🖐❤JANGAN LUPA UBAH KE FAVORITE KALIAN YA, biar ngga ketinggalan update setiap harinya.
like dan vote biar authorr nya semangat nulis🔥🔥
...
Menceritakan kisah Raya. Gadis flat dengan persahabatannya bersama Alula gadis polos.
Entah apa yang membuat Raya selalu dihantui kisah persahabatannya yang kian mirip dengan cerita Debu dan Bintang. persahabatnnya mulai merenggang, namun Alula tetap lah bintang yang bersinar berbeda dengan Raya yang hanya menetap dalam zonanya.
Semakin dalam, sosok misterius membuka awal kisah romantis remaja SMA.
“Motor sialan !!! apes banget sih. Gerutu Raya dalam hati. Gara-gara motor sport merah yang barusan lewat headsetnya menjadi korban tabrak lari.
Bagaimana persahabatan mereka akan di uji dari sini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deputi g rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Pilihan Meja
...up lagi... ...
...semoga masih terus terhibur ya..hehe...
...enjoy.. tinggalkan jejak🙌🙌🙌😉❤...
.
.
.
Tidak dirasa hari ujian tengah semester dimulai hari ini. Raut tegang semua siswa tampak jelas sekarang, ada yang meramalkan beberapa bacaan, ada juga yang cukup santai entahlah apa mereka hanya sudah terbiasa dengan ujian atau memang sudah ada cadangan untuk mencontek. Well, bukannya sudah jadi kebiasaan seperti itu yang namanya siswa.
Sama halnya dengan Raya. Sepandai-pandainya Raya, tetap saja ia merasa gugup jika ujian.
Raya berjalan sendirian keluar dari kantin dirinya baru saja menuntaskan kegugupannya dengan cara sederhana, yaitu membeli air mineral. Satu botol sudah tuntas, malah botol keduanya pun tinggal setengahnya.
Langkahnya memelan saat matanya mengakap Lula tengah berjalan dari lawan arah. Matanya terus saja tajam mengamati sahabatnya itu.
“LA!!” teriak seseorang.
Lula berbalik ternyata Tama berlari kecil menghampirinya.
Raya terdiam melihat itu. Jarak mereka tidak terlalu jauh, tapi karena mereka mungkin tidak sedang fokus jadinya mereka tidak merasa akan keberadaan Raya. Ada rasa penasaran di hati Raya, sebuah bisikan muncul untuk tetap memperhatikan kedua orang itu.
“Eh, Kak Tama, kenapa kak?”
“Ngga kok, Cuma manggil doang, oh iya nih buat Lo aja, hitung-hitung biar ujiannya lancar ngga gugup gitu”
Tama menyerahkan sebuah botol minuman kapada Lula, tentunya diterima dengan sangat mulus di tangan gadis itu.
“Kakak ngga takut apa ngasih minuman gini, entar malah ada yang salah paham”
“Hahaha siapa yang akan salah paham, ada-ada aja Lo”
Secara tiba-tiba selanjutnya, Mata Raya dan Lula bertemu. Tidak ada yang berarti dengan itu, malah Lula seperti sengaja memancing.
“Raya misalnya?” ucap Lula. Matanya masih terus menatap Raya. Tama belum menyadari keberadaannya.
“Raya?? Hahaha gue sama dia ngga ada apa-apa kok, gue juga ngga begitu dekat”
Ngga-begitu-dekat- katanya. Kilau kekecewaan tidak bisa disembunyikan Raya. Sedangkan Lula, raut kemenangannya terlalu jelas diwajahnya. Sekarang Raya tahu, kalau begitu selama ini sikap Tama padanya hanya sekedar seperti itu, tidak lebih.
TET.....TET.....TETTTTTTT !!!!!
Mereka bertiga tersentak, bel pertama berbunyi.
Bel itu juga yang mengakibatkan Tama akhirnya sadar akan keberadaan Raya. Ia terkejut tidak usah lagi menebak apakah Raya mendengar atau tidak perbincangan mereka, tentu saja pasti.
“Ra..Raya..” ucap Tama pelan, seolah gagap.
Raya saat itu juga memutus kontak matanya, pergi tidak ingin lagi ia berlama-lama berdiri seperti orang bodoh disini. Berdoa saja semoga kejadian ini tidak mengganggu pikirannya saat mengerjakan ujian.
***
“Ya ampun... parah banget Bu Sarah, kisi-kisi yang dia kasih, ngga ada satu pun yang keluar”
Alisha bergerutu sesuka hatinya keluar dari dalam kelas. Jika dipikir-pikir bagi Raya, ia tidak percaya yang namanya kisi-kisi yang di berikan oleh gurunya, apapun itu. pengalamannya sudah banyak, atau bisa di bilang sering juga kecewa gara-gara tidak ada yang sesuai.
“Haaaaaah pusing gue, mana laper lagi, udah yuk ke kantin aja”
Tadi emosi tidak jelas sekarang lapar. Raya menggelengkan kepadanya medengar gerutu Alisha sedari tadi.
Sesampainya di kantin, duduk dan bersiap untuk memesan makanan. Sebelumnya Bele sudah menawarkan diri untuk dialah yang pergi memesan. karena awalnya Alisha tidak percaya dengan Bele dia pun mengikuti gadis berkacamata itu, sedangkan Raya tidak perlu lagi beranjak dari duduknya.
Raya merogoh sakunya mencari Hpnya. Sejak ujian dimulai para siswa memang diwajibkan untuk mematikan Hp dan sekarang saatnya Raya mengaktifkannya.
Baru saja menyala, Hpnya juga tampak masih menyiapkan sinyal beberapa notivikasi muncul begitu saja. Yang lebih menyorot perhatiannya adalah pesan dari Tama. Tangannya tergantung ketika ingin membuka pesan itu. pikirannya berputar lagi dengan kejadian sesaat sebelum bel.
“eh..eh itu sih Alula yang deket sama senior-senior itu ya”
“Pantes aja, cantik juga orangnya”
“Ngga diragukan lagi, bentar lagi dia pasti dicalonin sebagai Ratu Dalta generasi tahun ini deh”
Bisik-bisik beberapa siswa dan siswi menyita perhatian Raya setelahnya. Jujur ia terbiasa saja mendengar tentang pujian-pujian Lula, yang menjadikan ia terkejut adalah Lula dan teman-temannya mengambil tempat tepat di samping meja Raya, dan bukan hanya itu karena dari arah pintu kantin Tama muncul.
Karena kantin dalam keadaan full otomatis Tama harus memilih untuk bergabung di meja yang ada orangnya. Raya tersenyum sinis tiba-tiba. Sekarang bagaimana sikap Tama menentukan akan bergabung dimana dirinya.
Bersama Raya? Bersama Lula? Atau bahkan tidak keduanya.
Tama melirik keseluruh pojok kantin, mencari tempat agar tidak ada yang akan ia pilih nantinya dari kedua gadis. Ini bukanlah Tama yang biasanya, biasanya ia akan dengan percaya diri memilih duduk dimana pun yang ia mau.
“Kenapa lo diem aja Tam?”
Lucas heran dengan keterdiaman Tama.
“Asikkk.!!. disana masih longgar tuh, ada Raya juga pasti ada bebeb Bele disana” Bimo begitu gembira menunjuk meja Raya. Jika untuk tambahan 3 orang lagi mungkin masih bisa menurutnya.
Bimo ingin menghampiri meja Raya dengan segera, namun tiba-tiba tangannya ditahan oleh Tama.
“Mending kita gabung sama anak futsal dibagian sama aja”.
Tama berpikir mungkin lebih baik begitu. Tapi sayang seribu sayang Tama harus menelan kepahitan saat ia ditahan oleh -Rere- teman Lula dengan teriakan memanggil namanya.
“Kak Tama!! Duduk disini aja kak”
Sedikit gontai Tama berjalan mendekati meja Lula, niat menolak seketika luntur melihat tatapan penuh harapan dari Lula.
Dari arah meja Raya. Raya menyaksikan semuanya. Sekarang mereka semua hanyut dalam aktivitas masing-masing. Saat itu juga Raya baru menyadari bagaimana rasa yang namanya sakit, kecewa, terlihat bodoh. Ia mati-matian bertekad untuk tidak merasa iri kepada sahabatnya. Lula terlalu bersinar, bintang hidupnya itu terlalu megah untuk ia capai.
Dan sekarang pun ia hanya terlihat seperti Debu dalam dongeng itu. terabaikan dalam kesepian, sendiri dalam kesunyian.
***
“ gue ke toilet dulu ya”
Raya begitu lesu walau hanya sekedar berpamitan kepada Alisha dan Bele. Sebenarnya tidak ada keperluan mendesak juga dirinya ingin ketoilet, hanya saja rasanya ia perlu memfokuskan dirinya kembali dengan membasuh wajahnya.
Tangannya tergantung mengambir air, wajahnya masih terlihat kering. Entah dirinya mempunyai insting kuat atau bagaimana, dirinya dengan cepat bersembunyi di balik bilik toilet setelah ia tidak sengaja mendengar percakapan seseorang masuk kedalam toilet.
“Ngga sia-sia kan gue jadiin tuh cewek polos temen kita. Mungkin bisa dibilng kita udah jadi pengaruh disekolah ini, jadi pusat perhatian, banyak yang deketin dan ngga susah cari muka sama senior”
“Lo bener banget, manfaatin kecantikan dia ngga susah, atau ceweknya aja yang **** hahaha, well hal terbesar udah kita ambil yaitu perhatian Tama kan”
“Tapi... kalian lagi ngomongin siapa sih?
“plis deh... Lo jangan lemot ya, jangan samain diri lo dengan kaum rendahan seperti gadis kacamata itu”
😱😱😱😱
...hehe sampai sini dulu ya...
...semoga terhibur...
...like...
...coment...
...vote jika ingin, ngga maksa kok. dalam hati hmmm😂😂😂
...
Mampir ya ke Novelku, WITHOUT YOU dan MENGENANG JEJAK MASA LALU
*hujan dibalik punggung
*suamiku cek ganas
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
tinggalin jejak jg di Novel ku ya ASIYAH AKHIR ZAMAN