NovelToon NovelToon
Kuali Penelan Bintang

Kuali Penelan Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Starlope

Di Alam Fana yang kejam, bakat adalah segalanya. Lin Ye, seorang pemuda dengan meridian cacat, ditakdirkan menjadi pelayan seumur hidupnya. Namun, nasibnya berubah ketika darahnya tak sengaja membangkitkan sebuah relik berkarat: Kuali Penelan Bintang.

Kuali kuno ini bukan sekadar alat pelebur pil, melainkan artefak primordial yang mampu melahap esensi langit dan bumi, bahkan menelan energi bintang-bintang. Dalam perjalanan kultivasi yang lambat, penuh perhitungan, dan berdarah, Lin Ye perlahan mengubah fisik fananya, menembus kemustahilan, dan melangkah ke jalan keabadian.

Ini bukan kisah pahlawan instan, melainkan seorang pemuda biasa yang merangkak dari debu, menentang takdir surga, dan pada akhirnya, melahap seluruh kosmos untuk melindungi apa yang ia hargai. Langit kesembilan pun akan gemetar di bawah kualinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Starlope, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tantangan

Sebuah suara arogan yang diperkuat dengan Qi Pembentukan Fondasi menggema melintasi pelataran.

Mata Su Yue seketika menyipit. Hawa dingin di tubuhnya meledak. Ia menatap Lin Ye, menunggu arahan.

Lin Ye menancapkan sapunya ke lantai es. Ia tidak menoleh ke arah gerbang, melainkan menatap langit yang mulai berawan merah.

"Bocah tua naga api itu tidak berani menyerang secara langsung. Dia mengirim anjingnya untuk menggonggong dan mengujimu," seringai Lin Ye, sebuah senyum pemangsa yang kejam. "Ingat perintahku. Siram minyak ke dalam apinya. Buat mereka tidak punya pilihan selain membuka pintu gudang racun mereka untuk menantangmu."

"Junior mengerti," ucap Su Yue dingin. Ia mengayunkan lengan jubahnya, dan gerbang perunggu raksasa itu terbuka dengan suara gemuruh.

Di luar gerbang, Yan Huo melayang setinggi dua tombak di udara, jubah merahnya berkibar, menatap merendahkan ke arah pelataran. Di belakangnya, beberapa murid faksi Naga Api berdiri dengan postur menantang.

Mata Yan Huo memicing saat melihat Su Yue melangkah keluar. Ia bisa merasakan fluktuasi Qi Pembentukan Fondasi dari tubuh gadis itu. Baru saja menembus? Pantas saja dia berani sombong. Tapi fondasi awal tidak ada apa-apanya dibandingkan fondasi menengah milikku! batinnya.

"Su Yue," Yan Huo memulai, suaranya dipenuhi arogansi. "Kau telah bertindak kejam dengan melukai Kakak Senior Bai Yunfei. Puncak Naga Api kami menuntut keadilan. Tetua Bai memerintahkan agar kau menyerahkan kompensasi berupa Puncak Teratai Salju ini, dan berlutut meminta maaf di Aula Alkimia. Jika kau menolak, kami akan menantangmu dalam Duel Perebutan Wilayah, dan seluruh pasokan pil untuk faksimu akan kami putus selamanya!"

Yan Huo tersenyum puas. Itu adalah intrik perebutan kekuasaan yang sempurna. Duel sekte diawasi oleh hukum, sehingga "pusaka pelindung" apapun yang dimiliki Su Yue tidak akan berani ikut campur secara terang-terangan.

Namun, di luar dugaan Yan Huo, Su Yue tidak menunjukkan ekspresi takut sedikit pun. Alih-alih, gadis berwajah pucat pualam itu tertawa pelan. Tawa yang sangat dingin dan merendahkan.

"Menyerahkan puncakku? Berlutut kepada anjing yang lututnya baru saja hancur?" Su Yue mendongak, menatap Yan Huo seolah menatap serangga bodoh. "Kalian Puncak Naga Api benar-benar kumpulan tungku berkarat yang isinya hanya asap kesombongan."

Wajah Yan Huo seketika memerah karena amarah. "Jalang! Beraninya kau menghina Puncak Naga Api! Apakah kau memilih Duel Kematian?!"

"Duel?" Su Yue mencabut pedang es kristalnya. Aura Pembentukan Fondasinya yang baru saja menembus meledak, menekan udara panas di sekitar gerbang. "Untuk apa aku membuang tenagaku melawan pion sepertimu? Jika kakek tua bangka itu ingin menantangku, sampaikan tantanganku ini kepadanya!"

Su Yue menunjuk lurus ke wajah Yan Huo dengan ujung pedangnya yang memancarkan hawa beku.

"Tiga hari dari sekarang. Beri tahu Tetua Bai Qingtian bahwa aku, Su Yue, menantang seluruh generasi muda Puncak Naga Api dalam Ujian Pemurnian Seratus Racun di wilayah kalian! Jika aku kalah, Puncak Teratai Salju dan nyawaku menjadi milik kalian."

Mata Yan Huo membelalak tak percaya. Ujian Pemurnian Seratus Racun? Itu adalah tradisi kuno di Puncak Naga Api, di mana pesertanya harus bertahan hidup dan memurnikan pil dari bahan-bahan paling mematikan dan sisa ampas beracun peninggalan sekte di dalam Gudang Ampas Alkimia! Bahkan murid alkimia terbaik pun tidak berani memasukinya karena tingkat kematiannya mencapai sembilan dari sepuluh bagian!

"Kau... kau sudah gila? Seorang kultivator pedang es menantang ujian alkimia beracun?" Yan Huo tertawa terbahak-bahak, mengira Su Yue sedang menggali kuburannya sendiri.

"Namun," suara Su Yue tiba-tiba merendah, memotong tawa Yan Huo dengan ketegasan mutlak. "Jika aku memenangkan ujian itu dan bertahan hidup, aku berhak untuk memasuki Gudang Ampas Alkimia Kuno kalian dan mengambil apapun yang kuinginkan di dalamnya, dan Bai Qingtian harus secara terbuka meminta maaf padaku!"

Di dalam pelataran, berdiri sedikit tersembunyi di balik pilar, Lin Ye mendengarkan deklarasi Su Yue dengan senyum yang semakin melebar. Mata hitam pekatnya berkilat dengan cahaya bintang purba yang sangat lapar.

Sempurna, batin Lin Ye, merasakan Dantian-nya bergetar kegirangan. Gudang Ampas Alkimia Kuno. Ribuan tahun akumulasi racun, pil gagal, dan hawa kekacauan. Sebuah perjamuan yang cukup untuk mendorong Tubuh Primordialku menuju puncak pembentukan fondasi ilahi.

"Bagaimana? Apakah anjing-anjing naga api pengecut untuk menerima tantangan dari seorang kultivator pedang yang baru masuk sekte dalam?" ejek Su Yue, melempar tantangan harga diri yang mustahil ditolak oleh faksi mana pun.

Yan Huo menggertakkan giginya hingga berbunyi. Jika ia menolak tantangan yang menguntungkan mereka ini, seluruh sekte akan menertawakan Puncak Naga Api sebagai pengecut.

"Bagus! Sangat bagus, Su Yue! Karena kau ingin mati di dalam tungku beracun kami, Puncak Naga Api dengan senang hati akan mengabulkannya!" Yan Huo menunjuk dengan marah. "Tiga hari lagi, persiapkan peti matimu sendiri!"

Dengan satu putaran lengan bajunya, Yan Huo dan para pengikutnya melesat pergi kembali ke arah gunung berapi, membawa deklarasi perang yang akan menggemparkan seluruh sekte dalam.

Gerbang perunggu ditutup kembali oleh Su Yue. Gadis itu menarik napas panjang, menstabilkan detak jantungnya. Ia berbalik dan melihat Lin Ye perlahan berjalan keluar dari balik pilar perunggu.

"Kerja bagus," puji Lin Ye singkat, meskipun nadanya masih tetap datar. "Panggung telah disiapkan."

"Senior," Su Yue menunduk ragu. "Ujian Seratus Racun itu... itu berlangsung di kedalaman wilayah musuh. Tempat pembuangan itu dipenuhi kabut mematikan. Apakah Senior benar-benar yakin kita harus masuk ke sana?"

Lin Ye berjalan melewati Su Yue. Ia tidak menoleh, hanya menatap telapak tangannya sendiri yang memancarkan kilau perunggu kegelapan.

"Kabut mematikan bagi kalian," ucap Lin Ye dengan nada yang memancarkan keangkuhan mutlak yang melampaui alam fana, "hanyalah hidangan pembuka bagi Kualiku."

1
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor menarik ceritanya semoga sampai tamat ceritanya
Aman Wijaya
lanjut terus gaaas njeduk Thor semangat
Aman Wijaya
jadilah kuat su Yue
Imam Abiyu Dzaky
teruss lanjutkan
Andira
mmm
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut terus
Wy Pereret
lanjut
SENJA
waaah
Andira
👍
Aman Wijaya
markotop top top lanjut terus
Aman Wijaya
gaaas terus Thor semangat semangat semangat
Aman Wijaya
mantab su Yue
Aman Wijaya
mantab Lin Ye
Aman Wijaya
lanjut terus Thor tambah lagi updatenya 💪💪💪
Aman Wijaya
gaaas njeduk terus Thor
Aman Wijaya
mantab Thor semangat semangat
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut
Aman Wijaya
top top markotop lanjut
Aman Wijaya
lanjut terus semangat semangat terus Thor
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!