NovelToon NovelToon
Menikah Karena Kasihan

Menikah Karena Kasihan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: pipit fitriyani

Bagaimana jadinya jika hubungan yang telah dibina selama ini yang tampak begitu harmonis dan penuh kasih sayang ternyata hanyalah didasari rasa kasihan semata?

Wanita yang dinikahinya adalah seorang yatim piatu yang harus menanggung beban kehidupan kedua adiknya. Karena rasa iba , ia berinisiatif menikahi perempuan tersebut, padahal keduanya baru saling mengenal selama satu tahun. Namun, yang ada di dalam hatinya bukanlah istrinya, melainkan mantan kekasih yang pernah memutuskannya tanpa alasan yang jelas, namun masih sangat dicintainya hingga saat ini.

Apa yang akan terjadi jika kelak sang istri mengetahui kenyataan ini? Akankah ia tetap menerimanya, atau memilih untuk mundur, meski harus melepaskan kehidupan yang sudah terjamin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipit fitriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenyataan

Hari berganti hari, namun rasa bimbang dan pertanyaan yang berputar di kepala Amira tak juga mereda. Semakin ia mencoba memahami Farhan, semakin ia sadar bahwa pria itu bagai samudra dalam yang tak pernah bisa ia telusuri dasarnya. Di rumah yang seharusnya menjadi tempat bernaung, Amira justru merasa seperti orang asing yang sedang menumpang hidup di antara banyak hal yang tidak ia ketahui.

Sadar diri adalah langkah awal yang harus Amira lakukan berhenti berharap untuk apa pun yang ia impikan untuk kehidupan rumah tangganya, karena Farhan dan Amira tidak pernah benar-benar duduk untuk saling terbuka dan bicara banyak hal selain basa-basi.

Pukul 5 sore, kedua adiknya baru pulang dari sekolah. Amira menyambut dengan wajah lesu.

"Kalian sudah pulang?" tanya Amira saat kedua adiknya masuk ke dalam rumah.

"Iya, Kak," sahut Amara, sedangkan Ammar fokus melihat mimik wajah kakaknya.

"Kakak kenapa?" tanya Ammar penasaran, si perasa yang paling peka, lebih dari Farhan, suaminya.

Amira menggelengkan kepala. "Kakak baik-baik saja, kalian mandi dan makan, yuk."

"Kak, kita bukan anak kecil lagi. Kalau ada yang mau ceritain Kakak cerita, aja. Kita pasti akan dengerin. Kakak jangan pendam semuanya sendiri," ucap Ammar menghentikan langkah Amira. Lalu Amira menoleh ke arah wajah Ammar dan Amara.

"Mari duduk, Kakak mau nanya sama kalian." Akhirnya, Amira membawa mereka ke ruang keluarga untuk berbicara ringan tentang kemungkinan yang mungkin terjadi.

Mereka duduk menantikan pertanyaan apa yang akan diberikan Amira.

"Apa selama ini kalian bahagia?" tanya Amira, dan langsung dijawab tegas oleh Ammar.

"Kita bahagia kalau Kakak bahagia. Justru aku yang mau tanya sama Kakak apa pernikahan ini bikin Kakak bahagia?" tanya balik Ammar, dan raut wajah Amira langsung berubah. Amira terdiam cukup lama.

"Kakak bahagia," jawabnya ragu, dan Ammar langsung menyangkal hal itu.

"Bohong! Kakak hanya pura-pura bahagia. Apa yang sebenarnya mau Kakak sampein sama kita?" tanya Ammar terus terang.

"Ini seandainya ya, segala kemungkinan pasti terjadi. Apa tidak apa-apa kalau suatu saat nanti apa yang kalian nikmati sekarang lalu tiba-tiba hilang?"

"Aku nggak apa-apa, aku udah terbiasa dengan kesederhanaan. Kalau apa yang Kakak nikmati saat ini terasa hambar, dan tidak membuat Kakak bahagia, sebaiknya kita kembali ke asal kita. Lagi pula, mereka tidak menghargai Kakak sejak awal," sahut Ammar menggebu-gebu. Dia seperti sedang mengeluarkan uneg-uneg yang selama ini terpendam.

"Tapi Mas Farhan baik sama kita," ucap Amira.

"Dia baik, tapi kebahagiaan yang Mas berikan cuma satu tahun awal pernikahan aja. Setelahnya, dia lebih banyak disibukkan dengan pekerjaan. Aku khawatir lama-kelamaan Mas Farhan akan kembali menjadi orang asing buat kita."

Apa yang diucapkan Ammar ada benarnya. Satu tahun awal pernikahan, Farhan begitu menunjukkan perhatian dan semua hal yang dibutuhkan oleh seorang wanita. Farhan seolah benar-benar mencintai dirinya, tapi waktu merubah segalanya. Banyak hal yang juga ikut berubah tentang bagaimana rumah tangga ini berjalan.

"Kita lihat nanti saja. Kakak yakin Allah sedang menunjukkan sedikit demi sedikit setiap kebenaran dan kebaikan itu. Kalau akhirnya tempat kita bukan di sini lagi, maka Kakak akan belajar melepas dan ikhlas."

"Aku akan dukung apapun keputusannya Kakak," sahut Ammar, sementara Amara hanya menyepakati apa yang kedua kakaknya lakukan. Dia tidak terlalu mengerti apa yang sebenarnya terjadi yang ia sadari, Farhan sedikit asing bagi dirinya.

**

Hari Sabtu ini, Amira berencana mampir ke rumah orang tua Farhan. Meskipun mertuanya tidak menyukai Amira, tapi dia masih berusaha untuk bersilaturahmi atau sekadar menyapa mertuanya. Namun sayang, keluarga itu sedang pergi ke acara keluarga yang ada di Bali, menurut informasi Bi Sumi yang pernah membantu Amira.

"Mamah sama yang lainnya kemana, Bi? Kok sepi?" tanya Amira.

Bi Sumi menghela napas. Amira menantu di rumah ini, tapi setiap ada acara keluarga tak pernah diajak. Sumi tidak berniat menutupi apapun dari Amira.

"Mereka sedang ada acara keluarga di Bali, tadi pagi baru berangkat." Mendengar hal itu, Amira terdiam.

"Mas Farhan dari hari Jumat juga lagi di Bali, Bi." Amira mulai merasakan perasaan tidak enak. Kenapa hanya dia yang tidak diajak?

"Bibi kurang paham, Mbak. Mungkin ada alasan kenapa mereka nggak ngajak Mbak Amira," ucap Bi Sumi merasa tidak enak.

"Alasannya hanya satu, Bi. Aku bukan orang yang mereka inginkan." Amira mengatakan hal itu dengan mata berkaca-kaca. Semuanya semakin jelas, tempatnya bukan di keluarga ini.

Bi Sumi tak merespons ucapan Amira, selain mengelus punggung perempuan yang hampir berusia 25 tahun itu.

"Oiya, Bi. Selama menikah dengan Mas Farhan, aku belum pernah masuk ke kamar pribadinya. Apakah boleh?" tanya Amira, penasaran ingin masuk ke kamar Farhan.

Bi Sumi terdiam lama. Di kamar itu banyak hal yang tidak seharusnya Amira ketahui, tapi dia pun kasihan dengan Amira. Selama ini perempuan itu benar-benar hanya bayangan. Bi Sumi dengan berat hati dan rasa kasihan membantu Amira masuk ke kamar itu. Sebagai orang kepercayaan keluarga Hutama, dia memegang kunci kamar Farhan yang setiap hari Bi Sumi bersihkan.

"Baik, Bibi antar. Tapi setelah masuk, nanti apa pun yang Mbak lihat dan akan banyak pertanyaan yang mungkin muncul, Bibi tidak bisa membantu. Bibi hanya bisa membantu membuka kunci kamar Mas Farhan. Mungkin dia akan marah jika Bibi membiarkan Mbak Amira masuk, tapi Bibi sudah pasrah sekalipun akan dipecat."

"Aku janji nggak akan kasih tau Mas Farhan tentang hal ini. Sekalipun aku ingin bertanya langsung pada Mas Farhan, aku akan menahannya dengan caraku."

Bi Sumi mengangguk dan naik ke lantai atas, tempat di mana kamar Farhan berada.

Dengan berat hati, Bi Sumi membuka kamar Farhan. Kamar itu benar-benar definisi Farhan aroma pertama yang menguar pun adalah aroma parfum milik Farhan. Setelah membuka pintu kamar, Bi Sumi mempersilakan masuk, lalu ia meninggalkan Amira sendiri. Bi Sumi menduga setelah ini Amira akan menangis, marah, atau dia memilih diam.

Saat masuk, sketsa yang sama dia lihat kembali seperti di ruang kerja Farhan. Bedanya, gambar di sketsa itu bersama laki-laki yang sekarang menjadi suaminya. Melihat itu, dada Amira cukup sesak. Lalu, banyak foto-foto kebersamaan mereka terpasang manis di lemari pajangan kecil yang khusus memajang foto-foto Farhan dan Clarisa dari zaman SMP sampai SMA. Air mata Amira mulai menetes.

Amira tak sanggup melihat kebenaran lain, namun ia melihat foto cantik yang tergeletak di meja dan menarik perhatiannya, lalu tak sengaja membalik foto itu dan membaca tulisan yang ada di sana.

"Aku masih mengingatmu sampai detik ini dan tak bisa melupakanmu, lalu bagaimana dengan dia yang aku paksa masuk? Aku takut menyakitinya."

Membaca tulisan itu, Amira tak kuasa menahan tangisnya. Dadanya yang sesak ia pukul-pukul barangkali bisa sedikit menenangkan.

1
Lilis Yuanita
bgus
rasahaz
bnr2 nyesek kmu jdi amira,, jdi mnding go ja lh,,, 😤😤😤💪
Salsa Bilah
aku bolak-balik buat liat bab selanjutnya blom ada ihhh
Lilis Yuanita
sedih critay
rasahaz
nah kaan baru tau skrng gmn kelakuan laki mu amira,, mkany jgn polos2 bgt ahk, masa ngga bsa pke insting seorng istri sh,,, jdi udh mnding minggat ja minta pisah ngapain msh dpertahankn,, 😤😤😤😤
rasahaz
jgn trllu lemot amira,, masa ngga bsa pke insting sma skli sh,, 😄😄😄
rasahaz
mng dasar laki pengecut pecundang kau farhan,, 😡😡😡
rasahaz
ayo amira kmu hrus jdi wanita tanggung,, jgn menye2 yg dikit2 nangis,, 💪💪💪🔥
rasahaz
pergi amira pergi bwa adik2 mu,, mnding berdiri dkaki sndri dri pda brgntung sma laki modeln c farhan,,,
rasahaz
waaaahh bnr2 suami dzolim kau farhan,,, 😡😡
rasahaz
kau sprti menabur madu pdhal kau memberi racun,,, 😡😡
rasahaz
sikap mu bgtu manis tpi bnyak bgt mengandung racun ny,,,
rasahaz
dpt notif da cerita baru karya kak pipit,, langsung mlncur,🔥🔥🔥💪😄
Penikmat Sunyi: terima kasih, dukung terus ya kak biar semangat nulisnya😄😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!