggal di sini juga tanah yang di sana kan punya ayah bagai mana kalau ayah buat saung saja yang penting dekat ke sini."
" Jangan dulu pak tunggu sukma pulang dulu saja minta pendapat dari sukma dulu." ucap Doni.
" Benar ayah lebih baik tunggu kak sukma pulang dulu, nanti kalau ayah tiba tiba pindah Paman curiga kalau aku dan fani ada di sini."
" Tapi ca ayah dan ibu benar benar takut."
" Jangan takut pak orang baik pasti di lindungi oleh sukma." ucap Doni.
" Iya nak Doni semoga saja." ucap asep.
" Bang syukur lah abang ke sini." ucap fani saat melihat topan datang,
" Aku datang kesini mau kasih kabar kepada mu soal Desa mu fani."
" Ada apa dengan Desa ku bang ??."
" Ayah mu semakin kacau dalam satu malam sudah membunuh lima orang, lama lama penduduk Desa Lengi mati semua fani."
" Aku tidak peduli siapa yang di bunuh oleh tarjo asal kan tidak membunuh paman dan Bibi ku, tunggu saja pembalasan ku nanti." ucap fani,
" Semua anak dari istri ayah mu sudah mati semua fani mereka di jadi kan tumbal."
Fani pun menatap wajah topan,
" Yang benar kamu bang."
" Iya fani, ayah mu benar benar sudah Gila, dan seperti nya ayah mu memiliki kekuatan yang luar biasa."
" Siapa guru tarjo itu." ucap fani kini tidak lagi ia memanggil pak tarjo dengan sebutan ayah,
" Aku pun tidak tahu fani, Ya sudah aku pergi dulu aku hanya memberi kabar saja kepada mu." ucap topan,
" Di mana guru mu." sambung topan,
" Sedang semedi." sahut fani.
Topan lega saat melihat wajah fani, kini fani sudah kembali bersemangat wajah nya pun sudah tidak pucat lagi, seperti nya fani benar benar menaruh dendam yang sangat besar kepada pak tarjo alias ayah kandung nya itu,
Sedang kan pak asep betapa terkejut nya saat melihat pak tarjo sudah ada di depan rumah nya.
" Tarjo sejak kapan kamu ada di sini kok tidak ketuk pintu." ucap pak asep berusaha tenang di hadapan pak tarjo.
" Di mana fani ??." Tanya pak tarjo dengan suara khas nya.
" Mana ku tahu dia kan putri mu, kok tanya sama saya, Setahu saya fani ada di rumah mu." sahut pak asep.
" Dia tidak ada di rumah."
" Terus kalau tidak ada di rumah, kamu mau nuduh saya menyembunyikan fani di sini gitu, kamu masuk saja dan cek setiap sudut rumah saya." ucар asep.
" Terus di mana ica, bukan kah dia selalu bersama ica."
" Ica kerja ke kota karena dia ketakutan tinggal di sini, karena tiap malam Desa ini di teror kuntilanak." ucap pak asep tentu saja bohong, dan harapan nya semoga pak tarjo percaya dengan ucapan nya,