NovelToon NovelToon
Antara Dua Dunia

Antara Dua Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

​"Wajahnya identik dengan Ali, pacar LDR-ku yang lembut. Tapi pria di depanku ini adalah Alistair, Pangeran Agung yang siap memenggal kepalaku jika aku berani kabur lagi!"

​Lia terbangun di tubuh Aurellia, istri Pangeran Agung Ivalice yang dikenal kejam dan obsesif. Di novel aslinya, Aurellia tewas mengenaskan setelah mengkhianati Alistair demi Pangeran Yovan yang licik. Demi menghindari maut, Lia harus mengubah alur. Ia pun nekat mendekati Nenek Suri yang disegani dan mendadak jadi istri "penurut" yang membuat Alistair curiga sekaligus salah tingkah. Akankah strategi Lia menjinakkan sang tiran berhasil? Ataukah ia justru terjebak dalam obsesi gelap pria yang wajahnya terus mengingatkannya pada sang kekasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Pengakuan "Aktris Oscar" dan Kecupan Maut

Alistair berdiri tegak, auranya menyempit, menciptakan tekanan yang membuat oksigen di kamar itu seolah menipis.

"Aurellia, jawab jujur," suaranya rendah dan berbahaya.

"Hilangnya gadis-gadis di perbatasan timur... apakah ada hubungannya dengan teknik medis rahasia yang dikuasai keluargamu? Apakah kamu terlibat?"

DEG.

Lia mematung. Pikirannya melesat liar memutar memori novel yang pernah ia baca bagian yang sebelumnya sempat ia skip karena terlalu emosi. Ia baru ingat! Di episode itu, Aurellia memang membantu Yovan menculik gadis-gadis suci demi sebuah ritual gila.

Tujuannya? Agar Selir Yasmin bisa awet muda dan tetap cantik paripurna secara instan. Aurellia yang dulu buta karena cinta, rela menjadi kaki tangan hanya supaya Yovan tidak memutuskannya.

Aduh, Aurellia... lo bener-bener beban keluarga ya! Dosa lo banyak banget, pantesan sekarang gue yang kena getahnya! maki Lia dalam hati.

Melihat Alistair yang mulai tidak sabar, Lia tahu ia tidak bisa mengelak. Ia harus menggunakan senjata pamungkas, Akting Level Internasional.

Lia langsung merosot dari tempat tidur, berlutut di hadapan Alistair dengan wajah yang sudah ia kondisikan sedemikian rupa agar terlihat sangat menderita. Matanya mulai berkaca-kaca (teknik yang ia pelajari dari menonton drama Korea).

"Ampun, Pangeran! Ampun, Ali!" seru Lia sambil terisak fiktif.

"Memang benar... dulu aku sangat bodoh. Aku dibutakan oleh janji palsu dan ancaman. Tapi aku bersumpah, itu adalah masa lalu yang sangat aku sesali! Aku dipaksa melakukan itu semua!"

Alistair menatap tajam ke dalam mata Lia, mencari jejak kebohongan. Namun, entah karena energi magis Lia yang tulus atau memang aktingnya yang terlalu sempurna, hati Alistair yang sekeras baja itu mendadak luluh. Ia merasakan getaran kejujuran dari wanita yang kini bersimpuh di kakinya.

Alistair menghela napas, ketegangan di bahunya mengendur. Ia mengangguk pelan sebagai tanda ia menerima penjelasan itu.

"Berdirilah. Jika kamu benar-benar ingin berubah, buktikan dengan tindakanmu."

Lia yang melihat lampu hijau segera bangkit. Ia menghapus air mata buatannya dengan gaya dramatis, lalu tiba-tiba meraih tangan Alistair dan menggenggamnya erat. Ia menatap Alistair dengan pandangan yang dalam, seolah-olah pria itu adalah satu-satunya pelabuhan hatinya.

"Terima kasih sudah percaya padaku, suamiku sayang," bisik Lia dengan nada manja yang mematikan.

CUP!

Tanpa aba-aba, Lia menjinjit dan mendaratkan kecupan singkat namun manis di pipi Alistair.

Setelah melakukan "serangan jantung" mendadak itu, Lia langsung berbalik dan lari terbirit-birit keluar ruangan sebelum Alistair sempat memproses apa yang baru saja terjadi.

Di dalam kamar, Alistair terpaku seperti patung. Tangannya perlahan terangkat, menyentuh bekas kecupan di pipinya yang kini terasa panas. Untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupnya yang dingin dan penuh peperangan, seorang Pangeran Agung Ivalice berdiri mematung sambil tersenyum bodoh dengan wajah yang merah padam.

Sementara itu, Lia yang sudah berhasil kabur ke koridor istana tampak berjalan tergesa-gesa sambil mengomel pada dirinya sendiri.

"Duh, jantung gue! Hampir copot beneran gara-gara deket sama Pangeran Es itu," gumamnya sambil mengatur napas.

"Tapi sekarang masalahnya lebih serius. Gue harus cari cara buat batalin ritual itu. Gadis-gadis itu harus selamat sebelum mereka jadi tumbal buat muka si Selir Yasmin!"

Lia mendengus kesal, membayangkan wajah Selir Yasmin yang ambisius itu.

"Memang ya, tuh selir antagonis bener-bener nggak ada akhlak. Kenapa sih harus pake ritual gila segala cuma buat awet muda? Skincare di toko orange kan banyak! Ada retinol, ada serum vitamin C, ada masker lumpur! Heran deh, mau cantik aja ribet banget sampe nyusahin orang banyak. Mending gue beliin dia paket glowing daripada harus nyulik orang!"

Lia terus mengomel sepanjang jalan, otaknya kini bekerja keras mengingat-ingat teknik pelepasan segel energi yang pernah tertulis di bab-bab akhir novel. Ia harus bertindak cepat, atau nyawanya dan "emas-emas kesayangannya" akan berada dalam bahaya jika ritual itu tetap berlanjut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!