Baca dulu di season 1 yang berjudul Penyesalan ( Karena Telah Selingkuh ), agar paham dengan alurnya.
" Aurelia, ada yang ingin abang katakan kepadamu" ucap Fathaan dengan seriusnya
" Katakanlah " sahut Aurelia
" Aurelia, selama ini abang menyukaimu" ucap Fathaan membuat Aurelia terkejut
Seiring waktunya berjalan, tanpa disadari Fathaan bahwa dia sedang jatuh kepada adik tirinya yaitu Aurelia.
Dia juga tidak menyangka bahwa dirinya bisa menyukai Aurelia, awalnya dia masih menganggap Aurelia sebagai adiknya.
Namun dengan waktu berjalan begitu cepat baginya, perasaan itu berubah menjadi rasa suka yang begitu dalam sekali.
Saat dia mengutarakan perasaan yang sebenarnya kepada Aurelia, tetapi jawaban yang dia tunggu tidak sesuai dengan harapannya.
Akankah Fathaan bisa bertahan dengan perasaan itu atau dia mengakhirinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Marah
" Assalamualaikum bu, apa Aurelia ada bersama ibu?"
" Waalaikumsalam nak, tidak ada nak. Aurelia tidak ada sama ibu. Ada apa?"
" Ibu Aurelia hilang"
" Astaghfirullah azim, gimana ceritanya Aurelia bisa hilang nak?"
Aluna yang hanya bisa menangis saja, karena benar-benar tidak tau Aureli ada dimana.
" Aluna tidak tau juga bu, Aluna hanya mengiranya karena dia libur bangunnya sedikit siang dan ternyata dia sudah tidak ada dikamarnya bu"
" Astaghfirullah dimana cucu ibu nak"
" Aluna takut terjadi sesuatu dengan Aurelia bu"
" Tunggu Ibu dan Bapak akan kesana"
" I-iya hati-hati diperjalanan bu"
Aluna mengakhiri panggilannya, lalu dia kembali memeluk Alaska.
" Tenang ya bun, pasti kita menemukan Aurelia"
" T-tapi dimana mas"
" Sssttt, tenang ya Bunda"
Alaska dengan setianya dia memeluk Aluna sangat erat sekali sambil mengelus-elus punggungnya. Dia berharap Aurelia tidak terjadi apapun dengannya.
" Mas, coba hubungi Ayah sama Ibu mas siapa tau dia ada disana mas"
" Bentar, mas coba hubungi Ayah dulu"
Aluna menganggukkan kepalanya, dimana Alaska mencoba untuk menghubungi Aldo.
Sementara itu.
Tepatnya pukul 4 subuh pagi, Aurelia yang baru saja tiba di London. 17 jam dia berada didalam pesawat dah akhirnya dia tiba.
Aurelia yang sangat bingung sekali harus kemana dia pergi, karena ini untuk pertama kalinya dia kemari. Aurelia mengambil ponselnya dan mencoba menyalakannya kembali.
Saat ponselnya kembali menyala, betapa terkejutnya Aurelia melihat panggilan masuk dari Aluna yang begitu banyak sekali.
Aurelia merasa sangat bersalah sekali karena dia tau bahwa saat ini Aluna dan Alaska pasti akan khawatir dengan dirinya.
Dan, Aurelia mencoba menghubungi Fathaan. Dia berharap kali ini menjawab panggilannya. Namun ternyata tidak. Raut wajah Aurelia sangat sedih sekali karena Fathaan tidak menjawabnya.
Aurelia mencoba untuk menghubungi asistennya ingin bertanya dimana letak apartemennya Fathaan.
" Assalamualaikum Kak Jekki"
" Waalaikumsalam non, ada apa ya non?"
" Kak, dimana letak apartemennya Abang? Soalnya aku ada di London"
" Apa? Non Aurelia ada di London?"
" Iya kak, aku gak tau ini dimana. Aku ingin pergi menemui abang tapi tidak tau arah jalannya dimana"
Jekki yang benar-benar sangat terkejut dan tidak percaya sekali, dia melihat kearah jam ditangannya sudah menunjukkan pukul 4 pagi.
" Non, sudah coba menghubungi tuan?"
" Sudah kak, cuma tidak diangkat dengan abang"
Jekki merasa sangat bingung sekali, dia harus bagaimana coba? Mungkin jika Fathaan tau dia akan marah besar, tetapi lebih baiknya Fathaan saja yang pergi kesana.
" Kirimkan alamat Non Aurelia ada dimana, nanti saya mencoba menghubungi tuan"
" Baik kak, terima kasih banyak"
Aurelia dengan cepatnya mengirimkan lokasinya, tepatnya Aurelia sedang ada ditaman dengan duduk sendirian. Padahal dari taman itu menuju apartemennya Fathaan hanya membutuhkan waktu sepuluh menit.
Merasa benar-benar sangat kebingungan, akhirnya Jekki mencoba untuk menghubungi Fathaan.
" Ada apa Jek?"
" Tuan, anda sedang ada dimana?"
" Diapartemen, ada apa jek?"
Jekki tidak menjawabnya, namun dia mengirimkan lokasi dimana Aurelia berada.
" Tuan, anda harus cepat kesana dimana lokasi yang saya kirim tuan"
" Memangnya ada apa?"
" Nona Aurelia sedang menunggu disana tuan"
Dug!!!
Jantung Fathaan berdebar dengan sangat kencang sekali saat Jekki menyebutkan Aurelia. Tanpa berkata apapun lagi dia mengakhiri panggilannya lalu mengambil hoddienya serta langsung pergi.
Jekki berharap, Fathaan tidak akan terlalu marah dengan Aurelia jika dia sudah bertemu dengannya.
***
10 menit kemudian.
" Aurelia" panggil Fathaan dengan suara yang sangat kesal dan marah
Aurelia yang mendengar namanya dipanggil seketika dia langsung menoleh, betapa senangnya Aurelia saat melihat Fathaan.
" Abang"
Dengan cepatnya Aurelia bangun dari duduknya langsung berlari dan memeluk Fathaan.
" Aurelia benar-benar merindukan abang" ucap Aurelia yang memeluk Fathaan sangat erat sekali
Fathaan hanya bisa menghelankan nafasnya saja, dia benar-benar marah kali ini karena Aurelia menghampirinya sampai kemari. Fathaan mendorong Aurelia agar terlepas dari pelukannya. Hal itu membuat Aurelia terkejut.
" Apa yang sedang kamu pikirkan Aurelia?" tanya Fathaan dengan nada marahnya
" Aurelia hanya ingin bertemu dengan abang"
" Tapi tidak harus kamu kemari Aurelia, ini sangat berbahaya dan lagi mengapa tidak memberikan kabar kepada abang?"
" Aurelia sudah menghubungi abang, tetapi abang tidak ada menjawab atau meresponnya"
Fathaan benar-benar merasa frustasi sekali, dia menggusar wajahnya dengan sangat kasar sekali. Tatapannya kembali kearah Aurelia dengan penuh tajam sekali.
" Ayo kita keapartemen dan jelaskan semuanya" ucap Fathaan sambil menarik tangannya Aurelia
Aurelia merasa sangat sedih sekali melihat Fathaan yang marah dengannya, dia padahal berharap bahwa dia di sambut dengan baik namun ternyata tidak.
****
Setelah 10 menit berlalu.
Fathaan dan Aurelia telah tiba diapartemennya. Namun saat mereka duduk diruang tengah ponselnya Fathaan berbunyi dengan cepat dia menjawabnya.
" Assalamualaikum sayang"
" Waalaikumsalam Bunda"
Fathaan merasa heran saat mendengar suara Aluna yang seperti sedang menangis.
" Bunda sedang menangis?"
Aurelia yang disampingnya Fathaan merasa sangat bersalah sekali saat mendengar ucapannya.
" Fathaan, Aurelia hilang"
Seketika Fathaan langsung menatap kearah Aurelia yang sedang menundukkan kepalanya.
" Hilang?"
" Iya sayang, sedari tadi Aurelia tidak bisa dihubungi. Bunda dan Ayah benar-benar tidak tau dia ada dimana"
Amarah Fathaan semakin memuncak sekali saat mendengar ucapannya Aluna, dia memijat pelipisnya terasa sangat pusing kali saat ini.
" Bunda dan Ayah jangan khawatir, nanti Fathaan hubungi kembali okey?"
" B-baik sayang, tolong bantu cari adikmu. Hanya kamu yang bisa melacaknya Fathaan"
" Iya bun, serahkan semuanya kepada Fathaan"
Fathaan langsung mengakhiri panggilannya, dia begitu sangat marah sekali kepada Aurelia.
" Jelaskan sekarang juga Aurelia, jangan bilang Ayah dan Bunda tidak tau kamu disini?"
" M-maaf bang" jawab Aurelia dengan suara gemetarnya
" Apa yang sudah kamu pikirkan Aurelia?" bentak Fathaan membuat dia terkejut
Aurelia yang menundukkan kepalanya saja, tidak berani menjawab pertanyaannya Fathaan karena begitu sangat takutnya sekali.
" Bunda dan Ayah sangat khawatir kamu tidak ada Aurelia? Dan kamu, dengan santainya menganggap semuanya tidak terjadi apa-apa Aurelia"
Air mata Aurelia menetes, dia sangat tau bahwa dirinya salah. Tetapi dia begitu sangat merindukan Fathaan itulah mengapa dia rela menghampiri Fathaan.
Diselang suasana yang begitu tegang, terdengar suara pintu terbuka dan tertutup. Aurelia sekilas langsung mengangkat wajahnya dan menatap kearah seseorang yang didepan pintu.
" Eh ada tamu?"
Fathaan memijat pelipisnya merasa masalahnya akan menjadi tambah rumit sekali. Aurelia menoleh keareh Fathaan dia begitu sangat penasaran sekali siapa wanita yang berdiri didepan pintu itu.
" Abang siapa dia?" tanya Aurelia
Namun Fathaan tidak menjawabnya, melainkan dia membuka suaranya untuk bertanya kepada Lidya.
" Sedang apa kamu kemari?"
" Tentu saja untuk menemuimu, aku benar-benar merindukanmu sayang"
Aurelia tampak terkejut saat mendengar ucapannya wanita itu memanggil Fathaan dengan sebutan 'Sayang'.
" Dan, dia siapa sayang?"
" Berhenti memanggilku sayang Lidya, kita tidak pernah memiliki hubungan apapun itu"
" Kamu berbicara apa sih sayang? Ingat aku ini adalah tunanganmu"
Dug!!!
Jantung Aurelia sangat berdebar sekali saat mendengar ucapan wanita itu.
" T-tunangan?" ucap Aurelia dengan nada yang begitu gemetar sekali
Fathaan menoleh menatap kearah Aurelia saat mendengar suaranya.
" Tidak Aurelia, dia bukan tunangan abang. Kamu salah paham"
Aurelia bangun dari duduknya membuat Fathaan menjadi terkejut.
" Jadi ini alasan abang tidak pernah membalas atau mengangkat panggilanku?"
Seketika Fathaan terkejut dengan ucapannya Aurelia yang tidak lagi menyebut namanya.
" Aurelia, abang tidak suka kamu berbicara seperti itu"
" Diam!" bentak Aurelia membuat Fathaan sangat terkejut
Aurelia menatap kearah Fathaan dengan air mata yang mengalir dipipinya.
" Katanya abang menyukaiku? Tapi mengapa abang sudah memiliki tunangan?"
" Aurelia tenangkan dirimu dulu, abang benar-benar tidak mempunyai tunangan dia hanya sembarangan berbicara"
Lidya mengangkat satu alisnya, dia sangat tidak suka dengan jawabannya Fathaan.
" Kamu apa-apaan sih Fathaan? Jelas-jelas Daddyku mengatakan bahwa kita akan bertunangan minggu depan"
" Cukup Lidya" teriak Fathaan karena sudah benar-benar melampau diatas kesabarannya
Merasa benar-benar tidak bisa menahannya lagi, akhirnya Aurelia pergi meninggalkan mereka berdua. Fathaan yang melihat Aurelia ingin pergi mencoba untuk menahannya.
" Aurelia tunggu"
Namun Aurelia menepisnya, Fathaan sangat terkejut dengan sikapnya Aurelia dia begitu frustasi sekali. Dia membalikkan badannya lalu menatap keareh Lidya.
" Sebenarnya kau wanita apaan ha?" teriak Fathaan membuat Lidya terkejut
" A-apa maksudmu Fathaan?"
" Untuk apa kamu kemari dipukul segini ha? Kamu wanita apaan yang sembarangan masuk keapartemen orang?"
" Kamu kenapa sih Fathaan? Aku itu merindukanmu makanya aku kemari, kamu tidak membalas pesanku. Aku takut kamu kenapa-kenapa. Dan lagi siapa gadis tadi?"
Fathaan menarik nafasnya begitu dalam sekali, dia mencoba menjawab pertanyaannya Lidya.
" Dia gadis yang aku cintai selama ini, dan kamu membuatnya salah paham" teriak Fathaan
Betapa terkejutnya Lidya saat mendengar pengakuannya Fathaan tentang Aurelia.