Bercerita tentang seorang pemuda Tampan kaya berpenampilan cool super cool malah . Jadi rebutan semua kaum hawa .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adeyayuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
"Bersikap rendah hatilah kamu,niscaya kamu akan menjadi seperti bintang yang sangat
tampak bagi seseorang yang memandang bayangannya di kedalaman air yang rendah.
Akan tetapi hakikat dirinya sangatlah tinggi,
Dan janganlah kamu bersikap Sombong.
Niscaya kamu akan menjadi seperti asap yang menjulang tinggi dengan sendirinya sampai terbang ke udara, Padahal hakikatnya dirinya
sangatlah rendah."
"Hana aku terus memperjuangkan mu."
Ku terus berusaha dan tentu juga tetap berdoa,
berharap dan terus berharap.
Semoga papa memberi restunya buat kita.
Agar aku segera bisa menghalalkan mu.
Kata-kata Raehan menyakinkan Hana.
"wajah Hana tetap tenang, Oke.. aku percaya
Pada mu kakak tampan..."
"Estetik banget Woeee.."
"Yang ini kakak suka..!"
Raehan mulai mendekat, ingin hatinya memeluk erat tubuh itu dan menghadiahi kecupan sayang di keningnya.
"Tapi niatnya dia urungkan , uuhhh belum halal."
HANA ... KAULAH BINTANG DI HATI KU.
Malam ini semakin indah, bukan karena suasana hati kakak tampan yang sedang berbunga-bunga, namun langit malam yang selalu berhiaskan bintang-bintang yang bertaburan.
Biarlah bintang-bintang itu setia menghias langit malam. "Yang terpenting kaulah bintang hatiku."
"Wadawww... "
kakak tampan semakin bucinnnnn....
***
Hana membangunkan Angel dengan sabar.
Menunggu gadis kecil itu membuka matanya.
"Hayooolah... nanti kesiangan lhoo..!"
Bisik Hana.
"Limaaaa menit lagi kakak..!"
Gadis kecil itu menawar, sambil terus pejamkan
matanya sambil tarik selimutnya.
"NO...NO..NO..!!"
Hana menarik kembali selimut itu dari tubuh kecil. Hana terus berjuang membangunkan Angel.
Duhhh anak ini.
"Makanya bobonya jangan malam-malam. "gini nich akibatnya.. paginya susah untuk di bangunkan!"
Akhirnya usaha Hana berhasil juga.
Gadis kecil itu melompat dari tempat tidurnya.
"EEETTTTT...."
"Rapikan dulu tempat tidurnya Cantikk.!"
Bak seorang satpam Hana mengawasi kerjaan
Angel, sesekali Hana membantu menarik sisi seprae , "Oke bantal-bantalnya di tumpuk yang rapi. Dan tinggal selimutnya dilipat.!"
Okeee... selesai sudah kakak Hana memberi jempolnya, dan keduanya "TOSSSS...".
"Terimakasih cantik,kerja yang bagusss.!"
puji Hana pada Angel.
Lalu Hana melanjutkan menyiapkan sarapannya.
Om dan tantenya pagi sekali sudah berangkat kerja.
Alhamdulillah Angel anaknya mudah di arahkan.
Lihat gadis kecil itu sudah terampil memakai seragamnya sendiri.
Cuma satu yang selalu bikin Hana menghela nafas panjang.. Bertanda harus lebih sabar lagi.
Angel tidak apal-apal kaos kaki di simpannya di laci.
Lihat saja dari tadi dia sibuk memanggil-manggil Hana.
"Kakak...kakak Hana...!"
"Dimana sichhhh.. kaos kaki kuuu..?"
Teriak Angel dari kamarnya.
"Di laci Deee..!"
Teriak Hana tak kalah kencangnya.
"Okeee kakak. ada.!!! Teriak gadis kecil itu.
"Yaa iyalah ada,emang tempatnya di laci.!"
Jawab Hana sambil geleng kepala.
"Hayoooo... kakak, nanti kesiangan!"
Angel menarik-narik tangan Hana.
"Salah siapa yang bangun siang..?"
Kata Hana untuk mengingatkan Angel.
"Besok bangun jangan kesiangan lagi.!"
Kata Hana menasehati Angel.
Keduanya melangkah keluar.
Hana mengunci pintu rumah.
Angel sudah berlari duluan keluar dari pagar.
Sudah nampak kakak tampan sudah siaga
Dalam mobilnya.
"Pagiii kakak, sapa Angel ramah.
"Pagii..J"awab pemuda tampan tak kalah ramahnya.
"Hana menyapanya dengan salam."
Raehan menjawab salamnya plus dengan senyum manisnya.
Mata sang kakak terus melirik ke Hana.
"Fokussss... Awas nabrak"!
Suara Hana mengingatkannya.
"Heeheee.. oke sayanggggg.!"
"Stoppppp.!!"
Kali ini suara Angel berteriak.
"Siap..!"
Kata kakak menepikan mobilnya.
"Daaaaa... kakak."
Teriak Angel sambil berlari memasuki halaman sekolah.
Dan mobil pun melanjutkan perjalannya.
"Hann..., aku sudah tak sabar menghalalkanmu."
kata sang kakak tampan sambil terus tersenyum.
Hana nampak tenang tapi ada semu merah di wajahnya.
"Bagaimana dengan papa kakak?"
Tanya Hana masih kurang yakin akan ucapan Raehan.
"Jangan khawatir, kakak akan terus memperjuangkan mu."
Jawab Raehan penuh keyakinan.
"Aku tidak khawatir, karena aku percaya pada mu
kakak tampan.!"
Jawab Hana kalem.
Ochhhhhh... Raehan semakin tak sabar.
***
Oke sampai Jumpa di Episode selanjutnya.
Dan terimakasih yang sudah setia ..menanti setiap Episodenya..😇😇🙏
mampir jg k novelku kakk 💃💃
kenapa format teks nya bikin ribet yang baca ya kak
mana dialok, mana narasi
😁😁😁😁🙏🙏🙏🙏