kisah seorang dokter internship yang bertemu dengan seorang polisi yang menurutnya sangat menjengkelkan dan terjebak pernikahan dengannya akibat kejadian suatu malam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nad Nanad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 21
Sudah hampir jam 12 malam, namun Dean belum juga pulang. Ia tadi pamit karena mendapat telpon dari kantor yang menanti kehadirannya untuk memimpin pasukan menyelesaikan suatu kasus.
Anna sudah sudah sedari tadi menunggu kepulangan suaminya itu namun karena malam sudah semakin larut dan kantuknya sudah tak tertahan, ia memutuskan untuk tidur saja di kamarnya.
Antara sadar dan tak sadar Anna, samar ia melihat bayangan Dean yang sedang masuk dalam kamarnya dan menutup pintu pelan lalu berjalan ke arah Anna lalu sebuah kecupan mendarat di kening Anna.
Seketika Anna membuka matanya dan mendapati wajah tampan dihadapannya itu tengah menatapnya dengan penuh cinta.
"Kok bangun?". Tanya Dean tersenyum tanpa mengalihkan pandangannya. Posisi mereka saat ini mengingatkan Anna saat memeriksakan giginya waktu itu.
"Kak Dean ganggu ya?". Tanya Dean lagi namun Anna hanya terdiam karena gugup dengan posisinya sekarang, apalagi malam ini ia berencana akan sepenuhnya memberikan hak pada suaminya itu setelah berfikir sejak siang tadi.
"Kamu tidur lagi aja, kak Dean mau bersih-bersih dulu". Dean kembali mengelus pipi mulus Anna dan bergegas menuju ke kamar mandi.
Anna terbangun dari tidurnya, kini rasa kantuknya seketika menghilang. Ia memegang dadanya merasakan gemuruh hebat di dalamnya bahkan ini lebih dari biasanya.
Ia kemudian berjalan ke dapur berniat mengambil air minum lalu kembali ke kamarnya dan ternyata Dean belum selesai. Ia menunggu Dean sambil duduk di tepi ranjangnya.
"Kak Dean mau makan? Mau Anna buatin makanan?". Tanya Anna yang khawatir jikalau suaminya itu belum makan malam.
"Gak usah, kak Dean udah makan tadi". Jawab Dean lalu berjalan ke luar dari kamar mandi dengan handuk dan kaos tipis serta aroma sabun yang membuat Anna merinding entah kenapa:v
"Kamu gak tidur lagi?". Tanya Dean saat melihat Anna yang sedang gelisah sambil mengibaskan kedua tangannya.
"Panas". Jawaban Anna membuat Dean bingung karena suhu di tempat tinggalnya itu tergolong cukup dingin apalagi ditambah AC.
"Kamu aneh, disini dingin banget malahan". Ucap Dean sambil tertawa membuat Anna jadi salah tingkah.
Anna kembali berbaring di tempatnya lalu menarik selimut hampir menutupi kepalanya, Dean lantas naik ke atas tempat tidur dan duduk di samping Anna lalu menarik selimutnya perlahan.
Anna gugup menatap wajah Dean yang kini tepat berada di atasnya, perlahan wajah itu mendekat mengikis jarak di antara mereka.
Jantung Dean tak kalah berdebarnya saat menikmati wajah cantik dihadapannya itu yang sayang bila dilewatkan begitu saja.
Dean mulai mendaratkan bibirnya di bibir mungil Anna, tidak ada penolakan dari Anna bahkan ia membalasnya meski nampak malu-malu.
Dean menarik wajahnya menjauh, ia tak ingin kebablasan dan pada akhirnya Anna akan menolaknya. Dia lalu berbaring di samping Anna lalu tidur membelakangi istrinya.
Anna merasa bersalah, ia lalu memeluk pria itu dari belakang
"Anna jahat ya?". Bisik Anna di telinga Dean.
"Anna udah siap kok". Ucap Anna lagi yang membuat Dean berbalik dengan wajah sumringah persis seperti anak-anak.
"Beneran? saya gak maksa kok kalau kamu belum siap". Ujar Dean berbasa-basi.
Anna menggeleng cepat.
"Anna siap". Ucap Anna sambil tersenyum manis.
Dean dengan cepat bangun dari tidurnya lalu mengecup kening Anna cukup lama dan .... Upss s****ensor, author masih dibawah umur🙈
Malam itu menjadi malam yang cukup panjang bagi pasangan itu yang ditemani oleh rembulan dan bintang-bintang sebagai saksi bisu atas sempurnanya ikatan pernikahan mereka.
***
"Anna kenapa nunduk terus? Gak capek?". Tanya Dean saat melihat Anna yang tengah mengancingkan seragamnya tak berani menatap wajah sang suami.
Anna hanya menggeleng malu-malu dan setelah selesai dengan aktivitasnya, ia dengan cepat membalikkan badannya berniat pergi dari sana namun pergelangan tangannya dicekal oleh Dean.
"Mau kemana?".
"Mmm ... mau nyiapin sarapan". Jawab Anna gugup.
Dean lantas mengecup bibir Anna sekilas yang membuat Anna semakin gugup dibuatnya.
"Morning kiss". Ucap Dean lalu berjalan ke luar dari kamar meninggalkan Anna yang masih diam mematung.
***
"Semangat
kerjanya sayang". Setiap kali Dean mengantarkan Anna ke rumah sakit pasti kata-kata itu selalu diucapkannya.
"Siap pak pol". Jawab Anna memberikan gerakan hormat yang sepertinya ia sudah tidak malu-malu lagi.
"Maaf kayaknya nanti saya gak bisa jemput soalnya lagi banyak kerjaan". Ujar Dean dengan raut wajah menyesal.
"Gak apa-apa, Anna bisa pulang sendiri".
"Ini nafkah dari saya". Ucap Dean lagi sambil menyodorkan beberapa kartu Atm-nya yang dulu sempat ditolak oleh Anna namun kali ini ia memberikannya kembali.
"Gak usah, Anna masih punya uang sendiri kok". Tolak Anna lagi.
"Ini hak kamu, dan saya punya kewajiban untuk memenuhi itu, ambil jangan pernah nolak lagi!!".
Anna terpaksa mengambilnya lalu menyimpan di dalam tasnya lalu bergegas turun.
Saat melangkah masuk, Anna melihat Adit sedang bercengkrama dengan satpam penjaga pintu utama RS itu, Anna bersembunyi dibalik pohon yang berada di halaman RS jangan sampai Adit melihatnya. Ia juga tampak khawatir, sampai kapan ia harus menjadi seperti buronan begini.
Tak lama kemudian, Adit sudah pergi dari sana, Anna buru-buru masuk sebelum Adit kembali lagi, dia benar-benar ketakutan saat melewati lorong-lorong rumah sakit dengan terburu-buru sambil menutupi wajahnya dengan almamaternya.
Sepanjang hari Anna terus berada di dalam ruangannya ia enggan untuk keluar bahkan ia meminta tolong pada Ify untuk membawakannya makan siang.
Saat pulang pun ia kembali lewat di gerbang belakang rumah sakit, dan memastikan bahwa Adit benar-benar tidak melihatnya.
***
Anna membaringkan tubuhnya di atas sofa, menunggu Dean pulang sambil memainkan ponselnya ia membuka aplikasi berwarna hijau, nampak banyak sekali pesan dari grup sesama dokter internshipnya.
Mereka semua membicarakan tentang dokter Adit yang katanya menjadi dokter yang sedang trending di rumah sakit tersebut. Karena ketampanan dan keramahannya pada orang-orang membuat Adit dengan mudahnya mencuri hati mereka.
Bahkan ada yang sampai mengirim foto-foto Adit yang sengaja mereka ambil saat ia sedang melayani pasien-pasiennya.
Anna muak dengan semua itu lalu mematikan ponselnya, tak lama kemudian suara mobil Dean mulai terdengar dan Anna bergegas membukakan pintu untuknya.
Baru saja pintu ditutup kembali tiba-tiba Dean memeluk Anna dari belakang dan mencium sebelah pipi Anna.
Anna tak mengerti kenapa suaminya itu tiba-tiba saja memeluknya namun ia hanya membiarkannya.
"Saya rindu sama kamu". Ucap Dean.
2 menit mereka dalam posisi itu, lalu Dean melepaskan pelukannya dan mengambil kain berwarna hitam dari sakunya lalu menutup mata Anna dengan kain tersebut.
"Eh ini kenapa?". Tanya Anna yang kaget dengan perlakuan suaminya itu.
"Ada kejutan buat dek Anna". Jawab Dean disertai kekehan.
Dean menuntun Anna masuk ke mobilnya lalu melakukannya membelah jalanan yang cukup macet itu. Setelah beberapa lama berkendara, Dean membelokkan mobilnya ke dalam sebuah kompleks perumahan elit dan memakirkan mobilnya di salah satu halaman rumah yang sangat mewah tersebut.
"Ayo turun". Ucap Dean menuntun Anna turun dan membawanya masuk ke rumah itu.
Dean lalu membuka penutup mata Anna dengan perlahan-lahan.
"Kejutan". Ucap Dean berbisik di telinga Anna sementara Anna dibuat bingung dengan semua ini.
"Kok kita kesini? Ini rumah siapa kak?". Tanya Anna yang bingung.
"Ini rumah kita". Jawaban Dean membuat Anna terkejut ia tak menyangka rumah mewah di depannya ini adalah kejutan dari Dean untuknya.
"Dan satu lagi". Ucap Dean sambil mengeluarkan sebuah kunci mobil dari sakunya lalu memberikannya pada Anna.
"Kunci?".
"Buat kamu juga". Ucap Dean lagi sambil menunjuk sebuah mobil yang terparkir cantik di garasi rumah tersebut.
"Apa ini gak terlalu berlebihan buat Anna?". Ucap Anna yang tak enak dengan semua pemberian dari Dean.
"Ini gak sebanding dengan apa yang kamu berikan ke saya". Jawab Dean sambil mengelus puncak kepala Anna.
"Memang apa yang sudah Anna berikan pada kak Dean? Rasanya tidak ada".
"Kamu sudah memberikan mahkota paling berhargamu untuk saya, terima kasih sudah menjaganya untuk saya". Ucapan Dean membuat Anna tertunduk sambil mengulum senyum ia merasa dihargai, bersyukur waktu pacaran dengan Adit ia tak kebablasan meskipun Adit berulang kali memintanya ia dengan tegas menolaknya, dasar Adit memang brengs*k.
To be Continued ...
thor...
knpa g dilanjutin kisahnya Dean sm Anna
👍🤗