NovelToon NovelToon
GADIS MALANG DENGAN TAKDIRNYA(CEO)

GADIS MALANG DENGAN TAKDIRNYA(CEO)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:663
Nilai: 5
Nama Author: lestari visa

GADIS MALANG dengan takdirnya (ceo)

"Hayu siapa yang penasaran sama kisah Aruna, gadis malang yang terpaksa menyerahkan hidupnya jadi milik seorang pria yang sangat tampan, kaya raya, tapi dikenal sangat kejam dan berhati dingin? 😯💔

Dipaksa menikah cuma demi bertahan hidup, dihina, diremehkan, dan dianggap cuma barang milik semata. Namun Aruna berjanji dalam hatinya, dia bakal buktikan kalau dia juga punya harga diri yang tak boleh diinjak. Apakah dia sanggup hadapi sifat angkuh dan kejam Aris Baskara? Bagaimana nasibnya hidup di antara kemewahan yang ternyata penuh dengan penghinaan dan rasa sakit? 🤔

Baca yuk ceritanya! Kisah cinta penuh luka, amarah, air mata, dan takdir yang bikin hati campur aduk. Dijamin bikin penasaran dari bab pertama sampai akhir 📖🔥

📖 Judul: GADIS MALANG dengan takdirnya (ceo)
(Penulis: Lestari Visa)"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lestari visa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Di Bawah Perlindungan Sang Tuan

"Jangan gugup, Luna," ucap Aditya tiba-tiba, memecah keheningan di dalam mobil mewah yang melaju tenang itu. Ia meraih tangan Luna dan menggenggamnya erat, seolah ingin menyalurkan seluruh kekuatan dan keyakinan yang ia miliki ke dalam diri gadis itu. Matanya menatap lekat wajah Luna yang tampak sedikit tegang namun berusaha terlihat tenang.

Luna mengangkat wajahnya perlahan, menatap balik manik mata hitam lelaki yang begitu berarti baginya itu. Di bawah sorot lampu jalan yang masuk lewat jendela kaca, wajah Aditya tampak begitu tegas, dingin, dan berwibawa seperti biasa, namun di dalam tatapannya tersimpan kelembutan dan rasa perhatian yang begitu mendalam, hanya untuknya.

"Aku tidak gugup, Tuan..." jawab Luna pelan namun tegas, sambil menggelengkan kepalanya sedikit. Ia mengembuskan napas panjang, berusaha menenangkan detak jantungnya yang berpacu sedikit lebih cepat dari biasanya. "Hanya saja... aku masih belum percaya. Bahwa ternyata aku memiliki asal-usul yang begitu besar, memiliki hak yang begitu luas, namun juga memiliki musuh yang begitu berbahaya dan kejam. Aku hanya khawatir, Tuan... khawatir kalau nanti aku tidak bisa bersikap tegas atau cerdas saat berhadapan dengan mereka atau saat membicarakan hal-hal penting di depan para pengacara nanti."

Aditya tersenyum tipis, senyum yang selalu mampu membuat rasa cemas di hati Luna sedikit berkurang. Ia mengusap lembut punggung tangan gadis itu dengan ibu jarinya, gerakan kecil yang selalu menenangkan hatinya.

"Kau tidak perlu khawatir akan hal itu, Luna. Ingatlah siapa dirimu sekarang. Kau adalah cucu kandung Arthur Tanudjaya, pewaris sah dari segala harta dan nama besar keluarga itu. Darah bangsawan dan keberanian mengalir di tubuhmu. Dan yang paling penting... kau tidak sedang berjalan sendirian di jalan yang berat ini," ucap Aditya dengan nada rendah namun penuh penekanan dan keyakinan yang tak tergoyahkan. Ia mendekatkan wajahnya sedikit, menatap mata Luna lebih dalam lagi. "Ada aku di sini. Aku akan berdiri di sampingmu sampai napas terakhirku. Apa pun yang terjadi, apa pun yang kau hadapi, aku akan selalu ada di sebelah kananmu, memegang tanganmu, dan berjuang bersamamu. Jadi, singkirkan segala rasa ragu itu. Bersikaplah tegas, berwibawa, dan tunjukkan pada mereka semua bahwa gadis kecil yang dulu mereka remehkan, kini telah bangkit dan siap mengambil haknya kembali."

Kata-kata itu masuk begitu dalam ke dalam hati Luna, menembus segala rasa takut dan ragu yang sempat merayap. Ia merasa seolah ada kekuatan besar yang tiba-tiba memenuhi seluruh jiwanya. Benar kata Tuan Aditya, ia tidak sendiri. Ia memiliki Tuan yang begitu hebat, berkuasa, dan rela berkorban segalanya demi dirinya. Ia memiliki bukti yang sah, ia memiliki kebenaran, dan ia memiliki keberanian yang dulu ia kira tak ia miliki.

Luna menarik napas dalam-dalam sekali lagi, lalu menghembuskannya perlahan sambil tersenyum tulus dan penuh percaya diri.

"Terima kasih, Tuan... Kata-kata Tuan selalu mampu membuatku merasa jauh lebih kuat dan berani. Aku berjanji, aku akan berusaha sebaik mungkin. Aku akan bersikap sebagaimana layaknya pewaris sah keluarga Tanudjaya. Aku tidak akan mempermalukan nama baik Kakek Arthur, dan aku tidak akan mengecewakan Tuan yang telah berjuang begitu keras demi diriku," ucap Luna dengan suara yang jernih, tenang, dan penuh tekad yang membara di dadanya.

Mobil mewah itu akhirnya melambat dan berbelok masuk ke kawasan perkantoran paling elit dan bergengsi di pusat kota. Gedung pencakar langit tempat firma hukum ternama itu berada menjulang tinggi, tampak megah, kokoh, dan berkilauan terkena sinar matahari pagi. Di sini, di balik kaca-kaca gedung tinggi ini, nasib Luna akan ditentukan, langkah besar pertamanya menuju kebebasan dan keadilan akan dimulai.

Begitu kendaraan berhenti tepat di depan lobi utama, seorang petugas parkir bergegas membukakan pintu. Namun, sebelum Luna sempat melangkah turun, Aditya sudah lebih dulu keluar, lalu dengan sigap dan gagah ia membukakan pintu sisi Luna sendiri, menundukkan sedikit tubuhnya seraya mengulurkan tangan besarnya untuk membantu kekasihnya turun.

"Mari, Luna..." ucap Aditya lembut namun penuh wibawa, menatap gadis itu dengan pandangan yang memuja sekaligus melindungi.

Luna meletakkan tangannya di atas telapak tangan Aditya yang hangat dan kokoh, lalu melangkah turun dengan anggun, menundukkan sedikit kepalanya sebagai tanda terima kasih. Di belakang mereka, kedua pengawal pribadi yang ditugaskan Aditya segera turun juga, berdiri tegak dan waspada di belakang mereka, siap mengawal ke mana pun mereka melangkah. Aditya tidak melepaskan genggamannya pada tangan Luna, ia menggenggamnya erat sambil berjalan beriringan masuk ke dalam gedung megah itu, seolah ingin menegaskan kepada siapa pun yang melihat bahwa wanita ini berada di bawah perlindungannya, wanita ini adalah tanggung jawabnya, dan siapa pun yang berani menyakiti atau mengganggunya, berarti berhadapan langsung dengan Aditya Pratama—CEO kejam dan berpengaruh yang tak ada yang berani menentangnya.

Di dalam lobi yang luas dan dingin ber-AC itu, banyak pasang mata yang menoleh menatap ke arah mereka berdua. Aditya yang selalu menjadi pusat perhatian di mana pun ia berada dengan penampilannya yang sempurna, wajahnya yang sangat tampan namun dingin, dan auranya yang berkuasa. Dan di sampingnya, Luna—gadis cantik berwajah lembut namun kini memancarkan cahaya keanggunan dan harga diri yang tinggi, berjalan berdampingan dengan lelaki itu dengan penuh percaya diri, meski dulu ia hanyalah gadis malang yang sering diabaikan dunia.

Sesampainya di lantai teratas, di ruang pertemuan yang paling privat dan dijaga ketat, Pak Herman sudah menunggu di depan pintu dengan senyum hormat dan penuh rasa lega. Di belakangnya, terlihat beberapa orang berpakaian rapi dengan wajah-wajah serius dan cerdas—mereka adalah tim pengacara terbaik yang sudah disiapkan khusus oleh Aditya dan Pak Herman untuk menangani kasus besar ini.

"Selamat pagi, Tuan Aditya, Nona Luna..." sapa Pak Herman dengan hormat sambil menundukkan kepalanya sedikit. Wajah tua itu tampak bersinar, terlihat betapa bahagia dan bangganya ia melihat Luna berdiri tegak di sana, bersama pelindung terbesarnya. "Segala sesuatu sudah kami persiapkan dengan sangat matang dan rapi. Semua dokumen, berkas, hingga bukti-bukti pendukung sudah tersusun rapi di atas meja. Para ahli hukum ini pun sudah mempelajari garis besar kasus ini, dan mereka sudah sangat siap mendengarkan penjelasan lengkap serta melihat bukti utama yang Tuan dan Nona bawa."

Aditya mengangguk singkat namun ramah. "Bagus sekali, Pak Herman. Kerja bagus. Mari kita masuk. Waktu adalah hal yang sangat berharga bagi kita, dan kita tidak boleh membuang sedetik pun sebelum mereka sempat menduga gerakan kita."

Aditya menoleh ke arah Luna, mengangguk pelan memberi isyarat agar tetap tenang dan berani. Bersama-sama, mereka melangkah masuk ke ruangan besar itu. Ruangan yang akan menjadi saksi sejarah baru, tempat di mana kebenaran mulai terungkap, dan tempat di mana takdir gadis malang bernama Luna itu mulai berubah total selamanya.

Saat mereka duduk mengelilingi meja panjang berkilau itu, Aditya duduk di posisi utama, dan Luna duduk di sebelah kanannya—posisi terhormat, posisi seorang pewaris sah. Dengan gerakan hati-hati dan penuh hormat, Luna pun mengeluarkan kotak kecil berisi lencana pusaka keluarga Tanudjaya dari dalam tas kecilnya, lalu meletakkannya perlahan di atas meja, tepat di tengah-tengah, di hadapan para pengacara yang kini memandangnya dengan takjub dan rasa hormat yang luar biasa.

Benda kecil itu, sederhana namun memancarkan kekuatan besar, kini menjadi kunci segalanya. Dan di samping Luna, Aditya duduk tegak, bersandar santai namun matanya menatap tajam ke sekeliling, seolah berkata pada dunia: Wanita ini berada di bawah perlindunganku, dan mulai hari ini, tidak ada satu pun yang boleh menyakiti atau menindasnya lagi.

Di ruangan itu, di bawah bayang-bayang kekuasaan dan perlindungan sang CEO tampan, Luna merasa aman, berharga, dan siap menghadapi segala hal. Perjuangan panjangnya baru saja dimulai, namun ia tahu, selama ia berada di sisi Tuan Aditya, kemenangan dan keadilan pasti akan menjadi miliknya pada akhirnya.

(BERSAMBUNG)

📖 SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA! 🤗🩷

Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini! Semoga kalian menikmati setiap halaman dan setiap momen kebahagiaan, tawa, bahkan emosi yang terasa dalam setiap babnya ya. 🥰

Jangan lupa tinggalkan komentar dan berikan suka pada setiap bab yang kalian baca, ya! Jika kalian menyukai ceritaku, silakan tuliskan pendapat kalian — misalnya "Lanjutkan dong, ceritanya keren banget!" atau "Ceritanya bagus dan menyentuh hati!" — karena setiap kata dukungan dari kalian akan menjadi semangat terbesarku untuk terus menulis dengan lebih baik lagi. 🩷

Sekali lagi terima kasih banyak atas perhatian dan dukungannya. Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya ya! Selamat membaca dan sampai bertemu kembali! 👋👋🤗🌷

1
Ate Ida Rustono
tambah penasaran dehh
Ate Ida Rustono
penasaran jadinya
visa lestari
💪💪💪👍
visa lestari
ceritanya bagus thor semagata
visa lestari
mampir thor💪
Nadia Permatasari
mampir juga thor😍
Eemlaspanohan Ohan
lanjut makin seru
Eemlaspanohan Ohan
lanjut
Eemlaspanohan Ohan
mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!