Mereka membunuhnya perlahan.
Meracuni hidupnya, mencuri kasih sayangnya, lalu menguburnya sebagai putri yang tak diinginkan.
Ketika tubuhnya membuka mata, jiwa dari dunia modern terbangun di dalam tubuh Arcelia Vareinne putri keluarga duke yang mati secara misterius sebelum hari pernikahannya.
Semua orang menganggap Arcelia lemah.
Ayahnya mengabaikannya.
Ibu tirinya memanipulasinya.
Saudara tirinya merebut seluruh hidupnya sedikit demi sedikit.
Namun kali ini berbeda.
Sebuah sistem misterius muncul, memberinya kesempatan kedua:
mengungkap pengkhianatan, menghancurkan musuh-musuhnya, dan merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.
Di tengah permainan politik kerajaan, rahasia keluarga bangsawan, dan konspirasi perebutan tahta, Arcelia perlahan berubah menjadi wanita yang ditakuti seluruh kerajaan.
Tetapi semakin dekat ia pada balas dendam, semakin dekat pula dirinya dengan pria paling berbahaya di kerajaan Pangeran Kael Draven. pangeran dingin yang dijuluki monster peran
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DRR_LOVE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ular Di Dalam Istana
Suasana gudang tua mendadak terasa lebih dingin. Potongan kain hitam di tangan Leonard Aster bergerak pelan tertiup angin dari jendela pecah.
Lambang kerajaan tercetak jelas di atas kain itu. Namun simbol ular hitam kecil di sudutnya membuat semuanya berubah terasa mengerikan.
Arcelia Vareinne menyipitkan mata. “Itu milik siapa?” tanya Arcelia penasaran.
Leonard menggeleng pelan. “Aku tidak sempat menangkap orangnya.” kata Leonard.
“Tapi sepertinya kain ini berasal dari seragam pengawal istana.” lanjut Leonard.
"Hah? Bukannya itu berarti...?" Lilian langsung menutup mulutnya karena kaget.
“Ya,” jawab Leonard dingin. “Black Serpent kemungkinan sudah menyusup ke dalam istana.” sambungnya, sorot mata Leonard sangat tajam.
Di atas meja, Auriel menatap kain itu dengan bulu sedikit berdiri. “Lebih cepat dari alur aslinya…” kata Auriel didalam pikiran Arcelia.
“Apa seharusnya mereka belum sejauh ini?” tanya Arcelia.
Auriel mengangguk pelan, “Dalam jalur awal, organisasi itu bergerak diam-diam jauh setelah kematianmu.” kata Auriel.
"Namun sekarang mereka mulai mengambil langkah berbahaya dengan lebih cepat.” sambungnya.
Tatapan Arcelia perlahan berubah tajam. "Karena aku masih hidup, karena racun terbongkar dan karena keluarga Vareinne mulai curiga." kata Arcelia tangannya perlahan mengepal.
"Semua itu membuat alur berubah lebih cepat." sambung Auriel dengan tatapan tajam.
"Dan Black Serpent mulai kehilangan kesabaran." lanjut Arcelia.
Kemudian Arcelia berbicara dengan Leonard. “Kalau mereka benar-benar ada di istana…” gumam Arcelia pelan. “Maka Festival Kekaisaran akan menjadi jebakan.” kata Arcelia.
Leonard langsung menatapnya. “Itu sebabnya aku datang kembali secepat mungkin.” jawab Leonard.
Leonard berjalan mendekati Arcelia tatapannya jauh lebih serius, “Kamu tidak boleh pergi sendirian ke festival nanti.” kata Leonard memperingati Arcelia.
Ucapan Leonard membuat Arcelia sedikit mengangkat alisnya, “Kamu sedang mengkhawatirkanku?” tanya Arcelia.
“Aku mengkhawatirkan seluruh kerajaan.” Jawab Leonard sambil memalingkan wajahnya.
Jawaban datar itu membuat Auriel tertawa, “Sepertinya dia mulai menyukaimu.” kata Auriel.
Leonard langsung menyipit ke arah rubah kecil itu. “Aku bisa mendengar suaramu.” katanya.
Auriel langsung terkejut dan membeku kemudian ekornya bergerak cepat karena kesal.
“Kenapa manusia ini sensitif sekali…” kata Auriel.
"Menarik sekali berarti Leonard memang memiliki kemampuan khusus." batin Arcelia.
“Nona!” Suara panik terdengar dari luar lorong.
Langkah kaki cepat mendekat sebelum seorang pelayan muncul di depan pintu gudang.
Wajahnya terlihat pucat. “Yang Mulia Duke memanggil Anda!” katanya.
“Ada apa?” tanya Arcelia penasaran.
Pelayan itu terlihat gugup, “Nona Lunaria sudah sadar…” katanya gugup,
“Dan dia terus meminta bertemu dengan Anda.” lanjutnya pelayan itu sambil menundukkan kepalanya.
Mata Arcelia menyipit tipis. “Apa dia ingin mengatakan sesuatu?” tanya Arcelia.
Pelayan itu menggeleng cepat. “Dia hanya terus berkata kalau dia tidak ingin mati.” katanya.
Tatapan Arcelia perlahan berubah tajam, jadi akhirnya Lunaria mulai retak.
“Auriel.” panggil Arcelia.
Rubah kecil itu langsung melompat ke bahunya. “Aku ikut.” katanya.
“Tentu.” kata Arcelia.
Leonard memandang mereka beberapa detik sebelum berkata, “Aku juga akan datang menyusul kalian.” sambung Leonard
Kemudian mereka segera berjalan menuju kamar Lunaria. Sepanjang perjalanan, suasana mansion terasa semakin mencekam.
Pengawal berjaga di setiap sudut dan banyak pelayan yang saling berbisik sambil ketakutan.
Dan semua mata diam-diam tertuju pada Arcelia. Karena sejak dirinya berubah seluruh mansion mulai dipenuhi rahasia dan darah.
Begitu mereka tiba di depan kamar Lunaria, dua pengawal langsung membuka pintu.
Di dalam kamar Duke Cedric Vareinne berdiri di dekat tempat tidur dengan wajah suram.
Sementara Lunaria Vareinne terbaring pucat dengan perban di bahunya. Begitu melihat Arcelia masuk mata Lunaria langsung dipenuhi ketakutan.
“Kakak…” katanya dengan suaranya gemetar.
Arcelia berjalan mendekat perlahan. “Ada apa?” tanya Arcelia.
Lunaria menggigit bibirnya kuat-kuat seolah sedang melawan rasa takut besar.
“Aku… Aku ingin mengatakan yang sebenarnya.” kata Lunaria dengan suara gemetar.
Ruangan langsung sunyi bahkan Duke Cedric menegang menahan emosi.
Auriel menyipit tajam. “Akhirnya dia ingin berkata jujur." kata Auriel.
Lunaria mulai menangis pelan. “Aku memang menyembunyikan sesuatu…” kata Lunaria pelan.
Tatapan Duke Cedric berubah tajam. “Lunaria.” kata Duke Cedric
Lunaria itu malah gemetar semakin hebat mendengar suara ayahnya.
“Aku tidak pernah ingin Kakak mati…” Air matanya jatuh satu per satu. “Awalnya aku hanya mengikuti perintah Ibu…” katanya sambil memeras selimut yang membalut setengah tubuhnya.
Mata Duke Cedric langsung berubah sangat tajam.
Namun Lunaria belum selesai. “Tapi beberapa bulan lalu… Aku bertemu seseorang.” katanya.
Arcelia memperhatikan wajahnya tanpa berkedip. “Seseorang? Siapa?” tanya Arcelia penasaran.
Tubuh Lunaria langsung membeku ketakutan terlihat jelas di matanya sekarang.
Dan dengan suara hampir berbisik ia berkata: “Putra kedua keluarga kerajaan.” katanya.
Deg..!!!