NovelToon NovelToon
TURUN RANJANG

TURUN RANJANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Aliansi Pernikahan / Naik ranjang/turun ranjang / Ibu susu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Putri_uncu

Dua kali menikah dengan pria dari keluarga yang sama, freya sasmita tak menyangka cinta dan takdirnya akan menikah dua kali. yang lebih membuatnya tak percaya adalah pernikahanya yang biasa disebut turun ranjang.

ya, istilah untuk pernikahan yang dilakukan dengan menikahi kakak/adik dari pasangan kita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Acc calon mertua

"apa kabar om" arka menyambut nugroho yang tak sabar menunggu istrinya pulang. Lalu menyusul ke luar kota, begitu pun dengan acha dan suaminya yang penasaran dengan buah hasil panen dari kebun ria dan arka

"kabar baik, kamu sehat?" nugroho juga membalas sapaan arka dengan ramah

"iya om, didalam masih ramai, bagaimana kalau kita ke samping ada rumah kecil freya sama mila ada disana lagi makan durian" ucap arka

Pagi tadi freya menepati janjinya ingin langsung datang dan mencari durian jatuh. Saat ini sedang menikmatinya

"enak ya ngga bagi-bagi papi" nugroho mengecup kening freya.

Adegan yang membuat arka tersenyum dan membayangkan sesuatu

"kalian kenapa kesini? Kamu juga dek katanya mau bulan madu nanti kecapean loh disini"

"pelan-pelan bu!" mila mengelap mulut freya yang terkena durian

"dasar bayi!" gumamnya

"kalian mau makan, biar saya bukakan" arka dengan sigap membukakan beberapa jenis yang berbeda untuk dicicipi

"calon mantu idaman!" ucap nugroho sambil menepuk lengan arka

Uhuk...uhuk

"kak, kenapa?" acha melihat arka dan freya bergantian

"pi sepertinya tak lama lagi kita mau hajatan" acha menyenggol kakaknya

"apaan sih cha, makan tuh suami mu suapi biar romantis" freya sedikit tersentil

sedang asik makan buah sambil mengobrol tak sadar sudah siang dan waktunya makan.

Arka sudah meminta emak menyiapkan makan dan membawanya ke rumah yang ada dibelakang. Sengaja arka buat jika ada tamu yang menginap dan rumah utamanya tak cukup menampung

"hari ini kok sepi mas?" tanya freya yang biasa melihat para pekerja sudah berkumpul didekat rumah kecil

"libur dua hari dek, kan ada acara mami biar mereka juga bisa liburan sama keluarganya" jawab arka

Sadar atau tidak pipi freya memerah mendengar panggilan manis dari arka untuknya.

"nah tu emak datang, mila bantuin sana" freya menyenggol mila

"sepertinya lezat, beb kamu belum pernah makan ini pasti" acha meledek suaminya yang sejak kecil hidup dikota

"emang kamu tahu cha?" nugroho membela menantunya

"apaan ini kak arka?" acha penasaran

"itu namanya mangut ikan asap, sama satunya lagi gudeg ada yang kesukaan sekali sama gudeg jadi emak bikinkan " arka memberitahukan dua menu inti pada hari ini masih banyak menu pendamping lainnya

"kalau ngga cocok beritahu saja nanti biar emak masakin lagi" arka senang rumahnya ramai dua hari ini

"engga ini sudah cukup, ayo makan bersama" ajak nugroho

Acha dan kevin makan satu piring berdua, freya juga sambil sibuk bekerja makannya disuapin sama mila karena makannya lama

Tak sadar yang lain sudah selesai makan dan meninggalkan freya yang makan satu suap lalu ditinggal bekerja lagi

"aa mil!"

"milaaaaa!"

"em, udah kenyang mil" baru setengah porsi makannya sudah bilang kenyang

"makan harus dihabiskan!" arka menyuapi freya

"mila kemana?, biar saya saja!" freya mengambil sendok dari tangan arka

"sejak tadi pergi ke sungai, kamu makan aja lama banget kalah sama evelin" ucap arka

"habiskan atau saya suapi lagi?"

"iya, iya bawel banget kayak emak-emak!" gumam freya

"mau ikut ke sungai ngga?" arka berdiri mau menyusul takut pada tersesat

"ikut, tapi ini?" freya benar-benar merasa kenyang

"emak akan marah jika makanan dipiring tak habis, suapi biar saya habiskan" arka membuka mulutnya

"jangan ini kan bekasku!" freya menolak memberikan makanan sisanya apalagi suruh menyuapinya

"buruan nanti mereka nyasar!" arka memaksa freya menyuapinya karena tangannya satu memegang parang san satunya lagi keranjang untuk membawa buah jika ada yang jatuh

"sudah, ayo kalau mau ikut! Atau disini sendiri tapi jangan teriak kalau ada...."

"ikut!"

Freya langsung berjalan mendekati arka, dan mengikuti dibelakangnya

"pegangan takut hilang!"

"Dasar modus ,udah jalan saja saya dibelakang jangan berisik"

"kakak, sini seger banget airnya jernih" acha sudah masuk ke sungai dan mandi bersama suaminya.

Nugroho lebih tertarik melihat pepohonan yang berbuah dan saat melihat arka langsung banyak tanya tentang perkebunan.

Arka dan nugroho duduk di bangku yang biasa pekerja pakai untuk istirahat. Sambil saling bertukar pengalaman bisnis dan perkebunan

"om, bolehkah saya minta izin mendekati anak om?" arka berterus terang pada nugroho

"boleh saja asal jangan dipaksakan" nugroho sudah kenal ayah arka dan tahu bagaimana sifat arka, bahkan dulu sempat berfikir untuk yang dijodohkan adalah freya dan arka

Tapi semua sudah terjadi " om ngga yakin sama freya karena sepertinya traumanya mendalam, dan juga kamu adalah mantan kakak iparnya"

"yang penting bagi saya adalah restu om, saya akan berjuang tapi tidak akan memaksanya jika gagal"

Arka meyakinkan calon mertuanya , nugroho mengangguk dan memberikan senyuman tanda persetujuan

"pi, kak arka kalian ngapain seru banget kenapa ngga pernah bilang" acha masih betah sedangkan freya sejak tadi sibuk berendam dan bekerja dengan ponselnya

byur "aaaa pi, hp ku jatuh!"

Freya menyelam tapi tak bisa menemukan ponselnya.

"kakak, kak!" acha panik dan memanggil papinya yang asik ngobrol

"papi, kak arka! Kakak tenggelam"

Acha berteriak histeris. Arka langsung ikut masuk ke sungai yang tidak terlalu dalam itu

"biar saya saja!" arka mencari dan tak lama ketemu "ayo bawa ke pondok mungkin masih bisa diperbaiki"

"pi, gimana kerjaanku pi!" freya tak menyesalkan ponselnya tapi file dan pekerjaannya yang dia pikirkan

"kan masih ada mila, lagian kamu kemana-mana masih aja kerja!" nugroho memarahi freya yang seperti kecanduan bekerja

"acha, kevin ayo kembali sudah sore nanti kedinginan"

"oke pi, beb gendong!" acha sudah nangkring di punggung suaminya yang tak banyak bicara

"manja!" ucap freya sinis pada adiknya

"bilang saja iri!" acha menjulurkan lidahnya

freya berjalan paling belakang sambil memetik satu persatu daun sambil berjalan

"mau digendong juga?" arka menwarakan punggngnya pada freya "ayo naik!"

"engga usah! Saya bisa jalan kok" freya langsung berlari mengejar yang lain tapi sudah ketinggalan jauh langkahnya

"keburu sore ayo cepat naik!" arka kembali meminta freya naik ke punggungnya

"jangan menyesal karena saya berat!" freya memang lelah naik turun bukit jadi terpaksa menerima tawaran arka untuk menghemat tenaga

"jangan terlalu maju ada yang nempel" ucao arka

Plak

Tangan freya mendarat di bibir arka "diam!" sudah tak ada tenaga lagi buat berdebat

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!